
" Mami tumben tapi belum datang?" Tanya Gibran saat mereka tengah membuat sarapan.
" Entahlah mami tidak tahu sayang."
" Biasanya papi selalu datang bahkan sebelum kita memasak." ucap Gibran cemberut.
" Mungkin karena hari ini weekend sayang. Gibran kan libur sekolah jadi mungkin papa tidak akan mampir untuk sarapan."
" Tapi walaupun weekend, papi selalu datang untuk sarapan bukan. lalu papi akan mengajak Gibran berkeliling."
" Sayang jangan sedih, papi pasti sebentar lagi sampai mungkin papi sedang ada urusan atau terkena macet."
Gibran terdiam, ayuna tau jika Gibran bersedih. lalu muncullah suatu ide di kepala ayuna.
" Bagaimana kalau kita datang ke apartemen papi kita kejutkan papi, gibran mau?"
" Gibran mau Gibran mau." Ucap Gibran dengan mata berbinar-binar.
Ayuna tersenyum..
" Kalau begitu ayo cepat kita selesaikan masakan kita, lalu kita bersiap dan segera menuju apartemen papi."
Setelah cukup lama akhirnya masakan yang mereka masak selesai. Gibran langsung berlari ke kamar untuk bersiap-siap. Setelah memasukkan makanan ke dalam wadah ayuna berganti pakaian dan juga bersiap.
" Ayo mami Kita berangkat." Ucap Gibran yang sudah tidak sabar.
" Sebentar sayang kita menunggu taksi."
Tin
Tin
Tin
Tak lama kemudian suara klakson dari taksi yang dipesan ayuna pun tiba.
" Itu dia taksinya Ayo kita berangkat." ucap ayuna.
" Ayo." Ucap gibran penuh semangat.
Setelah memberitahukan alamat yang dituju kepada sopir, taksi itu pun segera berangkat menuju apartemen Bagas.
Sementara itu di apartemen Bagas, Nina mencoba masuk ke dalam kamar Bagas.
" Semoga saja passwordnya masih sama, tanggal lahirku."
Nina mulai memasukkan tanggal lahirnya kedalam kode untuk membuka pintu kamar Bagas.
Kode diterima..
" Sudah kuduga, Bagas belum menggantinya. Itu artinya Bagas masih mencintaiku sama seperti dulu.
Nina kemudian langsung masuk ke dalam kamar Bagas. Dan melihat ruangan Bagas rapi seperti biasanya.
Nina mulai mencari-cari di mana Bagas.
Ceklek..
Nina membuka pintu kamar Bagas dan melihat Bagas sedang tidur..
" Sebaiknya aku masak untuk mengejutkannya..,"
Nina menutup pintu dengan hati-hati, lalu berjalan menuju dapur dan melihat apa ada bahan makanan di sana.
Nina membuka kulkas dan hanya menemukan telur, daging serta roti.
" Sebaiknya aku buat sandwich roti dan telur orak-arik saja." Guman Nina.
lalu nina mulai berkutat di dapur membuat telur orak-arik dan sandwich roti isi daging.
Setelah, selesai Nina menatanya di atas meja tak lupa dia juga membuatkan minuman kesukaan Bagas di pagi hari, green tea hangat.
Bagas terbangun karena mencium aroma masakan yang sangat hikmat.
" Hmm, wangi nya sangat nikmat, mungkinkah ayuna datang ke sini." Guman bagas.
Ayuna memang sering datang kesini dan memasak untuk Bagas. Jadi Bagas berpikir aroma ini adalah aroma masakan yang di buat ayuna.
Sedangkan ayuna dan gibran, sudah sampai di apartemen, dan mulai berjalan menuju kamar Bagas.
__ADS_1
Bagas tidak tahu jika yang ada di dapurnya adalah nina bukan ayuna, jadi Bagas keluar dari kamarnya dengan menggunakan kaos dan celana pendek. Pakaian, yang biasa digunakan untuk tidur.
" Nina..."
Bagas terkejut saat mengetahui wanita yang ada di dapurnya adalah nina bukan ayuna.
" Kau kau ada disini?" Tanya bagas.
" iya dan aku juga memasak untukmu, aku juga membuatkan minuman kesukaan."
Bagas menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
" Duduklah Kenapa kau hanya berdiri di situ seperti melihat hantu saja."
Bagas masih berdiri mematung.
" Ayo duduk."
Nina mendorong tubuh Bagas hingga Bagas duduk di kursi meja makan. Lalu nina mulai meletakkan roti sandwich isi daging dan telur orak-arik ke dalam piring yang ada di depan Bagas.
Tak lupa juga Nina meletakkan green tea hangat kesukaan Bagas disamping piring bagas.
" Makanlah."
Bagas masih terdiam..
" Bagaimana kau bisa masuk kemari." Tanya Bagas
" Bisa masuk jika kau sudah mengganti password untuk masuk ke dalam kamar ini."
Bagas memejamkan mata, dia baru menyadari jika password kamar ini masih sama seperti dulu yaitu tanggal lahir nina.
" Bagas aku tahu kau masih mencintaiku. Asal kau tahu aku kembali ke negara ini, ke kota ini hanya untukmu."
