LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 8 : Kejadian


__ADS_3

Di dalam pesawat pribadi seorang pria sedang asyik membaca koran dengan menyilangkan kedua kakinya. Di depanya, seorang wanita sedang memandangi jendela kaca pesawat, dia melihat ke keindahan dari ketinggian sambil meminum segelas jus.


Sudirman Sinaga dan Erlita Pratiwi adalah pasangan suami istri sekaligus ibu dari Raisa Wulandari.


Mereka berdua melakukan perjalanan menuju suatu negara dan salah satu tujuan mereka yaitu menemui desainer terkenal tentunya untuk membuat gaun penggantin Raisa. Dan di sisi lain bagi Erlita ini adalah perjalanan kembali ke masa lalu.


23 Tahun yang lalu Erlita berstatus sebagai mahasiswi selama 4 tahun di sana. Berbeda hal dengan Sudirman yang memiliki perusahaan di negara tersebut yang merupakan peninggalan dari Ayahnya yang ia kelolah sebagai pewaris tunggal Sinaga.


"Pa.... !! Sebaiknya nanti pesta pernikahan Raisa dan Arya di adakan di Turky.!"


"Terserah dari mama saja ! Aku nggak ngerti yang gitu-gituan, wanita yang lebih faham.!"


"Kita kan suami istri Pa...!! Apalagi ini tentang Anak tunggal kita, maka dari itu, kita harus mendiskusikan hal ini, Pa... !"


"Baiklah darling kita memilih Turky untuk pesta pernikahan anak tunggal kita. Terus apa rencanamu darling.?"


"Aku memilih istanbul di boshporus yang menghubungkan 2 selat Asia dan Eropa."


"Apa alasannya Ma... !? Di prancis kan banyak tempat yang bagus juga...!"


"Salah satu alasanya adalah dahulu aku merasa menjadi orang Eropa Kerana aku lahir di Eropa dan Pak Sudirman yang terhormat , yang mulia berasal dari Asia. Bukankah sudah aku katakan lokasi yang aku pilih itu adalah terhubungnya 2 selat antara Asia dan Eropa " Ucap Erlita menjelaskan sambil menggoda suaminya.


"Hmmm... ! Jadi itu alasanya...! Jangan menggodaku sayang... ! Bisa-bisa kita bermain adegan panas di pesawat ini hmmm... !"


"Ihh... ! Papa mesum.!" Ucap Erlita terlihat malu-malu kucing.


Sudirman Sinaga terkekeh melihat istrinya salah tingkah.


19 Jam berlalu akhirnya mereka tiba di Airport prancis. Pasangan suami istri tersebut turun melangkahkan kakinya dari pesawat .Mereka di sambut 7 Mobil BMW dan 1 Mobil Limousine Black


"Bienvenue Monsieur... !"


...ARTINYA...


"Selamat datang Tuan... !" Ucap Ernest


"Merci pour votre accueil messieurs "


...ARTINYA...


"Terima kasih atas sambutannya tuan-tuan. " Jawab Sudirman di ikuti oleh istrinya


Mereka pun berajalan menuju ke limousine dan masuk ke dalam mobil mewah itu. Setelah itu, mobil pun berjalan menuju ke mansion milik Erlita yang merupakan pemberian dari almarhum Sinaga yang tak lain adalah Ayah Sudirman.



20 menit Kemudian, mereka telah tiba di mansion. Pasangan suami istri tersebut turun dari mobil limousine Black, mereka melangkahkan kaki menuju ke mansion di ikuti oleh beberapa orang pria berjas hitam yang merupakan pengurus perusahan DYNAMIC milik Sudirman dan beberapa orang Bodyguard. Setelah tiba di pintu masuk mereka di sambut oleh 14 orang pelayan yang sudah bertahun - tahun mengurus mansion tersebut.


"Bienvenue grandes dames et messieurs "


...ARTINYA...


"Selamat datang Tuan dan Nyonya Besar " Ucap ke 14 pelayan tersebut secara bersamaan


Merekapun masuk ke dalam mansion lalu duduk di sofa di ikuti oleh pengurus perusahaan DYNAMIC .para Bodyguard menunggu di Luar mansion sambil berjaga-jaga.


"C**omment va l'entreprise cette semaine ernest ?"


...ARTINYA...


"Bagaimana perkembangan perusahan minggu ini Ernest "? Tanya Sudirman yang juga merupankan CEO DYNAMIC


"Le développement de l'entreprise s'améliore en termes de qualité en termes de marketing et de fabrication, cependant, il y a plusieurs propositions qui nécessitent votre approbation aujourd'hui monsieur. "


...ARTINYA...


