LUKA DALAM BAHAGIA

LUKA DALAM BAHAGIA
Awas Serangga


__ADS_3

Setelah menemukan gaun yang cocok dipakai, Ayuna segera berdandan senatural mungkin.


Ayuna tersenyum sambil memandangi perutnya yang mulai membuncit.


" Gibran, Mami akan sangat senang jika yang kau katakan itu benar. Bahwa kau akan terlahir kembali menjadi anak mami dan papi." Ucap Ayuna sambil mengelus perutnya yang buncit.


Tok


Tok


Tok


" Sayang?, kau didalam?" Teriak Bagas.


Tok


Tok


Tok


" Ya Tuhan. Lihatlah kelakuan papi mau itu, dia bahkan tidak membiarkan Mami untuk berbicara denganmu sedetik saja."


" Sayang..., Ayuna..." Teriak Bagas lagi.


" Iya iya, aku datang."


Ceklek...


Ayuna membuka pintu, Dia juga masih mendengar omelan Bagas.


" Kenapa lam...a sekali." Ucap Bagas terkejut saat melihat penampilan ayeuna yang jauh lebih cantik dan terlihat lebih fresh.


" Sayang.., kau sangat cantik." Ucap Bagas sambil mulai memegang pipi Ayuna.


Dan seperti biasa saat Bagas akan mencium Ayuna gangguan datang.


" Ehem hem.."


Bagas dan Ayuna menoleh dan tersipu malu. Bagaimana tidak yang ada di sana adalah Papa Bagas.


" Kalian ini seperti pasangan bucin baru lahir aja. Sudah ayo sana, ehem ehem nya lanjut di kamar saja nanti kalau udah tengah malam." Ucap Papa sambil mengedipkan mata nya.


Wajah Ayuna memerah karena malu.


" Emm, sebaiknya kita bergabung dengan yang lain." Ucap Bagas menyingkirkan rasa gugupnya.


Ah, yang benar saja. Aku gugup?, didepan istri ku sendiri?. Aku pasti sudah gila. Batin Bagas.


Bagas lalu menarik tangan Ayuna, dan mulai berjalan. Namun Bagas merasa Ayuna justru menarik tangan nya.


Bagas menoleh dan benar saja Ayuna sedang menarik tangannya untuk berhenti melangkah.


" Ayuna pestanya aja di lantai bawah." Ucap Bagas ambil menunjuk ke arah bawah.


" Aku tahu, hanya saja..."


Ayuna mendekati Bagas, semakin dekat, semakin dekat hingga Bagas mundur dan bersandar pada dinding.


" Ap..apa yang akan kau lakukan?" Tanya Bagas.


Bukannya menjawab Ayuna justru semakin mendekat ke arah Bagas.


Oh astaga. Aku gugup. Ya benar benar gugup. Batin Bagas.


" Sa...yang.., kau membuatku berkeringat dingin." Lirih Bagas.


" Kenapa kau harus berkeringat, kita tidak sedang bermain panas bukan?" Goda Ayuna.


Ayuna menyentuh pipi Bagas kemudian turun hingga menyentuh dadanya.


" Ayuna, sungguh kau membuatku berkeringat."


" Haha.."


Ayuna tidak tahan lagi untuk tertawa.

__ADS_1


Cup


Ayuna mencium pipi Bagas, dan berbisik,


" I love you.."


Setelah mengatakan itu Ayuna segera berlalu meninggalkan Bagas.


Sedangkan Bagas, justru tersipu malu sambil memegangi bekas ciuman Ayuna di pipinya.


" Heh anak luknut, kenapa masih ada disini?" Ketus Mama Bagas.


" Mama, kenapa Mama selalu menganggu kesenangan ku?" Ketus Bagas.


" Ihhh, dasar anak kecebong." Ucap Mama sambil menjewer telinga Bagas.


" Masih mau melawan."


" Ah ah ah, tidak tidak. Ampun." Ucap Bagas sambil memegangi telinganya yang masih dijewer oleh sang mama.


" Sekarang pergilah ke bawah dan temani istrimu."


" Ah ah, iya iya."


" Ya udah sana. Kenapa masih diem disini?*


" Gimana Bagas mau pergi kalau mama masih menjewer telinga Bagas."


" Oh iya, mama lupa." Kekeh Mama.


Bagas mendengus kesal sebelum akhirnya pergi menyusul Ayuna.


Malam itu, Ayuna berbaur bersama sanak saudara dari keluarga Bagas.


" Bagas.." Sapa seorang wanita berparas cantik yang datang dan langsung memeluk Bagas.


" Aku merindukanmu..." Ucap nya dalam pelukan Bagas. Sedangkan Bagas menadahkan tangan tanda tidak tahu, saat Ayuna melihat Bagas yang seolah bertanya siapa dia.


" Awas, dia adalah serangga berbulu kucing." Bisik Mesya.


