
"Aku mencintaimu ayuna Aku benar-benar mencintaimu, Aku tidak tahu jika wanita itu ada di dalam apartemenku. Aku pikir dia adalah dirimu. Sungguh aku benar-benar tidak tahu jika wanita itu ada di dalam apartemenku."
Ayuna melonggarkan tangan Bagas dan berbalik. Kini ayuna dan bagas saling berhadapan.
Hati Bagas berdebar, inikah yang dikatakan momen romantis?, saling berhadapan dengan pasangan dibawah guyuran air hujan..
Ayuna semakin mendekat ke wajah bagas. Hati bagas semakin berdebar kencang. Dia sudah bersiap jikalau ayuna akan mencoba memberikan ciuman untuk nya.
" Aku menyuruh mu masuk dan menjelaskan di dalam. Bukan disini." Bisik ayuna. Lalu dia pergi masuk lebih dulu ke dalam rumah sisil.
" Ternyata....." Lirih bagas.
" Hujan kenapa dia tidak menciumku.." Teriak bagas, membuat ayuna terkekeh mendengarnya.
Setelah bgas masuk ke dalam rumah Sisil, ayuna melempar handuk ke wajah bagas.
" Aku sudah minta pelayan menyiapkan air mandi hangat untukmu. Mandilah dan hangatkan tubuh mu."
" Tapi kau janjikan akan mendengarkan penjelasan ku."
" Akan ku pikirkan nanti sekarang keringkan dulu tubuhmu."
Dengan langkah gontai, Bagas memasuki kamar tamu. Dia mulai mandi dengan air hangat dan memakai pakaian yang sudah disiapkan.
Bagas keluar kamar, dan mendapati ayuna sudah menunggu nya, dengan dua gelas coklat hangat.
" Duduklah." Ucap ayuna saat melihat kedatangan bagas.
Bagas duduk di depan ayuna, dan melihat gelas yang ada di depannya.
" Itu minuman bukan racun. Minum saja Aku sengaja membuatkan untukmu."
" Terima kasih."
Bagas mengambil gelas itu dengan hati-hati karena masih terasa panas.
" Ayuna.." Panggil bahas.
Ayuna menoleh.
" Jangan salah paham padaku. Wanita yang kau lihat bersamaku di apartemen bukan siapa-siapa. Aku bersumpah Aku benar-benar tidak tahu jika wanita itu aja di dalam apartemenku."
" Sungguh?. kau yakin?. Lalu kenapa dia bisa masuk ke dalam apartemen mu?"
" Karena..."
Bagas tidak meneruskan kata-katanya.
" Karena dia adalah kekasihmu?"
" Baiklah dengarkan, Wanita itu adalah nina." Ucap Bagas
" Kekasihmu?"
" Bukan?"
__ADS_1
" Mantan?"
" Dengar kan aku dulu."
" Oke oke. lanjutkan." Ucap ayuna.
" Aku dan Nina, sudah kenal sejak kami duduk di bangku SMA. Terus bersama hingga kuliah, saat hari kelulusan, aku mencoba menyatakan perasaanku padanya. Namun, dia tidak menjawabnya. Dia hanya bilang akan menjawab setelah kami sama-sama mendapatkan pekerjaan, 1 tahun 2 tahun 3 tahun berlalu, bisa dibilang aku dan dia sudah sukses dengan karir masing-masing. Dan saat itu, aku kembali menanyakan jawaban atas pertanyaanku dulu. Dia menjawab nya, tapi dia pergi ke negara xxx, untuk waktu yang cukup lama."
" Apakah dia menerimamu?"
" Aku tidak tahu apakah dia menerimaku atau tidak, dia hanya mengatakan. Dia menerima perasaanku padanya, dia juga mengatakan akan pergi ke negara xxx dalam waktu yang lama. Saat ku tanya untuk tetap tinggal disini dia menolak. Mencoba untuk tetap berpikir positif padanya, 1 tahun setelah kepergiannya aku baru menyadari Jika dia sudah memiliki kekasih di negara itu."
" Tunggu tunggu, perpisahan itu kalian tetap berhubungan?"
" Tidak Nina sama sekali tidak pernah menghubungiku walau hanya sekali dalam satu bulan."
" Lalu apa yang kau lakukan setelah mengetahui ternyata dia memiliki kekasih di negara itu."
" Tentu saja aku terluka, memangnya kau mau aku apa? berbahagia?"
" Ya, siapa tahu kok akan merayakannya hahaha." Ledek ayuna.
