LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 31 : Berakhirnya Kisah Cinta


__ADS_3

Di kediaman keluarga Sinaga sedang berlangsung acara penyerahan mahar untuk calon mempelai wanita yang di hadiri oleh beberapa pengusaha besar dan pejabat Negara.


"Ramai benar nih.. ! Belum nikahan ajah, sudah heboh gini... !" Ucap Farhan.


"Wajarlah soalnya Raisa adalah putri tunggal pengusaha nomor satu di ASIA Tenggara." Jawab Albert.


"Ngomong- ngomong Irma kemana.?"


"Irma lagi ngebantuin Raisa dandan ! Aku dengar, hari ini Raisa juga akan di perkenalkan sebagai pewaris dan penerus perusahaan Sinaga.!"


"Aku nggak tau masalah itu ! Justru bagus jika Raisa menjadi CEO, kelak kita bisa bekerja sama dalam hal bisnis.!"


Raisa yang di danpingi oleh Irma lalu turun ke ruang tamu yang di hadiri para tamu dari golongan elite.


"Perkenalkan hadirin tamu undangan yang terhormat ini adalah putri tunggalku Raisa wulandari penerus seluruh aset miliku.!" Ucap Mr Sudirman Sinaga yang di dampingi oleh istrinya.


Raisa kemudian berjalan ke arah Ayah dan Ibunya sambil tersenyum ke arah para tamu undangan yang di dampingi oleh Irma.



Beberapa waktu kemudian, Mr Ramadhan dan Mrs Erika lalu menyerahkan mahar kepada Mr Sudirman dan Mrs Erlita.


"Tidak lama lagi kita menjadi besan kawanku,!" ucap Mr Sudirman.


"Hubungan persahabatan kita semakin kuat kawan.!"Jawab Mr Ramdhan.


Kedua sahabat itu lalu berpelukan dan tertawa bersama-sama menandakan jika mereka berdua sangat bahagia.


Beberapa waktu kemudian Seorang kurir membawa sebuah paket yang pengirimnya tak di mencantumkan identitas.


Di saat itu, seorang bodyguard keluarga Mr Sudirman Sinaga menghampiri Raisa dengan membawa paket.


"Itu kiriman dari siapa,!?" kata Mrs Erlita yang memperhatikan Raisa dan bodyguard tersebut.


"Aku tidak tahu Mom,!"kata Raisa yang kini telah menandatangani sebuah kertas serah terima barang.


Setelah menyerahkan paket, bodyguard tersebut kembali ke tempatnya.


"Coba kamu buka,!" ucap Mr Sudirman.


Raisa selanjutnya membuka isi paket tersebut sesuai perintah Ayahnya.


"Apa isinya, Nak.!?" kata Mr Sudirman.


"Sebuah flashdisk, Ayah,!" kata Raisa sambil memalingkan sejenak wajahnya ke arah Ayahnya.


"Mungkin isinya sangat penting Nak, coba kamu buka,!" kata Mrs Erlita.


"Bentar ajah, Nak.! Kita lagi ada tamu penting,!" ucap Mr Sudirman.


"Okey, Dad.!"


"Kita sebaiknya ke Farhan dan Albert Ra' ! Kasian mereka cuman berdua," kata Irma yang masuk ke dalam celah-celah percakapan.


"Okey,!" kata Raisa sambil memalingkan wajahnya ke arah Irma dan selanjutnya kembali memalingkan wajahnya ke arah Ayahnya."Aku ingin menemui temanku dahulu, Dad."


"Baiklah, Nak,!" Kata Mr Sudirman

__ADS_1


Raisa yang bersama dengan Irma kemudian berjalan ke tempat di mana Farhan dan Albert berada sedangkan Mr Sudirman memutuskan kembali berbincang-bincang dengan Mr Ramadhan serta para pengusaha dan pejabat yang hadir di acara itu. Di saat itu, Arya ikut bergabung dalam kelompok itu dan di kelompok yang lain, Mrs Erika dan Mrs Erlita juga sibuk berbincang-bincang dengan para istri-istri pejabat yang hadir.


