LUKA DALAM BAHAGIA

LUKA DALAM BAHAGIA
Anjas VS Bagas


__ADS_3

Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan Anjas langsung berlari menuju mobilnya dan segera mengejar taksi yang ditumpangi oleh ayuna.


" aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. Hati ayuna sedang goyang, Aku harus bisa mendapatkan hatinya kembali ayuna harus jadi milikku hanya milikku. Aku tidak akan membiarkan dia menjadi milik Bagas." Guman anjas.


Anjas melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.


Sedangkan bagas juga berkendara dengan kecepatan tinggi menuju rumah kontrakan ayuna. Tidak!!. bagas tidak lagi berkendara tapi bagas sudah sampai di rumah kontrakan ayuna.


" kira-kira ke mana perginya ayuna dan Gibran. ini sudah lebih dari 1 jam sejak mereka meninggalkan apartemen ku." Ucap Bagas sambil melihat ke arah jam tangan.


Tak lama kemudian sebuah taksi berhenti tepat di depan rumah ayuna.


" itu pasti mereka." guman Bagas


Dan benar saja ayuna dan gibran turun dari mobil.


" terima kasih ya pak."


Ayuna memberikan sejumlah uang sesuai tarif kepada sopir, lalu turun dari mobil.


Begitu turun dia terkejut saat melihat mobil Bagas sudah terparkir di depan rumah kontrakannya.


" Mami mami itu bukan nya papi?"


Gibran menunjuk kearah pria yang sedang duduk di kursi depan pintu rumah ayuna.


" Eh ya. Ternyata papi ada di sini." Ucap Ayuna pura-pura terkejut melihat Bagas.


Saat ayuna hendak masuk ke dalam gerbang rumahnya, Anjas menarik tangannya.


" Anjas mau apalagi kamu?."ketus ayuna


" Ayuna, Tolong dengarkan aku dulu. Bagas tidak baik untukmu dia bukan pria baik-baik. Dia sama brengsek nya dengan..."


" Denganmu.."


Ayuna langsung memotong kata kata anjas.


Anjas terdiam. Ayuna menatap tangan Anjas yang masih memegang erat tangannya.


" Maaf."


Anjas segera melepaskan tangannya dari tangan ayuna.


" Ayuna aku mohon percaya lah padaku Bagas tidak baik untukmu."


Bagas yang sedari tadi hanya diam kini mulai geram melihat Anjas yang terus saja memojokkan dirinya di hadapan ayuna. Dia segera mendatangi mereka.


" Hai bung. Apa maksudmu bicara seperti itu pada ayuna tentang diriku?" Ucap bagas.


" Aku bicara fakta bung."


" Apa maksudmu, mengatakan jika aku tidak baik untuk ayuna?" Hardik bagas.


" Kamu memang tidak pantas untuk ayuna, kau membawa perempuan lain menginap bersamamu di dalam apartemen, sedangkan Kau adalah tunangan dari ayuna."


Bagas menatap ayuna, tidak mungkin ayuna mengatakan Apa yang dia lihat, kepada Anjas. dia tahu siapa ayuna. Ayuna tidak pernah bercerita kecuali kepada orang terdekatnya.

__ADS_1


Lalu pandangan Bagas beralih pada Gibran. Ya pastilah putra ayuna yang memberitahu Anjas.


" Apa bukan laki-laki brengsek namanya, jika tidur dengan wanita lain sedangkan dia sudah mempunyai tunangan." Ucap anjas lagi


Anjas terus saja memojokkan Bagas.


ini adalah kesempatan bagus untuk menjatuhkan citra Bagas di mata ayuna. Batin anjas


Anjas tersenyum smirk.


" lalu kau pikir dirimu yang lebih baik dan lebih pantas bersanding dengan ayuna." Balas bagas.


" tentu saja aku lebih pantas aku yang sudah mengenal sifat ayuna. jadi aku tahu bagaimana cara membahagiakannya." Kata anjas dengan penuh kesombongan.


Bagas tertawa mengejek.


" lebih pantas katamu?. kau saja tidak bisa mempertahankan rumah tangga kalian hanya gara-gara kalian berbeda kasta. dan sekarang kau mengatakan kau lebih baik dari aku, Jangan mimpi Kau bung."


Mereka terus saja berdebat tentang siapa yang lebih baik mendampingi ayuna.


Ayuna mulai kesal dia mulai muak dengan perdebatan dari kedua lelaki itu.


" Pulanglah kau Anjas. urus aja keluargamu jangan ganggu ayuna lagi, dia sudah bukan siapa-siapa bagimu." Tegas bagas.


