
Di pagi hari menjelang siang di kediaman keluarga Sinaga, Raisa terbangun dari tidurnya kemudian ia melirik ke samping kiri sambil tersenyum
"Ya ampun ! Kita kesiangan, sungguh lucu cara tidur kamu,Marcela !" Ucap Raisa
Kemudian gadis cantik itu menuju ke kamar ke lemari untuk mengambil jubah mandi. Setelah itu, dia lalu menuju ke kamar mandi dengan niat mandi.
Setelah Raisa menyelesaikan ritual mandinya, dia lalu melamgkahkan kakinya menuju ke tempat tidur.
"Marcela.... ! Bangun ! Bukankah kita akan pergi ke rumah sakit Thunder pagi ini, bukankah hari ini kamu juga akan berangkat ke wales untuk kegiatan pemotretanmu !" Ucap Raisa.
"Ya ampun ! Aku hampir lupa.!" Jawab Marcela.
Gadis cantik itu lalu bergegas ke kamar mandi.
"Bawakan aku jubah mandi !" Ucap Marcela.
"Okey sepupu !" Jawab Raisa.
...****************...
Seorang gadis cantik sedang berbaring di tempat tidur dengan pakaian yang baru saja ia kenakan sambil memikirkan sesuatu.
"Apa mereka sudah bersiap- siap, jangan-jangan mereka belum bangun akibat kelelahan !" Ucap Irma dalam hati.
...****************...
Seorang pria tampan sedang duduk di meja makan untuk sarapan pagia, dia terlihat begitu lelah, pemuda itu kemudian menyandarkan kepalanya di meja makan dengan beralaskan pundak tangan kirinya sambil merenung.
"Hari ini aku ngak ke kantor dulu, apa para wanita itu sudah bersiap-siap ! Sebaiknya aku hubungi mereka" Ucap Alber dalam hati kemudian duduk dengan normal sambil mengambil Hp miliknya dalam saku celananya.
"Krink... ! Krink.. ! Krink... !"
"Halo ! Kamu sebaiknya jemput aku, sekarang !Lalu kita ke mansion Raisa." Ucap Irma
"Okey ! Jangan lupa, pastikan dulu keberadaan mereka berdua !" Jawab Albert
"Tut... ! Tut... ! Tut... !" Bunyi Hp Irma.
Irma kemudian mencari kontak Raisa lalu menghubungginya.
"Krink... ! Krink... ! Krink... !
"Halo Irma ! Aku baru saja ingin menelphone kamu, apa kamu sudah siap ?" Tanya Raisa.
"Dari tadi aku sudah siap ! Hari ini aku begitu malas nyetir, jadi aku menyuruh Albert untuk menjemput aku, aku akan kesitu bersama dia " Jawab Irma.
"Cieee....Cieee ! Jangan-jangan lagi PDKT nih hmmmm !!"
"Nggak usah cerewet Raisa, pokoknya tunggu kami di situ, okey. !"
"Tut... ! Tut... ! Tut... !" Bunyi Hp milik Raisa
__ADS_1
...****************...
Indonesia jam 09 : 05 Dan London 16 :05.
Seorang pria tampan sedang berjalan keluar dari kampus sambil memikirkan sesuatu kemudian menghentikan langkahnya.
"Sebaiknya aku hubungi Albert, jangan- jangan dia lupa jika dokter Yunus telah tiba di indonesia ! Dan hanya sibuk bermain dengan para wanita- wanitanya !" Gumamnya
"Krink... ! Krink... ! Krink... !" Bunyi Hp milik Albert.
"Halo Farhan !" Ucap Albert.
"Kamu di mana ? Apa kamu sudah menemui dokter Yunus ?" Tanya Seven.
"Aku di jalan sedang menuju ke rumah Irma ! Hari ini kami berempat akan pergi ke RS THUNDER, aku akan mengabarimu nanti, okey !" Jawab Albert.
"Okey Brother ! Awas jika kamu lupa, hubungi aku jika kalian berdialog dengan dokter yunus, aku ingin mendengar secara langsung "Ucap Seven.
Seven kemudian memutuskan sambungan telephone. Tiba-tiba seseorang menepuk punggung pria tampan itu.
"Kamu sedang berbicara dengan siapa Seven ? Pria atau wanita ?" Tanya Violet.
Pria tampan itu lalu berbalik ke arah sumber suara.
"Teryata kamu bisa menggunakan bahasa negaraku, aku tidak wajib untuk menjawab pertanyaanmu !
"Arg...Cowok ini cuek amat sih ! Bikin kesal ajah.!"
Seven kemudian meninggalkan gadis cantik itu.