Di saat yang sama, seorang gadis remaja sedang duduk termenung seorang diri di tengah-tengah keramaian, gadis itu memutuskan untuk berdiri dan melangkahkan kakinya dengan maksud menghilangkan rasa bosan yang ia alami saat ini.


Dan di saat itu juga, Farhan Crow Seven sedang memperhatikan gadis yang berjalan seorang diri.


"Sepertinya aku mengenal gadis itu tapi di mana yah.!" Ucap Farhan.


"Maksudmu gadis yang berjalan seorang diri itu,!?" kata Albert.


"Iya brother,!! Ooohh ... !! Aku ingat sekarang,!!! gadis itu bernama Resky yang aku temui beberapa hari yang lalu sewaktu aku membantu Rian membawa kursi ke sekolah tempat tante Dwi berdagang.!"


Farhan kemudian memutuskan untuk melangkahkan kakinya di ikuti oleh Albert dengan niat menemui Resky.


"Resky... ! Kamu lagi ngapain di sini.?"


"Ehhh,!! Rupanya kak Farhan.!! Aku lagi berkeliling kak.!"


"Maksud Aku, kamu kok bisa ada di mansion ini, memang kamu kenal sama pemilik rumah ini.?"


"Ooooh... ! Aku lagi nemanin Ayah dan Ibuku serta Kakak aku. Tentu saja aku mengenal kak Raisa.!"


Di saat dialog sedang berlangsung, Raisa dan Irma menghampiri mereka bertiga.


"Kamu kenal drngan teman-teman aku.?" Tanya Raisa.


"Ehh... ! Kak Raisa... ! Tentu saja aku kenal dengan kak Farhan tapi cowok yang satunya lagi aku nggak kenal.!"


"Perkenalkan ini calon adik ipar aku.!" Ucap Raisa.


"Dia, adiknya kak Arya.!" Ucap Raisa.


"Dunia ini terasa begitu sempit ! Aku tidak menyangka teryata Resky adiknya Arya.!" Ucap Farhan.


"Kalian lanjutin dulu ngobrolnya aku mau ke kamar sebentar." Ucap Raisa.


"Aku di sini ajah bareng mereka,!" ucap Irma.


"Okey ! Aku ke atas dulu, guys.! Cuman bentar kok,!" kata Raisa.


"Okey,!" kata Farhan dan Albert secara bersamaan.


"Iya, Kak,!" kata Resky.


Raisa selanjutnya menuju ke kamarnya. Setelah ia tiba, dia mengambil leptopnya dengan maksud memeriksa file dari flashdisk tersebut.


Sungguh sangat terkejunya gadis cantik itu melihat video mesum kekasihnya yang kini menjadi tunangannya.


"Astaga.... ! Aku tidak menyangka jika kak Arya menghianatiku, dia berselingkuh dengan rekan bisnisnya sesama CEO. Arg... !!!! Brengsek.... !!!!" Teriaknya sambil menangis, perasaan gadis cantik itu berkecamuk hebat.


Setelah membenahi perasaanya, Raisa kemudian turun ke tempat perjamuan tamu untuk menemui Arya. Setelah ia tiba di tempat perjamuan tamu undangan, ia lalu menghampiri Arya dan langsung nenamparnya di depan umum.


"Plak.!!!"


"Ada apa denganmu sayang.... !!! Mengapa kamu menangis... !!? Mengapa kamu menamparku.... !!?"


Para tamu yang hadir di mansion itu terkejut melihat Raisa menampar Arya.

__ADS_1


Brengsek.... !!! Kamu brengsek... ! Tegahnya kamu menyelingkuhiku. Hari ini, detik ini, kita putus. Dan, acara pernikahan kita batal... !!!" Kata Raisa. Dia sangat marah, air matanya menetes di pipinya, dia mengusapnya, dia melototkan pandanganya ke arah pemuda yang membuatnya kesal.


"Aku nggak perna berselingkuh menyelingkuhimu, Raisa.!" Jawab Arya yang kebingunggan.


