
Anjas sedikit tercengang saat mobil yang ditumpanginya bersama Bella memasuki sebuah mansion mewah.
" Ini??"
" Ini Mansion keluarga Paman Wirabrata."
" Tidak Tidak, maksudku aku sebagai pernah melihatnya mansion ini."
" Benarkah?"
" Ya, dan nama paman mu seperti nama dari papa temanku."
" Oh benarkah?"
" Ya."
" Siapa nama temanmu itu."
" Bagas "
" Benarkah, anak pertama Paman Wirabrata juga bernama Bagas."
Anjas menepuk dahinya.
Tuhan, semoga saja hanya sebuah nama yang kebetulan sama. Batin Anjas.
" Itu mereka datang." Ucap Bagas saat melihat mobil memasuki halaman mansion.
" Ayo kita turun dan menyambut mereka." Ucap Bagas.
" Tentu."
Bagas menuntut Ayuna turun kelantai bawah.
" Ah sebentar, aku harus ke kamar mandi." Ucap Bagas.
" Hai Ma." Sapa Ayuna saat melihat Mama sedang berjalan menuju pintu.
" Hai sayang, apa kau sudah tahu bahwa sepupu Bagas akan datang?"
" Emm ya. Kami bahkan melihat mobil nya baru saja memasuki halaman mansion."
" Benarkah?" Ucap Mama terkejut, Ayuna mengangguk.
" Oh Tuhan. PE..., Sayang sebaiknya kau tutup telinga mu, oke." Ucap mama sambil melihat ke arah Ayuna.
" Ba..baik."
Ayuna lalu melakukan apa yang diperintahkan dan,
" PELAYAN CEPAT SIAPKAN MAKANAN DAN TEMPAT TIDUR YANG NYAMAN, KARENA TAMU KITA SUDAH SAMPAI."
" Wow. Mama seperti petir." Kekeh Ayuna.
" Haha, itu cara menghemat suara."
" Menghemat apanya. Justru Mama membuang-buang suara dengan berteriak.,"
" Ah sayang, Tidak. Justru dengan berteriak maka semua orang akan bersiap dan melakukan tugasnya masing-masing. Jadi kita tidak perlu lagi berbicara kepada mereka satu persatu."
" Hmm, Mama benar juga. Ayuna akan mempraktekkan nya saat Twins lahir nanti."
" Bagus, tapi sebelum itu ayo kita sambut tamu kita." Ucap Mama sambil menggandeng tangan Ayuna.
" Kakak ipar.."
__ADS_1
Yuni Langsung berlari dan memeluk kakak ipar nya itu .
" Yuni, sudah lama kita tidak bertemu. Apa kabar mu?"
" Aku baik. Kabar kakak ipar bagaimana?"
" Seperti yang kau lihat." Ucap Mama setelah mereka ber cipika-cipiki.
" Wow, lihat. Siapa gadis cantik ini?" Tanya Yuni saat melihat Ayuna.
" Dia Ayuna, dia adalah istri Bagas."
" Hai Tante." Ucap Ayuna. Mereka kemudian ber cipika-cipiki.
" Ck, pintar sekali Bagas memilih istri, dan lihat dia juga sudah hamil. Ckckck, Bagas juga sangat top. Aku harus menyuruh calon menantu ku untuk belajar rahasia sekali tendang langsung gol kepada Bagas." Ucap Yuni dengan perasaan senang, sambil mengelus perut Ayuna.
" Tunggu, tunggu. Kamu bilang calon menantu?" Tanya Mama Bagas, Yuni mengangguk.
" Kau membawa serta calon menantu mu kemari ?"
" Ya, apa itu hal buruk?" Tanya Yuni sedikit tegang.
" Buruk?, ini adalah berita menggembirakan. Lalu dimana dia?"
" Masih di dalam mobil, seperti nya dia malu malu." Ucap Yuni sambil menoleh ke arah mobil.
" Ya sudah biarkan saja, nanti kalau lapar juga mereka akan turun." Kekeh Mama Bagas.
" Iya kau benar. Bicara soal lapar, sebenarnya aku juga sudah lapar, hehe."
" Haha, kenapa tidak bilang dari tadi. Ayo kita langsung ke meja makan."
" Ayo sayang." Yuni merangkul pundak Ayuna.
" Bibi..." Sapa Bagas, saat mereka berpapasan.
" Tentu saja, Aku calon papi."
" Iya iya, bibi tahu, kau sangat top. Nanti tolong ajari menantu bibi juga ya, agar menjadi top markotop juga seperti kamu." Bisik Yuni.