"Tunggu aku dulu ! Aku berhutang besar padamu, dan kini aku mengenalimu, walaupun penampilan kamu sudah berbeda dari sebelumnya.Kamu adalah pahlawanku !" Ucap Violet yang meraih tangan pria tampan itu dengan menggenggam pergelangan tanganya.
Seven kemudian menghentikan langkahnya, lalu kembali membalikkan tubuhnya ke arah wanita cantik itu.
"Terus apa yang kamu inginkan setelah mengenali aku ?" Tanya Seven.
"Aku akan melakukan apapun yang kamu minta !" Jawab Violet sambil tersenyum bahagia.
"Kalau begitu ! Jangan menggangguku, okey " Jawab Seven
"Bukan seperti itu maksud aku ! Apa yang kamu inginkan dariku aku akan menurutinya, tapi, jangan meminta aku untuk menjauh darimu. apa kamu sudah mengerti ?" Tanya Violet.
"Merepotkan saja !" Bagaimana jika aku meminta tubuhmu, apa kamu akan menuruti ke inginanku ?" Tanya Seven.
"Aku bersedia memberikan tubuhku !" Jawab Violet.
"Apaka kamu yakin ?" Tanya Seven
"Aku yakin, awalnya aku sedikit merendahkanmu, walaupun kamu membantuku tempo hari.Tapi, setelah aku menyadari jika kamu adalah pria yang sama yang telah menyelamatkan aku dari joker di malam itu, aku sudah membulatkan keinginanku untuk menjadi milikmu dan kamu menjadi milik aku !" Jawab Violet tanpa rasa malu sedikitpun.
"Aku bukan milik wanita manapun, apa kamu faham ?" Tanya Seven.
"Aku tidak peduli !" Jawab Violet tersenyum manis.
__ADS_1
"Kamu sebaiknya pergi ke rumah sakit untuk memeriksa otakmu itu !" Ucap Seven.
"Otak aku sudah bermasalah di sebabkan olehmu !" Jawab Violet.
"Okey ! Ikut aku sekarang, kita pergi ke hotel !" Ucap Seven sambil tersenyum licik
"Okey ! Siapa yang takut " Jawab Violet.
Violet kemudian mengikuti langkah seven menuju ke motor meganya.
"Kita pakai mobilku ? Aku nggak terbiasa dengan kendaraan roda dua.!" Ucap Violet.
"Kalau begitu kita nggak jadi ke hotel.!" Jawab Seven.
"Baiklah ! Aku ikut denganmu.!" Jawab Violet.
Merekapun meninggalkan lokasi kampus Harvard dan menuju ke hotel.
" Brummm... ! Brummmmmmm... !" Bunyi motor Vyrus Alyen 889 seharga 17 milyar itu.
Beberapa waktu kemudian, merekapun tiba di sebuah hotel. Pria tampan itu berjalan masuk kedalam hotel lalu memesan kamar untuk mereka berdua. Mereka kemudian menuju ke kamar yang telah di pesan, pada saat mereka tiba di depan pintu kamar hotel itu, Seven kemudian memalingkan wajahnya ke belakang
"Ada apa kamu berubah pikiran ?" Tanya Seven.
" Nggak kok ! Ayuk kita masuk ke dalam.!"
Mereka berdua lalu masuk ke dalam kamar itu, pria tampan itu lalu menuju ke kursi sofa kemudian duduk. Tiba-tiba saja Violet menghampiri pemuda itu lalu menyentuh wajah Seven.
"Bagaimana jika kita mulai saja.?" Tanya Violet
" Okey ! Siapa takut." Jawab Seven.
Pria tampan itu lalu menggendong wanita cantik itu ala bridal syle, kemudian membawanya ke tempat tidur dan membaringkan Violet sambil menindihnya, wanita cantik itu kemudian bereaksi lalu menyentuh wajah pria tampan itu dengan niat ingin mencium bibirnya.
"Ya ampun ! Cowok ini benar-benar membuatku terhanyut dengan ketampanan dan sikapnya yang begitu dingin." Ucap Violet dalam hati.
"Apa kamu yakin ingin melakukan ini.?"
"Aku sangat yakin dengan keputusanku dan aku tidak menyesali ini, lakukan lah !"
"Sial... ! Wanita ini sudah benar-benar gila !" Ucap Seven dalam hati.
Pria tampan itu lalu beranjak dari tempat tidur, kemudian wanita cantik itu membangunkan tubuhnya dari tempat tidur itu, dia merasa heran dengan sikap Seven.
"Ada apa ? mengapa kamu tidak menyentuhku.?" Tanya Violet.
"Kita pulang ! Aku nggak berminat dan tidak bergairah hari ini.
Pemuda itu lalu keluar dari kamar hotel kemudian Violet menyusul Seven.
__ADS_1
"Tunggu aku... !" Ucap Violet.