
Tiga bulan sudah Gibran menjalani perawatan di rumah sakit itu,
" Papi kapan Gibran akan pulang?, Gibran sudah sangat bosan ada disini."
" Sabar ya Sayang, kita masih menunggu hasil pemeriksaan Gibran keluar. Dan semoga saja hasilnya bagus, sehingga Gibran dapat segera pulang ke rumah." Ucap bagas.
Tok
tok
tok
Ceklek
Dokter beserta beberapa perawat masuk ke ruangan Gibran, dengan membawa sebuah hasil lab milik Gibran.
Ayuna dan bagas mendekati dokter, sedangkan beberapa perawat yang ikut langsung menghampiri Gibran dan memeriksanya.
" Dokter bagaimana hasil pemeriksaan Gibran?"
" Saya bisa mengatakan ini dengan perasaan senang, karena menurut hasil pemeriksaan yang dilakukan selama beberapa hari. Kami tim dokter menyatakan bahwa Gibran terbebas dari penyakit ini."
" Benarkah??" Ucap ayuna.
" Ya. Setidaknya itulah yang tertera di atas kertas hasil pemeriksaan Gibran. Tapi kita tidak bisa memastikan 100% bahwa sel kanker itu sudah hilang. kami hanya bisa memastikan 90%."
" Apa ibu artinya penyakit itu bisa datang lagi?" Tanya Ayuna.
" Semoga saja tidak. Untuk memastikannya periksakan kembali Gibran setelah 6 bulan."
" Baik dokter." Ucap ayuna.
" Jadi kapan kiranya Gibran boleh pulang?, dia sudah merengek minta pulang.,"
" Mungkin dua atau tiga hari lagi."
" Baiklah terima kasih dokter Gibran pasti akan senang mendengar berita ini."
" Kami sudah memeriksa pasien dokter, dan pasien dalam keadaan sehat." Ucap perawat.
" Kalau begitu kami permisi." Ucap dokter.
" Ya, silakan dan sekali lagi terima kasih." Ucap ayuna.
Setelah kepergian ayuna, segera berjalan menuju Gibran dan menyampaikan kabar bahagia ini.
" Sayang, gibran sudah sembuh, dan kata dokter Gibran sudah boleh pulang."
" Hore..."
" Gibran senang?"
" Senang, tapi...."
" Tapi kenapa lagi bukankah keinginan Gibran akan terpenuhi." Tanya Bagas.
" Gibran senang akan pulang tapi Gibran juga sedih karena itu artinya Gibran akan berpisah dengan Bayu."
" Ah sayang, Jangan sedih kalian bisa bertemu lagi di lain waktu." Ucap ayuna.
" Ya papi janji akan membawa Gibran mengunjungi Bayu jika Gibran sudah merindukannya. Papi akan minta alamat rumah Bayu, jadi kita dengan mudah akan mengunjunginya suatu hari nanti." Ucap Bagas.
" Hore.. Terima kasih papi. Gibran menyayangi papi"
Gibran merentangkan kedua tangannya, bagas yang mengerti langsung memeluk gibran.
" Bagas, haruskah kita mengabari anjas tentang hal ini?"
" Tunggu saja jika anjas datang ke sini."
..
__ADS_1
Sementara itu, anjas yang baru saja mengajak selin jalan jalan ke mall, menjadi heran Karena perut selin lebih besar dari usia yang sebenarnya.
" Terima kasih ya sudah mengajakku jalan-jalan." Ucap selin, saat mereka dalam perjalanan menuju rumah.
" Ya sama sama. Ohya, selin boleh aku tanya sesuatu?"
" Tentu saja, apapun itu"
" Usia kandungan mu benar 3 bulan kan?"
" Tentu saja, kenapa?"
" Tidak aku hanya merasa perutmu lebih besar dari usia yang sebenarnya.."
Glek, selin menelan ludahnya. Selin terlihat panik dan segera mencari-cari alasan agar Anjas tidak curiga lagi.
" Sayang aku juga sudah tahu kenapa perutku besar atau mungkin saja baik kita kembar." Ucap selin.
" Tapi saat USG bayi nya hanya satu kan?" Ucap anjas.
" Ya siapa tahu hasil usg-nya salah."
" Hmm, ya. Mungkin saja. Dan semoga saja benar kembar, mama pasti akan senang mendapat cucu kembar."
