LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 59 : Menjadi Pahlawan Dengan Maksud Tertentu


__ADS_3

Seorang pria memakai kacamata hitam menggunakan setelan jas berwarna hitam dan kemeja putih sedang memperhatikan beberapa orang di sebuah jalan



Dia kemudian keluar dari mobilnya sambil melepas kaca mata hitamnya lalu mengambil rokok dan pemantik dari saku celananya sambil memperhatikan beberapa orang pria sedang sibuk dengan urusanya.



Pria itu berjalan pada saat rintik-rintik hujan sambil merekok, dia menatap kedepan dengan begitu dingin, ia menggulung lengang baju kananya kemudian berpindah ke lengan kirinya sambil menatap tajam kearah beberapa pemuda yang sedang memaksa seorang wanita cantik.


"Saatnya bertindak.!" Kata pria tampan itu lalu


membuang rokonya kemudian berjalan.



Kedelapan pria yang sedari tadi memperhatikan pemuda itu, mereka kemudian melangkahkan kakinya ke arah pria yang menatap mereka dengan tajam.


Kedelapan pria itu lalu menghentikan langkahnya.


"Kamu siapa ? Apa kamu ingin menjadi pahlawan.?" Tanya pemimpin kelompok itu.


mereka kemudian tertawa terbahak-bahak dengan maksud merendahkan pria yang ada di hadapan mereka.


Pria tampan yang sedari tadi berjalan, juga. Menghentikan langkahnya.


"jangan ganggu gadis itu.!" Jawab Indra.


Seorang wanita cantik yang sudah tergeletak di aspal jalan memperhatikan para pria yang sudah berhadapan, wanita itu sangat lusuh berantakan, rambutnya acak-acakan,tubuhnya lemas dan gemetar.



"Tolong aku kak... !" Kata Raisa dengan nada lemas


Raisa kemudian merapatkan kedua telapak tanganya ke aspal sebagai tumpuan untuk berpindah tempat (ngesot) ke arah dinding pembatas tepi jalan.Setelah gadis itu mencapai tepi jalan, dia lalu menyandarkan punggung tubuhnya sambil mencoba untuk berdiri.


Salah satu dari kedelapan pria yang berhadapan dengan Indra lalu berbicara.


"Kami akan pengurus pria ini dengan cepat Boss.! Sebaiknya anda bersenang-senang dengan gadis seksi itu.


Kedelapan pria lalu tertawa terbahak-bahak, pemimpin kelompok itu lalu memalingkan tubuhnya kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah Raisa.


"Okey...! Aku serahkan pada kalian semua, Cepat habisi dia... !!"


Pemimpin kelompok itu pun tiba di mana Raisa telah berdiri sambil bersandar pada tembok tepi pembatas jalan, Kaki gadis itu sangat gemetar, pikiranya berkecamuk dan terombang ambing. Dia sangat syok dengan musibah yang menimpa dirinya.

__ADS_1



Tiba-tiba seorang pria muncul dari arah sampingnya lalu berkata.


"Kamu mau kemana sayang... ? Ikutlah denganku ! Aku akan membuatmu merasa berada di surga." Pria itu lalu tertawa kecil.


"Kumohon jangan ganggu aku... ! Lepaskan aku.!"


Pria itu lalu menunduk dan menarik pergelangan tangan Raisa dengan paksa, mau tidak mau gadis itu bersandar di pundak sebelah kanan pria itu, dia lalu merangkul kakinya kemudian berdiri tegak lurus sehingga kepala Raisa berada di pundak belakangnya selanjutnya membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah mobilnya.


"Jangan takut sayang...! Kamu akan menikmati ini.!"


Raisa yang sudah mulai kehabisan energi hanya bisa menepuk-nepuk punggung bagian belakang pria itu sambil berkata.


"Lepaskan aku brengsek...!! Lepaskan aku." Kata Raisa dengan nada lemas.


Indra memperhatikan pemimpin kelompok itu yang membawa Raisa. Sedangkan, saat ini dia berada pada kepungan ketuju pemuda.



"Kita hajar pria sok pahlawan ini... !" Kata salah satu dari ketuju orang itu.


Mereka lalu berlari ke arah Indra dengan kepalan tinju yang bertujuan memukul wajah indra, pada saat kepalan tinju itu hampir mendarat di wajahnya, dia lalu menghindar dan memegang pergelangan tangan pria itu selanjutnya indra melayangkan pundak tanganya ke wajah pria itu hinga hidungnya berdarah.


