
Dua hari kemudian, selin merasa perutnya sakit luar biasa.
" Astaga, tidak mungkin."
Selin terkejut karena ada sesuatu yang mengalir dari pangkal pahanya.
Selin segera mengambil telpon dan menghubungi dion.
" Halo Dion, Aku akan segera melahirkan."
" Apa. Tidak mungkin?, HPL mu saja masih 3 minggu lagi, dan rencana untuk operasi caesar masih 5 hari lagi."
"Aku serius, sekarang perutku terasa kram. Dan sepertinya air ketuban ku, argh...."
Selin merintih kesakitan.
" Selin, kau baik baik saja."
" Sangat sakit dion, ka..kau harus melakukan se..su..atu.."
Brak !!
Selin menyenggol vas bunga yang ada di kamar mandi, dan menjatuhkan ponsel nya karena tidak kuat menahan sakit akibat kontraksi.
" Mama..."
Selin akhirnya berteriak memanggil nama mamanya.
Tap
Tap
Tap
Mama selin berlari begitu mendengar suara teriakan Selin dan suara benda terjatuh.
Ceklek...
Mama selin langsung membuka kamar selin dan mencari-cari Selin.
" Selin, kamu dimana nak?"
" Selin di kamar mandi ma."
Tap
Tap
Tap
Ceklek
Mama selin membuka kamar mandi dan terkejut saat melihat selin terduduk dengan air ketuban yang sudah pecah.
" Astaga selin, sepertinya kamu mau melahirkan. Papa..Papa cepat kemari pa.." Teriak mama selin.
Papa yang datang, juga terkejut saat melihat selin kesakitan.
" Ma?, apa yang terjadi pada selin."
" Selin akan melahirkan pa?"Terang mama.
" Tapi, usia kandungan selin kan belum cukup umur?"
" Ish apa papa lupa, Selin hamil anak kembar jadi dia akan di operasi sesar sebelum waktunya. Sudah Ayo sebaiknya kita cepat membawa selin ke rumah sakit."
" Baiklah ayo."
Mama dan papa selin menggotong tubuh selin dan langsung membawa selin ke rumah sakit terdekat. Karena selin sudah tidak kuasa menahan sakit, jadi dia tidak tahu kemana orang tuanya akan membawanya.
Sementara itu, Dion mulai khawatir karena ponsel selin tidak dapat dihubungi . Dan saat dion tiba di rumah selin. Rumah itu kosong.
" Permisi pak, apa keluarga selin ada di rumah?, kenapa rumah ini terlihat sepi?" Tanya dion pada satpam.
" Mereka baru saja pergi, karena nona selin akan melahirkan."
" Kemana mereka membawa selin?"
__ADS_1
" Kurang tahu saya, mungkin nona selin akan dibawa ke rumah sakit Bintara, karena hanya rumah sakit itu yang paling dekat dari sini"
" Oh tidak." Lirih dion.
" Baik pak terima kasih."
Setelah mengatakan Terima kasih dia langsung masuk ke dalam mobilnya dan melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Dia tidak boleh membiarkan orang tua Selin membawa selin ke rumah sakit Bintara. Karena itu akan membuat rencana yang sudah disusun dengan rapi oleh Dion akan menjadi sia-sia.
Namun terlambat, secepat apapun dioj mengejar mobil itu. Mobil itu tidak terkejar. Karena mereka sudah tiba di rumah sakit Bintara.
" Mama, dion ma.." Lirih selin.
" Kenapa malah memanggil Dion harusnya kamu memanggil Anjas." Ucap mama.
" Dion yang tahu dokter yang biasa menangani aku."
" Sudah di sini juga ada dokter terbaik." Ucap mama.
" Tapi.."
Belum selesai selin bicara, beberapa perawat sudah memasukkan selin ke ruang bersalin.
Sementara itu, anjas mendapat kabar dari asistennya bahwa selin akan melahirkan dan sudah dibawa ke rumah sakit Bintara.
" Lebih cepat dari prediksi ku, sepertinya Tuhan sedang berada di pihakku. Buktinya dia tidak membiarkan rencana Dion berjalan dengan mulus." Ucap anjas, sesaat setelah dia menerima kabar dari sang asisten.
Ya. Anjas sudah tau perihal rencana Dion, tentang dirinya yang akan mengadopsi seorang bayi saat Selin melahirkan nanti. Atau tentang drama yang akan Dion buat jika dion tidak berhasil menemukan bayi yang lahirnya sama dengan bayi selin.
" Ergh..."
Selin mengejan.
" Ya Bu, bagus Teruskan.. Lagi.."
" Ergh..."
" Tarik nafas..."
" Huuft,, huuuu...."
" Ergh...."
" Oek oek oek.."
