LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 138 : Kebenaran Atau Pembenaran


__ADS_3

Setelah King menyelesikan pertemuanya dengan para pemegang saham, dia kemudian bergegas menuju ke ruagannya bersama sekertarisnya.


"Maaf sebelumnya, aku ingin sendiri," kata king sambil tersenyum kecil kepada sekertarisnya.


King kemudian duduk di kursi kebesaranya sebagai seorang CEO baru, dia memikirkan sesuatu.


"Apa yang ingin Mr Arshavin katakan kepadaku,!" gumamnya.


pada saat dia berniat menyandarkan pundaknya, Hpnya berbunyi, dia lalu megambilnya dari saku celananya.


"Ada apa,Nona Irina,!?"


"Aku akan ke kantormu, kamu harus menjemputku sekarang di kampus, aku menunggumu."


"Tut... ! Tut... Tut... !!"


"Dia seenaknya saja," gumamnya.


King lalu berdiri dari tempat duduknya kemudian melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya dengan maksud meninggalkan perusahaan.


"Aku naik apaan nih, aku kesini bersama Mr Arshavin, gadis itu benar-benar menyusahkan saja," gumamnya.


Sebuah mobil sedang melintas di hadapanya kemudian berhenti tepat di hadapanya, pengemudi mobil tersebut lalu keluar dari pintu dengan maksud membuka pintu untuk King.


"Silahkan masuk, aku di utus oleh Mr Arshavin untuk menjemput anda, Tuan," kata supir itu.


"Bagaimana ini,!! di satu sisi Irina, dan disisi yang lain Mr Arshavin," gumamnya sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


Dia lalu memgambil keputusan untuk masuk ke dalam mobil dan selanjutnya mereka meninggalkan tempat itu.


Beberapa waktu kemudian, mereka telah tiba di kediaman Mrs Park Ae-Ri, King lalu turun dari mobil itu selanjutnya melangkahkan kakinya ke dalam mansion dengan niat menemui Mr Arhashavin.


Di saat itu, Mr Park Ae-Ri sedang duduk seorang diri di ruang tamu, dia kemudian berdiri pada saat melihat King, dia tersenyum kecil.


"Ikuti aku, kita ke ruang baca suamiku,!" ujarnya.


"Baik Nyonya,!"


Mereka berdua lalu berjalan menuju ke arah perpustakaan, mereka berhenti tepat di pintu.

__ADS_1


"Ceklek,!" suara pintu terbuka


"Ceklek,!" suara pintu tertutup.


Mereka berdua lalu melanjutkan langkahnya menuju ke arah Mr Arshavin yang sedang duduk sambil membaca surat kabar dan menyilangkan kedua kakinya. Mrs Park Ae-Ri lalu duduk di samping suaminya


"Silahkan duduk,!" kata Mr Arashavin sambil menatap King.


King lalu duduk di kursi tanpa membalas perkataan Mr Arashavin.


"Kita langsung ke topik pembahasan saja, Apa Irina telah mencerikan kepadamu tentang tunangannya,!?" kata Mr Arshavin sambil melipat surat kabar yang ia baca lalu menyimpannya di atas meja, dia menatap King.


"Iya Tuan."


"Apa kamu tau siapa pemuda itu,!?"


"Aku tak tahu. Tapi, nama Ayahnya begitu familiar bagiku."


"Nama tunangan Irina adalah Farhan Crow Seven, dia anak dari sahabatku."


"Berita ini sungguh membuatku terkejut, dia sahabatku, Tuan." dia menatap Mr Arshavin.


"Aku akan bergerak mulai besok, aku sudah merampukankan semua apa yang aku butuhkan pada saat berdiskusi dengan pemegang saham di perusahaan. Aku masih ingat, Tuan."


"Hari itu aku mengujimu untuk memastikan kamu bukan mata-mata dari Mr Erlangga atau Mr Sudirman. Tapi, bukan itu yang terpenting saat ini, yang penting adalah, apakah kamu tahu siapa Ayah dan ibu angkatmu yang sebenarnya.?"


Sontak King terkejut hebat di sebabkan Mr Arshavin mengetahui sebagian informasi pribadinya."Jangan-jangan aku sudah ketahuan jika aku sedang mencari Ayah kandungku,!" ucapnya dalam hati sambil memandang Mr Arshavin dengan serius.


Mrs Park Ae-Ri yang sedari tadi menyimak percakapan mereka lalu masuk ke celah-celah percakapan, dia berkata sambil menatap King.


"Pak Harto dan Ibu Dwi adalah seorang pembunuh bayaran propesional, awalnya mereka menyembuyikan identitas mereka berdua tapi saat ini, mereka telah mengetahui jatih diri masing-masing."


