
" Wah wah wah, sepertinya kalian benar-benar meluangkan waktu berdua dengan baik ya.." Ucap Mama saat melihat Bagas dan Ayuna pulang dengan wajah berseri-seri.
Ayuna hanya tersenyum menanggapi perkataan dari mama dan langsung mengambil Lia yang sedang berada digendongan sang mama.
" Terima kasih ya ma, karena sudah mau menjaga Lia dan Lio."
" Iya, mama senang kok menjaga mereka dan mama sama sekali tidak keberatan. Jadi kalau kalian ingin melalui waktu berdua lagi katakan saja pada mama."
" Wah ide bagus." Ucap Bagas.
" Dimana Lio?" Tanya Ayuna.
" Lio tadi bersama Mesya dan juga si kembar entah ke mana mungkin mereka membawanya bermain di taman belakang atau di balkon rumah."
" Hmm, sepertinya mereka membawa Lia bermain di taman belakang. Karena jika mereka membawanya di balkon rumah mereka pasti akan melihat kedatangan kami." Ucap Ayuna.
" Mungkin saja. Ohya bagaimana hasil konsultasi kalian tadi?"
" Baik ma, dokter mengatakan bahwa Ayuna masih bisa terus memberikan si kembar ASI selama tidak ada gejala yang berat."
" Kalau begitu mulai sekarang kamu harus memperhatikan makanan yang kamu konsumsi harus mengandung nutrisi dua kali lipat. Karena sekarang kau tidak hanya memberi nutrisi kepada dua anak tapi juga satu yang ada di dalam kandungan mu."
" Mama tidak perlu khawatir karena Bagas akan memastikan bahwa ayunan akan mendapatkan nutrisi serta vitamin yang sangat cukup." Ucap Bagas sambil memegang pinggang Ayuna.
" Kalau begitu Ayuna akan melihat apakah mereka benar-benar ada di taman belakang rumah."
" Tidak perlu, kau langsung saja naik ke atas dan beristirahat biarkan aku yang mengambil Lio." Ucap Bagas.
" Benar, Mama juga dapat melihat kelelahan Di matamu jadi lebih baik kau naik ke atas dan beristirahat."
" Ah mama.."
Ayuna tersipu lalu segera naik ke atas sambil menggendong Lia. Didalam kamar, Ayuna meletakkan Lia dikasur utama dan ikut berbaring disampingnya. Ayuna mengingat kembali apa yang baru saja mereka lalui.
" Lia, Apa kau tahu Mami benar-benar mengalami hari yang paling menyenangkan. Terima kasih ya karena selama Mami dan Papi pergi kalian tidak menyusahkan nenek dan Tante kalian." Ucap Ayuna sambil mencium Lia. Dan Lia tersenyum sambil mengocok bahasa bayi.
Sementara itu, Bagas langsung berjalan ke taman belakang untuk melihat apakah benar Lio ada di sana.
" Hai boy.." Ucap Vega saat melihat beliau sedang bercanda tawa bersama dengan ketiga tantenya.
" Kak Bagas sudah pulang,?" Ucap Mesya.
" Iya, dan kemari sudah waktunya bagi Lio untuk beristirahat. Terima kasih ya karena kalian sudah membantu menjaga Lio."
" Sama sama." Ucap Mesya sambil memberikan Lio kepada Bagas.
" Hai boy, apakah kamu merindukan Papi?" Ucap Bagas.
" Hmm, kurindu Papi atau mami?"
" Hiks hiks.."
" Ternyata kalau lebih merindukan Mami daripada Papi ya?" Ucap Bagas yang mengetahui Lio menangis saat Bagas mengucapkan siapa yang paling dirindukan oleh Lio.
Lio tersenyum mendengar penuturan Bagas.
__ADS_1
" kalau begitu ayo kita segera menemui Mami."
Sesampainya di kamar Bagas melihat Ayuna tengah menidurkan Lia.
Begitu melihat sang Mami, Lio langsung mengadakan kedua tangannya tanda ingin juga digendong oleh Ayuna.
Ayuna segera meletakkan Lia ke box bayi dengan hati-hati.
" Kemari, apa kau merindukan mami?" Ucap Ayuna sambil mengendong Lio.
" Aku akan makan, perutku rasanya sangat lapar seperti tidak makan berhari-hari." Ucap Bagas.
" Tentu saja kau lapar karena hari ini kau terlalu banyak mengeluarkan energi." Ledek Ayuna.
" Dan aku akan senang hati mengeluarkannya lagi jika kau menginginkannya."
Ayuna lalu mulai memberi ASI kepada Lio dan menidurkannya.
Satu jam kemudian, Lio sudah tertidur dan Ayuna memutuskan untuk turun kebawah karena sepertinya perutnya juga sudah mulai lapar.
Ceklek..
Saat Ayuna baru saja meletakan lio di tempat tidur nya. Bagas masuk dan membawa nampan berisi makanan dan minuman.
" Bagas.."
" Aku tahu kok pasti juga sangat lapar terutama setelah mengeluarkan banyak tenaga."
Ayuna tersipu, bagaimana tidak kata-kata yang tadi dia gunakan untuk meledek Bagas ini dikembalikan lagi oleh Bagas.
" Sttt, waktu berdua kita telah berakhir. Jadi jangan coba-coba untuk memancing ku."
