LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 41 : Lelaki Yang Terlihat Biasa Saja


__ADS_3

Seorang pria tampan sedang berada di sebuah salon untuk merapikan rambutnya.Beberapa waktu kemudian akhirnya sosok pria tampan itu sudah berbeda dari sebelumnya.


Pri itu kemudian melangkahkan kakinya ke mobil klasiknya selanjutnya masuk kedalam mobil itu dan mengambil sebatang rokok lalu memasukkan ke dalam mulutnya dan selanjutnya membakarnya.


"Sudah tiga hari aku berada di kota ini tapi belum ada yang menarik perhatianku, ini kuliah perdana jadi aku tidak boleh terlambat,!" Ucap lelaki tampan itu.



Pria tampan tersebut adalah Farhan Crow Seven dan teman-teman barunya di kampusnya memanggilnya sebagai Seven.


Tak butuh waktu yang lama, dia kemudian melajukan mobil klasicnya menuju ke kampusnya.


Setelah dia tiba di kampus, kemudian melangkahkan kakinya menuju ke dalam kampus dengan gaya cool style untuk mengikuti salah satu mata kuliah S2 sesuai bidangnya.


Setelah dia masuk ke dalam kelasnya, seorang wanita cantik terpelset di sampingnya pada saat berjalan menuju ke tempat duduk, Seven menankap wanita yang hampir saja terjatuh ke lantai dengan respon yang begitu cepat.



"Ya ampun ! Cowok ini begitu sexy,!" Ucap wanita itu dalam hati


Seven lalu melepas wanita itu setelah dalam posisi yang stabil kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke kursi kelas dengan maksud menunggu dosen pembimbim akademik muncul.


Di saat itu, Wanita cantik yang menggunakan dress berwarna biru langit hanya bisa melihat punggung pria yang sedang berjalan di depanya tanpa berkata-kata sedikit pun. Dan selanjutnya, wanita cantik itu berjalan mengikuti langkah Seven dengan tujuan yang sama. Wanita itu memilih tempat duduk tepat di belakan Seven dengan niat tertentu.


"Aku harus berterimah kasih setelah jam mata kuliah berakhir.! Ucap wanita cantik itu dalam hati.


Beberapa waktu kemudian setelah dosen pembimbing akademik telah menyelesaikan tugasnya. Seven lalu berdiri dan berjalan meninggalkan kelas itu.


"Wait for me first, I want to talk !"


...ARTINYA...


"Tunggu aku dulu ,Aku mau ngomong !" Ucap wanita cantik itu sambil mempercepat langkahnya.


Seven yang mendengarkan suara wanita itu lalu menghentikan langkahnya.


"What is it ?" Tanya Seven yang berbalik ke arah wanita itu.


"Thank you very much for the help earlier, if you didn't help me I might have become the joke of our classmates !"


...ARTINYA...


"Terima kasih banyak atas bantuanya tadi, seandainya kamu tidak menolongku mungkin aku sudah menjadi bahan lelucon teman-teman kelas kita !" Jawab wanita cantik itu.


"You're welcome !" Ucap Seven kemudian melanjutkan langkahnya.


"Ehhhh.....Wait a minute !"


...ARTINYA...


"Ehhhh.....Tunggu dulu !" Ucap wanita itu.


"What else ?"


...ARTINYA...


"Ada apa lagi ?" Tanya Seven yang kembali menghentikan langkahnya.


"My name is Violet Alexis Maharani !" Ucap wanita itu sambil menjulurkan tanganya ke arah Seven.


"I'm Seven ! as people call me in this town.!"


...ARTINYA...


"Aku Seven ! begitu orang-orang menyebutku di kota ini !" Jawab Farhan.


"Okay I'll call you by that name, where are you going ?"


...ARTINYA...


"Baiklah aku akan memanggilmu dengan nama itu, Kamu mau ke mana ? Apa kamu punya kendaraan ?"


"I want to go somewhere, have! Why ?"


...ARTINYA...


"Aku mau kesuatu tempat ! Memang kenapa ?" Tanya Seven.


"Not, just asking.!"


...ARTINYA...


"Nggak, cuman bertanya ajah.!"


Kemudian Seven kembali melangkahkan kakinya keluar dari kampus menuju ke mobil clasik miliknya di ikuti oleh Violet yang juga berjalan menuju ke mobilnya.


"Cowok ini sangat tampan tapi terlihat sederhana saja, mungkin dia golongan ekonomi standar, sayang sekali padahal dia cowok tipe aku banget.!" Ucap Violet dalam hati sambil memperhatikan Seven berjalan.


Seven kemudian telah tiba di mobil Volswagen 1962.



Begitupun dengan Violet yang baru tiba di mobil lamborgini Aventador.



