
" Sayang bertahanlah sebentar lagi kita akan sampai." Ucap Bagas.
Dan setelah mereka tiba di rumah sakit, Bagas langsung berteriak memanggil perawat.
Perawat langsung membawa Ayuna ke ruang bersalin.
" Silahkan tanda tangan disini untuk persetujuan melakukan operasi sesar." Ucap perawat.
Bagas bingung, haruskah dia menandatangani surat persetujuan ini. Sedangkan Ayuna pernah mengatakan jika dirinya ingin mencoba melahirkan twins dengan cara normal.
" Emm, bisakah saya berbicara terlebih dulu kepada dokter?. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan."
" Tentu, silakan ikuti saya."
Perawat itu lalu masuk ke ruangan dan terlihat Ayuna sedang dipasangi selang infus oleh perawat yang lain.
" Dokter, suami dari pasien ingin menemui dokter." Ucap perawat tadi.
" Ohya, silakan apa yang ingin anda tanyakan."
" Pembukaan 3 dokter." Teriak perawat yang baru saja memeriksa Ayuna.
Dokter hanya mengangguk arah perawat itu.
" Jadi begini dokter, berapa persen kemungkinan istri saya bisa melahirkan bayi kembar kami dalam proses kelahiran normal."
" Dalam kasus ini, saya mungkin hanya bisa mengatakan 30%. Karena apa?, karena ketuban istri anda sudah pecah di waktu jalan lahir masih buka 3. Dan jika volume air ketuban semakin habis maka nyawa dari kedua bayi bapak bisa terancam. Itulah Kenapa saya memutuskan untuk meminta persetujuan dari bapak untuk melakukan operasi sesar, karena ini menyangkut nyawa Ibu dan bayinya."
Setelah memahami apa penjelasan dari dokter, Bagas melihat ke arah Ayuna sebelum akhirnya dia mendata tangani surat persetujuan untuk operasi sesar.
" Tolong selamatkan istri dan bayi-bayi saya." Ucap Bagas sambil menyerahkan berkas yang sudah ditandatangani.
" Tentu saja pak, kami akan melakukan yang terbaik."
Bagas mencium kening Ayuna, sebelum akhirnya dia dibawa oleh perawat ke ruang operasi.
Tak lama kemudian mama dan papa Bagas datang.
" Bagas bagaimana keadaan Ayuna apakah dia sudah melahirkan?" Tanya Mama.
" Belum ma, Ayunaa baru saja dibawa ke ruang operasi."
" Apakah Ayuna akan dioperasi?* Tanya Papa.
" Ish, Papa ini bagaimana sih, tentu saja Ayuna akan dioperasi. Ayuna itu hamil anak kembar pa, seperti mama dulu yang melahirkan anak kembar kita."
" Iya ya bagaimana Papa bisa lupa jika menantu kita itu sedang hamil anak kembar."
" Hiih Papa."
" Ya maklum ma, udah tua sekali-kali pikun kan tidak apa-apa." Kekeh Papa.
__ADS_1
Bagas terdiam dan terlihat lesu, Bagas selalu memilih untuk duduk di kursi yang ada di koridor rumah sakit itu.
Mama dan papa saling berpandangan, mereka sedikit heran dengan sikap Bagas. Istri nya melahirkan bukannya senang dia justru terlihat sedih.
" Bagas apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?" Tanya Mama yang kemudian duduk di sebelah kanan Bagas,? sedangkan Papa memilih untuk tetap berdiri. Sambil memperhatikan setiap perawat yang lewat.
" Hmm, Mama masih ingat kan, dengan keinginan dari Ayuna."
" Iya, Mama ingat tentang yang melahirkan secara normal bukan?"
Bagas mengangguk, Mama Bagas mengusap lembut bahu Bagas. Dia dapat mengetik kekawatiran Bagas.
" Bagas takut Ayuna kan kecewa karena Bagas menyetujui tindakan operasi sesar."
" Sayang, Ayuna tidak akan kecewa dia pasti akan mengerti, lagi pula kan ini diluar perkiraan kita semua. Percayalah Ayuna pasti mengerti dengan apa yang kau lakukan ini semata-mata untuk keselamatan Ayuna dan bayi kalian."
Bagas menatap mamanya, mama tersenyum dan memeluk Bagas.
" Jangan memikirkan hal yang negatif. Sekarang lebih baik kita berdoa untuk keselamatan Ayuna dan juga bayinya."