" Sayang, bukankah kita masih bisa memulai waktu kedua jika si kembar tidur atau saat malam hari?" Bisik Bagas.
" Sini, berikan makanan nya padaku. Terima kasih karena sudah membawakanku makanan." Ucap Ayuna yang langsung mengalihkan perhatian karena tidak ingin mendekati perkataan dari Bagas. Karena Ayuna sudah paham, jika dia menanggapi perkataan Bagas maka pertempuran itu pasti akan kembali terjadi.
" Sama sama my queen. Mau aku suapi?, aku akan menyuapi dengan cinta"
" Tidak perlu, pergilah beristirahat."
" Ya aku akan beristirahat sebentar lagi tapi sebelum itu aku harus menghubungi Yudi untuk memastikan bahwa Tara benar-benar berada di rumah
" Baiklah."
Cup
Bagas mencium kening Ayuna sebelum akhirnya dia keluar kamar untuk menelpon Yudi.
...----------------...
Ceklek..
Setelah ada di dalam kamar mandi kurang lebih selama 1 jam akhirnya Tara memberanikan diri untuk keluar, namun betapa terkejutnya dia saat mendapati bahwa Yudi sudah tidak ada di sana. Tara juga mencari ke seluruh ruangan dan bertanya kepada beberapa pelayan namun jawaban mereka semua sama bahwa Yudi sudah pergi 1 jam yang lalu.
" Itu artinya Kak Yudi pergi setelah mendengar semuanya dariku." Lirih Tara. Lalu dengan langkah gontai Tara kembali masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
Tara yang tidak tahu harus melakukan apa karena ponsel juga tidak berada di tangannya akhirnya hanya bisa menyalakan televisi yang ada di kamarnya.
" Huft, Baru kali ini aku melihat televisi di jam siang seperti ini. Dan Kenapa tidak ada acara yang menyenangkan."
Tara terus aja mengganti channel TV hingga dia berhenti di salah satu channel yang membuatnya terkejut.
Channel TV itu memberitakan tentang Doni yang ditangkap polisi karena kasus pelecehan seksual. Tara sedikit terkejut karena polisi juga membeberkan bukti berupa tas dan juga pakaian milik Tara.
Tarafokus menata berita yang memberitakan tentang Doni dan juga barang miliknya, bahkan studio tempat dimana Tara kembali dilecehkan oleh Doni pun sudah dipasangi garis polisi. Tara juga memperhatikan reporter akan mewawancarai seorang pria yang tak lain adalah Yudi.
Namun Yudi sepertinya berusaha lari dari kameramen. Terbukti setelah berbincang-bincang dengan polisi Yudistira masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan lokasi studio foto tempat bekerja.
" Kak Yudi?, apakah Kak Yudi yang telah memenjarakan Doni?. Tapi Kenapa apakah karena diriku?. Kak Yudi bahkan membongkar pelacuran yang didirikan oleh Doni. Dan semua wanita yang di sana adalah tawanan Doni." Ucap Tara.
Tara yang tidak dapat menemukan jawabannya hanya bisa mondar-mandir menunggu kepastian.
" Ya Tuhan, bagaimana aku bisa menanyakan hal ini kepada Kak Yudi jika aku saja tidak mempunyai ponsel. Aku bahkan tidak ingat nomor Kak Yudi. Ah ya Tuhan aku harus siap dengan segala sesuatu yang mungkin terjadi di keluarga ini karena sekarang mobil dan tasku menjadi barang bukti atas kejahatan Doni."
Tin
Tin
Tin
Tara yang benar suara klakson mobil segera keluar dari kamar dan turun.
" Itu pasti kak Yudi."
Namun Tara harus kecewa karena ternyata yang datang bukanlah Yudi melainkan kedua orangtua Tara yang langsung berhamburan memeluk Tara.
" Nak, maafkan kami karena tidak bisa menjadi orangtua yang baik untukmu." Ucap Mama.
" Iya, Maafkan Papa juga karena tidak bisa menjagamu sehingga kau mengalami pelecehan ini."
" Apa?"
" Yudi sudah menceritakan semuanya kepada kami. Kau mengalami pelecehan saat mengajukan surat pengunduran diri menjadi seorang model kan?"
Tara hanya terdiam. Dia menerka nerka apakah Yudi hanya mengatakan itu atau mengatakan semua kepada orang tuanya.
" Sekarang Mama berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian ataupun membiarkanmu kemanapun sendirian."
Tara hanya tersenyum menanggapi perkataan dari sang Mama.
Lalu sama mengajak Tara untuk kembali beristirahat, walaupun sebenarnya Tara berniat untuk meminjam ponsel mama karena dia ingin menghubungi Yudi.
Kak Yudi Di mana dirimu sekarang?, Kenapa kau tidak datang ke sini setelah kau memenjarakan Doni. Apa kau melakukan itu untuk melampiaskan rasa kesalmu dan kau tidak ingin lagi bertemu denganku karena kau merasa jijik padaku?. Batin Tara.
Ya ternyata Yudi yang keluar dari rumah Tara bukan karena kesal melainkan langsung menuju studio foto tempat dimana mobil Tara berada. Dan segera mencari barang bukti juga rekaman CCTV dari studio itu dan juga Mall tempat Tara melarikan diri. Berbekal bukti itulah Yudi berani melaporkan Doni ke polisi. Untuk memberikan keadilan pada Tara.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1