
" Mami.." Panggil gibran.
" Ya sayang?"
" Mami tidak kembali ke pesta?"
" Tidak sebelum gibran benar benar istirahat." Ucap ayuna yang muali tidur di samping gibran.
" Astaga, gaun ini benar benar sangat menyebalkan." Keluh ayuna.
" Hehe." Gibran terkekeh melihat tingkah ayuna yang kesal karena gaun pengantinnya.
" Sayang.."
" Ya mami?"
" Bagaimana perasaan gibran?, apa gibran bahagia? gibran sudah memiliki ayah yang akan selamanya tinggal bersama kita." Ucap ayuna sambil mengelus lembut rambut gibran.
" Gibran sangat bahagia mami, gibran bertemu ayah kandung gibran, dan gibran mempunyai papi seperti papi bagas, yang menyayangi gibran, terutama meyayangi mami, dan tidak membuat mami sedih lagi."
Cup
Ayuna mencium kening gibran.
" Mami bahagia, jika gibran juga bahagia. Sekarang kita sudah mempunyai keluarga yang utuh dan bahagia. Tidak akan ada lagi yang meperolok gibran dengan sebutan anak haram lagi."
" Dan tidak ada yang akan merendahkan mami lagi." Ucap gibran.
Hati ayuna tersentuh, airmata tak dapat ia tahan lagi. Gibran masih mengingat kejadian saat ayuna di cap sebagai pelacvr.
Dibalik pintu itu, bagas mendengar semuanya.
" Aku berjanji pada kalian, aku akan selalu memberikan kebahagiaan dan akan selalu melindungi dan menjaga kalian."
" Astaga gibran, mami lupa memberi kabar kepada oma sinta, bahwa mami sudah menikah."
" Ya ampun mami, mami ini bagaimana sih. Mami melupakan oma sinta yang sudah banyak membantu kita." Omel gibran.
" Iya, bagaimana mami bisa lupa ya.."
" Sejak bersama dengan papi, mami jadi pelupa"
Gibran lalu menceritakan kepikunan ayuna, mulai dari lupa menyiapkan pakaian, lupa meletakkan kunci rumah, lupa membawa ponsel, lupa memberi garam pada makanan, dan masih banyak lagi.
" Hehe, iya. Seperti nya papi membawa virus kepikunan, dan menularkan nya pada mami."
Ceklek
" Enak saja papi membawa virus kepikunan, mami kamu saja orang nya pelupa." Ucap bagas yang langsung masuk ke dalam begitu mendengar dirinya di katakan sebagai pembawa virus.
" Hehe, tapi memang iya. Sejak papi dekat dengan mami. Mami menjadi pelupa." Oceh gibran.
" Itu karena papi membawa virus cinta kepada mami, sehingga mami melupakan semuanya, san dan hanya mengingat papi."
" Gombal." Ucap ayuna.
" Kalian kenapa disini?" Tanya bagas
" Gibran merasa lelah, jadi aku mengantarkan nya kesini, agar dia bisa istirahat. Ayo sekarang pejamkan mata, mami ingin gibran tidur."
" Tapi..."
" Mami tidak akan pergi, sebelum gibran tidur, dan beristirahat."
" Papi juga." Ucap bagas yang langsung tidur disebelah kanan gibran.
Jadilah mereka tidur bertiga dalam satu ranjang, gibran berada ditengah.
__ADS_1
Gibran tersenyum.
" Gibran bahagia, akhirnya gibran bisa tidur bertiga dengan ayah dan ibu gibran."
Ayuna dan bagas saling berpandangan, lalu mereka bersama sama mencium pipi gibran.
" Tidurlah sayang." Bisik ayuna sambil mengelus lembut rambut gibran.
Gibran mulai memejamkan mata. Bagas memeluk erat gibran.
Hingga tak lama kemudian, ayuna mengecek apakah gibran sudah benar benar tidur atau tidak.
" Sepertinya dia sudah tidur." Ucap ayuna.
Bagas bangun, dan kini Bagas duduk ditepi ranjang, saat ayuna akan berdiri, bagas menarik nya, hingga ayuna jatuh dipangkuan bagas.
Ayuna mengalungkan tangannya ke leher bagas.
" I love you."
Ayuna menatap bagas.
" Aku tidak percaya, akhirnya kau mengatakan nya." Ucap bagas.
" Dan aku akan mengatakan nya selalu."
Ayuna mendekat kan wajahnya, lalu menabrakkan bibir nya pada bibir bagas.