"Perkembangan perusahan meningkat secara kualitas dalam hal pemasaran dan perundistrian , akan tetapi ada beberapa proposal yang butuh persetujuan anda hari ini tuan " Jawab Ernest yang menjelaskan kondisi.


"Très bien alors dépêchez-vous de l'entreprise en ce moment "


...ARTINYA...


"Baiklah kalau begitu kita bergegas ke perusahan sekarang juga" Ucap Sudirman.



"My darling.. ! Aku pergi dulu " Ucap Sudirman lalu mencium pipi istrinya tersebut.


Sudirman lalu berjalan bersama sekertarisnya yang tak lain adalah Ernest .Erlita hanya memperhatikan Ayah Raisa berjalan menjauh dari pelupuk matanya.


"Prépare-moi un verre et livre-le dans ma chambre "


...ARTINYA...


"Buatkan minuman dan antarkan ke kamarku !" Ucap Erlita ke pada pelayan yang dari tadi berdiri di belakanya.


"Ok grande dame " Jawab pelayan itu


Erlita berajalan menuju kamarnya sambil melihat-lihat di area di sekitarnya


"Tidak ada yang berubah dari rumah besar ini terasa baru kemarin aku berada di sini, padahal sudah 23 Tahun lamanya baru aku kembali. Hanya aku saja yang berubah karena sudah menua " Ucap Erlita dalam hati sambil tersenyum kecil



Setelah Sampai ke kamar ia langsung membarikan tubuhnya yang kelelahan, ia teringat dengan putrinya kemudian melihat jam tangan miliknya.


"Teryata sudah jam 01 : 30 malam di Negara putriku berada, apa Raisa sudah tidur atau belum yah,!? sebaiknya aku hubungi dia," gumamnya.


Kemudian wanita paruh baya yang tetap terlihat sangat cantik itu mengambil Hpnya dengan maksud mencari kontak untuk menghubungi putrinya.


Di Negara yang berbeda, Farhan mengemudikan kendaraanya begitu cepat menuju ke lokasi yang di arahkan oleh Raisa.


"Krink... ! Krink... ! Krink.... !!" Suara panggilan telepon


Raisa yang lagi melihat peta lokasi yang di kirim irma tiba-tiba terkejut oleh suara dering Hp milikya.


"Mampus aku, !! mampus aku,!!" Ucap Raisa yang begitu panik di samping Rian.


"Siapa sih yang menelpon kamu,!? kok kamu panik amat sih,!?" Tanya Albert


"Ibuku... ! Aduuu... Uh... ! Angkat atau nggak yah... !" Ucap Raisa yang dalam kondisi bingung.

__ADS_1


"Angkat saja dan jelasakan sama ibu kamu yang sebenarnya, supaya kamu nggak di cari lagi,!" Ucap Farhan.


Rian yang sedari awal hanya menyimak perkataan mereka kemudian bereaksi.


"Yang di katakan Farhan memang benar," ucap Rian


"Akhirnya manusia kulkas ini ngomong juga,!"kata Raisa samb memalingkan wajahnya sejenak ke arah Rian


Di saat itu pula, Farhan dan Albert tertawa terbahak-bahak sejenak setelah mendengarkan perkataan Raisa dan di saat itu juga Hp Raisa kembali berdering untuk yang Kedua kalinya.


"Angkat, berisik,!" Ucap Farhan.


Raisa sejenak memalingkan wajahnya ke arah Farhan dan selanjutnya mengambil keputusan untuk mengangkat telephone.


"Halo, Mom,!!" Ucap Raisa


"Halo sayang ! Kamu di mana,? kok belum tidur,!" Tanya ibu Erlita


"Anu Mom... ! Itu... ! Eh begini...!!" Ucap Raisa pusing lagi memikirkan apa yang harus di katakan kepada Ibunya.


"Halo Raisa... ! Kamu nggak kenapa-kenapa kan sayang,?" ucap Erlita jadi sedikit gusar.


"Mom... ! Halooo... ! Irma lagi terkena musibah besar Mom, dia di rampok... ! Aku dan teman kampusku sekarang pergi untuk menjemput Irma. Mom !" Jawab Raisa yang menjelaskan kondisi sebenarnya.


"Kalau urusanmu sudah beres kamu nginap di rumah jangan nginap di luar... ! Kamu itu, sisa menghitung hari untuk menikah... ! Aku dan Ayahmu nggak ada di mansion !!" Ucap ibu Erlita


"Apaaaaaa menikah... !! Memang ibu dan ayah di mana sih ?"