" Aku tidak akan pergi sebelum ayuna sendiri yang menyuruhku pergi, memangnya kau siapa berani menyuruh nyuruh ku untuk pergi." Ketus anjas.


" Dengar aku adalah calon suami dari ayuna."


" masih calon suami aja belagu."


" Daripada kau. Kau adalah mantan suaminya, mantan yang sudah tidak diharapkan lagi kehadirannya dalam hidup ayuna."


" Kenapa kau tidak terima memang benar kan kau sudah tidak diharapkan lagi kehadirannya. urus saja istrimu dan keluargamu itu jangan ganggu ayuna lagi."


" Dengar setelah aku menceraikan istri ku. Jangan harap kau dapat menikahi ayuna. Ayuna hanya milikku, dan hanya aku yang boleh memilikinya."


" Kau sombong sekali bung, udah punya istri masih juga mengharapkan ayuna."


" SUDAH CUKUP KALIAN BERDUA SEKARANG PERGI DARI RUMAHKU." Teriak ayuna.


Bagas dan Anjas langsung menatap ayuna.


" Ayuna, beri aku waktu untuk menjelaskan kau sudah salah paham." kata Bagas.


" Tidak. Jangan dengarkan dia, dia hanya membual."


" CUKUP KALIAN BERDUA HENTIKAN. SEKARANG AKU MINTA KALIAN BERDUA PERGI DARI RUMAHKU."


Setelah itu ayuna membawa gibran masuk ke dalam rumah. Ayuna mengunci pintu pagar dan langsung masuk ke dalam rumah tanpa menoleh kebelakang lagi.


" ini semua gara-gara kau." hardik Anjas.


" Kenapa harus aku?, kau yang harus disalahkan. kau mencari kesempatan untuk menjatuhkan ku di mata ayuna bukan?"


Anjas kebingungan Bagaimana Bagas bisa tahu niatnya itu.


" Dengar. Aku tidak akan membiarkanmu menghasut ayuna demi kepentingan mu sendiri. Aku pastikan ayuna tetap memilihku tidak dirimu. Ayuna akan menjadi milikku. camkan itu."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu bagas langsung masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari sana.


" Argh..."


Anjas mengacak-ngacak rambutnya dia frustrasi rivalnya terlalu kuat. Dalam hal ini, Bagas memang satu langkah di depannya. Sedangkan Anjas, dia masih jauh berada di belakang Bagas. seandainya saja dia tidak tidur dengan selin, mungkin aja sudah menceraikannya demi merebut hati ayuna.


" Mami kenapa ayah dan papi bertengkar?"


" Mereka tidak bertengkar sayang mereka sedang eeemmm, apa ya??. Mereka sedang bicara bahasa orang dewasa, Gibran akan mengerti itu jika Gibran sudah dewasa kelak."


" Dan kenapa tadi mami berteriak?"


" Mami tidak berteriak mami hanya bicara keras agar mereka berdua berhenti membicarakan kan obrolan dewasa karena ada dirimu."


Ayuna tersenyum kepada Gibran.


" Ayo lebih baik kita istirahat. nanti malam kita menginap di rumah Tante Sisil Gibran mau?"


" Mau mami sudah lama kita tidak pernah ke sana.."


" Ya sudah nanti mami telepon tante Sisil ya, dan mengatakan jika kita akan menginap di sana."


" Hore..."


" Sudah cepat sana cuci kaki cuci muka dan lekas istirahat, oke."


" Baik mami."


Ayuna lalu mengambil ponselnya, menghubungi Sisil. Dan mengatakan Jika dia akan menginap beberapa hari di rumah Sisil.


" Benarkah??. Aku sangat berterima kasih padamu, nanti malam, Andi akan berangkat keluar kota jadi kebetulan sekali kau akan menginap di sini jadi aku akan ada teman. Jadi aku tidak perlu tinggal di rumah mertua untuk sementara waktu." Ucap Sisil saat ayuna mengatakan bahwa dia dan gibran akan menginap selama beberapa hari disana.


" Dasar kau ini., Ya sudah nanti aku akan datang mungkin setelah Gibran tidur siang."


" Tidak tidak tidak biarkan aku yang menjemputmu oke dan jangan menolak titik."


" baiklah baiklah Aku mengalah.."


" Oke sampai jumpa nanti, bye... "


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...jangan lupa...


...like...


...comment...


...vote...


...hadiah...

__ADS_1


...ketemu lagi besok sayonara...


__ADS_2