LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 98 : Lima Orang Gadis Sedang Berdiskusi


__ADS_3

Di dalam apartemen mewah milik Farhan Crow Seven, lima orang gadis yang berusia antara 20-22 tahun sedang berdialog.


"Kamu lagi punya jadwal kegiatan di negara ini?" tanya Fany.


"Aku shooting film hari ini.... !! Tapi, aku akan membatlakanya,!" Jawab Marcela.


"Kenapa,?" kata Violet.


"Ayah sepupuku tewas tertembak tadi malam,!! kata Marcela yang mengalihkan pandangannya ke arah Raisa."Kenalkan, ini sepupuku.!!


Violet dan Fany memandang Raisa sambil tersenyum kecil.


"Di mana Ayahnya tewas,!? tanya Fany memandang Marcela.


"Di hotel, pada saat acara pelelangan,!! jawab Irma yang masuk di tengah-tengah percakapan itu.


"Ya ampun..... ! Jadi sepupumu ini anak dari Mr Sudirmam Sinaga,!" kata Fany yang memalingkan pandanganya ke arah Raisa.


Raisa hanya tersenyum manis ke arah Fany tanpa mencupkan sepatah kata.


"Kenalkan, Fany Bastian Erlangga.!" Dia mengulurkan tanganya ke hadapan Raisa.


"Aku, Raisa Wulandari,!" dia menyambut uluran tangan Fany."Erlanga.... ! Erlangga.... ! Erlangga... ! Sepertinya aku perna mendengar nama belakang wanita ini,!' dia berpikir."Aku ingat sekarang,!! mungkin dia kerabat Mr Bagas Erlangga yang di ceritakan oleh Dokter Yunus waktu di Rs Thunder,!" ucapnya dalam hati.


Irma dan Marcela juga berpikir sama dengan apa yang di pikirkan Raisa.

__ADS_1


"Berarti, kamu keluarga Mr Bagas Erlangga dong,!! kata Irma yang menatap Fany.


"Mr Bagas Erlangga adalah Pamanku,!" jawab Fany.


"Dan kakeknya bernama Mr Erlangga Steven Lee,!!" kata Violet sambil memandang Irma.


Irma dan Raisa saling memandang dengan maksud tertentu, mereka saling mengangguk mendandakan bahwa mereka semakin dekat dengan mysteri yang terjadi di Rs Thunder tentang orang tua kandung Rian.


"Aku rasa ini takdir,!" kata Marcela yang memalingkan wajahnya ke arah Irma dan Raisa, dia sepertinya memahami maksud anggukan dari kedua gadis cantik itu.


"Ngomong-ngomong, aku terkejut mengetahui jika kamu adalah adik dari Albert,!" kata Irma yang mamandang Violet.


"Rupanya gadis itu adik Albet,!" gumam Raisa yang memandang Violet.


"Ini apartemen milik siapa,?" kata kakak aku, dia berada di apartemen sahabatnya, yang mana di antara kalian sahabat baiknya,


Mereka berlima kemudian duduk di kursi sofa sambil berbincang-bincang.


"Mereka berdua ke mana sih, main tinggal ajah,!" ucap Irma yang sedang kesal sambil mengerak-gerakkan kakinya yang kesemutan.


"Mungkin sedang membeli sesuatu,!" kata Marcela yang menyandarkan punggungnya di kursi sofa.


"Sebaiknya kamu telpon Albert,!" kata Raisa yang memandang Violet.


"Betul tuh,!" kata violet yang juga menatap Violet.

__ADS_1


"Okey,!" jawab Violet.


Violet kemudian mengambil Hpnya dari dalam tas gengam, ia lalu mencari nomor kontak Albert.


"Krink... ! Krink... ! Krink... !!" Bunyi Hp milik Albert.


"Halo Violet,!"


"Kakak di mana sekarang.... !? Aku sudah berada di apartemen teman kakak nih,!! bersama dengan para gadis-gadis cantik,!!" jawab violet yang bernada kesal.


"Aku sedang ada urusan mendadak bersama dengan sahabatku, jika kamu ingin keluar, ajak teman-temanku yah.!!"


"Okey.!" Kata Violet yang mengakhiri panggilan telephone.


"Bagaimana jika kita nyari makan wahai para gadis-gadis cantik, kakak aku bersama dengan sahabatnya sedang mengurus sesuatu, katanya itu mendadak,!!" ucap Violet.


"Aku rasa ide bagus tuh,!" kata Fany yanh sedang memandang satu persatu para gadis yang duduk di kursi sofa.


"Kebetulan aku lapar,!" jawab Irma.


"Aku juga,!" jawab Marcela.


"Aku ikut.! Tapi, ingat,!! kita nggak boleh lama-lalma soalnya kita akan kembali ke rumah sakit, walaupun hanya tidur sebentar saja, aku rasa sudah cukup,!" kata Raisa.


"Kalau begitu, lets go.... !" Teriak Irma yang begitu bersemangat.

__ADS_1


Kelima wanita cantik itu kemudian meninggalkan apartemen milik Farhan Crow Seven.


__ADS_2