Selin hanya tersenyum masam. Anjas mengelus perut selin, lalu mengelus pipi selin.
" Terima kasih Anjas, Terima kasih karena kau sudah mau membuka hati untukku."
" Sama sama, ini juga demi anak yang ada di dalam kandungan, demi buah hati kita berdua."
Selin menatap anjas sendu, Bagaimana jika anjas tahu bahwa ini adalah bayi dion, bukan miliknya.
" Ohya selin. Malam ini aku harus keluar kota lagi."
" Apa kau akan mengunjungi Gibran?" Tanya selin.
" Ya aku sudah 1 bulan tidak mengunjunginya. Aku ingin tahu bagaimana keadaan nya sekarang."
Malam hari nya, setelah memastikan mobil Anjas sudah pergi meninggalkan rumah, selin segera datang ke apartemen Dion.
Ting
Tong
Ting
Tong
Ceklek...
" Hai kesayanganku Kenapa kok lama tidak datang mengunjungiku?" Ucap dion yang selalu memeluk selin dan mencium perut buncit selin.
" Ayo kita masuk." Ajak dion.
Sesampainya di dalam dia langsung mendudukkan Celine dengan hati-hati.
" Dion.." Panggil selin.
" Ya sayang, ini minum lah dulu Aku sudah memberikan jus untukmu. Karena Aku tahu Kau pasti akan datang."
Dion memberikan sebotol jus kepada selin, dan selin meminumnya.
" Dion, anjas mulai curiga karena perutku sudah besar, padahal usianya baru 3 bulan."
" Lalu apa yang kau katakan pada nya?"
" Aku mengatakan mungkin saja bayinya kembar."
" Selin, sungguh pintar."
" Aku tahu tapi bagaimana jika ternyata bayinya hanya ada satu."
__ADS_1
" Ada 1 atau 2 aku tetap bahagia."
" Dion, dengarkan Aku. Usia kandunganku sekarang sudah memasuki bulan ke-6, itu artinya sekitar 3 bulan lagi aku akan melahirkan. Dan sejauh yang Anjas tahu usia kandunganku baru 3 bulan. Bagaimana jadinya jika 3 bulan lagi aku melahirkan?, bukankah itu akan mengundang kecurigaan Anjas?"
Dion mendekati selin lagi, kali ini Dia memegang kedua pipi selin dan menatapnya.
" Anjas tidak akan mencurigai, karena dia sedang fokus pada kesembuhan putranya. Aku yakin, selamat Gibran masih sakit, anjas tidak akan mencoba mencari tahu kebenarannya. Jadi kau tenanglah dan tidak usah pikirkan itu."
" Tapi bagaimana jika suatu saat aku akan melahirkan."
" Serahkan saja padaku, kau cukup fokus merawat janin yang ada di perut mu. Jangan terlalu stress memikirkan nyaa. Biarkan aku yang mencari cara, oke?"
Selin mengangguk, Dion mencium kening selin.
" Orang hamil tidak boleh stress, itu akan sangat berpengaruh kepada bayinya. Jadi, kau harus selalu dalam suasana hati yang bahagia. Dan aku tahu apa yang membuatmu bahagia." Bisik dion sambil tersenyum jahat.
Selin yang mengetahui itu, langsung meninggalkan semua pakaiannya dan berjalan menuju kamar.
Dion tersenyum penuh kebahagiaan, dia Lalu mengikuti selin sampai ke kamar.
Sementara itu, Anjas yang dalam perjalanan menuju bandara. Baru teringat sesuatu, jika dokumen yang akan dipresentasikan ya besok ikut terbawa ke dalam tasnya.
" Pak putar balik sekarang." Ucap anjas pada sopir.
" Ada apa tuan?" Tanya sopir.
" Aku lupa memberikan ini pada dion, ini adalah dokumen penting yang harus dion presentasikan besok. Jadi, kita putar balik dan menuju apartemen Dion sekarang."
" Baik."
Sopir langsung mencari jalan untuk putar balik, dan segera melajukan kendaraannya menuju apartemen Dion.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa...
...like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
( Bagas, papi gibran)
( Anjas, ayah kandung gibran)
(Selin, istri anjas)
( Dion, sekretaris Anjar sekaligus kekasih Celine)
( Sisil, teman sekaligus keluarga yang dimiliki ayuna satu-satunya dari panti asuhan yang sama).
__ADS_1