Seven kemudian masuk kedalam mobilnya lalu meninggallkan kampus itu begitupun dengan wanita itu yang juga masuk ke dalam mobilnya dan bermaksud bergegas meninggalkan area kampus.

__ADS_1


"Teryata dugaanku memang betul jika pemuda itu dari golongan ekonomi standar, sok jual mahal ....!! Sepertinya dia nggak asing bagiku, tapi di mana yah aku perna bertemu denganya,!" Ucap wanit itu sambil mengemudi dan berpikir.


Di dalam mobil clasik berwarna kuning Farhan Crow Seven sedang mengemudi dengan santai menuju ke suatu tempat.


"Nggak aku sangka akan bertemu dengan wanita itu lagi di kampus ini setelah kejadian tiga hari yang lalu.!" Ucap Seven.


Farhan Crow Seven mengingat kembali apa yang terjadi beberapa hari yang lalu.


...FLASH BACK ON...


Farhan yang baru saja tiba di apartemen barunya di london, setelah dia meletakkan barang-barangnya, dia selanjutnya melepas pakaiannya kemudian mengambil handuk dengan maksud untuk membersihkan dirinya di dalam kamar mandi, Setelah itu, dia kembali berpakaian kemudian mengambil dompet dan berjalan keluar dari apartemennya dengan maksud mencari taxi. setelah sebuah taxi telah tiba, dia memutuskan untum bergegas masuk ke dalam mobil itu.


"Take me to the best two wheeler showroom in town.!"


...ARTINYA...


"Bawa aku ke showroom kendaraan roda dua terbaik di kota ini.!" Ucap Farhan.


"Okay sir.!" jawab supir taxi itu


"Semoga saja Resky baik-baik saja di kota ini tanpa keluarga di sisinya, apa lagi ini pertama kali ia tinggal sangat lama di negara ini, sesekali aku akan mengunjunginya !" Ucap Farhan dalam hati.


Tidak butuh waktu lama merekapun tiba di showroom motor terbaik di kota itu.Farhan kemudian turun dari mobil itu dan memberinya bayaran.


"Take is back.!"


"Thank you sir.!"


Farhan berjalan sambil mengikat rambut panjangnya masuk ke dalam showrom itu



"Welcome sir, can I help you ?"


...ARTINYA...


"Selamat datang tuan ada yang bisa aku bantu.?" Ucap resepsionis showroom itu.


"I want the best motorcycle in this showroom !"


...ARTINYA...


"Aku ingin motor terbaik di showroom ini !" Jawan Farhan


Resepsionis itu memperhatikan farhan dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Cowok ini tampan.Tapi, sepertinya dia seorang preman ! Aku ngak yakin kalau pria ini punya uang." Ucap resepsionis itu dalam hati.


"Show me the most expensive motorbike in this place ?"


...ARTINYA...


"Are you sure you can afford it, sir ?"


...ARTINYA...


"Apa anda yakin mampu membelinya Tuan ?" Tanya resepsionis itu.


"Don't you believe it ?"


...ARTINYA...


"Apa kamu tidak percaya ?"


"I can't believe it! Wait a minute, I'll call the manager !"


...ARTINYA...


"Aku nggak percaya ! Tunggu sebentar, aku pangil manajer !" Ucap Resepsionis itu sambil berjalan.


Farhan hanya memperhatikan punggung resepsionis itu yang menjauh darinya. dia lalu berjalan melihat-lihat kendaraan roda dua yang ada di showroom itu sampai melihat sebuah motor yang menarik perhatianya.


"Motor ini mirip dengan motor kammen rider film kesukaanku sewaktu masih kecil dulu !" Ucap Farhan dalam hati sambil tersenyum kecil


Beberapa saat kemudian resepsionis itu lalu tiba bersama manajer showroom itu lalu mendekatk Farhan.


"Be careful, sir, don't let the motorbike get scratched! That's a Futuristic Motorcycle with a Ducati Vyrus Alyen 988 engine, the price is not kidding, even in my life time, gentlemen and I will not be able to replace the damage !"


...ARTINYA...


"Hati-hati Tuan jangan sampai motor itu lecet ! Itu Motor Futuristis bermesin ducati Vyrus Alyen 988 harganya ngak main-main bahkan seumur hidup aku dan tuan tuan tidak akan mampu menganti kerusakanya !" Ucap manajer itu.



"I want to take this motorbike right now and the papers are completed right now because I want to use it right away !"


...ARTINYA...


"Aku mau ambil motor ini sekarang juga serta surat-suratnya di lengkapi saat ini juga sebab aku ingin langsung memakainya !"


"Whaaaaat....!! Are you sure sir... !? Do you know how much it costs.. !?"


...ARTINYA...


"Apaaaaa....!! Anda yakin Tuan... !? Apa anda tau berapa harganya... !?" Tanya manajer itu memandang rendah Farhan karena ia melihat penampilan pemuda tampan itu layaknya seorang preman kampung.


