
Mereka bertiga kemudian berjalan menuju dapur, dan mulai memakan makanan yang dibeli Bagas.
Tara tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Bagas. Sedangkan Ayuna terus mengawasi Tara.
Dasar serangga. Awas saja jika kau berani macam-macam dengan keluarga ku. Batin Ayuna.
" Ehem. Sayang, kamu beli minuman nya dimana?, kok rasanya membuat tenggorokan ku gatal ya?" Ucap Ayuna yang berpura-pura tenggorokannya gatal demi membuyarkan kefokusan Tara.
Dan benar saja Tara yang terkejut langsung melanjutkan makan, sedangkan Bagas yang tidak mengerti jika sedari tadi Tara memperhatikan nya terus saja makan sampai Ayuna terbatuk-batuk.
" Masak sih?" Tanya Bagas.
" Iya."
" Coba ku minum?"
Ayuna lalu memberikan gelas nya kepada Bagas. Bagas mencicipi minuman Ayuna dan mengetes tenggorokannya.
" Ehem hem. Tidak kok, rasanya enak seperti biasa." Ucap Bagas yang memberikan kembali gelas kepada Ayuna.
" Masak sih?" Ayuna meminum lagi minumannya.
" Oh iya ternyata rasanya sama enaknya seperti biasa, mungkin karena kamu sudah meminum nya jadi rasanya kembali enak." Ucap Ayuna.
" Kamu ada ada saja."
Ayuna dapat melihat perubahan ekspresi Tara yang menjadi kesal karena adegan berbagi kelas tadi.
Hmm, seperti nya si serangga mulai panas. Batin Ayuna tersenyum.
" Emm, Kak Bagas, Kak Ayuna, setelah ini boleh kan aku bermain dengan si kembar?"
" Tentu saja boleh dong, iya kan sayang." Ucap Ayuna sambil mengelus lembut tangan Bagas.
" Tentu saja sayang. Lagipula kita tidak melarang siapapun untuk datang dan bermain bersama kembar, asal mereka masih berada di bawah pengawasan kami." Ucap Bagas yang memegang tangan Ayuna.
" Uh iri sekali melihat betapa romantisnya pernikahan kak Bagas dan Kak Ayuna. Aku jadi ingin segera memiliki kekasih." Ucap Tara.
" Kalau begitu kenapa tidak mencari kekasih saja, dan aku ragu jika seorang model tidak memiliki seorang kekasih." Ucap Ayuna.
" Iya, kau kan cantik juga seksi pastilah banyak lelaki yang tertarik untuk menjadi kekasihmu." Imbuh Bagas.
__ADS_1
" Yaa, memang banyak sih tapi kebanyakan dari mereka mengejarku karena tertarik dengan tubuhku yang sangat seksi ini." Ucap Tara sambil berpose membusungkan dada nya.
Ya Tuhan, apa dia sekarang sedang menjadi j*lang?. Batin Ayuna.
" Wow, dadamu terlihat berisi dan sangat kenyal, apakah itu asli?" Ucap Ayuna.
" Haha, Kak Ayuna ini lucu sekali tentu saja ini asli memangnya Kakak kira ini palsu?"
" Ya kalik aja. Eh, aku tinggal dulu melihat si kembar ya." Ucap Ayuna yang langsung berdiri dan meninggalkan meja makan.
" Biarkan aku yang membereskan meja ini nanti." Ucap Bagas
" Ah tidak usah kak, biar aku saja. Hitung hitung sebagai ucapan terima kasihku karena kak Bagas dan Kak Ayuna sudah mengajak untuk makan siang bersama." Ucap Tara.
" Kalau begitu, sekalian juga cuciin piring yang ada di wastafel. Dan ya, mejanya juga di lap sampai bersih ya." Ucap Ayuna tersenyum smirk.
" Tentu saja kak." Ucap Tara sambil memberikan senyum terbaiknya kepada Ayuna.
" Kau yakin ingin mengerjakan pekerjaan ini sendirian?, bukankah kau tidak biasa dengan pekerjaan rumah tangga?" Tanya Bagas.
" Biarkan saja sayang, biarkan dia juga belajar toh sebentar lagi dia akan menjadi seorang istri kan?" Ucap Ayuna.
Apa?, Kak Bagas baru saja memintaku untuk menjadi pembantu di rumahnya sendiri?. Ah yang bener saja, yang kuinginkan hanyalah menjadi bagian dan mendapat tempat dihati Kak Bagas bukannya jadi pembantu. Kalau bagaimana sih reputasi ku sebagai model bisa hancur. Batin Tara.
" Jadi bagaimana, apakah bersedia bekerja di rumah ini?" Tanya Bagas, sedangkan Ayuna sudah lebih dulu naik ke atas, sebelum Bagas menawar Tara untuk bekerja di sini jadi pembantu.
