LUKA DALAM BAHAGIA

LUKA DALAM BAHAGIA
Apa ini?


__ADS_3

Bagas mulai berjalan menuju meja resepsionis, dan mulai bertanya tentang Bayu.


Sungguh disayangkan, karena bagas tidak mengetahui nama panjang Bayu membuat resepsionis itu kesulitan mencari informasi tentang bayu.


" Papi, itu bukannya mama Bayu?"


Bagas menoleh ke arah yang Gibran tunjuk. Dan terlihat seseorang yang mirip mama bayu, sedang berjalan masuk ke area rumah sakit.


" Iya sepertinya itu mama bayu."


" Ayo papi, kita ikuti."


" Baiklah."


Bagas lalu mendorong kursi roda dan mencoba mengikuti wanita yang diduga sebagai mama bayu.


Ditengah perjalanan, bagas kehilangan jejak, jadi dia berhenti sejenak dan mencoba mencari wanita tadi.


Saat berhenti gibran melihat seorang wanita dan anak yang mungkin seumuran dirinya, sedang menangis dan memohon agar anaknya tidak dikeluarkn dari rumah sakit. Wanita itu berjanji akan membayar tagihan rumah sakit, begitu suaminya sudah kembali.


" Papi?"


" Ya sayang?" Jawab Bagas Tanpa melihat gibran, karena dirinya masih sibuk mencari wanita tadi.


" Apa papi membawa uang?"


" Tentu."


" Boleh ku minta?"


Bagas mengalihkan pandangannya, kini dirinya menatap intens gibran. Bagas sedikit terkejut karena ini pertama kalinya Gibran meminta uang langsung kepadanya.


" Untuk apa?"


" Sudah berikan saja."


" Gibran mau berapa?" Ucap bagas sambil mengeluarkan dompetnya.


" Kemarikan dompet papi." Pinta gibran.


Bagas lalu memberikan dompet nya kepada gibran. Gibran membuka dompet dan mengambil seluruh uang yang ada di dalam nya.


Tanpa menghitung nominal uang yang barusaja dia ambil. Gibran langsung berdiri dan berjalan mendekat kearah wanita yang menangis tadi.


Bagas hanya bisa memandang Gibran dengan tatapan heran.


Bagas lalu melihat pemandangan luar biasa, di mana Gibran memberikan semua uang itu kepada wanita tadi. Dan bersamaan dengan itu seorang satpam melewati Bagas.


" Emm permisi pak, saya melihat wanita yang bersama anak kecil itu menangis, boleh saya tahu kenapa ya?" tanya Bagas.


" Oh, ibu itu tidak bisa membayar tagihan rumah Sakit anaknya, jadi anaknya akan dikeluarkan dari rumah sakit ini." Terang satpam tadi.


" Jadi begitu, ah baik pak terima kasih."


" Sama sama, kalau begitu saya permisi."


" Oh ya silahkan."


Bagas memandang gibran yang tengah berbincang dengan anak dan wanita tadi, bagas tersenyum dan memuji apa yang baru saja gibran lakukan.


Bagas tersenyum saat gibran berjalan kembali ke arah nya. Bagas mendekati gibran, dan berlutut agar posisi nya dan gibran sama.


" Kau adalah anak yang luar biasa, papi bangga memiliki putra sepertimu." Ucap bagas sambil memeluk gibran.


Gibran hanya tersenyum dan memeluk bagas dengan erat.


Tak lama kemudian, mata gibran melihat sosok Bayu yang sedang di dorong oleh sang ibu.


" Papi, lihat itu bayu."

__ADS_1


" Ah iya benar, ayo kita kesana."


Bagas segera mendudukkan kembali Gibran di atas kursi roda. Lalu mendorong nya perlahan mengikuti bayu


" Bayu..." Teriak gibran.


" Bayu tunggu." Gibran berteriak sekali lagi .


" Ma, seperti nya ada yang memanggil nama Bayu?" Ucap bayu


" Benarkah?"


Mama Bayu lalu berhenti, dan menoleh kebelakang. Terlihat bagas melambaikan tangan ke arah Bayu dan mama nya.


" Bayu, kau pasti akan senang." Ucap mama bayu, sambil membelokkan kursi roda bayu.


" Gibran?. Mama itu gibran." Ucap bayu.


" Iya sayang." Ucap mama bayu, sambil mengelus-elus bahu Bayu.


Bagas dan gibran semakin mendekat ke arah Bayu.


" Bayu..."


" Gibran."


Dua anak itu kemudian turun dari kursi rodanya, dan saling memeluk satu sama lain.


" Bayu, aku sudah mencarimu kemana-mana. Aku mendatangi ruangan yang dulu kau tempati, tapi ternyata ruangan itu sudah diisi oleh orang lain.,"


" Emm ya, Bayu sempat dibawa ke Amerika. Sebelum akhirnya kembali kesini, karena disana lebih sulit untuk mendapatkan donor jantung. Dan ya, sejak kapan gibran berada di sini?" Tanya mama bayu.


" Beberapa minggu, hampir satu bulan."


" Benarkah? Bayu juga Baru beberapa Minggu ada di sini."


" Ayo."


Mereka akhirnya kembali duduk di kursi roda, sepanjang perjalanan Gibran dan Bayu saling bertukar cerita. Sedangkan Bagas dan mama Bayu hanya tersenyum saat mendengar cerita mereka.