Indra kemudian berjalan santai lalu berlari dengan cepat kemudian melompat dengan mengarahkan tendanganya ke wajah pria itu.


"Bruk... !" Tubuh pria itu tergeletak di jalan, baru saja ia ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba ia tidak sadarkan diri dengan wajah yang penuh darah.


Pada saat indra menatap pria itu, tiba-tiba terdengar suara pria yang sedang berlari ke arahnya dengan membawa pisau.


"Awas kau... ! Hiaaaaak....!


Pria itu sambil mengarahkan pisau dengan tangan kananya ke arah target, Indra terkejut lalu berbalik sambil perpindah tempat. kemudian, dia menendang perut pria itu dengan tendangan putar membuat pria itu terlempar ke belakang dan terjatuh ke aspal.


"Akkh....! Sialan kau... ! Akan kubunuh kau brengsek... !!"


Kelima pria yang tersisa, gemetar ketakutan lalu berlari menuju kenderaan mereka.


"Brummmmmmm....!" Suara laju Mobil Ferrari putih dan dua motor Trial.


Tiba-tiba saja sebua pisau terbang melintas ke wajah Indra, dia kemudian memalingkan wajahnya untuk menghindari pisau itu.Tetapi, dia terlambat sepersekian detik hingga wajahnya tergores.


"Ini menarik... !" Kata indra sambil tersenyum licik.


Indra lalu berjalan santai di tengah rintik-rintik hujan menuju ke arah pria yang melemparkan pisau ke wajah tampanya.

__ADS_1


Pria yang tadinya tergelatak di aspal jalan lalu berdiri dan membalikkan tubuhnya kemudian berlari ke arah mobil Ferrari putih yang berhadapan dengan mobil Ferrari merah milik Raisa.


"Dasar pecundang.!" Kata Indra lalu memalingkan wajahnya ke pada pemimpin kelompok itu yang sedang membawa paksa Raisa.


"Lepaskan aku brengsek...!" Kata Raisa sambil memukul punggung belakang pria itu.



Pemuda tampan dengan luka gores di wajahnya lalu berjalan ke arah mereka.


"Sebaiknya kamu turunkan gadis itu.!"


Pria itu lalu berbalik ke arah sumber suara.


"Waow...! Kamu membuatku terkejut, aku kira kamu sudah tergeletak di jalan ini.!" Dia lalu menurunkan Raisa di jalan kemudian melangkah maju ke arah Indra selanjutnya berlari.


Indra yang melihat pemimpin kelompok itu berlari kemudian ikut berlari kedepan


Mereka berdua saling tukar pukulan dan tendangan hingga akhirnya pria itu tidak mampu mengalahkan Indra dalam pertarungan sengit.


"Bruk... !" Pria itu terjatuh di aspal lalu berdiri dan kemudian berjalan ke mobilnya selanjutnya berpaling ke arah Indra.


" Aku akan membalasmu suatu hari nanti, aku akan mengingat wajahmu itu... !" Kata pemimpin kelompok itu, dia lalu kembali memalingkan wajahnya sambil melangkah maju kedepan.


"Boss... ! Sebaiknya kita mundur.!" Kata seorang pria yang berdiri di samping mobil Ferrari putih. Pria yang sebelumnya melukai wajah Indra.


"Brummmm... ! Brummm... !!" Suara mobil Ferrari putih, kedua pria itu meningalkan Indra dan Raisa.


Hujan rintik-rintik yang sudah berlangsung cukup lama akhirnya berhenti total.


"Dasar amatiran... !" Gumam Indra sambil mengambil rokok dan pemantik di saku celananya lalu membakar ujung rokonya, dia tersenyum licik sambil menghisap rokonya.



Indra kemudian menghampiri Raisa yang sedang duduk di aspal lalu mengemgam jari gadis itu dengan maksud membuat gadis itu berdiri.


Setelah Raisa berdiri berhadapan dengan pria tampan itu. Mau tidak mau, mereka saling menatap.


"Apa kamu tidak apa-apa..?" Tanya Indra.


"Sekarang, aku sudah baik-baik saja.! Terima kasih kak..!" Jawab Raisa.



Sebuah mobil lamborgini Aventador berwarna putih berhenti tepat di dekat mobil Ferrari Merah milik Raisa.

__ADS_1


__ADS_2