
Setelah selesai makan siang, Danu masuk ke dalam ruangan Bela untuk melihat apakah Bella sudah bisa melakukan pekerjaannya di hari pertama dia bekerja.
" Hmm, tidak kusangka kau sangat pandai. Padahal kau baru bekerja 1 hari di perusahaan ini loh."
" Ah, jangan memujiku begitu. Sekertaris memang pekerjaanku sejak dulu. Hanya saja, perusahaan tempatku bekerja dulu bangkrut jadi mau tidak mau aku harus mencari pekerjaan lain." Terang Bella.
" Ya sudah. Lanjutkan pekerjaan mu."
" Siap Tuan."
" Jangan panggil tuan panggil nama saja."
" Baik pak Danu."
" Eh, tidak usah pakai embel-embel pak, cukup Danu saja."
" Ya tidak bisa gitu dong, definisikan kamu adalah atasanku jadi aku harus menunjukkan rasa hormat kepadamu, dengan memanggilmu pak Danu."
Wanita ini cerdas juga, jika dia memanggilku Danu di kantor ini pastilah akan banyak karyawan yang menanyakan kenapa dia memanggil ku Danu. Karena tidak ada orang lain yang memanggil namaku selain Anjas. Batin Danu.
" Ya sudah lanjutkan kerjamu, aku akan keluar sekarang."
" Baik pak."
Danu lalu keluar dari ruangan Bella. Dan masuk ke dalam ruangan Anjas.
" Hei, tumben kau masih ada di kantor biasanya kau selalu pulang setelah jam makan siang." Tanya Danu yang heran karena mendapati Anjas masih ada di dalam ruangannya.
" Mulai sekarang dan seterusnya aku akan selalu berada di kantor."
" Cie elah, kena angin ribut apa nih tiba-tiba ..."
Sring..
Anjas langsung melemparkan tatapan mematikan kepada Danu.
" Ah maksudku baguslah kau ada disini jadi jika siapapun membutuhkan tanda tangan aku tidak perlu menunggu hari esok." Ucap Danu.
" Sudah pergi sana. Lagipula kau sedang apa masuk ke dalam ruangan ku?"
" Tentu saja aku ingin menanyakan alasan kenapa kau langsung menerima Bella dalam satu kali pertemuan. Biasanya kau akan menyeleksi seseorang yang akan menjadi sekretaris mu hingga tingkatan dewa."
" Aku hanya melihat Bella adalah wanita yang benar benar bertanggung jawab. Seperti nya Dia adalah wanita mandiri dan juga teguh pada pendiriannya."
" Kau yakin hanya karena alasan itu?"
" Tentu saja, memangnya alasan apa lagi?"
" Siapa tahu kau tertarik padanya jadi kau langsung menerimanya menjadi sekretaris mu."
" Heh jaga bicaramu, Aku ini masih atasanmu tauk. Mau gajimu kepotong?"
" Iya iya, maaf. Gitu aja sensitif lagi datang bulan ya."
__ADS_1
" Jika kau kemari hanya untuk menanyakan itu, lebih baik kau pergi bukankah kau sudah mendapatkan jawabannya."
" Hmm satu lagi." Ucap Danu dengan jari telunjuk yang terangkat.
" Apa?"
" Apa kau benar-benar tidak tertarik kepada Bella?"
" Memangnya kenapa?"
" Katakan saja."
" Tidak."
" Yakin?"
" Ya."
" Yes.."
" Kau ini kenapa?"
" Tidak apa apa." Ucap Danu kemudian berbalik hendak keluar dari ruangan Anjas.
" Hei, katakan kenapa?"
" Aku hanya ingin memastikan jika dirimu benda-benda tidak tertarik kepada Bella. Jadi,"
" Jadi??" Anjas sudah tidak sabar menunggu jawaban dari Danu.
Ya Tuhan. Ini, ini tidak boleh terjadi. Aku tidak boleh membiarkan Danu mendekati Bella, apalagi melamarnya. Tapi aku harus apa? bodohnya aku yang mengatakan jika aku tidak tertarik kepada Bella. Ehh, bukankah memang aku tidak tertarik kepada Bela ya?, Tapi kenapa aku jadi gelisah seperti ini. Kenapa aku takut jika Danu benda-benda melamar Bella. Dan bagaimana jika nanti Bella menerimanya. Oh tidak tidak, ini tidak boleh terjadi. Bela harus menjadi milikku. Eh,...Batin Anjas.