"Ibu dan ayah sekarang lagi di Perancis ! Mungkin besok baru pulang !"


"Ini kemana nih..! Raisa.? Belok kiri Atau kanan atau lurus ?" Tanya Farhan.


"Mom... ! Sudah dulu yah ! soalnya aku harus melihat geogle map yang di kirim Irma, aku janji nginap di rumah " Ucap Raisa.


"Tut.. ! Tut.. ! Tut.. !" Suara Hp milik ibu Erlita.


"Ya ampun ... ! Dasar Anak itu ... ! Kenapa anak itu kelakuanya makin lama makin mirip aku sewaktu masih muda yah,!" Ucap ibu Erlita sambil geleng-geleleng kepala dan selanjutnya menyimpan Hp miliknya.


Setelah Raisa mengakhiri panggilan telephone dia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Farhan yang sedang menyetir lalu berkata


"Belok kiri selanjutnya lurus."


Beberapa waktu kemudian mereka melihat seorang wanita duduk di halte sambil menangis yang tak lain adalah irma.


Di tempat lain di dalam hotel eagel.


Setalah lampu kembali menyalah, Arya Keluar dari ruangan kecil dan menuju ke westafel lalu memutar kram air dan membasahi rambutnya karena masih merasakan euforia Setalah itu barulah ia merasakan 85 % kesadaranya kembali.


Di dalam ruangan kecil dalam wc, Renata telah memperbaiki kembali pakainya, lalu ia berjalan ke luar dan menuju ke westafel di mana Arya merenung. Renata langsung mencuci wajahnya dan mencoba menghilangkan euforia yang ia rasakan.


Terjadi ke heningan di dalam wc tersebut tak ada yang membuka obrolan selama 15 menit.


"Sial.....! Apa yang telah aku lakukan Akh....! Ucap Renata dalam hati, Kemudian ia kembali membasuh wajahnya dengan kedua tanganya. " Akhk......! Minuman sialan.....Aku seperti wanita murahan !" Ucap Renata kesal.


Di sudut dinding wc, Arya meninju tembok hinga tanganya berdarah " Arg... ! Mampus Aku... ! Mampus aku... !! Maafkan Aku Raisa aku telah menghianatimu ! Tapi aku tidak ada maksud untuk menghianatimu..!" Ucap Arya dalam hati.


"Maafkan aku Nona Renata sebenarnya aku tidak ada maksut.Tapi, minuman sialan ini mengendalikan diriku " Ucap Arya.


"Apa benar kamu tidak apa-apa Nona Renata ? Bagaimana jika Kamu hamil... ?"


"Itu tidak akan terjadi Tuan Arya, percayalah ! Mari kita lupakan hal ini, sudah larut malam, mari kita pulang ! ke depanya, kita hanya rekan bisnis tidak lebih dan tidak kurang."


Renata berjalan meninggaln Arya seolah-olah tidak terjadi apa-apa , selanjutnya ia duduk di bar tempat sebelumnya untuk menormalkan pikiranya hingga 90% kesadaranya kembali.


Arya pun berjalan sambil memijit kepalanya menuju kursi di mana ia duduk sebelumnya sambil mengambil sebatang rokok lalu membakar ujungnya dan menghisapnya.


Mereka berdua duduk tanpa berkata-kata sedikit pun. beberapa waktu kemudian, Renata bereaksi.


"Tuan Arya aku balik dulu !"


"Hati-hati Nona Renata , Apa kamu baik- baik saja ?"


"Aku baik- baik saja !"


Seketika itu Renata berjalan meninggalkan ruangan tersebut menuju ke lif lalu menekan angka satu.


Arya Ramadhan akhirnya meninggalkan ruangan itu setelah menghabiskan sebatang rokok , Ia pun berjalan ke luar menuju lif dan menekan angka 15. Beberapa saat kemudian pintu lif akhirnya terbuka, ia masuk kedalam rungan lif tersebut lalu pintu lif tertutup.


"Arg.. ! Mengapa Jadi begini sih...! Arg.....!!" Gumam Arya sangat kesal dengan dirinya sendiri.


Setelah sampai ke lantai 15 kemudian Arya berjalan menelusuri lorong hotel itu hingga tiba di kamar 609.


Arya lalu menuju ke tempat tidur untuk mendekati Raisa .


"Di mana Raisa... ! Kok nggak ada sih !" Gumamnya.


Arya lalu mengambil Hp miliknya.


"Hp pakai acara lowbet segala lagi, di saat seperti ini.!"


