LUKA DALAM BAHAGIA

LUKA DALAM BAHAGIA
Kembali ke Rumah


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu, Twins kini sudah berumur 3 bulan. Tentu saja kedua bayi kembar itu semakin terlihat lucu dan menggemaskan ditambah pipi mereka yang sudah seperti bakpao, dan lengan yang berlipat-lipat sangking sehat nya.


Sedangkan Tara kembali ke rumahnya dan melakukan aktivitasnya sebagai seorang model majalah pria. Dia sudah bertekad akan menyusun rencana agar Bagas jatuh ke dalam pelukannya.


Anjas dan Bella tengah berbahagia karena Bella baru saja menunjukkan hasil tes positif bahwa dirinya hamil. Anjas semakin menyayangi Bella. Kebahagiaan Anjas bertambah setelah mendengar kabar kehamilan Bella.


Ayuna juga mendengar kabar bahwa cucu kedua dari Bu Sinta adalah perempuan. Ayuna sungguh sangat senang, Ayuna mengajak Bagas untuk menjenguk cucu kedua dari Bu Sinta.


Setelah menjenguk cucu kedua dari Bu Sinta. Ayuna berbicara kepada Bagas bahwa dirinya sudah siap kembali pulang ke rumah mereka karena Ayuna sudah merasa jauh lebih sehat. Jadi Bagas menyetujui permintaan Ayuna untuk kembali ke rumah mereka.


" Ayuna kenapa kamu malah memecat baby sister nya?, apakah kamu yakin kamu bisa merawat twins sendirian?" Tanya Mama.


" Mama, Ayuna yakin bisa, lagipula Bagas juga sudah tidak memperbolehkan Ayuna untuk bekerja di toko roti Ayuna lagi. Jadi, Ayuna bisa menghabiskan waktu merawat mereka."


" Hmm, baiklah kalau begitu jika kau butuh bantuan jangan sungkan untuk meminta Mesya atau Mama untuk datang."


" Ah, Mama. Ayuna tidak perlu meminta Mama untuk datang. Mama, Mesya ataupun si kembar boleh datang kapan saja. Ayuna akan senang."


Setelah drama pamitan yang penuh haru, Ayuna dan Bagas akhirnya keluar dari Mansion dan menuju rumah mereka.


Sesampainya di rumah Bagas membantu Ayuna untuk membawa masuk ke dua bayi kembar mereka yang diletakkan di tempat tidur khusus untuk bayi di dalam mobil.


" Anak anak pintar, mereka sepertinya tahu jika mereka sudah tidak lagi dijaga oleh baby sister. Jadi sepanjang perjalanan kemari mereka tidak rewel." Ucap Ayuna setelah dia meletakkan lio ke dalam box bayi.


" Sekarang kita sudah kembali kerumah." Bisik Bagas yang memeluk Ayuna dari belakang.


" Lalu?"


Ayuna tersenyum dan berbalik menatap Bagas, dia mengalungkan tangannya ke leher Bagas. Dan saat bibir mereka hampir menyatu.


Oek..Oek...oek..


" Tentu saja, pasti lio." Lirih Bagas.


Dan benar saja saat Ayuna dan Bagas menoleh untuk melihat siapa yang menangis, itu adalah Lio.


" Hmm, apa kau tidak ingin papi mendekati mami ha?" Ucap Bagas sambil mengambil Lio. Lio tertawa.


" Ah manisnya. Lihat dia tersenyum begitu kamu dilindungi dan tidak lagi ada di dekatku." Ucap Ayuna.


" Jadi begitu ya, kau masih bayi dan kau sudah mengerti jika papi sudah mendekati mami."


Lio kembali tersenyum.


" Kemari, biar aku memberinya ASI. Mungkin Lio masih lapar karena itu dia terbangun."


" Cepat susui, Aku akan menunggumu di tempat peristirahatan kita." Bisik Bagas. Ayuna tersenyum sambil memandang Bagas yang berjalan menuju tempat tidur yang tak jauh dari tempat diletakkannya box bayi mereka.


" Sayang, jadi benar ya kamu tidak mau jika tapi kalau ada di dekat-dekat mami?" Ucap Ayuna yang mengelus lembut kepala Lio sambil menyusui nya.


Lio hanya menatap Ayuna.


" Tidurlah."

__ADS_1


Ayuna mengelus lembut kening Lio, hingga Lio tertidur.


