LUKA DALAM BAHAGIA

LUKA DALAM BAHAGIA
Pamit


__ADS_3

Karena anjas sampai di negara xxx pada tengah malam, jadi Anjas memutuskan bermalam di villa.


" Tuan kita ke villa atau langsung ke rumah sakit?" Tanya sopir yang biasa mengantar anjas kemanapun saat Anjas berada di negara itu.


" Ke villa saja, aku akan bermalam di sana, besok pagi baru aku akan ke rumah sakit."


" Baik."


Pagi hari nya, Anjas sudah siap untuk mengunjungi Gibran, tak lupa Anjas juga membawa beberapa mainan.


" Kita langsung ke rumah sakit." Ucap anjas pada sopir."


" Baik tuan.."


Sopir langsung melajukan kendaraannya, dan saat lampu merah, Anjas tidak sengaja melihat toko kue. Jadi dia teringat pada ayuna.


" Menepilah sebentar aku akan membeli kue."


" Baik tuan.."


Setelah lampu beralih dari warna merah warna hijau, sopir langsung menepikan kendaraannya, tak jauh dari toko yang ditunjuk Anjas.


Anjas segera turun dan membeli beberapa kue.


" Ini berikan kepada anak dan juga istrimu di rumah." Ucap anjas.


" Tapi tuan..??"


Sopir itu tampak ragu-ragu untuk menerima pemberian dari Anjas.


" Sudah tidak apa-apa ambil saja."


Anjas memberikan sekantung kue kepada sopir. Sopir menerima nya.


" Terima kasih tuan."


" Sama-sama. Sekarang, Ayo kita lekas menuju rumah sakit. aku sudah tidak sabar ingin berjumpa dengan putra aku. Dan semoga saja aku mendapat kabar bahagia setelah aku sampai di sana."


" Ya semoga saja. Saya juga mendoakan semoga putratuan diangkat penyakitnya oleh Tuhan." Ucap sang sopir.


" Amin. Terima kasih atas doanya."


" Sama sama tuan."


Tak beberapa lama kemudian mobil memasuki area rumah sakit.


" Tuan mau ditunggu atau bagaimana?" Tanya sopir, saat anjas turun dari mobil.


" Kau pulang saja, aku akan menelepon mu jika aku ingin pulang."


" Baik tuan."


Anjas masuk ke dalam lift dengan penuh semangat, dia sudah tidak sabar ingin bertemu putranya itu.


Saat Anjas sudah tiba di depan pintu kamar di mana Gibran dirawat, anjas langsung masuk ke dalam.


Dan betapa terkejutnya dia saat melihat ruangan itu kosong, seketika Anjas menjadi panik. Pikirannya dipenuhi pikiran negatif.


" Ayuna? bagas? Gibran?" Teriak anjas.


" Ayuna..."


" Ginran??"


" Bagas?"


" Woy jangan teriak-teriak aku dengar." Ucap Bagas yang baru saja keluar dari kamar mandi.


" Syukurlah kalian masih ada disini aku pikir kalian sudah pergi." Ucap anjas menghampiri gibran.


" Kami belum boleh pergi sebelum 2 atau 3 hari kedepan."


" Dua atau tiga hari apa itu artinya Gibran sudah sehat?"

__ADS_1


" Ya, dokter menyatakan Gibran sudah sehat. Tapi, tidak bisa menyatakan sehat 100%. Karena itu, Gibran harus kembali diperiksa setelah 6 bulan."


" Ini berita yang menggembirakan. Tapi, di mana Gibran?"


" Gibran sedang ada di ruang bayu. mungkin Gibran akan mengucapkan salam perpisahan pada Bayu. Dan Apa yang kau bawa?" tanya Bagas yang kepo dengan beberapa bungkusan yang dibawa Anjas.


" Oh, ini Aku membawa mainan untuk Gibran dan juga kue untuk ayuna."


" Kau hanya membawakan kue untuk ayuna? Untukku??" Tanya bagas.


" Hei, Kau adalah eksekutif tinggi. Kau bisa membeli sendiri bukan?" Hardik Anjas.


" Dasar pelit kemari aku juga ingin kue itu." Ucap Bagas sambil berusaha merebut kantong yang berisi kue di tangan Anjas


" Enak saja. Ini buat ayuna, bukan untuk mu."


Anjas membawanya pergi menjauh dari Bagas, dan meletakkannya di atas meja.


" Aku akan pergi menemui Gibran di ruangan Bayu, kan aku juga membawa mainan untuk bayu. Jadi Awas jangan coba-coba mendekati kue ini ataupun memakannya." Ketus anjas.


" Hmm, baiklah."


Setelah kepergian anjas, bagas sepertinya tergoda oleh aroma yang keluar dari kue itu.


Perlahan bagas mendekati kue itu dan membukanya.


" Hmm, sepertinya sangat enak. Kalau aku mencicipi sedikit saja tidak apa-apa kan?. lagi pula aku harus memastikan apakah ini benar-benar kue atau racun." Ucap Bagas.


Bagas selalu mencuil sedikit bagian dari kue itu.


" Hmm enak, tapi tunggu seperti ada sesuatu yang aneh. Mungkin, aku harus memakan dalam potongan lebih besar agar aku bisa memastikan bahwa rasa aneh itu memang kue bukan sesuatu yang berbahaya."