"Sudah cukup omong kosongmu.!!!! Aku sudah tau tentang hubungan gelapmu dengan rekan bisnismu.!!! Apa kamu ingin aku perlihatkan bukti kelakuanmu dengan wanita itu,!!?" Teriaknya.


Sontak Arya teringat tentang kejadian dirinya dengan Renata di dalam toilet hotel Eagel. Dia seperti di sambar petir, merasa kebingunggan, dia hanya terdiam.


Kedua orang tua Raisa dan kedua orang tua Arya lalu menghampiri mereka, Irma,Resky, Farhan dan Albert hanya menyimak kejadian itu.


"Apa maksud perkataanmu, Nak.. !? Apa kamu sadar apa yang kamu lakukan saat ini... !?" Ucap Mr Sudirman yang menghampiri putrinya.


"Coba kamu jelaskankan baik-baik,Nak.. ! Mungkin ini hanya salah faham.!!" Kata Mrs Erlita yang ikut bersama suaminya.


"Aku nggak ngomong sembarang, Ayah... !!!Apa Ayah ingat paket yang berisi flasdisk itu... ! Ayah akan terkejut jika melihatnya..!" Dia lalu memalingkan wajahnya ke arah ibunya. "Dan ini bukan salah faham, Mom.!" Ucap Raisa yang sangat kesal.


"Coba kamu jelaskan apa yang sebenarya terjadi Arya ? Apa betul yang Raisa katakan.?" Ucap Mr Ramadhan yang sedari tadi menyimak.


"Sebenarnya kami tidak ada hubungan apapun Ayah,!! itu hubungan yang nggak perna terencakan dan terjadi begitu saja.!" Kata Arya yang terlihat bingung.


"Maafkan aku kawan ! Tapi, untuk saat ini kami sebaiknya pulang dulu dan mendiskusikanya di rumah.!" ucap Mr Ramadhan yang memalingkan wajahnya ke arah Mr Sudirman.


"Aku rasa apa yang kamu katakan itu benar.!" Ucap Mr Sudirman.


Mr Sudirman kemudian berbicara kepada para pejabat dan pengusaha yang hadir di mansion mereka.


"Maafkan kami Tuan-Tuan dan Nyonya kebetulan keluarga kami telah mendaoatkan musibah yang tak di duga sebelumnya. Jadi, acara hari ini kami akhiri, sekali lagi maafkan kami."


Para tamu undangan pun memahami maksud dari Mr Sudirman sehingga mereka pun bergegas meninggalkan mansion itu.


"Kak... ! Aku balik dulu bersama keluargaku.!" Ucap Resky


"Okey.!" Ucap Farhan.


"Aku tidak menyangka teryata kak Arya pria brengsek.!" Ucap Irma sangat kesal


Farhan dan Albert hanya terdiam membisuh mendengarkan ocehan Irma.


"Sebaiknya aku dan albert balik dulu, Kamu temanin Raisa ajah di sini." Ucap Farhan.


"Okey ! Kalian hati-hati di jalan.!"


Farhan dan Albert kemudian meninggalkan mansion itu. Pada saat mereka berada di luar mansion itu, merela berdialog sejenak.


"Masalah lagi dan lagi," kata Albert.


"Kita tak bisa melakukan aoa pun, ini masalah urusan keluarga," kata Farhan.


"Aku setuju denganmu," kata Albert.


Mereka berdua pun meninggalkan mansion itu.


Di dalam mansion tiba-tiba menjadi hening dan sepi yang tersisa hanya keluarga Sinaga.


Di saat itu itu juga, Raisa kemudian berlari menuju ke kamarnya sambil menangis dan di saat itu pun, Irma yang memperhatikan sahabatnya yang begitu syock selanjutnya memilih untuk mengikuti Raisa ke dalam kamar.


Di ruang tamu kelurga, Mr Sudirman dan Istrinya hanya terdiam membisu, entah apa yang mereka pikirkan saat ini.

__ADS_1


__ADS_2