LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 23 : Rapat Besar Perusahaan


__ADS_3

Sebuah mobil hitam bermerek BMW sedang berhenti lebih tepatnya adalah Renata yang baru tiba di perusahaanya, dia kemudian segera keluar dari dalam mobil yang pintunya telah di buka oleh Pak Arman. Dia melangkahkan kakinya ke dalam perusahaan, sambil berjalan ia melihat-lihat di sekitarnya sepertinya mencari seseorang, dan tidak berselang lama, pandanganya menuju ke arah pria paruh baya yang menggunakan kemeja putih,dasi hitam,celana kain dan sepatu hitam yang tidak lain adalah Pak Harto.


"Sudah lama yah Pak... ?" Tanya Renata.


"Baru saja tiba Non.!" Jawab Pak Harto.


"Kita ke atas Pak, Aku akan memperkenalkan Bapak kepada karyawan yang lain."


Pak Harto lalu mengikuti Renata menuju ruang kantor wanita cantik itu, setelah tiba, mereka di sambut hangat oleh karyawan dan karyawati.


"Pagi ini aku akan memperkenalkan kepada kalian karyawan baru kita yaitu Pak Harto bagian pemasaran."


Setelah memperkenalkan Pak Harto kemudian Renata menyuruh salah satu karyawan untuk mengantar Pak Harto di ruang kerjanya, Renata lalu menuju ke ruangan kebesaranya sambil mengambil Hp miliknya untuk menghubungi sekertarisnya.


"Kumpulkan para pemegang saham sekarang di ruang rapat karena aku akan menyampaikan beberapa informasi penting.!"


"Baik Bu." Jawab Sekertarinya.


30 menit kemudian para pemegam saham telah berkumpul di ruang rapat sambil menunggu Bos besar mereka.


"Tok... ! Tok... ! Tok... !"


" Masuk... !" Ucap Renata.



"Cklek " Bunyi pintu terbuka.


"Bu... ! Para pemegang saham telah berkumpul di ruang rapat." Ucap sekertaris Renata.


"Okey ! Kita kesana.!"


Kemudian mereka berjalan ke ruang rapat, setelah tiba di sana Renata lalu menjelaskan tentang proyek bernilai Kuadrilliun.


"Bagaimana Tuan dan Nyonya, Apa kita sepakat untuk ambil bagian, angkat tangan jika setuju agar prosesnya cepat... ! Aku akan berkunjung ke perusahaan PT GARUDA PERKASA.!"



Para pemegang saham lalu serentak mengangkat tangan mereka.


"Baiklah kalau begitu ! Rapat selesai.!"


Renata kemudian berjalan keluar dari ruang rapat itu di ikuti oleh sekertarisnya .


"Kita berangkat menuju Perusahaan GARUDA PERKASA."


"Baik Bu.!" Jawab sekertarisnya.


Tidak lama kemudian mereka meninggalkan perusahaan.


...****************...


Di kediaman Keluarga Ramadhan, seorang wanita paruh baya yang berpenampilan cantik telah selesai mempersiapkan barang-barang yang akan di bawanya ke belanda.


__ADS_1


"Sudah siap darling.!" Ucap Pak Ramadhan.


"Iya Pa... ! Aku rasa ini sudah cukup, paling lama cuman 2 hari di belanda kok.!" Jawab Ibu Erlita.


"Krink... ! Krink... ! Krink.... !" Bunyi Hp milik ibu Erlita lalu ia melihat layar telephonenya kemudian tersenyum kecil.


"Siapa darling... ?" Tanya Pak Ramadhan.


"Calon besan kita Pa... !"


Kemudian Ibu Erlita mengangkat telephone tersebut.


"Selamat pagi ibu Erika... !" Ucap ibu Erlita sambil tetsenyum.


"Selamat pagi calon besanku ! Aku mau ngomong sesuatu.!"


"Oh iya ibu ! Ngomong aja... !"


"Kapan kita bisa bertemu untuk membahas resepsi anak-anak... ?"


"Kalau bisa, secepatnya lebih baik... ! Cuman, hari ini aku berangkat ke belanda untuk pembuatan pakaian pengantin anak-anak kita selama 2 hari Bu... !"


"Kalau begitu 3 hari kedepan kita ketemu di rumah ! Bagaimana menurut ibu... ?"


"Baiklah Bu ! Aku akan membahasnya dengan suamiku.!"


"Oh ya Bu ! Jangan lupa oleh-oleh dari belanda ya... ?"


"Iya Bu.!"


"Tut... ! Tut... ! Tut... !"


"Apa kata calon besan kita Ma... ?" Tanya Pak Ramadhan.


"Tiga hari kemudian, kita akan bertemu di mansion mereka Pa... ! Kita akan membahas resepsi anak-anak kita.... !"


"Oo... oh ! Baiklah, kita akan kesana setelah kepulanganmu dari belanda."


