
Siang ini Ayuna ditemani Bagas bersiap untuk mendatangi dokter obgyn untuk berkonsultasi mengenai kehamilan dan juga menyusui si kembar.
Setelah memerah ASI hingga mendapatkan beberapa kantong untuk berjaga-jaga jika si kembar rewel jika Ayuna dan Bagas belum kembali, Ayuna segera berganti pakaian dan bersiap untuk pergi.
" Titip si kembar ya Ma, mereka baru saja selesai minum susu mungkin mereka kekenyangan jadi tak tidur."
" Tentu, tidak perlu khawatir. Mama akan menjaga mereka dengan baik."
" Sudah siap?" Tanya Bagas.
Ayuna sekali lagi melihat ke arah kedua putra-putrinya yang tengah tertidur lelap, sebelum akhirnya tersenyum dan mengangguk tanda dia siap untuk pergi.
" Kami pergi dulu ya Ma." Ucap Ayuna sambil bercakap-cakap dengan Mama.
" Iya, hati-hati."
" Mama, memangnya kita mau nyebrang kok pakai acara hati-hati segala." Ucap Bagas.
" Ya Tuhan ini bocah Kenapa masih tetap saja.., ya emang kalau kamu tidak berkendara dengan hati-hati kamu melaju dengan kecepatan tinggi begitu?. Mau terjadi sesuatu?" Hardik Mama
" Ya enggak juga sih."
" Ya, itu artinya mama bener kan kalau mama bilang hati-hati dijalan. Bukan hati-hati kalau mau nyebrang."
" Iya iya."
Ayuna hanya terkekeh melihat tingkah laku Bagas dan sang Mama.
" Udah ah ayok kita pergi, nanti keburu si kembar terbangun dan menangis saat mengetahui kita akan pergi." Ucap Ayuna.
" Ah iya benar, anak-anak itu sekarang sudah pintar. Bahkan mereka tidak membiarkan ku mendekati Ayuna saat mereka sedang terbangun ataupun saat mereka bermain. Mereka benar-benar tidak mengizinkanku atau memberikanku kesempatan untuk bersama Ayuna. Aku telah disingkirkan oleh anak-anak ku sendiri" Ucap Bagas dengan nada sedih.
" Duh lebay banget sih. Udah sana berangkat. Ntar kalau disini bisa bisa kamu jadi king drama." Ketus Mama.
" Yeah. Aku Angling darma." Ucap Bagas sambil bergaya bak prajurit kerajaan.
" Udah ah ayo. Aku jadi merasa kamu mulai menggila." Ucap Ayuna.
__ADS_1
" Aku gila karena mu sayang, karena cinta mu. Cinta kita." Ucap Bagas sambil memejamkan mata dan memonyongkan bibirnya mendekati Ayuna.
Plak !!
Satu sentilan berhasil mendarat sempurna di kening Bagas. Pelakunya tak lain adalah mama dari Bagas.
" Awww., Mama jangan menyentil Bagas seperti itu. Nanti ketampanan Bagas bisa berkurang."
" Bodo. Sudah sana pergi."
" Cerita nya lagi mengusir anak dan menantu nih?" Ucap Bagas.
Mama yang geram terlihat melepas sandal nya dan bersiap mendaratkan nya kepada Bagas.
" Ups kabur."
Dengan segera Bagas berlari keluar kamar sambil berteriak,
" Ayo cepat sayang, bantengnya sedang mengamuk."
Ayuna hanya tersenyum dan mengeleng-gelengkan kepalanya.
" Ya seperti itulah Bagas. Sana pergilah segera dan jangan menghawatirkan sikembar memakan menjaganya sampai kau dan Bagas kembali."
" Terima kasih ma."
" Iya, dan jangan lupa untuk selalu berhati-hati di setiap langkahmu. Karena Mama tidak ingin terjadi apakah pada calon anggota baru keluarga kita."
" Ah Mama, Ayuna bahkan tidak tahu sudah berapa usia kandungan dari Ayuna. Karena memang ayunan belum mendapat tamu bulanan sejak selesai melahirkan si kembar."
" Tidak apa apa, apapun masakan Minang tetaplah bersemangat, Mama yakin pasti kamu dapat bisa tetap menyusui si kembar walaupun keadaanmu sedang hamil."
" Ya, Ayuna sudah sangat berharap hari itu. Kalau begitu Ayuna pamit ya Ma."
" Iya."
Ayuna segera menyusul Bagas, dan bertemu dengan dokter obgyn untuk berkonsultasi mengenai kehamilan dan juga keinginan dari Ayuna untuk tetap memberi ASI kepada si kembar.
__ADS_1
Dalam perjalanan, Bagas dan Ayuna membahas banyak hal. Termasuk pendapat tentang calon dari bayi yang sedang dikandung oleh Ayuna.
" Bagaimana jika kembar lagi?" Ucap Ayuna
" Ya Bagus dong itu artinya aku akan mempunyai 4 anak sekaligus dari 2 kali kehamilan mu."
" Ish, jika ada kini kembali lagi Lalu bagaimana caraku untuk memberikan ASI kepada mereka semua?" Tanya Ayuna.
" Media botol sayang. Dari dulu kan aku sudah mengusulkan agar si kembar juga diberikan Asi dengan media botol. Itu bisa meringankan pekerjaan kan, jadi kamu tidak perlu bergantian untuk memberi ASI kepada mereka."
" hmm, apakah memikirkannya nanti."
" Apapun keputusanmu katakanlah padaku. Kita akan mencari jalan keluarnya bersama dia mencarikan yang terbaik buat si kembar."
" Ya, Aku percaya padamu."
" Percaya apa? aku bahkan belum mengatakan apapun?"
" Bagas..."
" Ayuna.."
" Tau ah."
" Dih ngambek."
" Tau."
" Aku cium nih." Ucap Bagas. Ayuna tetep terdiam.
Mobil kemudian berhenti karena lampu merah. Saat Bagas menoleh ke arah Ayuna, dia seperti melihat sosok mirip dengan Tara sedang berlari dan berjaln keluar menuruni tangga di sebuah mal.
" Sayang, bukankah itu Tara?" Ucap Bagas.
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...