
Pada saat memeluk Irina dengan erat, Rian menyeka air matanya lalu melepaskan pelukakanya.
"Maafkan aku Nona Irina... ! Maafkan aku... !"
Irina juga ikut melepaskan pelukanya.
"Sebaiknya kamu hubungi orang tuamu.!"
Riam terdiam mendengarkan perkataan gadis cantik itu lalu dia berpindah tempat menuju samping tempat tidurnya, dia lalu duduk di karpet dan menyandarkan punggungnya ditepi tempat tidurnya.
"Terimah kasih banyak atas saranya, Nona Irina.!"
"Ternyata pria ini, rapuh.!" Begitulah pemikiran irina yang terlintas dalam benaknya tanpa mengucapkanya.
Gadis cantik itu lalu melangkahkan kakinya menuju dimana Rian berada kemudian duduk di sampingnya dan menyandarkan pundaknya seperti yang di lakukan oleh Rian.
"Sebaiknya anda pulang ! Mungkin, orang tua anda sedang mengawatirkan Nona.!"
"Jadi kamu mengusirku ? Jangan mengaturku, okey... !"
Gadis itu tiba-tiba kesal sambil melirik sesaat ke arah pemuda tampan itu.
"Bukan begitu maksudku, Nona... ! Ngomong-ngomong, apa boleh aku mengajukan pertanyaan, Nona Irina.?"
Dia memalingkan wajahnya ke arah gadis cantik itu.
"apa itu.?" sambil memalingkan wajahnya sejenak ke arah Rian.
"Ini pertanyaan beberapa hari yang lalu, mengapa bisa Nona berada di taman kampus pada saat hujan turun ? sepertinya Nona sangat kesal pada sesuatu hal... !" dia kembali memalingkan wajahnya sejenak ke arah Irina.
__ADS_1
"Tapi kamu janji dulu, ? nggak akan mencertikannya kepada orang lain.!"
"Aku janji ! Lagian, sama siapa juga aku harus menceritakanya, bukankah Nona tau, aku nggak punya teman di kota ini, selain Nona sendiri.!"
"Jadi kamu menganggap aku temanmu ?"
"Tentu saja Nona ! Bahkan aku menganggap Nona seperti adik aku sendiri.!"
"Kamu nggak perlu menganggap aku seperti adikmu ! Cukup teman saja, apa kamu mengerti maksudku... !?" Dia kesal.
"Memang kenapa Nona Irina ? Jika aku menganggap anda seperti adik aku sendiri... !"
" Kamu nggak usah tau, itu bukan urusanmu...!"
"Okey... ! Kalau begitu, ceritakanlah apa yang Nona alami pada waktu itu."
"Okey... ! Tapi, kamu jangan cerewet lagi... !"
"Iya... Iya Nona... !"
Irina Arashavin baru saja masuk ke dalam mansion dengan tersenyum manis. Pada saat gadis cantik itu berjalan, dia kemudian melihat beberapa orang pria paruh baya sedang duduk di ruang tamu bersama dengan ibunya.
"Palingan urusan bisnis.!" Gumanya.
Pada saat gadis cantik berusia 20 tahun itu berniat berjalan naik ke atas tangga dengan tujuan ke kamarnya.
"Irina... ! Kamu kesini dulu sebentar, Nak.?" Perintah Mrs Park Ae-Ri.
Irina kemudian menoleh ke arah sumber suara dan menghentikan langkahnya.
"Iya Mom... ! Tunggu... !" Dia merubah arah langkahnya menuju ke ruang tamu.
Setelah ia tiba di samping ibunya, dia tersenyum ke arah kumpulan beberapa pria paruh baya yang tidak jauh dari kursi sofa kebesaran ibunya.
__ADS_1
"Ini putri putri tunggal kami Tuan-tuan sekalian.!"
"Aku, Irina Arsahavin, Om.!" Dia tersenyum
"Putri Mr Arashavin dan Mrs Par Ae-Ri kini sudah dewasa dan cantik.!' Kata Pemimpin kelompok pria paru baya itu.
"Mereka ini adalah teman-teman Ayahmu, Nak.! Dan Tuan yang baru saja memujimu itu adalah sahabat ayahmu sekaligus pemegang saham kedua tersebesar di perusahan inti, beliau juga adalah tangan kanan Ayahmu.!"
Irina hanya mengangguk menandakan bahwa ia mengerti.
"Kamu ganti baju dulu, Nak.? Setelah itu, kamu kesini lagi, ada sesuatu hal yang ingin kami sampaikan kepadamu dan itu sangat penting.!"
"Okey Mom.!
Dia lalu memalingkan wajahnya ke arah para pria paruh baya itu sambil tersenyum manis.
"Om... ! Aku ke kamar dulu yah... !"
"Silahkan, Nak.!" Jawab pemimpin kelompok itu.
Irina lalu bergegas meninggalkan tempat itu menuju ke kamarnya, pada saat ia sedang berjalan di atas anak tangga dia berkata
"Sepertinya ini pembahasan penting. Tapi, apa yah... !' Gumamnya sambil melanjutkan langkahnya.
Di ruang tamu keluarga besar Arashavin sedang terjadi dialog serius.
"Kapan kita akan menikahkan anak-anak kita Mr Freiza Crow Six.? Kita sudah cukup lama telah membuat mereka bertunangan secara rahasia dan mereka tidak punya pilihan lain selain menikah.!" sambil tersenyum penuh kemenangan
"Lebih cepat lebih baik Mrs Park Ae-Ri..! sambil tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
...FLASH BACK OFF...