"Kalau begitu, aku berangkat dulu ya Pa... ! Nggak usah antar aku, soalnya kamu juga mau ke perusahaan untuk mendampingi Arya... !"


"Okey... ! Kalau itu keinginamu Ma... !"


Beberapa saat kemudian ibu Erika meninggalkan mansion tersebut dengan supir pribadinya.


Tidak lama kemudian, Pak Ramadhan pun juga meninggalkan mansion tersebut menuju ke perusahaan yang ia rintis bersama supir pribadinya.


...****************...


Di perusahaan GARUDA PERKASA tepatnya di ruangan CEO, Arya telah bersiap-siap menuju ke ruangan rapat, sebelum itu, ia menelphone kekasihnya.


"Sayang ....! kamu ngapain dan lagi di mana ?" Tanya Arya


"Aku lagi di kampus untuk mencari info wisuda bersama Irma.!" Ucap Raisa.


"Semangat sayangku, aku mencintaimu... !" Ucap Arya lalu mengakhiri panggilan tersebut.

__ADS_1


Arya lalu melangkahkan kakinya menuju ke ruang rapat untuk melakukan presentasi, tidak lama kemudian iapun tiba di ruang rapat lalu memperhatikan satu-persatu wajah para pemegang saham.



Tiba-tiba tatapanya berhenti ke sosok pria tampan yang ada di ruangan itu.


"Maaf Tuan ! Aku baru melihat anda dan setauku tidak ada satupun pemuda yang mempunyai saham di perusahaan ini. Boleh aku tau siapa anda Tuan... ?"


"Maaf Tuan Arya ! Baiklah, saya akan memperkenalkan diri dulu ke pada para hadirin di ruang rapat ini. Nama Saya Indra Permana Nasution dan baru beberapa hari ini tiba di kota ini. Aku pemilik saham terbesar kedua setelah Tuan Arya di perusahaan ini yang sebelumnya di tangani oleh Mr Leonardo.!"



"Jadi anda pemilik asli dari saham Mr Leonardo , baiklah kalau begitu kita akan membahas tuntas tentang proyek besar bernilai 6,3 Kuadrilliun tapi sebelum itu kita akan menunggu seseorang yang akan berperang penting dalam keberhasikan proyek ini dan juga sebagai mitra kita.!"


Baru beberapa saat Arya ingin melanjutkan pembicaraanya tiba-tiba terdengar suara ketuk pintu di ruang rapat itu.


"Silahkan masuk.!" Ucap Arya


Orang tersebut lalu masuk menghadap.


"CEO PT PRIMA RAYA berada di sini Tuan Arya.!" Ucap sekretaris Arya.


Mendengar PT PRIMA RAYA di sebut para pemegam saham di perusahaan Arya sedikit terkejut karena menghadirkan salah satu pembisnis muda paling berbakat di negara ini kecuali Indra Permana Nasution yang tidak terkejut sediktpun.


"Jemput Nona Renata ! Dan antarkan ke ruang rapat. Cepat... !"


"Maaf Tuan Arya tapi, Nona Renata sudah ada di balik pintu ini." Jawab Sekretarisnya.


Kemudian Arya berjalan ke arah pintu lalu membuka pintu tersebut.


"Silahkan masuk Nona Renata.!" Kata Arya sambil tersenyum kecil.


"Terimah kasih Tuan Arya.!" Jawab Renata membalas senyum arya dengan senyuman manis


"Silahkan duduk Nona Renata."


"Terimah kasih Tuan Arya."



Setelah Renata duduk di kursi ruang rapat tersebut, Arya lalu megambil laptop dari dalam tasnya kemudian menyambungkan kabel ke LCD Proyektor untuk melakukan presentasi. setelah selesai ia baru saja akan menjelaskan tiba-tiba terdengar lagi suara ketukan pintu.


"Silahkan Masuk.!


Yang masuk bukan malah sekertaris Arya melainkan Ayahnya.


Para Pemegang saham sontak berdiri untuk menyambut kedatangan salah satu pengusaha terbaik di ASIA Tenggara tersebut dan salah satu penguasa bisnis di negara ini bersama dengan Pak Sudirman Sinaga Ayah Raisa Wulandari.


"Selamat datang Tuan Besar... !" Ucap Para pemegam saham tersebut Renata ikut terlibat dalam penyambutan itu. Indra menatap tajam ke arah Pak Ramadhan.


"Silahkan Duduk.!" Ucap Pak Ramadhan yang duduk di kursi kebesaran Arya sambil memperhatikan putranya yang akan melakukan presentasi



Arya terkejut melihat para pemegang saham memperlakukan Ayahnya layaknya seorang raja besar. bahkan dirinya sebagai CEO tidak di perlakukan segitu istimewahnya.

__ADS_1


"Inikah aura Ayahku yang sebenarnya aku tidak perna menyangka jika Ayahku begitu di segani dan masih sangat berpengaruh besar.!" Ucap Arya dalam hati.


__ADS_2