Arya lalu memeriksa seluruh sudut kamar itu hingga tidak menemukan tanda -tanda Raisa, Iapun berjalan keluar meninggalkan kamar itu lalu ia menuju ke lif.


"Mungkin Raisa tadi mencariku.!" Gumamnya


Renata telah meninggalkan hotel miliknya, ia melajukan mobilnya sambil mencari mini market 24 jam.


Dan akhirnya ia menemukan mini market, selanjutnya renata memarkir mobilnya lalu masuk ke dalam mini market tersebut mencari 1 botol air mineral 15 ml, setelah mendapatkan air putih kemasan botol, ia lalu menuju ke kasir untuk membayar dan tidak lupa pula membeli sebotol kecil minuman lemon dan susu cair kemasan untuk menetralkan kadar alkohol dalam tubuhnya.


Selanjutnya ia tiba di mobilnya kemudian masuk ke dalam mobil sambil membuka apa yg ia beli lalu meminumnya.


Arya ramdhan telah menuju ke lantai dasar dengan menggunakan lif . Dan akhirnya ia tiba lalu melangkahkan kakinya menuju ke mobilnya sambil melihat -lihat area di sekitarnya mencari Raisa .


Arya akhirnya tiba di mobil lamborgininya, ia kemudian masuk ke dalam mobil tersebut dan menyalahkan mobilnya sambil mengisi daya Hp miliknya, ia menunggu sampai Hpnya terisi 1 % . Setelah Hpnya terisi 1% , akhirnya dia menyalakan hadphone miliknya lalu ia mencari kontak Raisa sambil menggunakan earphone bluetooth.


"Krink... ! krink... ! krink.... !" Telephone Raisa berbunyi


Raisa melihat panggilan itu, ternyata Arya. kerana sangat kesal, Raisa mematikan panggilan telephone itu.


"Mampus aku... ! Jangan-jangan Raisa mengetahui apa telah terjadi " Kata Arya yang sedang panik


"Krink... ! Krink... ! Krink... ! Bunyi panggilan telephone.

__ADS_1


"Tut... ! Tut... ! Tut... ! Tut... ! Bunyi Hp Arya.


Arya kembali menghubungi Raisa." Nomor yang anda hubungi sedang sibuk atau berada di luar jangkuan," Suara operator seluler terdengar di telinga pemuda itu.


"Sial.... ! Mampus aku.! Sepertinya Raisa mengetahuinya... ! Arg... !!" Ucap Arya yang begitu panik dan sangat kesal selanjutnya memukul setir mobilnya.


Arya tak menyerah, dia mencoba untuk menelphone kembali kekasihnya itu.


"Krink... ! Krink... ! Krink.... !!"


"Raisa.!! Angkat tuh Hp kamu, berisik amat,!" Ucap Farhan kesal.


"Iya... ! Iya...Tunggu... !"


Raisa memutuskan menjauh dari Farhan dengan maksud menganggakat telephone Arya.



"Halo sayang... ! Kamu di mana sih, tiba-tiba menghilang...?" Tanya Arya


"Justru aku yang ingin bertanya... ! Dari mana saja. Kok, menghilang... ? Jawab Raisa yang kesal kemudian balik bertanya.


Arya merasa legah ternyata Raisa tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, dia hanya kesal akibat di tinggal dalam keadaan tertidur.


"Aku lagi nyari rokok dan nongkrong di bar hotel. Setelah lampu menyalah ! Aku kembali ke kamar hotel, Hp aku lowbet ! ini baru nyalah, karena aku cas di mobil sambil nelpon. Faham nggak... !?"


"Nggak faham... !! Pokoknya aku nggak mau tau... !!!"


"Seharusnya aku yang marah ! Kamu pergi tanpa jejak ! Kok, kamu yang malah marah sama aku sih... !"


"Pokonya... ! Aku nggak tau, TITIK...!!!"


"Kamu di mana sih sayang...!? Aku seperti orang kesurupan nyari kamu ke mana-mana, kirain kamu di culik... !"


"Kakak cerewat amat sih...! Aku lagi menemui Irma yang lagi di rampok !" Kata Raisa yang emosinya sudah sedikit redah.


"Kirim lokasi kamu, sekarang ! Dan jangan menghilang lagi...!"


"Tut... ! Tut... ! Tut... !!" Raisa mematikan telephone lalu mengirim lokasi dimana ia berada.


Arya kemudian menerima pesan geogle map dari Raisa, dia melajukan mobilnya ke arah lokasi itu.


Merekapun turun dari mobil dan menghampiri Irma yang sedang menangis. Raisa lalu memeluk Irma.



