
" Hei, aku serius." Ucap bagas
"Sttt, bisa tidak jangan membahas hal itu di hadapan Gibran.,"
" Kalau begitu, kita akan membahasnya setelah ini oke." Bagas mengedipkan 1 matanya kearah ayuna sebelum akhirnya bagas masuk membawa barang-barang milik ayuna dan juga Gibran.
" Aku akan pesan kan makanan. Gibran ingin makan apa?" Tanya Bagas, sesaat setelah dia selesai meletakkan barang milik ayuna dan juga gibran.
" Burger saja. Ada ayam goreng. Juga milk shake coklat." Ucap gibran.
" Kalau mami apa?" Tanya bagas.
" Apa saja terserah, yang penting bisa membuat perut kenyang." Ucap ayuna, sambil menjatuhkan diri di atas sofa.
" Apa saja ya?, Bagaimana kalau makan sosis papi saja?. Sosis Papi bisa membuat mami kenyang selama 9 bulan loh." Goda Bagas.
" Dasar mesum. Gak liat apa disini ada gibran."
Brug !!
Ayuna melempar bantal sofa ke arah wajah Bagas.
" Awww.." Ucap Bagas.
" Yaa maap. Habisnya, mami bilang mau makan apa aja."
" Iya, tapi bukan itu juga." Ketus ayuna.
" Tapi, mami suka kan sama sosis Papi?" Goda Bagas
" Papi, jangan mulai deh, mami lempar sandal nih, mau?" Ucap ayuna, yang sudah bersiap melepas sepatunya.
" Eh eh, ya jangan dong."
" Ya sudah, Jangan bicara yang aneh-aneh.,"
" Mami, memang sosis Papi seperti apa yang bisa bikin kenyang selama 9 bulan?" Ucap gibran, yang sedari tadi hanya menyimak percakapan dari kedua orang tuanya itu.
Ayuna langsung melotot melihat Bagas. Dan melayangkan tinjunya.
" Sosis istimewa yang hanya diperuntukan bagi wanita luar biasa seperti mami."
" Hanya untuk wanita? untuk anak seperti Gibran tidak ada ya?"
" Tidak ada, sosis papi hanya ada 1 didunia. Dan itu sudah menjadi milik mami."
" Wah mami beruntung. Jadi kapan Papi akan memberikan sosis kepada mami?. Gibran ingin melihat sosis yang dapat membuat kenyang seseorang selama 9 bulan."
Tik tok tik tok tik tok
Bagas menatap ayuna,
" Ah.... mami merasa gerah. Mami akan mandi dulu, bye.."
Ayuna langsung kabur dengan masuk ke dalam kamar Bagas.
" Papi, bolehkan Gibran melihat sosis?"
" A.... Kenapa jadi begini sih?" Lirih bagas.
" Papi?" panggil gibran lagi.
" Ah iya. Gibran boleh melihat sosis itu tapi tidak sekarang."
" Lalu kapan?"
" Nanti, kalau Gibran sudah berumur 18 tahun, maka Papi akan menunjukkan sosis itu."
" Yah, itu akan sangat lama."
" Itu tidak akan lama."
" Tidak."
" Lama."
" Tidak."
" Lama."
__ADS_1
Ayuna terkekeh mendengar perdebatan antara Bagas dan juga Gibran. Lalu dia memutuskan untuk mandi dan berendam.
...----------------...
Sementara itu, anjas langsung memanggil taksi, dan meminta untuk diantar ke apartemen Dion.
" Mari kita lihat, apakah rambut dion juga basah." Gumam anjas.
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 20 menit. Anjas tiba di apartemen Dion.
Anjas langsung masuk dan berjalan menuju kamar Dion.
Sedangkan dion yang baru saja bangun karena menyadari selin sudah tidak ada di sampingnya. Memilih langsung membersihkan diri, dion akan menghubungi selin nanti, untuk menanyakan kenapa selin pulang lebih dulu.
Byur...byurr..byurrr
Dion membasahi tubuhnya, lalu sama-sama Dion mendengar suara bel pintu.
Ting
Tong
Ting
Tong
" Siapa yang datang sore hari." Lirih dion.
Setelah dion selesai dengan ritual mandinya. Dia segera keluar untuk melihat siapa yang datang hanya dengan mengenakan handuk dipinggang.
Ceklek...
" Anjas.."
Dion terkejut melihat yang datang ke apartemennya adalah Anjas.
" Wah wah wah, sudah segar rupanya?" Tanya anjas.
" Ya, Aku baru saja selesai berolahraga." Ucap dion.
