LUKA DALAM BAHAGIA

LUKA DALAM BAHAGIA
Menuju akhir.


__ADS_3

Setelah Ayuna dan Bagas puas menghabiskan waktu berdua, mereka memutuskan untuk kembali.


" Terima kasih untuk hari ini." Lirih Bagas.


" Tentu, apapun untuk dirimu karena kau sudah membuatku selalu bahagia." Ucap Ayuna.


" Sayang, apa tidak perlu membalas apapun yang telah aku lakukan. Karena membuatmu bahagia sudah menjadi tugas dan tanggung jawab ku."


Ayuna sekali lagi mengenai Bagas, dia merasa begitu bahagia memiliki suami seperti Bagas.


" Kita pulang?" Ucap Bagas.


" Iya, aku juga sudah merasa rindu dengan putra dan putri kita."


Bagas tersenyum dan kembali memeluk Ayuna sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk kembali pulang ke rumah. Didalam perjalanan pulang Bagas tidak sengaja melihat mobil Yudi sedang terparkir di salah satu taman. Lalu entah kenapa Bagas justru membelokkan mobilnya menuju taman.


" Lo, kita kenapa Ke taman?" Tanya Ayuna.


" Aku tidak sengaja melihat mobil Yudi, sepertinya dia ada disini. Jadi aku merasa harus menemu Yudi karena aku ingin menanyakan keadaan Tara."


" Ah iya, Kenapa kita bisa melupakan tentang Tara."


Bagas dan Ayuna segera turun dan berjalan menuju taman untuk mencari apakah Yudi benar benar ada disana.


" Hmmm, seperti nya aku salah Lihat. Mungkin tadi itu bukan mobil Yudi." Ucap Bagas setelah mereka cukup lama berkeliling taman.


" Yaa mungkin saja, jadi apakah kita akan terus mencari atau pulang?"


" Kita pulang saja lagi pula aku takut kamu terlalu lelah. Ingat kan, Jika kamu tidak boleh sampai Lelah." Ucap Bagas

__ADS_1


" Ah, kekawatiran mu terlalu berlebihan. Tapi jika memang kau tidak ingin mencari lagi, Ya sudah ayo kita pulang." Ucap Ayuna.


Bagas kemudian mengangguk dan model kembali berjalan untuk keluar dari taman. Namun ketika mereka sudah hampir sampai di pintu keluar Ayuna tidak sengaja melihat sosok mirip Yudi .


" Itu Yudi bukan?" Tunjuk Ayuna, dan Bagas menoleh.


" Iya bener, ayo kita kesana."


Mereka kemudian segera menghampiri sosok yang terlihat seperti Yudi.


" Yudi?"


" Bagas, Ayuna. Kalian disini?"


" Ya, sebenarnya kami dalam perjalanan pulang lalu aku tidak sengaja melihat mobil parkir di taman ini jadi aku pikir apa salahnya jika aku menemuimu. Lagipula jika kau pergi ke taman pasti ada sesuatu yang mengganjal dalam pikiranmu." Ucap Bagas.


" Hei bro, kita berteman bukan satu atau dua tahun. Tapi kita berteman sejak lama jadi aku masih mengingat kebiasaan dari dirimu. Sekarang katakan ada apa, apa yang kita sangat mengganggu pikiranmu."


" Huft..."


Yudi terlihat mengalah nafas lalu Bagas mengajak Ayuna untuk duduk di kursi yang berada di hadapan Yudi.


" Ini tentang Tara." Ucap Yudi.


" Kenapa dengan dia?"


" Apa kalian tidak menonton TV?" Tanya Yudi sambil memandangi wajah Bagas dan Ayuna secara bergantian.


" Emmmm, tidak." Kata Bagas dan Ayuna secara bersamaan.

__ADS_1


" Ya Tuhan. Baiklah dengarkan ini..."


Yudi lalu menceritakan kejadian yang menimpa Tara, juga bagaimana dia dengan berani mencerahkan Doni yang telah melecehkan Tara. Juga dilema tentang perasaannya kepada Tara, bukan karena dia keberatan menerima kenyataan bahwa Tara tidak lagi seperti gadis pada umumnya. Namun, Yudi takut hal itu membuat Tara menolak perjodohan ini.


" Astaga, Kau adalah pria yang sangat baik Yudi, kau masih tetap menginginkan Tara menjadi istrimu walaupun kau sudah tahu hal besar telah menimpanya." Puji Ayuna.


" Yah, mungkin inilah yang dinamakan cinta. Aku tidak memandang apa yang sedang terjadi. Aku wajah memandang bahwa cintaku mau menerima dia apa adanya dan sangat menginginkan dia untuk menjadi pendamping hidupku, entah kenapa aku hanya merasa bahwa aku ingin selalu ada di dekatnya melindunginya dan memberinya kebahagiaan."


Ayuna tersentuh mendengar penuturan dari Yudi. Satu lagi Ayuna menemukan seseorang seperti Bagas, orang yang mencintai seseorang tanpa melihat apapun atau melihat kekurangan apapun.


" Aku rasa, harus membicarakan ini dengan Tara." Ucap Ayuna.


" Ya kau benar. Dan aku yakin saat ini Tara juga bimbang antara menerimamu atau tidak. Dia arti berpikiran sama dengan apa yang kau pikirkan, Tara masih menganggap dia tidaklah lagi pantas untukmu. Dan harus segera berbicara kepadanya. Ungkapkan perasaanmu dan buktikan bahwa dirimu benar-benar mencintainya melihat masa lalu."


" Ya, kau benar..."


Yudi berdiri sambil mengulangi perkataannya kepada Bagas.


" Lalu tak tunggu apa lagi segeralah pergi dan temui Tara." Ucap Bagas.


" Terima kasih besti. Kau memang teman terbaikku."


Bagas tersenyum memeluk bahu Ayuna sambil memandang kepergian dari Yudi.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2