" Ternyata memang rasa kue. Dan tidak ada sesuatu yang mencurigakan di kue itu."


Bagas lalu menutup kembali kotak kue itu.


" Tunggu, apa jangan-jangan Anjas menyembunyikan sesuatu di tengah kue itu. Aku harus memeriksanya, Aku tidak ingin ayuna kenapa-napa setelah memakan kue ini."


Akhirnya dengan dalih demi keselamatan ayuna, Bagas memakan habis kue yang dibawa Anjar untuk ayuna.


Tok


Tok


Tok


Ceklek...


Anjas masuk,


" Ayah...."


Gibran sangat antusias saat melihat Anjas datang, apa lagi aja datang membawa mainan.


" Hai boy, apakah kamu merindukan ayah?" tanya gibran.


" Gibran sangat merindukan ayah kenapa ayah lama sekali?"


" Maaf sayang pekerjaan ayah sangat banyak sehingga tidak mungkin ayah meninggalkannya."


" Hmm, baiklah. Dan apa yang ayah bawa?" Tanya gibran.


" Ayah membawa mainan untukmu dan juga bayu, beberapa kue yang ku beli di perjalanan saat menuju ke sini." Ucap Anjas ambil memberikan sekantung kue kepada mama bayu.


" Terima kasih anda sangat baik tuan Anjas."


" Sama sama. Dan yang satu untukmu ayuna, aku meninggalkannya di ruangan Gibran. Dan semoga saja Bagas tidak memakannya." Ucap Anjas sambil menatap ayuna.


" kalau ternyata Bagas memakannya habis bagaimana?"


" aku akan membelikannya lagi untukmu."


" Hmm, baiklah. semoga saja Bagas memakannya habis jadi aku bisa mendapatkan yang lebih darimu, hehe." Kekeh ayuna.

__ADS_1


" Apa saja untukmu. jika kau mau aku juga bisa membelikan seluruh toko untukmu."


" Haha, sudahlah."


"Ayah selalu membawakan Gibran mainan, jadi apakah boleh jika mainan ini Gibran berikan semua kepada Bayu?" Tanya gibran sambil menatap kearah Anjas.


" Tentu ya boleh sayang."


" Bayu, Bayu mau kamari mah semua mainan ini?" Tanya gibran pada bayu.


" Tentu saja aku mau, papa aku tidak bisa membelikanku mainan, kata biaya rumah sakit ini sangat mahal."


Hati anjas menjadi tersentuh mendengar penuturan bayu. Begitu besar pengorbanan orang tua dalam pengobatan sang anak


" Jika Bayu mau Paman bisa mengirimkan mainan setiap bulan kepada bayu."


" Tidak Paman terima kasih, ini saja sudah banyak dan lebih dari cukup. Apa aku boleh membaginya dengan temanku nanti Saat Gibran sudah tidak ada disini?"


" Tentu saja,bmainan ini adalah milikmu sekarang. Jadi kau bebas akan melakukan apa saja kepada mainan itu."


" Terima kasih Paman."


Sementara itu, Ayuna yang menghampiri mama Bayu yang terlihat membuka kue. Langsung duduk di sebelah mama bayu.


" wah kelihatannya kuenya sangat enak, Pasti akan sangat cocok jika diminum dengan minuman dingin. Aku akan membeli minuman dingin." Ucap mama bayu.


" Kue itu Anjas berikan kepadamu Jadi kau makanlah nanti bersama dengan Bayu dan juga suamimu." Ucap ayuna.


" Terima kasih, Kau sangat baik kepada kami. Ohya Apa boleh aku bertanya sesuatu yang mungkin sedikit privasi?" Tanya mama Bayu dengan hati-hati.


" Tentu, katakan apa yang ingin kau tanyakan?"


" Sebenarnya ayah Gibran?"


Ayuna, menoleh sebentar ke arah Gibran dan bayi yang sedang bercanda tawa bersama Anjas.


" Anjas adalah ayah kandung Gibran. Sedangkan Bagas adalah ayah sambungnya. Aku tahu jika diriku hamil setelah aku resmi bercerai dengan anjas, lalu aku bertemu dengan Bagas. Awalnya mereka bertengkar, saling mengklaim bahwa mereka yang lebih pantas mendampingiku. Setiap kali bertemu mereka selalu saja bertengkar."


" Dan sekarang?"


" Mereka berdamai, dan bekerjasama dengan tujuan yang sama, yaitu demi kesehatan Gibran."


" Kau sangat beruntung dicintai dua lelaki sekaligus."


" Ya, tapi kau tahu aku merasa ada luka di dalam kebahagiaan ku ini."


" Tidak perlu dipikirkan lagi, bukankah dokter sudah mengatakan bahwa penyakit Gibran sudah hilang?, Dan semoga saja penyakit itu tidak akan pernah kembali."


" Ya, dan aku akan pulang dalam 2 hari."


" Sedih rasanya jika harus berpisah." Ucap mama bayu.


" Sedih lagi saat berpamitan."


" Semoga kita bisa bertemu lagi, suatu hari nanti."


Mama bayu memeluk ayuna.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa...


...like...


...komen...


...vote...

__ADS_1


...hadiah...


__ADS_2