" Ah Kak Bagas kalau bercanda suka beneran."
" Aku serius."
" Aku tidak, hehe. Aku sungguh sangat berharap bahwa aku akan bisa bekerja di kantor Kak Bagas."
" Hmm, baiklah. Kalau begitu segera selesaikan kerjaan ini lalu kau bisa bermain sepuasnya dengan kembar. Aku akan naik dulu."
" Iy..ya."
Tara menatap kepergian Bagas dengan wajah cemberut, niatnya mencari perhatian pada namun justru dia sendiri yang harus mengerjakan pekerjaan rumah.
" Seumur umur, Aku tidak pernah menyentuh piring kotor, dan sekarang lihatlah demi pujaan hatiku Aku bahkan rela melakukan pekerjaannya aku sendiri sebenarnya tidak suka." Keluh Tara.
Ayuna tersenyum saat mengetahui Tara dengan wajah cemberut terus mencuci piring dan mengelap meja.
__ADS_1
" Sayang, Kenapa kau senyum-senyum begitu apakah ada sesuatu yang membuatmu merasa tertarik?" Tanya Bagas, saat dia sudah sampai ai di atas dan langsung mengambil lihat yang berada di gedongan Ayuna.
" Iya, lihat lah sepupu mu yang satu itu, Dia terlihat sangat tidak menyukai pekerjaannya membersihkan dapur. Tapi Kenapa dia justru menawarkan diri untuk membersihkannya." Ucap Ayuna.
" Ya, aku juga tidak mengerti dengan sikapnya. Setahuku tar adalah anak manja karena bibi dan paman sangat memanjakan Tara, walaupun Tara bukan anak kandung mereka. Dan tadi pagi dia datang ke kantorku dan memintaku untuk mencarikan pekerjaan untuknya, dia bilang ingin bekerja di kantor guru sebagai apa saja karena dia sudah tidak lagi bekerja menjadi model majalah dewasa." Ucap Bagas.
" Tunggu, kau bilang tadi cara bekerja sebagai model di majalah dewasa?"
" Ya, majalah dewasa tepatnya majalah khusus pria."
" Wow, apa itu artinya dia melakukan pose-pose seksi dan juga berpakaian seksi?"
Bagas mengangguk.
Oh Tuhan. Jika memang benar pekerjaan nya seperti itu, aku harus sangat ekstra hati-hati. Karena Tara bisa saja melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan untuk menjerat Bagas jatuh ke dalam pelukannya, aku harus selalu selangkah lebih di depannya. Batin Ayuna.
Beberapa minggu kemudian, Bagas akhirnya mempekerjakan Tara di kantornya. Karena sebenarnya Tara adalah seorang model, jadi Bagas sedikit kesulitan untuk menempatkan posisi yang tepat bagi Tara. Dan akhirnya, pilihan jatuh pada posisi Tara sebagai pembantu di kantin kantor. Yang bertugas mengantar dan membuatkan kopi kepada seluruh karyawan dengan kedudukan tinggi, terutama bos. Serta membantu memfotokopi berkas ataupun hal yang lain.
" Ya Tuhan, aku sudah pernah dijadikan pembantu oleh Kak Ayuna, dan sekarang Kak Bagas menjadikanku pembantu juga di kantor ini. Aku pikir aku akan mendapatkan posisi sebagai sekretaris atau apa. Tapi ternyata aku hanyalah pembantu di kantor sebesar ini, hiks hiks. Tapi tidak apa apa, lihat sisi positifnya. Bukankah Aku akan terus bisa bertemu dengan Kak Bagas saat mengantarkan minuman atau makanan kecil ke ruangannya. Dengan begitu aku aku bisa dengan mudah menjerat Kak Bagas." Ucap Tara.
Sementara itu, Ayuna memberitahu Mesya perihal Tara yang sudah mulai bekerja di kantor Bagas. Dan tentu saja Mesya yang sangat senang membantu Ayuna untuk mengawasi gerak-gerik dari Tara. Mesya sendiri menjabat sebagai direktur periklanan di kantor Bagas.
" Kak Ayuna tenang saja karena dengan senang hati aku akan mengawasi si serangga itu. Aku tidak akan membiarkan rencana jahatnya berjalan dengan mulus." Ucap Mesya.
" Terima kasih, kau adalah adik ipar yang paling pengertian."
" Hahaha, Kak Ayuna bisa saja."
" Baiklah, kalau begitu aku akan menutup teleponnya. Kabari aku jika Tara sudah melakukan sesuatu yang mencurigakan." Ucap Ayuna.
" Tentu."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Niatnya sih, mau gabungin 3 part sekaligus di bab ini. Tapi rasa kantuk tidak membiarkan author untuk melanjutkannya. Jadi besok aja yaa, up 2/3 episode dalam 1 bab. Sekarang othor nya mau istirahat dulu.
Bye...
__ADS_1