
" Seharusnya aku yang menjadi istri kak Bagas."
" Woy tara, lagi liatin siapa sih?" Tanya Nisya.
" Nisya ngagetin aja."
" Ya elah, segitu aja kaget. Lagi liatin siapa sih?"
" Kepo. Eh, apakah Bagas akan tinggal di sini?"
" Seperti nya begitu, Mama bilang kak Bagas akan tinggal di sini sampai kakak ipar benar-benar pulih."
Hmm, kesempatan yang bagus. Batin Tara.
" Heh, kamu kenapa kok senyum senyum sendiri lagi kesambet?" Tanya Nisya.
" Ha?, lagi senam wajah. Ya udah yuk kita ke sana." Ucap Tara sambil menunjuk meja yang pas untuk menikmati hidangan yang tersedia.
" Boleh. Lagipula KapanLagi kita akan makan besar seperti ini." Ucap Nisya.
Tara dan Nisya akhirnya menghabiskan hari itu dengan mencicipi hampir semua jenis makanan yang tersedia.
Sementara itu, setelah memberi ASI kepada kedua bayi kembarnya, Ayuna memiliki istirahat.
" Ayo istirahat, aku akan menemanimu." Ucap Bagas sambil menuntun Ayuna ke atas tempat tidur.
Setelah Ayuna berbaring di atas kasur Bagas segera tidur di sebelah Ayuna.
" Bagas kamu sedang apa di sini?" Tanya Ayuna saat melihat Bagas yang tidur disampingnya dan memeluknya.
" Tentu saja menemanimu beristirahat, bukankah tadi aku sudah mengatakan bahwa aku akan menemanimu beristirahat?"
" Hmm, bener ya menemaniku istirahat"
" Iya, memangnya kamu mau aku melakukan apa?. Aku tahu kok kalau aku harus berpuasa setidaknya selama 1 bulan."
Ayuna tersenyum mendengar penuturan Bagas, lalu dia membiarkan Bagas menemaninya beristirahat dalam posisi memeluknya.
Malam harinya. Ayuna terlihat menimang bayi laki-laki nya.
" Adelio kau sangat mirip dengan kakakmu di Gibran." Ucap Ayuna.
" Sayang, Kenapa kau belum tidur?" Tanya Bagas yang masuk ke dalam kamar dengan membawa susu dan juga beberapa makanan.
" Aku saja selesai menyusui Adelio. Aku rasa mungkin karena dia bayi laki-laki jadi dia lebih sering dan lebih kuat dalam meminum ASI." Ucap Ayuna sambil meletakkan Adelio ke tempat tidurnya dengan hati-hati.
" Aku juga kuat minum susu kok." Kata Bagas sambil meletakkan gelas dan makanan di meja yang tak jauh dari tempat dia berdiri sekarang.
" Hmm, jangan mulai deh."
" Hehe, enggak kok."
Bagas langsung memeluk Ayuna dari belakang, mereka berdua memandangi kedua putra-putri mereka yang tidur terlelap.
" Mereka anak-anak baik tidak pernah rewel saat mereka terbangun di malam hari." Ucap Ayuna.
__ADS_1
" Iya, sepertinya mereka tahu jika maminya belum sembuh total pasca operasi."
Ayuna hanya tersenyum mendengar penuturan Bagas.
" Aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari lio, Kenapa dia begitu mirip dengan Gibran."
" Sayang, bukankah dulu kau pernah bilang bahwa Gibran akan terlahir kembali menjadi anak kita. Dan mungkin inilah jawabannya. Gibran kembali menjadi putra kita, dan yang kita beri nama Lio."
" Hmm, iya. Bagas aku sungguh bahagia. kebahagiaanku terasa lengkap dengan kehadiran bayi kembar kita."
" Ah Sayang, aku bahagia jika aku selalu bersamamu."
Saat Bagas hendak mencium Ayuna, tiba-tiba Bagas mendengar suara perut lapar.
" Hehe, maaf sepertinya itu perutku."
" Pffttt,, sayang Kenapa kau tidak bilang jika kau sedang lapar untung aku membawakan makanan Ayo segera habiskan." Ucap Bagas yang menuntun ayeuna dan mendudukkannya di kursi dekat meja dimana makanan itu berada.
" Terima kasih karena sudah membawakanku makanan." Ucap Ayuna saat dia telah menghabiskan makanan.
" Sayang tidak usah berterima kasih aku senang membantumu, dan apa kau ingin tambah makanan lagi?"
" Bolehkah?"
" Tentu, aku akan dengan senang hati mengambilkannya untukmu."