" Hah..." Selin bernafas lega.
" Selamat bu, bayi nya perempuan." Ucap sang dokter.
Dokter langsung meletakkan bayi di dada selin untuk melakukan IMD.
Setelah dokter selesai membersihkan Selin dan bayi nya. Dokter mempersilahkan orang tua selin untuk masuk.
" Dokter, apa anak saya tidak dioperasi?"
" Tidak bu, anak ibu melahirkan secara normal. Silahkan, bapak sudah bisa menjenguk Putri dan cucu."
Dengan perasaan bahagia, mereka masuk dan menemui selin.
" Mama., papa.." Sapa Selin.
Mama selin tersenyum dan langsung menggendong cucu pertamanya itu. Sedangkan papa mencari cari bayi yang satu lagi.
" Selin, di mana bayi yang satu lagi?, bukankah bayimu kembar? Kenapa hanya ada satu?"
" Emm, emmm."
Ceklek..
Belum selesai Selin berbicara, Anjas masuk.
" Dion yang akan menjelaskan Kenapa bayi selin hanya satu." Ucap anjas.
" Dion?, kenapa harus dion?" Tanya papa.
" Tunggu dion datang saja. Nanti papa juga akan tahu." Ucap anjas sambil duduk santai di kursi.
__ADS_1
Dan benar saja, tak lama kemudian, dion masuk.
Dan betapa terkejutnya dion saat melihat semua orang sudah ada di sana dengan mama selin yang menggendong bayi pertama mereka. Untuk sesaat dion terdiam.
" Dion, bagus kau datang ke sini. Sekarang jelaskan, Kenapa bayi selin hanya ada satu?. Anjas bilang kau yang akan menjelaskannya, sekarang jelaskan kepada kami."
Dion menatap anjas. Anjas hanya tersenyum, dengan posisi duduk nya.
" Dion jelaskan." Ketus papa selin.
" Anak dalam kandungan selin hanya ada satu, karena.... anak itu, adalah anak ku dan selin."
" Jangan ngawur kamu?. Ini adalah anak Anjas dengan selin." Ketus mama selin.
" Maafkan aku bibi, tapi bayi itu adalah bayi kami."
Plak !!!
" Uhhh.." Anjas bereaksi melihat dion ditampar oleh papa selin.
" Papa.." Teriak selin.
" Kurang ajar kamu, berani-beraninya kamu menodai selon hingga dia hamil."
" Saya tidak menodai Putri anda, kami melakukannya dengan dasar suka sama suka."
Plak !!!
Sekali lagi, papa selin menampar dion.
" Papa hentikan. Apa yang dikatakan dion benar, kami melakukannya atas dasar suka sama suka. Selin mencintai Dion pa."
" Diam kamu. Kamu itu adalah istri dari Anjas."
" Tidak lagi."
Anjas berdiri dan menyerahkan dokumen kepada papa selin. Papa selin membuka nya.
" Apa ini?, surat perceraian?. Jangan macam-macam kamu Anjas."
" Saya tidak macam macam. Hanya satu macam, yaitu membebaskan Selin dari pernikahan ini."
Anjas berbalik, saat hendak keluar dia berkata kepada dion.
" Aku juga sudah memberikan apa yang ingin kau dapatkan."
" Apa maksud mu?"
Anjas memberikan map terakhir yang dia bawa kepada dion.
" Bukankah itu yang kau harapkan selama ini?, memiliki perusahaan ku. Jadi, sekarang aku akan memberikan setengah nya kepadamu. Dan aku sudah mengatur semuanya. Dan mulai besok. kantor Itu bukan lagi kantor milik Jayanarka Grup. Kantor itu sudah tidak bernama. Silahkan kau mengatur nya sendiri."
Setelah mengatakan itu, anjas langsung keluar dengan perasaan lega, akhirnya dia bisa terlepas dari beban yang selama ini dia pikul.
...
Tiga hari setelah kejadian itu, anjas sudah resmi meninggalkan Indonesia, dia dan mama nya memilih menetap di Singapura.
" Ma, untuk sementara kita tinggal di Singapura sampai anjas bisa membeli sebuah rumah untuk kita." Ucap Anjas.
" Sayang, kita tinggal di sini saja tidak apa-apa. Ohya, jadi kapan kamu akan membawa mama menemui gibran?"
" Nanti ma, setelah anjas menyelesaikan urusan perpindahan kantor utama Jayanarka Grup."
" Baiklah nak. Segera selesaikan, agar mama bisa segera bertemu dengan cucu mama."
Anjas tersenyum dan mendekati ibunya.
" Anjas senang, akhirnya Mama mau menerima Gibran sebagai cucu mama."
Rini tersenyum dan memeluk putra semata wayangnya itu.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...