
Setelah Mr Arashavin dan Istrinya meninggalkan tempat itu, kini Mr Bagas Erlangga dan Mrs Kazumi menghampiri Mrs Erlita.
"Kami keluarga besar Erlangga turut berduka cita atas wafatnya suami anda, walaupaun kami termasuk salah satu dari rival Mr Sudirman, akan tetapi kami tidak menyangka jika dia akan tewas seperti ini,!" ucap Mr Bagas Erlangga.
"Terimah kasih atas kunjungan anda bersama dengan rombongan besar, kami bermaksud ingin mengadakan jamuan di mansion kami di kota ini, aku harap Tuan dan Nyonya hadir sebagai ungkapan terimah kasih kami karena turut berpartisipasi memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang suamiku,!"
"Kami akan menghadirinya, kalau begitu,! kami undur diri dulu, Nyonya Erlita,!" ucap Mrs Kazumi
"Baiklah Tuan dan Nyonya, terimah kasih banyak atas segalahnya,!" dia tersenyum ke arah Mr Bagas Erlangga dan Mrs Kazumi.
Mereka berdua lalu meninggalkan tempat itu di ikuti oleh Princes Blade dan Nakamura.
"Jangan lupakan jika sebentar malam kita akan menghadiri perjamuan Mr Erlita,!" dia menatap Princes Blade.
"Aku mengerti, setelah urusan kita selesai di negara ini, aku akan pergi ke indonesia untuk menyelesaikan beberapa misi, aku juga berniat berangkat secepatnya ke mesir untuk memecahkan misteri artepak harta karun itu, jika kita berhasil mendapatkan itu, maka sudah di pastikan BUSINESS EMPIRE akan menjadi milik kita, semua perusahaan besar di dunia akan takluk kepada kita. Dengan itu, perang besar yang bisa memakan banyak korban akan di hentikan secepatnya,!" ucap Princes Blade.
__ADS_1
"Kerjakan secepatnya,!" ucap Mrs Kazumi sambil memandang wajah cantik Princes Blade.
"Apa kamu yakin melepasnya di saat darurat seperti ini,!? ucap Mr Bagas memandang wajah istrinya.
"Aku sangat yakin dengan kemampuanya,!" jawab Mrs Kazumi.
"Baiklah kalau begitu, kerjakan,!" dia memandang Princes Blade dan Nakanura secara bergantian.
Princes Blade dan Nakamura menjawabnya dengan anggukan.
Mr Erlangga yang berada di dalam mobil kemudian menurunkan kaca jendela mobil limousine yang ia tumpangi.
"Baiklah, Ayah,!" jawab Mr Erlangga dan istrinya secara bersamaan.
Mereka berdua lalu masuk ke dalam mobil limousine itu, sedangkan Princes Blade bersama dengan nakamura menuju ke mobil yang mereka gunakan.
"Kita akan mencari tau apa rencana Mr Arasahavin, aku dengar bahwa dia memiliki seorang pemuda tangguh bernama King, kamu ikuti dia dan aku mengikuti putrinya,!" dia melirik Nakamura.
__ADS_1
"Di mengerti,!" ucap Nakamura sambil memandang wajah Princes Blade.
"pertama-tama, kita mencari apartemen dulu, selanjutnya kita menyebar,!"
"Aku mengerti,!"
Beberapa waktu kemudian, mereka telah meninggalkan tempat itu.
Di saat yang sama Mr Ramdhan, Mrs Erika dan Arya bergabung dengan Mr Erlita.
"Bagaimana menurutmu, Mr Ramadhan,!? aku yakin jika kamu memperhatikan dengan seksama reaksi dari Mr Arshavin serta kelompoknya dan Mr Bagas Erlangga bersama dengan orang-orangnya,!?"
"Aku tidak menemukan ke ganjilan untuk saat ini, kita ikuti perkembangan sebentar malam.!"
"Bagaimana dengan hasil otopsi suamiku,!?"
"Peluruh yang bersarang di kepala Sudirman adalah buatan Rusia, tapi ini cukup aneh, aku melihat Mr David dan Dokter Yunus di rumah sakit sebelum hasil otopsi di keluarkan.!"
__ADS_1
"Aku akan menyelidiki Mr David mulai saat ini, Ayah,! Proyek aku bersama dengan perusahaan Nona Renata telah hancur menjadi debu, untuk saat ini kami belum saling mengabari, tapi aku pikir dia telah mengetahuinya, kita bukan lagi pemilik aset terbesar di perusahaan, Indra Permana Nasution yang menjadi penguasa saat ini, Maafkan aku, Ayah,!! telah mengecewakan kalian semua,!"Ucap Arya sambil tertunduk dengan wajah yang suram.
Sontak Mrs Erika sangat terkejut dengan informasi yang di ucapkan putranya itu.