Cup
Bagas mencium kening Ayuna, sebelum akhirnya ia membawa kembali piring dan gelas itu ke dapur untuk mengisi piring kosong nya dengan beberapa makanan yang diperlukan kan Ayuna.
"Kak Bagas, sejak kapan kau punya kebiasaan untuk makan di jam malam seperti ini?" Tanya Tara, yang sengaja mendatangi Bagas didapur, karena sedari tadi Tara membuntuti Bagas.
" Emm, makanan ini bukan untukku tapi aku mengambilkannya untuk istriku. Kau tahu kan, wanita yang baru saja melahirkan butuh banyak nutrisi untuk menghasilkan ASI lebih banyak."
" Hmm, ya. Aku tahu." Ucap Tara.
" Dan, apa yang kau lakukan disini?, Kenapa kau belum masuk ke dalam kamar?"
" Emm ya, aku tiba-tiba merasa lapar jadi aku berpikir untuk pergi ke dapur dan mengambil sedikit makanan." Ucap Tara.
Mesya yang saat itu baru saja mendengarkan musik di taman yang letaknya di belakang dapur, tertarik dengan suara percakapan yang di dengar nya.
" Seperti nya itu suara Tara. Tumben sekali Dia ada di dapur malam hari begini. Ah, aku tahu pasti disana ada Kak Bagas. Hmm, Ayo kita lihat apa yang akan kamu lakukan sekarang."
Mesya pelepasan dan meletakkannya di dalam jaket yang dia kenakan. Lalu, dengan mengendap-endap dia berjalan memasuki dapur.
" Aku duluan ya.." Ucap Bagas saat dirinya merasa makanan itu sudah cukup untuk Ayuna.
" Kak Bagas?"
" Ya?"
Bagas yang sudah berjalan lalu berhenti dan menoleh ke arah Tara.
Tara melihat ke kanan dan ke kiri memastikan bahwa tidak ada orang selain mereka di dapur.
__ADS_1
Lalu Tara berjalan mendekati bahagia. Tiba tiba, Mesya langsung berlari dan dan menabrak Tara.
Brug !!
" Ups maaf sengaja. Eh maksudku maaf tidak sengaja" Ucap Mesya.
" Mesya, kamu tuh kenapa sih malam-malam lari-lari sampai dapat nabrak orang." Ketus Tara.
" Ya namanya juga tidak tahu. Lagipula kamu ngapain malam-malam di dapur?"
" Aaa.. Emm, kamu ngapain coba?" Ucap Tara yang berbalik bertanya kepada Mesya untuk menutupi rasa gugupnya.
" Aku?, aku tentu saja berada di taman belakang dapur ini. Karena aku harus berada di taman mendengarkan musik sebelum aku tidur. Kau sendiri ngapain malam-malam di dapur?"
" Aku..aku tentu saja aku ingin mengambil makanan."
" Oh, benarkah?. Bukannya kamu tidak pernah makan diatas jam 8 malam?"
" Bukan urusanmu."
" Ya aku kan hanya bertanya kenapa kamu jadi sewot?"
Bagas hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat perdebatan kecil antara dua sepupu itu. Lalu Dia segera berjalan meninggalkan mereka.
Tara yang melihat Bagas pergi menjadi kesal, dia kesal Kenapa Mesya harus datang disaat Tara mempunyai kesempatan yang bagus untuk mendekati Bagas.
Hmm, sepertinya aku tidak bisa mendekati Kak Bagas jika kak Bagas masih tinggal di Mansion ini. Aku rasa Mesya sudah tau jika aku Aku menyukai Kak Bagas. Kak Bagas, aku pasti akan mendapatkanmu. Walaupun Aku tidak akan bisa memilikimu seutuhnya, tapi setidaknya aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku. Aku akan membahagiakanmu dengan caraku sendiri. Batin Tara.
" Heh, ngapain ngeliatin Kak Bagas sampai segitunya?, jangan-jangan kamu naksir ya sama Kak Bagas?. Jangan macam-macam deh Kak Bagas itu orangnya setia dan dia nggak akan berpaling dari kak Ayuna."
" Idih, suuzon amat sih jadi orang. Siapa juga yang suka sama kak Bagas. Aku tuh cuma berdoa agar suatu hari nanti aku mendapatkan suami pengertian seperti Kak Bagas."
" Benarkah?"
" Tau ah, ngomong sama kamu kayak ngomong sama tembok. Gak ada habisnya."
Setelah mengatakan itu Tara langsung pergi meninggalkan Mesya.
Sedangkan Mesya hanya tersenyum karena dia telah berhasil mencegah cara yang berniat mendekati Bagas.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa...
...like...
...komen...
...vote...
__ADS_1