Setelah Lio menyusu kurang lebih selama 1 jam. Ayuna dengan hati-hati meletakkan Lio kembali ke tempat tidurnya.


Ayuna melihat lia, jadi Dia memutuskan untuk membangunkan nya untuk meminum ASI pada sisi yang lain. Agar Gentong ASI tidak kosong sebelah.


Bagas yang awalnya berniat menunggu Ayuna sambil berbaring, justru malah tidur lelap. Hingga saat Ayuna mendatanginya Bagas tetap tidur.


Cup


Ayuna mencium kening Bagas lalu memilih berbaring di samping nya. Mereka akhirnya tidur siang bersama dengan tenang dan damai. Tidak ada lagi suara kebisingan yang biasanya terdengar karena ulah Mesya dan adik kembarnya.


Sore harinya, Bagas terbangun karena dia mencium sesuatu yang lezat.


" Pukul 5"


Bagas bangun dan melihat kedua putra-putrinya.


" Apa mereka sudah mandi?"


Bagas hendak mengambil Lia, namun uang yang lezat ini memaksa perutnya untuk tidak menggendong Lia.


" Papi akan segera kembali setelah papi mengisi perut." Ucap Bagas sambil mencium pipi Lia dan juga lio.


Bagas berjalan menuju dapur, dan disana terlihat Ayuna baru saja selesai memasak.


" Hay sayang, apa yang kamu masak?" Tanya Bagas yang langsung memeluk Ayuna dari belakang.


" Hmm, sepertinya nikmat. Ayo kita makan. Setelah itu kita mandi bersama." Bisik Bagas.


" Kamu nakal ya??"


" Ck, Ayolah sayang, aku sudah berpuasa selama 3 bulan. Apa kau tidak kasihan pada juniorku?"


" Oh Tuhan, mungkin juniornya sudah berkarat." Ucap Ayuna.


Bagas lalu mengintip ke dalam celananya.


" Eh apa yang kamu lakukan dasar mesum."


" Aku hanya memastikan bahwa si junior tidak berkarat, lagi pula aku kan tidak membukanya semua aku hanya mengintip untuk diriku sendiri. Jadi bukan masuk dalam kategori mesum."


" Hmm, Ya sudah ayo kita makan."


" Ohya, apa sudah mandi?" Ucap Bagas di sela-sela makan mereka.


" Sudah."


" Apa kau yang memandikan mereka?"


" Tentu saja. Memang nya siapa lagi kalau bukan aku disini kan sama ada aku."


" Maksud ku, Kenapa kau tidak mau membangunkanku jadi kita bisa memandikan kembar bersama."

__ADS_1


" Ah sayang, aku tidak tega jika harus membangunkanmu. Tidur mu sangat lelap kau bahkan tidak bergerak sedikitpun saat aku menciummu."


" Benarkah?, oh Maaf kan aku sayang."


"Tidak apa apa."


" Tapi, nanti malam kalau harus membangunkan junior."


" Kalau bisa."


" Kenapa tidak bisa?"


" Ya, mana tahu si kembar terbangun karena dia tidak suka kamu berada di dekatku." Kekeh Ayuna.


" Haa, kalau begitu sepertinya aku harus meminta mama dan Mesya untuk mengurus kembar selagi aku berbulan madu dengan mu."


" Haha, tidak perlu. kita akan melakukannya sebentar lagi. Aku yakin kembar akan tidur selama satu atau 2 jam kedepan. Karena tadi aku sudah menyusui mereka cukup lama."


" Kalau begitu ayo kita lakukan sekarang." Ucap Bagas dengan penuh semangat.


" Habiskan dulu makanan nya." Ucap Ayuna.


" Aku sudah selesai makan jadi ayo."


" Tapi Aku belum makan salad ku, Dan salad mu juga masih belum kau makan."


" Salad adalah makanan penutup, jadi aku akan memakainya setelah aku mau makan."


Bagas langsung menggendong ayeuna dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


" Bagas..." Panggil Ayuna, saat Bagas akan membuka pakaiannya.


" Sayang, aku mohon apa kau tidak kasihan padaku?"


" Baiklah."


Ayuna akhirnya membiarkan Bagas yang membuka pakaiannya, hingga tidak ada lagi sehelai kain yang menutupi tubuh keduanya. Bagas menyalahkan air shower. Dan mulai melakukan apa yang sudah lama tidak mereka berdua lakukan.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Jangan Lupa...


...like...


...komen...


...vote...


...hadiah...

__ADS_1


__ADS_2