LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 125 : Akhir Dari Persahabatan


__ADS_3

Setelah percakapan telephone berakhir, Farhan Crow Seven kemudian memalingkan wajahnya ke arah King dan Irina secara bergantian.


"Apa liat-liat,!" kata Irina memandang wajah Seven dengan sangat kesal." Cakep-cakep kok brutal,!" ucapnya dalam hati, dia lalu melanjutkan perkataanya."Mengapa kamu memukul kekasihku, aku nggak terima,! kamu harus bertanggung jawab.!"


Resky begitu terkejut mendengarkan perkataan Irina Arshavin.


"Apaaaaa.... !!! Kekasih,!!!" kata gadis itu.


"Sepertinya kamu sudah mengenal Rian,!?" kata Marcela sambil memandang wajah Resky.


"Dia itu kak Rian, sahabat kak Seven,!" jawab Resky sambil menatap Marcela.


"Aku mengerti sekarang, jadi dugaanku selama di indonesia memamg benar,!" ucap Marcela dalam hati.


Seven yang sedari tadi hanya diam setelah berbicara dengan Albert melalui telephone kemudian merespon perkataan Irina :"Aku nggak punya urusan denganmu, jadi nggak usah cerewet.!! Minggir, jangan halagi aku.!"

__ADS_1


"Aku nggak mau, hadapi aku dulu, aku nggak takut kepadamu, brengsek.... !!!"


"Gadis yang menyebalkan, merepotkan saja,!" ucap Seven sambil memandang Irina yang menghalangi langkahnya.


Resky dan Marcela kembali menghampiri Seven dengan niat untuk mencegah pemuda tampan yang masih terlihat kesal melakukan tindakan yang tak di harapkan.


"Tenanglah kak,!" ucap Resky sambil menatap wajah Seven.


"Tenang dulu, dan katakan apa yang sebenarnya terjadi di antara kalian sehingga kami bisa faham,!" ucap Marcela.


"Riaaaaann.... !" Kata Albert yang juga terlihat kesal lalu menghampiri Seven.


"Itukan pacar Irina, jadi mereka saling kenal,!" ucap Violet dalam hati.


"Kebetulan macam apa ini, aku nggak menyangkah jika mereka saling mengenal satu sama lain,!" ucap Fany dalam hati.

__ADS_1


"Jadi pria itu yang bernama Rian yang selama ini membuat kita sibuk mencarinya,!" ucap Irma dalam hati melihat pemuda tampan yang berada di belakang Irina, dia lalu memandang Albert yang berwajah masam.


"Apa kamu yang melakukan itu pada Rian,!?" kata Albert menatap wajah Seven.


"Siapa lagi yang melakukan itu jika bukan teman kamu,!" jawab Irina yang masih begitu kesal.


Albert menoleh sejenak ke arah Irina lalu kembali menatap Farhan.


"Siapa lagi yang menghajarnya jika bukan aku,!" jawab Seven.


Albert kemudian memandang King lalu berkata :" Aku nggak menyangkah akan bertemu denganmu di tempat ini, aku pikir kamu sahabatku tapi kamu mengabaikan kami, kami sudah mencarimu dengan berbagai cara bahkan kami berusaha sekuat tenaga mencari tau keberadaan orang tua kandungmu, apakah kamu tau betapa banyak yang kami lakukan untukmu,!? kamu begitu egois Rian,! aku dan Farhan sudah menganggap kamu sebagai saudara kandung kami, apa begini cara kamu memperlakukan kami, setidaknya jika kamu punya masalah, kamu cerita dong dengan kami, selama ini kami kurang apa untukmu,!?"


Rian yang sedari tadi menyimak percakapan mereka lalu berkata."Aku bukan Rian yang dulu kalian kenal, aku adalah King, aku sebelumnya telah meninggalkan surat dan berkata bahwa aku nggak akan kembali jika tidak menemukan kebenaran tentang diriku. !! Maaf persahabatan kita cukup sampai di sini, dan jangan menggangguku, aku nggak peduli apa yang terjadi dengan kalian, itu urusan kalian dan bukan urusanku, aku juga nggak perna meminta untuk mencariku dan membantuku mencari keberadaan orang tuaku.!"


Iriana terkejut dengan perkataan King."Dia mencari orang tua kandungnya, apa yang sebenarnya terjadi, mengapa sikapnya sangat aneh,!" ucapnya dalam hati.

__ADS_1


Farhan Crow Seven semakin kesal dengan perkataan King.


__ADS_2