"Aku tak percaya dengan apa yang aku dengar saat ini, aku tak percaya," dia menundukkan pandanganya, dia meneteskan air mata tanpa bersuara di sebabkan ia mengingat kenangan bersama mereka berdua yang telah membesarkanya dengan baik, dia lalu melanjutkan perkataanya."Mereka berdua adalah orang yang sangat baik, aku sungguh menyanyangi mereka berdua, entah mengapa saat ini aku begitu merindukan mereka berdua," dia mengusap air matanya lalu menatap Mr Arashavin dan Mrs Park Ae-Ri secara bergantian, dia kembali tertunduk dan merenungkan sesuatu sambil menenangkan perasaanya hingga normal kembali.


"Tapi itulah kenyataanya, kamu harus menerimanya," kata Mrs Park Ae-Ri sambil memandang wajah King


"Itu masih belum seberapa, kamu akan senakin terkejut hebat jika kamu mengetahui siapa orang tua kandungmu, aku sudah menyelidiki seluruh tentangmu, dan aku juga terkejut dengan apa yang di temukan oleh anak buahku," kata Mr Arshavin sambil menatap kembali King.


"Siapa orang tua kandungku,!?" dia kembali menatap serius lalu melanjutkan perkataannya."tujuanku ke Negara ini hanya untuk mengetahui hal itu,!" dia menatap Mr Arashavin dan Mrs Park Ae-Ri secara bergantian.

__ADS_1


"Permasalahan ini di mulai dari Rs Thunder sekitar 22 tahun yang lalu. Pada saat itu, Mr Sudirmam berniat ingin mecari sebuah kunci manuskripsi kuno berupa gambar di tubuh seorang anak, dia mengira bahwa tanda itu ada pada anak lelaki tapi ternyata tanda itu ada pada anak perempuan, waktu itu terjadi adu tembak hebat di dalam rumah sakit, pada saat itu Ernest membawa putraku, dia lalu menyerahkannya kepada Dokter Yunus, awalnya aku kira putraku telah tewas, kami sangat tertekan pada waktu itu, dan aku rasa kamu sudah memahami sebagian besar kisahnya," dia menatap King


"Apaaaaaa.... Jadi selama ini kalian adalah orang tua kandungku," king sangat terkejut hebat, dia lalu melanjutkan perkataanya."Aku kira selama ini kalian berdua membuangku," dia berdiri dari kursi, di berjalan menghampiri Mr Arashavin yang sedang ikut berdiri bersama istrinya, dia memeluk Mr Arashavin, dia menangis, dia melanjutkan perkataanya."Ayah," dia memeluk erat Ayah kandungnya,


"Putraku,!" kata Mr Arsavin sambil menepuk pundak King


King melepas pelukanya, dia memalingkan wajahnya ke arah Mrs Park Ae-Ri, dia melepas pelukanya lalu menujuh ke arah Ibu kandungnya, dia memeluknya lalu berkata."Ibu."


"Putraku, selamat datang di rumah,!" Mrs Park Ae-Ri meneteskan air mata bahagia, dia meneluk putanya sangat erat.


"Untuk saat ini, sebaiknya kamu mendengarkan apa yang kami katakan, karena ini masalah serius," kata Mr Arshavin sambil menoleh ke arah King.


King lalu menjawab :"Baiklah, aku akan mendengarkan sampai selesai," dia lalu melepaskan pelukanya secara berlahan, begitupum yang di lakukan ibunya.


"Mrs Dwi ada di Negara ini, mungkin saat ini dia telah berada di London, dia adalah orang yang aku pekerjakan untuk sebuah misi. Di sisi lain, kebetulan dia menjalankan misi pribadi," kata Mr Arshavin.


"Apa misi pribadinya,!?"


"Dia akan membunuh Mr Sudirman Sinaga, mereka telah berselingkuh selama 15 tahun, dia menuntut untuk di jadikan Nyonya Sudirman akan tetapi Mr Sudirman tak perna ingin menceraikan Mr Erlita, dia sangat sakit hati saat ini karena dia sangat mencintai Mr Sudirman, kamu harus menghentikanya sebelum terlambat. Jika tidak, maka aku akan ikut terseret dalam kasus yang besar."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Ada pun mengenai Pak Harto dan Ibu Dwi telah di bahas sebelumnya...


...Di...


...EPISODE 118 ...


...Ada pun tanda-tanda bahwa Rian ( King ) adalah putra Mr Ivan Pentrov Arshavin salah satunya terdapat...


...Di...


...EPISODE 89 ...


...Ada pun masalah perselingkuhan Ibu Dwi berada...


...Di...


...EPISODE 48 ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2