LUKA DALAM BAHAGIA

LUKA DALAM BAHAGIA
Kunjungan Sisil


__ADS_3

" Ma, Kenapa Tidak bermalam di sini saja?" Tanya Bagas, saat orang tuanya akan pulang.


" Kau yakin ingin kami menginap di sini?" Ucap Papa.


Ayuna menatap Bagas. Bagas menggaruk tengkuknya. Mama menjadi bingung, lalu menyenggol lengan papa.


" Sudah ah pa, jangan menggoda mereka sebaiknya kita pulang saja." Ucap Mama yang langsung menarik lengan Papa.


Ayuna melambaikan tangan saat mobil Mama dan Papa sudah keluar meninggalkan rumah.


" Masuk yuk, udara disini sangat dingin." Ucap Bagas yang langsung merangkul Ayuna dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.


" Apa kau lapar?, lelah?. Kau mau aku buatkan makanan atau, aku memijati mu?" Tawar Bagas. Ayuna menatap heran Bagas.


" Apa?" Tanya Bagas yang mendapat tatapan tidak bisa dari Ayuna.


" Tidak ada, hanya saja aku merasa diri mu sedikit aneh."


" Aneh?, haha. Tidak kok, bukan nya aku sudah mengatakan jika aku akan menjadi suami siaga yang selalu membantu mu." Ucap Bagas sambil memberikan senyum termanis nya.


Ayuna menyipitkan matanya. Bagas berkeringat dingin, jangan sampai Ayuna menaruh curiga.


" Baiklah kalau begitu, aku ingin pelayanan SPA terbaik." Ucap Ayuna.


" Siap.."


Malam itu, setelah memastikan Kembar cukup mendapat ASI. Bagas segera memberikan pelayanan SPA terbaik kepada Ayuna. Tentu nya dengan bayaran yang pas juga.


...----------------...


Pagi harinya, sebelum berangkat ke kantor Bagas menyempatkan dirinya untuk memasak dan membantu Ayuna mengendong Kembar.


" Kau yakin tidak apa-apa aku tinggal sendirian?" Tanya Bagas.


" Tidak apa apa, lagipula sebentar lagi Sisil akan kemari."


" Benarkah?"


" Ya, Dia baru saja mengirimiku pesan dan mengatakan akan bermain kesini."


" Baguslah, jadi aku tidak khawatir jika aku akan meninggalkanmu."


Cup.


Bagas mencium kening Ayuna sebelum akhirnya dia pergi untuk ke kantor.


" Aku janji akan segera pulang begitu selesai meeting."


" Baiklah."


" Kau ingin ku belikan sesuatu?"


" Tentu, belikan aku buah-buahan, spaghetti atau burger juga boleh."


" Bye anak papi yang cantik dan ganteng."


Cup Cup


Bagas mencium Lia dan Lio yang berada di gendongan Ayuna.


" Bye Papi." Ucap Ayuna hidupkan suara khas anak kecil.


Bagas melambaikan tangan sebelum akhirnya mobilnya meninggalkan rumah. Di tengah perjalanan Bagas melihat mobil yang dikendarai oleh Sisil.


Tin


Bagas menyapa Sisil dengan menekan klakson mobil.


Sisil membuka kaca mobil dan tersenyum kearah Bagas.


Dan saat Ayuna baru saja meletakan kedua bayi kembar nya itu. Dia mendengar suara bel pintu.

__ADS_1


" Itu pasti Sisil."


Ayuna dengan cepat turun ke bawah dan membukakan pintu.


" Hai.."


Ayuna tersenyum saat mendapati Sisil datang bersama Angel.


" Waw, Angel sekarang terlihat lebih besar dan lebih cantik dari terakhir aku bertemu dengannya." Ucap Ayuna yang langsung mengambil Angel dari gendongan Sisil.


" Tentu saja, umunya sudah lebih dari satu tahun kan."


" Ah ya, kau benar. Waktu begitu cepat berlalu. Aku juga merasa seperti baru kemarin melahirkan si kembar, dan sekarang mereka sudah berumur 3 bulan."


" Ohya, aku membawa beberapa cemilan dan makanan untuk kita nikmati bersama. Aku juga membawa susu Almond. Ini membantu meningkatkan kualitas ASI. Andi sering membelikan nya untuk ku." Ucap Sisil yang meletakkan paper bag dimeja dapur.


Ayuna mendudukkan Angel di kursi khusus bayi, dan memberikan nya sepotong buah.


" Tidak perlu repot-repot dengan membawa segala macam. Kamu tahu, dengan kedatangan mu saja aku sudah merasa bahagia." Ucap Ayuna.


" Tidak apa, aku senang berbagi dengan mu. Ohya apa kembae tidur?"


" Ya, aku baru saja menidurkan mereka. Ohya, jika kau ingin istirahat, kau boleh tidur di kamar tamu, atau dikamar atas. Dan jika Angel merasa bosan bawa saja dia ke ruang bermain yang ada di sebelah kiri mu." Ucap Ayuna sambil membongkar barang yang dibawa oleh Sisil.


" Apa aku boleh mengajak Angel ke ruang bermain itu sekarang?"


