LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 99 : Keluarga Besar Nomor Satu Di Dunia


__ADS_3

Di kediamam mewah Mrs Erlangga Steven Lee, Mrs Kazumi dan rombongan besarnya sedang berjalan masuk ke dalam mansion besar yang seperti istana.


Mr Erlangga yang memakai tongkat kayu bersama putranya Mr Bagas sedang tersenyum ke depan sambil berdiri menatap pemimpin rombongan besar yang sedang berjalan mendekat.


"Apa kabar, Ayah,!" kata Mrs Kazumi yang memeluk mertuanya itu.


"Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja, Nak.!" Jawab pria tua itu sambil menepuk pundak anak menantunya dengan lembut.


Mrs Kazumi lalu melepas pelukanya kemudian memandang wajah suami tampanya."Kamu begitu kurus suamiku,!! apa kamu sesibuk itu hingga tidak menjaga kondisimu, Pa... !?" Wanita yang menggunakan pakaian tradisional jepang itu lalu memeluk suaminya.


"Aku banyak pikiran, Ma.!! Dia membalas pelukan istri cantiknya itu.


"Sebaiknya kita ke ruanganku, kita bertiga akan membahas beberapa masalah penting.


"Baik, Ayah,!" kata Mr Bagas dan Mrs Kazumi


Mereka bertiga lalu melangkahkan kakinya menuju ke ruangan bawa tanah milik Mr Erlangga, pria tua itu kemudian memalingkan wajahnya ke belakang sebab mendengarkan suara langkah kaki yang mengikuti mereka.

__ADS_1


"Kamu siapa,? dan mengapa kamu mengikuti kami, aku ingin berbicara enam mata dengan anak dan menantuku.!" kata pria tua itu.


"Aku, Renata kakek,!" dia tersenyum manis.


"Dia cucumu, Ayah,!" kata Mrs Kazumi yang memandang mertuanya dengan senyum manis.


"Apaaaa.... !!!" Mrs Bagas Erlangga dan Ayahnya terkejut hebat mendengarkan perkataan itu.


"Mengapa bisa aku tidak mengenali cucuku sendiri, mungkin aku sudah terlalu tua,!" ucap Mr Erlangga kemudian berjalan kedepan kemudian ia memeluk cucunya.


"Ini pasti perbuatanmu, Ma.... !!!" Mr Erlangga menatap Istrinya.


"Apa yang kamu rencakan sehingga kamu melangkah sejauh ini, jangan-jangan putri kita....!" Perkataan Mr Bagas Erlangga terputus.


"Apa yang kamu pikirkan itu sudah terjadi, dan tentunya aku tidak akan tinggal diam begitu saja,!" Jawab Mrs Kazumi dengan tegas.


"Sepertinya tanda-tanda perang besar akan terjadi, aku belum tau siapa yang memulai, kematian Mr Sudirman telah terjadi, dan kini putra Ramadhan yang ikut terseret dalam kekacauan, termasuk cucuku Renata, aku sudah menduga sedari awal jika Mr David pastinya akan melancarkan serangan balik kepada Mr Ramadhan karena dendam masa lalu, sedangkan Mr Ivan Petrov Arashavin saat ini masih belum melakukan gerakan besar-besaran, kita tidak bisa mencurigai Mr Arashavin sebab dia tidak memiliki motif apapun untuk saat ini,!!" kata pria tua itu.

__ADS_1


"Aku juga berpikir demikian, Ayah.!! Mr Arashavin dan Istrinya tidak memiliki motif apapun, Apakah ayah masih mengingat percakapan kita semalam,?" kata Mr Bagas Erlangga.


"Ayah ingat itu,!! masalah penangkapan anak buah Mr Arashavin yang di tangani oleh Ernest, kita tidak tau pasti apa itu betul orang suruhanya atau orang suruhan Mr David, aku pikir Mr David tidak mungkin melakukan tindakan sebodoh itu.


Mereka terdiam membisu sambil berjalan menuju lorong ruang bawah tanah.


"Apa kamu sudah medapatkan artepak itu,?"


"Aku sudah mendapatkanya, Ayah,!" Jawab Mr Bagas Erlangga.


"Bagaima jika Mr Ramdhan,Mr David, Mr Arashavin mencuririgai kita sebagai pembunuh Mr Sudirman Sinaga, Ayah,!" kata Mrs Kazumi.


"Apa yang di katakan istriku sangat betul, Ayah.!"


"Tentunya mereka akan mencurigai kita, Ayah, Ibu dan kakek,!! sebab jika mereka tau bahwa kita memiliki artepak sudah di pastikan kita yang akan menjadi sasaran, di sisi lain, untuk saat ini, kita masih berada di puncak dunia, tentunya para pemimpin besar akan berusaha mendaki ke atas.!" kata Renata sambil menatap Ayahnya, ibunya dan kakeknya secara bergantian.


"Apa yang kamu katakan itu sangat masuk akal cucuku,!! sebaiknya kita masuk kedalam dulu.

__ADS_1


Mereka kemudian masuk ke dalam gerbang besi di dalam lorong ruang bawah tanah itu.


__ADS_2