" Olahraga di ranjang ya?"
Dion terdiam.
" Haha, aku bercanda. Ohya, kau tidak mempersilahkanku masuk?" Tanya Anjas.
" Ah iya, silahkan masuk "
" Terima kasih."
Dion berjalan dibelakang Anjas, lalu Anjas segera duduk di sofa. Dion berjalan menuju dapur dan mengambilkan sebuah minuman untuk Anjas.
Dion memberikan sebuah minuman yang biasa diminum oleh para pria kepada Anjas.
" Terima kasih." Ucap Anjas.
Seelah anjas meminum minuman nya.
" Tumben kau mampir kemari?" Tanya dion.
" Ya, mobilku sedang diservis di dekat sini. Jadi, daripada aku pulang lebih baik aku menunggunya di apartemen mu."
" Begitu?"
" Ya."
Anjas melonggarkan dasinya. Bersandar di sofa dan memejamkan mata.
" Jika kau ingin istirahat Kenapa tidak istirahat di kamar saja?"
Tawar dion.
" Bolehkah?" Tanya anjas pura-pura senang, padahal anjas memang sudah berharap, bisa masuk ke dalam kamar dion.
" Tentu, beristirahatlah sementara aku akan berganti pakaian." Ucap dion.
" Ide bagus."
Anjas bangun, lalu berjalan menuju ke kamar dion. Sesampainya dikamar, anjas langsung menjatuhkan diri di atas kasur.
__ADS_1
Sedangkan dion, langsung menuju lemari untuk berganti pakaian.
" Hmmm, kasur mu sangat wangi." Ucap anjas saat melihat dion sudah selesai berganti pakaian.
" Benarkah?"
" Ya, seperti wangi parfum wanita. Dan kau tahu, wanginya mirip seperti parfum selin." Ucap anjas.
Deg !
Dion menghentikan aktivitas nya yany akan mengenakan kaos. Dan menatap anjas yang masih berbaring di atas kasur nya.
" Ya mungkin saja wangi nya sama."
" apa kau memakai parfum ini?" Tanya Anjas.
" Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin aku memakai parfum wanita." Terang dion.
" Lalu, Kenapa wangi kasurmu seperti wangi parfum wanita?"
" Mungkin, wangi parfum laundry. Kemari sprei itu baru saja diganti oleh petugas laundry."
" Ah begitu..."
Dion lalu berjalan mendekati Anjas dan duduk di pinggir ranjang.
" Aku sedang bingung." Ucap anjas sesaat setelah Dion duduk di dekatnya.
" Ada apa?"
" Kau tau, tadi Saat Aku ingin meniduri selin, aku melihat banyak tanda merah di dadanya."
Dion melihat sekilas ke arah Anjas, lalu mengalihkan pandangan ke arah lain.
Ya Tuhan, Aku baru saja memberikan banyak tanda di dada selin. Semoga saja selin bisa keluar dari menegangkan itu. Batin dion.
" Lalu, apa yang kau lakukan?" Tanya dion.
" Aku bertanya, namun jawabannya tidak membuatku senang. Dan kau tau, saat aku menyatukan milikku dengan milik istriku. Rasanya sudah berbeda."
" Berbeda gimana?" Tanya dion pura pura tidak tahu.
" Beda. Rasanya seperti sudah dipakai."
" Memangnya rasanya beda ya? jika barang itu sudah dipakai atau tidak,?" Tanya Dion.
" Jelas beda lah, tidak mungkin kau tidak tahu. Bukankah kau yang sering menidurinya. Ah, maksudku bukankah kau juga sering meniduri para wanita yang ada di club." Ucap Anjas.
Dion terdiam.
" Dion, apa yang akan kamu lakukan jika mengetahui istri selingkuh dengan sahabat sendiri?" Tanya anjas.
" Aku tidak tahu karena aku belum memiliki Seorang istri." Jawap dion.
" Kalau begitu menikahlah agar kau tahu bagaimana rasanya punya istri."
" Ya, aku masih menunggu diriku sesukses dirimu."
" Ah bung, Jangan menunggu sukses untuk menikahi seorang wanita. Jika kau mencintainya kau harus menikahinya sekarang. Jadi katakan, Bagaimana perasaanmu jika pasanganmu selingkuh dengan sahabat dekat mu sendiri?"
" Yang jelas aku sangat terluka. Kenapa kau bertanya seperti itu?" Ucap dion.
" Karena aku baru menyadari bahwa istriku...."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa...
...like...
...komen...
...vote...
__ADS_1
...hadiah...