" Tentu saja, bawa lah kesana selagi aku menyiapkan cemilan dan makanan untuk kita." Ucap Ayuna.


Sisil lalu mengajak Angel untuk bermain di ruang bermain.


" Wow Angel, disini sangat luas, hampir seperti ruang bermain Angel. Dan lihat, ada tenda seperti yang biasa kamu gunakan untuk bermain dan bersembunyi." Terang Sisil.


Angel sangat antusias. Dia bermain dan berlari ke sana kemari. Lalu Ayuna datang membawa beberapa makanan san minuman.


" Wah, Angel terlihat sangat senang."


" Iya, jika di dalam rumah Angel sering menghabiskan waktu di ruang bermain. Terkadang dia memilih berada di taman sepanjang hari dengan para kelinci." Ucap Sisil yang membantu mengambil nampan yang dibawa Ayuna.


" Ya. Andi sangat menyukai kelinci, dan siapa sangka bahwa Angel juga menyukainya."


" Hmm, pasti taman model sekarang jauh lebih indah dari sebelumnya ditambah banyak kelinci yang berlarian di sana."


" Tentu saja. Kapan kapan datanglah ke rumahku atau kau juga boleh menginap sana."


" Ide yang bagus, tapi aku rasa bahagia tidak akan mengijinkan untuk menginap."


" Kenapa?"


" Ya kau tahu sendirilah bagaimana agresifnya seorang laki-laki ketika dia telah berpuasa selama 3 bulan."


" What..., Bagas berpuasa selama 3 bulan?"


" Ya.."


" Uh, hebat sekali Dia?. Andi saja, tidak tahan menunggu waktu selama itu."


" Bagas sebenarnya juga tidak tahan, tapi mau bagaimana lagi saat itu kita kan masih tinggal di Mansion orang tua Bagas. Dan setiap malam Mesya dan adik kembarnya selalu saja membuat keributan. Hal itu membuat kembar terjaga dan kita tidak dapat melakukan apa yang seharusnya kita lakukan."


" Hmm, kasihan sekali."


" Makanlah. Aku akan ke atas sebentar untuk melihat gambar. Jika mereka bangun aku akan membawanya ke sini."


" Tunggu, apakah kau bisa membawa mereka berdua sendiri?"


" Ya, aku menggendongnya satu dan satu lagi aku menaruhnya di box yang biasa digunakan untuk ke mana-mana. Ya mirip seperti keranjang bayi."


" Kau mau aku membantumu?" Tawar Sisil.


" Tidak usah, kau di sini saja menjaga Angel. Lagipula kau adalah tamu dan aku tuan rumahnya."


" Baik lah kau menang hari ini." Ucap Sisil. Dan mereka berdua pun tertawa.

__ADS_1


Lalu Ayuna sederhana yg kalah dan mendapati bahwa kedua bayinya sudah terbangun.


" Eh anak mami pintar sekali sih sudah bangun tapi tidak menangis." Ucap Ayuna.


Lia tersenyum, sedangkan Lio justru menangis.


" Ah Lio, apa kau marah karena Mami tidak segera datang begitu kamu membuka mata?"


Lio tersenyum dan berhenti menangis saat Ayuna mengangkatnya dari tempat tidur. Ayuna menjadi gemas karena tingkah laku lio.


" Hmm, jadi begitu ya. Sejak kapan Lio jadi sangat manja kepada mami?, tapi Mami suka jika Lio sangat manja pada Mami. Ayo kita turun, kita kedatangan tamu hari ini. Ada tante Sisil dan juga Kakak Angel dibawah sedang bermain. Ayo kita kesana."


Dengan hati-hati Ayuna meletakkan lio di dalam keranjang bayi. Dan menggendong Lia. Setelah itu ayeuna membawa mereka berdua turun dan langsung menuju ruang bermain.


" Ah lucu nya." Ucap Sisil yang langsung mengambil Lion di dalam keranjang bayi.


Siang itu, mereka menghabiskan waktu bercerita banyak hal, dan juga berbagi pengalaman.


Ting


Tong


Ting


Tong


" Suara bel pintu, sepertinya kamu kedatangan tamu." Ucap Sisil .


" Iya kira-kira siapa ya yang datang siang hari ke rumahku."


" Mungkin Mama atau adik ipar mu."


" Ah tidak mungkin, mereka pasti akan mengirimiku pesan terlebih dahulu sebelum mereka ke sini. Karena mereka selalu menanyakan Aku ingin dibawakan apa."


" Uh enak sekali jadi dirimu." Ucap Sisil.


" Hahaha, iya ya terkadang aku juga merasa mereka terlalu memanjakan diriku."


" Mereka bukan memanjakanmu. Tapi semua itu mereka lakukan karena mereka menyayangimu" Ucap Sisil.


" Iya, aku juga dapat merasakan kasih sayang mereka yang begitu besar. Ya sudah aku akan melihat siapa yang datang."


Ting


Tong


Ting


Tong


" Iya sebentar." Teriak Ayuna.


Ayuna segera berjalan dan membuka pintu.


" Haaaa..."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...jangan lupa ...


...like ...


...Komen ...


...vote...

__ADS_1


... hadiah...


__ADS_2