LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 110 : Pengakuan Irma


__ADS_3

Pesawat jet yang berjumlah 77 terbagi tiga kelompok di atas udara, meraka tersusun begitu rapi, kelompok pertama dan barisanya di pimpin oleh pesawat jet yang di tumpangi oleh Mrs Erlita, Mr Ramadhan, Mrs Erika dan Arya. kelompok kedua dan barisanya di pimpin oleh pesawat jet yang di huni oleh Raisa, Irma, Marcela, Violet, Fany, Resky, Albert, Indra dan Seven, kelompok ke tiga di huni oleh Ernest dan para CEO yang bertugas di perusahaan cabang yang bertaburan di sebagian besar belahan dunia.



Di dalam pesawat jet yang merupakan pemimpin barisan kelompok kedua, sekumpulan anak mudah-mudi hanya terdiam membisu, sesekali mereka menukar pandanga.


Deskripsi ruangan dalam pesawat



Di kursi yang pertama, Raisa yang duduk bersampingan dengan Indra, Irma dan Marcela berada di depan mereka.


Di kursi yang kedua, Violet duduk sejajar dengan Fany sedangkan Albert, Resky dan Seven duduk berhadapan dengan mereka berdua.


"Aku mau pindah, sempitttt.... !" ucap Seven, dia kemudian bergegas pidah ke kursi yang lain.


Seven menjadi pusat perhatian di pesawat itu, Marcela, Fany, Violet dan Resky kemudian berpindah tempat menuju tempat dimana Farhan sedang teridur dengan membentangkan kedua kakinya di kursi pesawat itu, tentunya Seven telah membuka wig emasnya sebelum mereka menuju ke rumah sakit.



Albert memperhatikan satu persatu gadis-gadis itu.


"Ada apa sih dengan mereka, si Farhan makin banyak pengagum ajah,!" ucapnya.

__ADS_1


Fany dan Violet saling memandang.


"Jangan-jangan dia benar-benar menyukai Seven,!!!" ucap Fany dalam hati.


"Apa mungkin Fany menyukai, Seven.!!!"


Mereka berdua saling bertukar senyum.


"Kamu mau kemana,Violet,!?"tanya Fany.


"Aku mau ke toilet,!"


"Ohhh.... !!"


"Aku mau ke tempat, Seven.!"


"Owww.... !"


"Sial....!! Ngapain juga aku mengatakan mau ke toilet... ! Arg.... !!" Ucapnya dalam hati.


Violet mau tidak mau harus menuju ke toilet.


Irma yang yang sedang memandang Marcela kemudian mengeluarkan suaranya.

__ADS_1


"Kamu ngapain ke Farhan, duduk di sini ajah.!"


"Aku malas melihat Indra, sudah aku katakan sebelumnya jika aku nggak akrab dengan sepupuku itu, justru aku ilfil melihatnya,?" ucap Marcela.


Marcela kemudian berjalan menuju ketempat Seven, dia melihat Fany dan Violet yang baru saja terpisah.


"Ngapain Fany ke situ, jangan-jangan dia... Arg... !!! Ngak mungkin,!!" ucapnya dalam hati.


Di saat yang bersamaan, Resky yang sudah lebih dulu berada di dekat Farhan Crow Seven sedang sibuk memandang wajah Seven yang sedang tertidur.



"Ya ampun.... !! Kapan lagi aku menikmati pemandangan seperti ini, jangan-jangan aku benar-benar jatuh cinta dengan kak Seven, apa aku harus melepaskan cintaku ke pada kak Rian,!! Arg.... Aku pusing,!" ucapnya dalam hati.


Raisa yang duduk di samping Indra melihat Marcela yang sedang berjalan kemudian melihat Fany yang juga sedang berjalan dan melihat Resky yang sedang duduk jongkok di samping Farhan.


"Mereka sepertinya menyukai Farhan, emang di dunia ini nggak ada pria lain,!" ucapnya.


Irma kemudian memalingkan wajahnya ke arah sahabatnya itu.


"Dulunya aku juga menyukai Farhan, pada saat dia menemaniku ke kantor polisi untuk mengambil mobilku yang telah di temukan, entah kenapa, tetapi setiap aku melihatnya perasaanku begitu bahagia, entahlah apakah saat ini aku masih menyukainya atau tidak, tapi dari dulu sampai saat ini, dia selalu menjadi pusat perhatian walaupun sikapnya yang nggak terlalu menonjol jika dia bersama dengan Albert, bukankah kamu sendiri yang mengatakan jika sikapnya itu yang memaksa kita untuk memperhatikan dia. Jujur, aku perna jatuh cinta dengan kak Arya,!"


Irma menatap sajabatnya itu sambil tersenyum manis sedangkan Indra menyimak setiap perkataan Irma.

__ADS_1


__ADS_2