Bagas tersenyum dan berterima kasih kepada mamanya, karena sang Mama sudah membuat hati Bagas jauh merasa lebih tenang.
" Sekarang Ayo kita tunggu operasi Ayuna selesai di ruang operasi."
Bagas mengangguk, mereka bertiga kemudian berjalan menelusuri koridor untuk menunggu proses operasi sesar yang sedang dijalani oleh Ayuna.
" Dokter.." Ucap Bagas saat melihat dokter yang keluar dari ruang operasi.
" Bagaimana operasinya apakah berjalan dengan lancar?" Tanya Bagas.
Bagas tersenyum sambil menatap kedua orang tuanya.
" Bolehkah saya melihat istri dan juga anak saya."
" Tentu, silahkan."
Dengan penuh semangat dan bahagia Bagas masuk dan langsung menemui Ayuna.
" Sayang, hei.."
Ayuna tersenyum, matanya tidak terlalu jelas melihat Bagas, mungkin karena efek obat bius. Namun Ayuna masih bisa mendengar suara Bagas dengan jelas.
" Hei, maafkan aku karena aku tidak bisa membiarkan mu melahirkan twins dengan cara normal."
" Tidak apa apa. Dan bagaimana dengan kedua bayi kita apakah mereka sehat?"
" Aku belum melihat nya, aku langsung menemuimu begitu dokter mengatakan bahwa kami bisa melihat mu dan juga bayimu."
" Kami?"
" Ya, Aku di sini bersama mama dan papa."
__ADS_1
Setelah beberapa lama, Ayuna mencoba untuk bangun. Dan meminta untuk diantar menemui bayi kembar mereka.
Dengan menggunakan kursi roda Bagas mendorong Ayuna the ruangan di mana di sana berada kedua bayi kembar mereka.
" Mereka sangat manis." Ucap Ayuna, saat bazar memberikan satu bayi mereka yang berjenis kelamin laki-laki di pangkuan Ayuna.
" Dia sangat mirip dengan Gibran waktu masih bayi." Ucap Ayuna sambil mengelus lembut pipi bayinya.
" Apa sekarang aku boleh tahu siapa nama bayi laki-laki kita?" Tanya Ayuna sesaat setelah dia mencium pipi bayinya.
" Adelio Gibran Sanjaya." Ucap Bagas.
Ayuna menatap Bagas karena dia terkejut ada nama Gibran di dalam nama bayi mereka.
" Kau pernah bilang kan bawa kau bermimpi Gibran akan terlahir kembali menjadi anak kita, jadi aku sengaja menempatkan nama Gibran. Untuk mengingatkan bahwa kita pernah mempunyai seorang putra yang bernama Gibran."
Mata Ayuna berkaca-kaca. Bagas lalu mengambil bayi perempuan mereka yang ada di gendongan Mama. Dan Ayuna.
" Uh, sangat manis dan cantik. Siapa nama untuk bayi perempuan kita?" Tanya Ayuna, saat Mama mengambil bayi laki-laki yang berada di pangkuan Ayuna, dan Bagas meletakkan bayi perempuan mereka di pangkuan Ayuna.
"Adelia Carlissa Sanjaya" Ucap Bagas
" Clarissa?, Nama ku?" Tanya Ayuna. Bagas mengangguk.
" Dan Aku juga ingin kau tahu bahwa nama belakang mu sekarang adalah Sanjaya. Ayuna carlissa Sanjaya. Kita adalah keluarga Sanjaya." Ucap Bagas sambil memeluk Ayuna dari belakang.
Mama memberikan bayi laki-lakinya kepada Bagas, lalu dengan sigap apa mengambil ponselnya dan mengabadikan momen itu. Lalu mereka berempat berfoto bersama dengan anggota keluarga baru mereka.
" Welcome my Twins." Lirih Ayuna dengan mata berkaca-kaca.
Bagas kembali mencium kening Ayuna.
" Terima kasih. Terima kasih karena kau telah memberiku 2 malaikat kecil. Aku sangat mencintaimu."
" Aku lebih mencintai mu sekarang."
Ayuna menatap Bagas, lalu mereka saling berciuman. Membuat mama dan papa Bagas terpaksa mengalihkan pandangannya ke arah lain.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa ...
...like...
...komen...
__ADS_1
...vote...
...hadiah...