"How much does it cost ?"

__ADS_1


...ARTINYA...


"Berapa harganya sih ?"


"The price is 17 billion sir! You should look for a motorbike that suits your economy, we have many motorbikes here that are affordable by standard economy people !"


...ARTINYA...


"Harganya 17 Milyar Tuan ! Sebaiknya anda mencari motor yang sesuai dengan ekonomi anda, kami punya banyak motor di sini yang harganya terjangkau oleh orang-orang ekonomi standar !" Jawab manajer itu.


Resepsionis showroom itu kemudian menghampiri manajernya kemudian mendekatkan bibirnya ke telinga Bossnya.



"Aku rasa pria ini sudah nggak waras atau mungkin sedang bermimpi bos !"


"Orang ini mau di kata anak milyader padahal dari stylenya kita sudah dapat menebak kemampuan finansialnya ! Akan tetapi kita wajib melayani pelanggan dengan baik !" Jawab manajer itu dengan berbisik.


"Betul yang anda katakan boss !"


"Hurry, it's taking too long !"


...ARTINYA...


"Cepat, lama amat sih !" Ucap Farhan yang mulai kesal.


Kemudian mereka berhenti berbisik dan menoleh ke arah sumber suara.


"What's your name sir ?" Tanya manajer itu.


"My name is Farhan Crow Seven.!"


"All right Mr. Seven if that is your wish. How do you pay sir? because this motorbike must be paid in cash?"


...ARTINYA...


"Baiklah Tuan Seven jika itu adalah keinginan anda. Bagaimana cara Tuan membayarnya ? soalnya motor ini harus di bayar tunai ?"


"I will pay cash !"


...ARTINYA...


"Aku akan bayar tunai !" Jawab Farhan sambil mengeluarkan dompetnya mengambil Black Card.


"Are you serious Mr Seven ?"


...ARTINYA...


"Apa Tuan Seven serius ?" Tanya resepsionis itu.


"All right then Mr. Seven... ! Give us the payment card you have !"


...ARTINYA...


"Baiklah kalau begitu Tuan Seven.. ! Berikan kami kartu pembayaran yang anda punya !" Ucap manajer itu


"I've been serious since... ! you guys just make things difficult !"


...ARTINYA...


"Dari tadi aku serius... ! kalian saja yang mempersulit keadaan.!" Jawab Farhan kemudian menyerahkan Black Card miliknya.


Mereka berdua tercengang melihat Black Card milik prmuda itu.


"Jangan-jangan pemuda ini memang anak orang kaya ! Atau mungkin dia mencuri kartu ini, jika dia mencuri ini ujung-ujungnya ngak akan terbaca " Ucap manajer itu dalam hati.


Manajer showroom itu lalu menuju ke alat transaksi pembayaran di ikuti oleh resepsionis dan Farhan.


"Mr. Seven ! Please enter your password !"


...ARTINYA...


"Tuan Seven ! Silahkan masukkan sandi anda !" Ucap manajer itu.


Farhan kemudian memasukkan kode sandi miliknya kemudian mesin itu menjawab. "Transaksi telah berhasil"


Manajer dan resepsionis itu sontak begitu kaget mendengar jawaban mesin tranksaksi itu.


"Ya ampun.... ! Nggak aku duga Pemuda ini benar-benar sangat kaya !" Ucap manajer itu dalam hati sambil terkejut.


"Nggak aku sangkah pemuda tampan yang terlihat seperti preman kampung ini teryata anak milyader... !" Ucap resepsionis itu dalam hati.


"Give me the papers now and don't forget to attach the DD because this motorbike is only VIP so I think all the equipment has been prepared beforehand !"


...ARTINYA...


"Berikan aku surat-suratnya sekarang dan jangan lupa pasangkan DDnya sebab motor ini hanya khusus VIP jadi aku rasa semua perlengkapanya telah disiapkan sebelumnya !"


"You are correct Mr. Seven! We will complete everything, please sit down first !"


...ARTINYA...


"Yang anda betul Tuan Seven ! Kami akan melengkapi semuanya, silahkan duduk dulu !" Ucap manajer itu.


Farhan kemudian duduk di kursi sofa dekat mesin tranksaksi itu kemudian resepsepsionis menyerahkan kembali Balck Card milik Farhan sambil tersenyum manis dengan niat tertentu.


Tidak butuh waktu lama, akhirnya semua yang di butuhkan oleh Farhan telah selesai, Farhan lalu mengambil kunci motor Vyrus Alyen Ducati 988 yang harganya bahkan mampu membeli dua mobil lamborgini aventado, dia kemudian melajukan motor super mahal tersebut meninggalkan showroom itu.

__ADS_1


__ADS_2