...----------------...
Beberapa hari berlalu, tidak terasa Ayuna dan Bagas udah tinggal di apartemen itu selama sepekan penuh.
" Bagas..."
" Ya?"
" Bolehkah jika aku menyumbangkan semua pakaian dan barang-barang milik Gibran?"
Bagas meletakkan kembali gelas kopi yang baru saja diminumnya. Lalu memandang Ayuna yang berjalan dan duduk di sebelahnya.
" Kau serius?"
" Ya, aku sudah membersihkan beberapa barang milik Gibran, dan kau tahu semakin banyak aku dapat menemukan dan mengumpulkan barang-barang milik Gibran, hatiku merasa jauh lebih baik. Jadi aku pikir jika aku menyumbangkan semua pakaian dan barang-barang milik Gibran, aku akan lebih bisa menerima kenyataan bahwa Gibran sudah pergi."
Bagas tersenyum dan memeluk Ayuna.
" Kemari lah. Aku akan menunjukkan sesuatu kepadamu." Ucap Ayuna.
Ayuna lalu menarik tangan Bagas dan Bagas mengikutinya hingga mereka masuk ke dalam kamar Gibran.
__ADS_1
" Lihatlah.."
Ayuna menunjukkan sebuah gambar yang ada di buku gambar milik Gibran.
Bagas melihat nya dengan seksama. Ada gambar seorang wanita dan pria sedang menggendong bayi serta seorang anak kecil yang berada ditengah tengah pria dan wanita yang menggendong bayi tadi.
" Siapa yang menggambar lukisan ini?" Tanya Bagas.
" Gibran."
" Gibran?, benarkah?. Gambar nya sangat bagus."
" Lihatlah dibalik gambar itu." Ucap Ayuna.
Bagas lalu membalik kertas itu dan mendapati sebuah tulisan di belakangnya.
' Mami, papi, Gibran dan dua adik kembar'
" Ini.." Ucap Bagas sambil menatap Ayuna.
" Ya. Gibran menggambar ini sewaktu dia menjalani pengobatan pertamanya. Dan kau tau, mungkin lewat gambar ini Gibran berdoa, dan doanya dikabulkan oleh Tuhan. Dia mendapatkan dua adik kembar yang dia inginkan. Tapi sayang dia tidak dapat melihat ataupun menjaganya setelah adik-adiknya lahir."
" Ayuna.."
" Aku tidak menangis Bagas, aku hanya terharu karena doa Gibran dikabulkan oleh Tuhan."
" Aku juga bersyukur karena Tuhan memberikan kita dua bayi, sebagai pengganti Gibran. Dua anak yang akan menutup kesedihan yang ada di hatimu. Dan membuatmu selalu tersenyum bahagia."
Ayuna tersenyum dan mencium bibir Bagas. Tidak bukan mencium tapi Ayuna ******* bibir Bagas.
" Sayang, jika cara memancungkan seperti ini maka kau akan membangunkan si junior." Ucap Bagas di tengah-tengah ciuman panas mereka.
" Ups Maaf.." Ucap Ayuna yang kemudian membersihkan bibir Bagas dengan tangannya.
Lalu saat Ayuna berbalik hendak pergi. Bagas memegang tangannya dan menariknya hingga Ayuna kembali jatuh dalam pelukannya. Diangkatnya dagu sang istri, perlahan namun pasti Bagas kembali menyatukan bibirnya di bibir Ayuna.
Ayuna memandang Bagas, sebelum akhirnya menutup mata. Menantikan penyatuan bibir mereka kembali.
Dan....
Kalian pasti tahu apa yang akan terjadi selanjutnya kepada pasangan suami-istri itu kan...
" Tahu gak?."
" Ya, tahu lah masak enggak ππ."
Ya udah, karena udah tahu jadi nggak usah ditulis ya silakan berkhayal dengan khayalan nya sendiri. Tapi ingat, jangan tinggi-tinggi ntar jatuh loh.
Ohya...
Author ucapkan...
...Selamat hari raya Nyepi bagi yang beragama Hindu......
__ADS_1
Selamat Tahun Baru Saka dan selamat melangsungkan Catur Brata Penyepian.
ππβΊοΈβΊοΈβ€οΈβ€οΈππβΊοΈβΊοΈ