"Sudah-sudah... ! Jangan menagis lagi... ! semuanya akan baik-baik saja, percaya sama aku... !" Kata gadis cantik itu dengan niat menenangkan perasaan sahabatnya itu.


"Jangan kawatir... ! Kami di sini datang untuk membantu kamu.!" Ucap Albert.


"Itu betul... ! kami datang untuk membantuhmu,!" ucap Farhan sambil menatap Irma."Kasihan juga gadis ini, aku tak menyankah gadis ini akan seperti ini," begitulah kata-kata yang terlintas dalam benak Farhan Crow Seven.


Di saat yang sama, Rian hanya terdiam sambil memperhatikan kedua wanita itu kemudian berkata.


"Sebaiknya kita tinggalkan tempat ini sudah jam 02 : 01 malam."


"Tunggu dulu,! beri waktu sekitar 10 menit lagi,! biarkan sahabatku menetralkan dulu kondisi mentalnya, jika kalian ingin meninggalkan kami berdua, nggak apa-apa juga kok,!" ucap Raisa


"Bukan begitu maksudku,! kamu salah memahami maksud perkataanku. Teman kamu itu, akan lebih baik jika kita meninggalkan tempat ini, daerah ini sangat rawan," ucap Rian dengan maksud menjelaskan kondisi.


Di waktu yang sama, Tiba- tiba sebuah mobil mewah melintas dan berhenti tepat di samping mereka.


Di saat itu juga, Farhan, Alber dan Rian kemudian memalingkan wajahnya ke arah mobil yang baru saja terhenti di dekat mereka.


Seorang wanita cantik kemudian keluar dari mobilnya selanjutnya berjalan menuju ke arah ketiga pemuda.



Raisa memperhatikan wanita cantik itu yang sedang berjalan ke arah ketiga pemuda yang juga memperhatikan wanita itu.


"Siapa wanita ini, ya ampun cantiknya,!" kata Raisa dalam hati.


Wanita tersebut kemudian menghampiri para pemuda itu, dia lalu menghentikan langkahnya.


"Siapa wanita ini,!" ucap Farhan dalam hati lalu menghadapkan wajahnya ke langit dan melepaskan asap rokok ke atas.


"Aku kira wanita itu ingin menemuiku,!" ucap Alber dalam hati sambil mengaruk kepalahnya yang tertutup oleh kupluk


"Apa yang kamu lakukan di sini Rian,?" kata wanita cantik itu


Wanita itu lalu melihat ke sisi jalan seperti sedang mencari sesuatu, dia lalu melanjutkan perkataanya.


"Apa kamu di rampok,!? aku tak melihat sepeda motormu.!"


"Aku ikut dengan kedua temanku ini, Nona Renata,! soalnya gadis yang di sana itu ...!" Rian memalingkan wajahnya ke arah Raisa dan Irma lalu melanjutkan perkataanya."Mobil dan tasnya di rampok.!" Dia lalu kembali memalingkan wajahnya ke arah Renata."Motorku ada di Hotel Eagel.!"


Sejenak Renata memalingkan wajahnya mengikuti arah pandangan Rian lalu kembali memalingkan wajahnya seperti semula.


"Apa yang kamu lakukan di hotel Eagel,?" kata Renata.


"Aku bekerja di situ.!"


Farhan Crow Seven dan Albert Junior hanya menyimak percakapan itu sedangkan Raisa dan irma yang duduk di halte memperhatikan mereka tanpa mengetahui apa yang mereka katakan.


"kamu karyawan hotel di sana.?"


"Aku bekerja sebagai OB.!"


"Pria ini sangat polos dan jujur,!" kata Renata dalam hati sambil tersenyum manis.


Di saat dialog berlangsung, Albert lalu memperkenalkan diri secara sepihak sebab di abaikan begitu saja.


"Perkenalkan. Aku, Albert Junior sahabat Rian dan juga Farhan Crow Seven," ucap Albert sambil menunjuk Farhan.


"Renata.!" Jawab wanita cantik itu sambil menatap sejenak wajah Albert kemudian memalingkan wajahnya ke arah pemuda yang berambut panjang seperti seorang preman.


Di saat dialog sedang berlangsung, sebuah mobil lamborgini aventador kemudian muncul dengan kecepatan tinggi, mobil itu lalu berhenti di depan Halte tersebut di mana Raisa dan Irma berada. Di saat itu juga, semua pandangan mata tertuju pada mobil tersebut.



Seorang pemuda tampan selanjutnya turun dari mobilnya kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah Raisa dan Irma.

__ADS_1


__ADS_2