" Aku benar benar merasa dikhianati, aku terluka. Dan sejak itu aku selalu menyendiri. Tidak pernah berteman dan memiliki teman. sampai aku tidak sengaja melihatmu dan sisil di suatu mall di kota tempat tinggal mu dulu."
" Apa? tunggu tunggu, jadi dulu saat aku tidak sengaja bertemu sisil kau ada di sana?"
" Ya aku dan Andi adalah partner. Bisa di bilang perusahaan kami saling terikat dan ketergantungan satu sama lain. Tentu saja, dimana ada andi disitu ada aku." Terang bagas.
" Tapi sekarang andi keluar kota, sisil bilang Andi sedang ada proyek besar di sana. Kenapa kau tidak pergi?"
" Bagaimana aku bisa pergi jika dirimu sedang dalam kesalahpahaman yang besar. Kau tau datang ke rumah mu pada hari itu."
" Tidak. Bukan karena wanita itu."
" Lalu?"
" Aku sedang mempersiapkan makan siang romantis untuk kita, kan aku akan pergi selama beberapa hari. Jadi, aku pikir akan membuatmu bahagia sebelum aku pergi jadi kau tidak akan merindukanku."
" Sombong sekali, memangnya aku mau merindukanmu." Ketus ayuna.
" Buktinya kau datang saat aku tidak mampir untuk sarapan, Apa itu jika bukan kau sudah merindukanku?" Hardik bagas.
" Bukan aku. Gibran yang merengek karena kau tidak datang, jadi untuk menyenangkan hatinya aku mengajaknya ke apartemenmu."
" kau yakin Hanya gibran yang ingin bertemu denganku."
" Tidak, emm maksud ku ya."
Bagas tersenyum, lalu mendekati ayuna.
" Ayuna dengar, tidak ada siapapun di dunia ini yang dapat merubah perasaanku kepadamu. Ataupun, menggantikan tempatmu yang sudah melekat di hati. Aku bersungguh-sungguh Aku bersumpah bahwa aku hanya mencintaimu."
Ayuna terdiam, mencoba mencari keseriusan dalam mata Bagas.
" Bagaimana jika ada seseorang yang bisa menggantikanmu atau menggeser nama mu dalam hatiku?" Tanya ayuna.
__ADS_1
Bagas terdiam sejenak lalu tersenyum.
" Jika seseorang itu mampu membuatmu lebih bahagia daripada aku. jika seseorang itu bisa membuatmu merasa nyaman, bahkan lebih nyaman saat kau bersamaku. Jika seseorang itu bisa melindungimu lebih dari aku melindungimu. Maka, aku akan melepaskanmu dengan penuh rasa bangga. Karena setidaknya aku sudah melakukan yang terbaik sebelum akhirnya kau menemukan seseorang yang lebih baik daripada diriku"
Mata ayuna terlihat berkaca-kaca, sungguh saat itu dia ingin memeluk bagas, namun ayemuna terlalu gengsi untuk melakukan itu.
" Terkecuali seseorang seperti Anjas." Imbuh Bagas.
" Memangnya kenapa jika seseorang yang berhasil menggantikan posisimu adalah Anjas?" Tanya ayuna.
" Jika memang laki-laki itu, maka sampai ajal menjemputku pun aku tidak akan melepaskanmu."
" Kenapa?, bukankah kau tahu jika Anjas adalah ayah kandung Gibran?, bisa saja aku kembali padanya demi Gibran."
" Kau tidak akan melakukannya." Ucap bagas.
" Kenapa?"
" Karena kau tidak akan kembali masuk ke dalam lubang yang sama."
" Sok tau."
Ayuna memukul kecil dahi bagas, sebelum akhirnya berdiri dan meninggalkan bagas.
" Kau tidak akan kembali padanya, dan akan kupastikan kau tidak akan kembali padanya lagi."
Ayuna menoleh ke arah bagas, dan tersenyum..
" Tidur lah bagas, ini sudah malam"
Setelah mengatakan itu ayuna kembali melangkah semakin jauh meninggalkan bagas, saat ayuna akan menaiki anak tangga,
" Aku mencintaimu ayuna."
Ayuna berhenti, dan menoleh ke arah Bagas.
" kau sudah mengucapkannya berulang kali hari ini."
" Jika kau mau, aku bisa mengucapkannya 24 jam dalam satu hari agar kau mengerti bahwa aku benar-benar mencintaimu."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
bersambung ke episode selanjutnya, jujur gabut nih 😅😅
...jangan lupa...
... like ...
...comment ...
__ADS_1
...vote...
... hadiah...