" Oh, benarkah?. Darimana kau tahu?" Tanya Ayuna.


" Apa dia tidak tahu jika Bagas sudah memiliki istri sekarang?" Tanya Ayuna.


" Seperti nya tidak. Buktinya dia masih saja bermain di pelukan kak Bagas." Ucap Mesya.


" Ayo kita bermain dengan si serangga."


" Ha?" Mesya menatap Ayuna dengan tatapan sedikit aneh.


" Itu kak Ayuna kan?" Lirihnya sambil mengikuti langkah Ayuna.


" Bagas, aku merindukanmu." Ucap wanita yang bergelantungan manja pada Bagas, walaupun Bagas udah berusaha melepas pelukan wanita yang bernama Tara.


" Tara, lepaskan aku apa kau sudah gila." Ketus Bagas.


" Ya, aku sudah gila dan kau pun tahu itu, bahwa aku gila karena dirimu."


" Tara, aku sudah menikah.


Tara menatap Bagas.


Byur...


" Ups maaf, Aku sengaja menjatuhkannya kepadamu." Ucap Ayuna.


Mesya menatap tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihatnya.


" Wow, kakak ipar sangat keren." Lirih nya.


" Kau, apa yang kau lakukan kepadaku kenapa kau sangat berani menyiram air kepadaku."


" Kau sendiri bagaimana kenapa kau sangat berani memeluk suami orang?"


Tara menatap tajam Ayuna.

__ADS_1


" Kenapa kau menatapku begitu kau mau matamu kucongkel?" Ucap Ayuna.


Tara mendengus kesal lalu pergi meninggalkan pesta.


" Sayang, tindakan mu tadi sungguh luar biasa. Apa kau lihat tadi muka Tara terlihat sangat marah."


" Kenapa kau diam saja saat dia memeluk mu begitu, apa kau lupa bahwa aku adalah pemilik dirimu yang sesungguhnya, dan satu satunya?" Ayuna menatap Bagas.


" Aku tidak tega."


" Kenapa?" Ayuna mengkerutkan dahinya.


" Apa karena dia adalah anak dari pamanmu?" Imbuh Ayuna


" Tidak."


" Lalu?"


" Dia bilang alergi terhadap kemarahan seseorang. Hati nya akan sakit saat seseorang membentaknya."


" Dan kau percaya?"


" Ya, karena pernah sekali aku membentaknya di kantor, karena dia hampir saja memperkosa ku."


" Ha?, wanita memperkosa pria?, emang ada ya?"


" Ada lah. Buktinya aku, nyaris menjadi korban pemerkosaan.'


" Pffft..."


" Aku serius."


" Oke oke, jadi ceritakan apa yang terjadi setelah kau membentaknya?, apa dia menjadi kejang kejang?, sesak nafas?"


" Ya."


" Haha, ah, tunggu apa?" Ucap Ayuna menatap Bagas dengan tatapan tidak percaya.


" Dia mengalami kejang, sampai di bawah ke rumah sakit." Ucap Bagas.


" Hmm, begitu ya.."


Lalu Ayuna melihat Tara turun dari tangga, dia terlihat sudah berganti pakaian.


Wah wah wah, serangga nya sudah berganti kostum. Tunggu, pakaian apa yang dia kenakan?. Pakaian kurang bahan. Batin Ayuna.


Ayuna terus melihat Tara yang sengaja memakai pakaian mini dress, serta memperlihatkan dengan jelas setiap lekuk tubuhnya.


" Kau lihat apa?" Tanya Bagas, dan saat Bagas akan menoleh ke belakang. Ayuna segera memegang kepalanya.


" Eh eh, jangan lihat. Ada serangga." Ucap Ayuna.


" Mana ada serangga ikut merayakan malam natal." Ketus Bagas.


" Ada, serangga berbadan manusia?"


" Ha?, jangan ngawur ah. Memangnya ini jaman purba. Mana ada serangga berbadan manusia."


" Ada kok, disini bukti nya. Serangga itu masuk melalui pintu ajaib nya Doraemon. Dan, oh astaga, serangga itu menuju kemari, ayo sebaiknya kita pergi." Ucap Ayuna sambil menarik tangan Bagas untuk berjalan mengikutinya.


" Tapi, aku belum tahu wujud dan rupa serangga berbadan manusia itu. Apa dia cantik?"


" Tidak, dia adalah si buruk rupa. Tidak elok dipandang, nanti mata mu menjadi terbakar, huaaa huaaa." Ucap Ayuna dengan gaya moster kejahatan, sambil terus menarik tangan Bagas.


" Sial. Apa benar wanita tadi adalah istri Bagas?. Tapi Bagas kan milikku seorang. Dan kemana wanita tadi membawa nya?" Ucap Tara sambil mencari keberadaan Ayuna dan Bagas.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa...


...like...

__ADS_1


...Komen...


...vote...


__ADS_2