Bagas menikmati momen itu, hingga suara ketukan pintu, memaksa mereka untuk mengakhiri sesi ciuman.
Ceklek..
Ayuna membuka pintu.
" Mesya."
" Kakak ipar kenapa ada disini?, mami dan papi mencari."
" Maafkan aku kakak ipar, tadi aku meninggalkan gibran untuk mengambil makanan."
Ayuna mengelus lembut bahu mesya.
" Bukan salahmu, sekarang gibran sudah tidur."
" Ya sudah, kalian kembali lah ke pesta, biar aku yang menjaga gibran. lagi pula aku tidak suka pesta." Ucap mesya.
" Baiklah. Terima masih mesya."
" Sama sama."
Bagas mengandeng tangan ayuna, dan mereka kembali ke pesta.
" Bagas, ayuna." Panggil mama
" Ada apa ma."
" Ini kado dari kami." Mama menyerahkan kotak kepada ayuna.
" Apa ini ma?" Tanya ayuna.
" Kenapa tidak membuka nya sendiri?"
Ayuna langsung membuka kotak, dan betapa terkejutnya dia, saat melihat yang ada di dalam nya adalah sebuah tiket honeymoon ke paris, Perancis."
Ayuna memandang mama dan papa bagas bergantian.
" Hadiah untuk pernikahan kalian."
__ADS_1
" Tapi ma, ayuna tidak bisa meninggalkan gibran. Kami tidak pernah berpisah sebelum nya."
" Mama dan papa tau, karena itu, mesya dan kembar akan ikut kalian untuk menjaga gibran."
" Yes, paris i'm coming." Teriak nasya.
" Hei, kau itu lebai." Ketus nisya.
" Biarin, yang penting bisa ke paris."
Ayuna menatap bagas, bagas mengangguk.
..
Setelah pesta berakhir, mereka langsung terbang menuju kota romantis, Paris, Perancis.
Karena rasa sakit yang menyiksa, gibran tetap terlelap hingga mereka tiba di hotel milik keluarga bagas.
" Biakan gibran tidak bersama kami kak," Ucap nisya.
" Benar, kakak dan kakak ipar hsrus membuatkan pesanan mama dan papa." Ucap nasya.
" Apa dia.." Imbuh Mesya
" CUCU YANG BANYAK, HAHAHA..." Ucap ketiga nya secara bersama.
Lalu ketiga nya segera masuk kedalam kamar, membersihkan diri, dan bersiap untuk tidur. Mesya memilih tidur sambil memeluk gibran. Sedangkan nisya dan nasya, tidur di ranjang yang berbeda.
Bagas mengendong ayuna menuju kamar pengantin, hingga saat mereka tiba, kamar itu di hias sedemikian rupa, ayuna jadi merasa bahwa ini kali pertama nya dia akan ber honeymoon.
" Bagaimana, apa kau menyukai hadiah dari mama dan papa?" Tanya bagas yang memeluk dan berbisik di telinga ayuna.
" Ya, aku sangat suka. Lalu mana hadia darimu?" Goda ayuna.
" Hadiah dariku akan sangat indah." Bisik bagas lagi.
Bagas mulai membuka resleting baju ayuna, yang ada di belakang.
" Beri aku waktu, untuk bersiap." Pinta ayuna.
" Baiklah. Aku akan berendam air hangat." Ucap bagas.
Mereka bersama masuk ke dalam kamar mandi, bagas memilih langsung menceburkan diri di bak mandi air hangat, sedangkan ayuna memilih bersiap di sisi kamar mandi yang berbeda.
Saat ayuna sudah selesai, dia melihat bagas berendam sambil memejamkan mata, ayuna berjalan melewati bagas.
Sesampainya di kamar, ayuna menatap dirinya yang memakai kimono.
Lalu, aroma terapi yang bagas pakai, menyeruak di hidung ayuna, ayuna memejamkan mata, mencoba menghirup aroma terapi yang menenangkan.
" Kau sudah siap menerima hadiah dari ku?" Bisik bagas.
Ayuna berbalik dan mengalungkan tangannya ke leher bagas.
" Ya, aku sudah siap."
Bagas mengendong tubuh ayuna, dan menjatuhkan nya ke atas tempat tidur.
Malam itu, bagas memberikan hadiah terindah kepada ayuna. Dan mereka melewati malam itu dengan perasaan bahagia.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa kasih jempol nya ya kak, biar makin semangat nulis βΊοΈπ
Kritik dan saran, silahkan tinggalkan di kolom komentar βΊοΈππ