Sementara itu, ayuna mulai bosan saat menunggu Bagas dan Gibran yang tak kunjung datang. Lalu dia memutuskan untuk merapikan barang-barang Gibran.


Brak.


Beberapa buku terjatuh di lantai, ayuna mengambil buku itu, dan dia tidak sengaja menemukan sebuah kartu.


" Apa ini?"


Ayuna mengambil kartu dan membaca nya.


" Kartu donor jantung, Kenapa Gibran memiliki kartu ini?. Aku akan menanyakannya pada Gibran nanti setelah dia datang."


Setelah merapikan kembali buku-buku Gibran, ayuna langkah kaki dan suara pintu terbuka.


Ceklek.


" Mami, lihat siapa yang berhasil kami temukan." Ucap senyum mengembang di bibirnya.


" Bayu." Ucap ayuna.


Ayuna menghampiri mereka dan melakukan cipika-cipiki dengan mama Bayu.


" Apa kabar?" Tanya mama bayu


" Baik, kau sendiri bagaimana?"


" Ya, seperti yang kau lihat."


Mereka tertawa bersama kemudian duduk di sofa. Ayuna dan mama bayu saling bertukar cerita, sedangkan Gibran dan Bayu memilih untuk bermain bersama Bagas.

__ADS_1


" Bayu, Aku senang bisa kembali bertemu denganmu."


" Aku juga. Kenapa kau bisa kembali ke rumah sakit ini?" Tanya bayu.


" Karena aku sakit lagi."


Bagas tersenyum dan mengelus bahu gibran.


" Kalian bermainlah, papi akan memberikan makanan untuk kalian."


Setelah berpamitan kepada gibran dan juga ayuna. Bagas segera keluar untuk membeli makanan.


...


Sementara itu, selin yang baru saja pulang di keesokan harinya, terkejut saat mendapati barang-barang di rumahnya sudah tertata rapi dalam sebuah kardus. Dan terlihat masih banyak orang yang lalu-lalang membersihkan dan memasukkan barang-barang di rumah itu ke dalam kardus.


" Mama kenapa dengan rumah kita? Kenapa semua barang-barangnya dimasukkan ke dalam kardus?"


Rini tidak menjawab, dia hanya menoleh sekilas kearah Selin lalu pergi.


Selin berjalan menuju kamar, berniat berbicara kepada anjas. Namun, belum juga selin tiba di kamar, dia mendengar suara papa dan mamanya.


" Mama, papa? kalian di sini?" Tanya selin.


" Ya, kami disini untuk menjemputmu pulang Sayang." Ucap mama.


" Apa?, kenapa?" Tanya selin.


" Anjas mengatakan jika Dia sudah menjual rumah ini dan akan pindah ke ke mansion yang baru saja dibelinya, di daerah Tangerang."


" Tapi.. Anjas tidak mengatakan apapun kepada selin."


" Dia bilang, mansion itu adalah hadiah atas kelahiran bayi kalian. Jadi Anjas meminta pada mama san dan papa agar jemput mu. Supaya kau tidak perlu repot-repot membantu mengurus perpindahan rumah. Dan agar kau dapat mempersiapkan kelahiranmu, yang tinggal menghitung hari. Bukankah jadwal operasi sesar mu sudah ditentukan?" Ucap papa selin.


" Iya, tapi selin harus bicara dulu dengan Anjas."


" Anjas sedang ada di Tangerang mengurus mansion. Sebaiknya kau pulanglah bersama mama dan papa mu." Ucap Rini.


" Tapi siapa yang akan menemani Mama jika aku tidak ada di sini?" Ucap selin, berusaha agar diri nya tetap tinggal. Karena selin tau, mansion itu hanyalah omong kosong Anjas untuk menyingkirkan dirinya.


" Di mansion akan ada banyak para pelayan, jadi Mama tidak akan kesepian, jadi mama akan menunggu kedatanganmu dan juga bayimu di sana. lagipula sebentar lagi kau akan melahirkan, jadi kau harus kan mental dan tenaga mu." Ucap rini.


" Yang dikatakan Mama mertua mu benar, kau harus banyak istirahat untuk mempersiapkan mental dan tenaga menjelang operasi sesar." Ucap papa selin.


" Tapi, selin harus bicara dengan anjas sebelum pergi."


" Sudah bicara nanti saja setelah Anjas pulang dari Tangerang, sekarang sebaiknya Ayo kita pulang." Ajak mama selin.


" Tapi...,"


" Sudah ayo."


Dengan terpaksa selin ikut mama dan papanya pulang, selin menoleh kembali ke belakang. Berharap dia bisa bertemu dengan anjas.


Dan benar saja, saat selin menoleh Anjas ada di sana sambil melambaikan tangan ke arah Selin.


Saat selin hendak memanggil anjas, mama nya sudah lebih dulu mendorong tubuh selin untuk masuk kedalam mobil.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


lanjut besok ya kak, jangan marah kalau ceritanya dirasa bertele-tele ☹️🙏


Karena kadang mendapatkan ide itu sangat susah, terlebih lagi nyari ide nya di sela sela momong di kecil.


☘️💙Salam dari penulis baru ☺️💙

__ADS_1


__ADS_2