Bagas terdiam, Nina adalah cinta pertama Bagas 7 tahun yang lalu. Namun cinta itu tidak pernah bersatu karena Nina memilih pergi ke negara xxx untuk mengejar mimpinya menjadi seorang wanita karir.
Nina berjanji akan membalas cinta Bagas setelah 2 tahun dia sukses menjadi wanita karir. hingga 5 tahun lamanya Bagas menunggu tapi Nina tidak kunjung kembali.
" Bagas..." Panggil nina.
" Ya?"
" Aku sudah kembali."
" Lalu?"
Nina memegang tangan bagas.
" Mari kita mulai kisah kita yang sempat tertunda." Pinta nina.
Bagas terdiam. Nina mendekati bagas.
Di saat bersamaan, ayuna dan gibran membuka pintu kamar bagas.
" Lo, kok tidak di kunci?" Guman ayuna.
" Kenapa mami?" Tanya gibran.
" Ah, tidak ada sayang. Hanya saja pintu nya tidak terkunci."
" Mungkin papi lupa mengunci nya." Ucap gibran.
" Ya, mungkin saja. Ayo kita masuk."
Perlahan ayuna dan gibran masuk. Ayuna menutup pintu dengan perlahan. Takut jika bagas akan tau, jika dirinya dan gibran ada disana.
Bukan kejutan nama nya jika bagas tau lebih awal jika ayuna dan gibran datang. Kira kira begitu yang ada di pikiran ayuna.
Ceklek...
Ayuna membuka perlahan pintu kamar Bagas.
" Papi tidak ada mam." Ucap gibran.
" Mungkin papi sudah bangun dan mandi." Bisik ayuna.
Ayuna lalu menutup kembali pintu kamar, dengan hati-hati.
" Lebih baik kita ke dapur dan menata makanan ini di meja. Begitu papi selesai mandi, kita akan sembunyi san mengejutkan nya. Bagaimana?" Bisik ayuna.
__ADS_1
" Ide mami sangat hebat. Ayo."
Gibran menarik ayuna berjalan menuju dapur.
Sedangkan di dapur. Nina berdiri dan memeluk bagas dari belakang.
" Aku tau kau masih sangat mencintaiku, bagas. Bukti nya sampai sekarang kau masih sendiri. Jadi, ayo. Kita mulai lagi kisah kita yang sempat tertunda. Aku mencintaimu bagas."
Prang....!!!!
Ayuna menjatuhkan kotak makan yang ia bawa.
Nina dan Bagas terkejut. Nina melepas pelukan nya pada bagas, dan mereka menoleh ke asal suara.
" Ayuna..." Pekik Bagas.
" Ma..maaf sepertinya aku salah kamar. Ayo sayang, kita pergi."
Setelah mengambil kembali kotak makan yang terjatuh. Ayuna segera menarik tangan gibran keluar dari apartemen bagas.
" Mami kita mau kemana?" Tanya gibran.
" Kita pulang sayang." Ucap ayuna yang berjalan cepat, dan segera masuk ke dalam lift. Menekan tombol, sebel bagas mengejar diri nya dan gibran.
" Bagas kau mau kemana?"
Nina memegang tangan bagas, saat Bagas akan mengejar ayuna dan gibran.
" Aku harus mengejarnya."
" Untuk apa?, bukan kah wanita tadi mengatakan jika diri nya salah masuk kamar. Aku tadi lupa mengunci pintu." Terang nina.
Bagas melepas kasar tangan nina, dan segera masuk ke dalam kamar. Berganti pakaian, dan mengejar ayuna serta gibran. Berharap mereka belum jauh.
" Bagas tunggu.., kamu mau kemana sih?"
" Aku harus mengejar masa depan ku."
Nina binggung.
" Bagas. Masa depan mu adalah aku. Dan aku sudah ada di hadapan mu sekarang."
" Kau salah besar, jika menganggap dirimu adalah masa depan untuk ku. Kau adalah masa lalu bagiku. Dan wanita tadi, adalah masa depan ku."
Setelah mengatakan itu, bagas segera pergi meninggalkan nina, dan berlari mengejar Ayuna dan gibran.
" Ayuna kamu di mana?. Semoga saja kau tidak salah paham. Ayuna...., aku harus segera mengejarnya." Guman bagas.
" Mami, apa kita pulang kita kan baru sampai di apartemen papi?" Celoteh gibran, saat mereka sedang menunggu taksi.
" Tidak sayang yang kita tidak seharusnya datang ke apartemen papi."
" Jadi kita mau kemana sekarang?. Gibran lapar mami."
" Bagaimana kalau kita ke taman. kita makan di taman Gibran mau kan?"
" Mau mami Gibran mau. tapi bagaimana dengan papi biasanya kan, kita selalu sarapan bertiga."
" Kali ini...."
Belum selesai ayuna menjawab pertanyaan Gibran, sebuah mobil hitam berdiri tepat di depan mereka.
Ayuna mengira, itu adalah mobil online yang dia pesan. namun saat kaca mobil terbuka, ayuna terkejut melihat siapa yang ada di dalam mobil.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa...
...like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
__ADS_1