
Resky dan Marcela yang terkejut melihat sosok yang mereka kenali hanya terdiam sambil berjalan menuju ke sungai secara bersamaan.
"Mengapa kamu mengikuti aku,?" ucap Marcela sambil memalingkan wajahnya ke samping kiri.
"Aku nggak mengikuti kakak, aku ingin menghampiri orang yang aku kenal di seberang sungai,!" kata Resky yang juga ikut memalingkan wajahnya kearah Marcela.
Seven yang sedang berdiri di depan pintu penginapan memperhatikan satu persatu gadis itu, dia kemudian mengangkat suaranya."Kalian mau kemana sih,!!!?" teriak Seven."Ada apa dengan mereka berdua, kok jadi aneh,!" ucapnya dalam hati.
Marcela dan Resky kemudian memalingkan wajahnya secara bersamaan ke arah Seven sambil menghentikan langkahnya.
"Aku ingin keseberang sungai kak, nggak usah ikuti kami,!" jawab Resky.
"Aku melihat sahabatku yang berasal dari Rusia, putri Ivan Petrov Arshavin,!" jawab Marcela.
Sontak Seven terkejut, dia kemudian melangkahkan kakinya ke arah mereka berdua.
__ADS_1
"Nggak usah ikut, kak,!!" jawan Resky, dia gelisah di tempatnya.
"Ikut ajah kak, bukankah kita juga ingin mencari informasi tentang teman kakak yang lahir di Rs Thunder, kebetulan putrinya ada di tempat ini,"kata Marcela sambil memandang Resky dengan maksud tertentu."Ada apa dengan dia, kok gelisa amat,!"ucap Marcela dalam hati.
Seven tidak merespon perkataan Resky, dia lalu menghampiri Marcela.
"Di mana putri Mr Arashavin,!?" kata Seven menatap tajam ke wajah Marcela.
"Ya ampun.... ! Tatapan dia begitu kuat, anjay.... !! Aku di buatnya tak berdaya, dia harus menjadi milik aku apapun yang terjadi,!" ucap Marcela dalam hati sambil tersenyum manis dan menatap kedua bola mata Seven. Dia kemudian berkata."Itu di sana,!" dia mengarahkan telunjuknya ke arah seorang wanita cantik yang berada di seberang sungai.
"Bagaimana ini.!!! Arg.... !! Yang jelas aku nggak mengatakan apapun, aku masih menepati janjiku kepada kak Rian.!" ucap Resky dalam hati.
"Ada apa sih dengan mereka berdua, kok tingkah mereka jadi aneh begitu yah,!" gumam Marcela sambil menatap Resky dan Seven secara bergantin .
Mereka bertiga lalu mendekat melewati para turis yang sedang bermain air di dalam sungai yang dangkal itu dengan menggunakan jembatan penyeberangan yang berada di samping turis itu.
__ADS_1
"Rian.... !!!!" Teriak Seven sambil berjalan cepat.
King dan Irina yang sedang menikmati pizza lalu memalingkan wajahnya ke arah sumber suara.
"Bukankah pria itu yang berteduh bersama denganku di acara pemakaman,! siapa dia,!? dan mengapa dia mengenal Rian,!" kata Irina Arashavin dalam hati.
"Farhan.!!!!! Mengapa dia bisa berada di kota ini.!?" ucap Rian yang begitu terkejut dalam hati.
Seven kemudian mendekati Rian dengan wajah yang terlihat sangat kesal."Brengsekkkkkk.... !!!! Buggtttt... !!!" Suara kepalan tinju mendarat di pipi kanan King, dia mengeluarkan darah dari hidungnya.
Baru saja Seven ingin menghajar Rian, Resky kemudian berlari lalu memeluk Seven bersama dengan Marcela yang memegang tangan Seven dengan kuat dengan maksud menghentikan aksi pria itu yang berada di luar kendali.
"Hentikan,!!! Teriak Irinia."Apa kamu sudah gila, !!!? setan apa yang merasukimu.!" ucap Irina sambil membantu King yang tergeletak di tanah, gadis itu sagat kesal kemudian menghampiri Seven lalu menamparnya.
Farhan Crow Seven terdiam sambil menatap wanita cantik yang telah menamparnya.
__ADS_1