" Beres, tapi dimana dia? Aku juga tidak melihat Bella."
" Mereka masih ada di dalam mobil mungkin pasangan Bella sedang malu atau nervous, entahlah bibi juga tidak tahu."
" Jaman sekarang masih pakai acara nervous segala, biar Bagas yang melihatnya dan menyeretnya kemarin."
" Ok ok, bibi akan menunggu di meja makan bye bye..."
" Kau mau ikut?" Tanya Bagas kepada Ayuna.
" Eh eh, mau diajak kemana Ayuna?" Cegah Yuni.
" Menemui Bella?"
" Sudah, kamu pergi sendiri saja Ayuna biar ikut kami dan makan bersama kami."
Ayuna tersenyum dan mengangguk ke arah Bagas.
" Baiklah, bibi jaga istriku baik-baik jangan sampai lecet sedikitpun. Satu live saja rambutnya yang hilang Aku akan buat perhitungan kepada bibi."
Setelah mengatakan itu Bagas segera pergi dan berjalan menuju mobil yang ditumpangi oleh Bella.
" Ya Tuhan, sejak kapan Bagas menjadi sensitif seperti itu?" Tanya Yuni.
" Sejak menikah dan akan menjadi calon papi tentunya."
__ADS_1
" Oh haha, kau adalah wanita yang sangat hebat kau membawa banyak perubahan kepada Bagas." Ucap Yuni sambil menatap Ayuna. Ayuna hanya tersenyum.
Mereka bertiga, lalu duduk. Dan Tak lama kemudian tapi Bagas serta ketiga putrinya bergabung ke meja makan. Tak lupa mereka ber cipika-cipiki dengan bibi mereka yang sudah lama tidak bertemu.
" Jadi, kau akan di Indonesia selama berapa bulan?" Tanya Wirabrata
" Ah tidak sampai berbulan-bulan. Mungkin beberapa minggu saja."
" Lo, kamu nggak pernah ke sini loh. Dan sekali kesini kenapa kamu hanya sebentar, memangnya kamu tidak merindukan aku?" Tanya Wirabrata.
" Bukan begitu, hanya saja Bella akan bertunangan, jadi aku pikir akan langsung menikahkan mereka berdua saja. Aku sudah bosan hanya tinggal berdua dengan Bella, apalagi Bella yang selalu bekerja dari pagi hingga malam membantu selalu kesepian berada di rumah." Terang Yuni
" Ah, jadi keponakanku yang paling imut itu akan menikah?" Tanya Wirabrata lagi.
" Ya, eh entahlah. Karena aku juga tidak tahu apakah Bella menerima lamaran dari kekasihnya itu atau tidak.
" Lalu, dimana Bella?"
" Bella dan kekasihnya masih ada di dalam mobil, Bagas sedang menyusulnya."
" Manja sekali Bella sampai harus minta disusul oleh Bagas." Ucap Wirabrata.
" Tidak, bukan Bella yang ingin dijemput oleh Bagas, tapi aku mengatakan pada Bagas bahwa kekasih Bella sepertinya malu untuk langsung masuk ke sama aku tadi."
" Ah jadi begitu?"
" Iya."
" Ya sudah selagi menunggu Bella dan kekasihnya sebaiknya kita makan."
Mereka lalu menikmati sarapan dengan penuh canda tawa, membahas kenangan-kenangan lama yang selalu mereka lakukan ketika mereka bertemu atau bersama.
Sementara itu Bagas mulai mendekati mobil dan langsung menggedor-gedor kaca mobil.
" Woy keluar, ngapain sih di dalam mobil?. Mau mesum ya." Teriak Bagas.
Oh astaga, suara itu adalah suara Bagas. Ya Tuhan, jadi benar Bella dan Bagas adalah sepupu?. Matilah aku. Batin Anjas.
" Anjas, sudah ayo turun." Ajak Bella.
" Tapi.."
" Sudah ayo, daripada ntar kak Bagas merobohkan mobil ini."
" Hah..."
Anjas menghela nafas kasar sebelum akhirnya dia memberanikan diri membuka pintu dan bersiap untuk turun.
" Nah, akhirnya turun juga kalian ngapa....in." Ucapan Bagas sedikit terjeda karena dia terkejut saat melihat Anjas yang turun dari mobil bersama dengan Bella.
" Ka..kau?"
" Hai kakak ipar." Ucap Anjas sambil melambaikan tangan kearah Bagas.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa...
... like...
...Komen...
__ADS_1
...vote...
...hadiah ...