
" Selamat pagi sayang..." Ucap Bagas saat Ayuna baru saja membuka mata.
" Hai.." Ucap Ayuna yang masih setengah sadar.
Samar samar, pandangan Bagas mulai jelas. Ayuna melihat Bagas membawa nampan berisi makanan dan segelas susu hangat.
" Astaga, harusnya kau tidak perlu melakukan ini." Ucap Ayuna yang terharu karena Bagas sudah menyiapkan makanan dan membawanya ke sini bahkan sebelum Ayuna benar-benar bangun.
" Mulai sekarang, setiap kamu membuka mata aku akan ada disini bersama dengan makanan karena boleh sekarang aku akan memastikan bahwa kamu mengkonsumsi banyak makanan yang sehat dan bernutrisi."
" Uh, so sweet sekali. Terima kasih ya.."
Ayuna memeluk Bagas, sebelum akhirnya mulai menghabiskan makanannya dibawa oleh Bagas.
" Hmm, enak."
" Kau mau lagi?"
Ayuna mengangguk.
" Tunggulah disini. Aku akan membawakannya lagi untuk mu."
" Tidak perlu, aku bisa sendiri." Cegah Ayuna.
" Sttt,n tolong izinkan aku membantumu. Bagaimana pun juga sekarang kau sedang hamil dan kau juga masih harus memberi ASI kepada kedua putra dan putri kita jadi aku tidak ingin kamu merasa kelelahan."
" Hmm, baiklah." Ucap Ayuna mengalah.
Setelah kepergian Bagas, Ayuna berdiri dan melihat kedua putra dan putrinya. Dan Ayuna sedikit terkejut karena mereka berdua sudah segar.
" Hmm, kalian sangat wangi. Apa kalian sudah mandi?"
Lia dan Lio menatap Ayuna dengan senyuman. Lalu Ayuna menggendong mereka berdua hendak membawanya ke kasur, agar Ayuna bisa dengan terpaksa bermain bersama mereka berdua. Bersamaan dengan itu, Bagas yang masuk ke dalam kamar menjadi terkejut karena melihat Ayuna menggendong Lia dan Lio secara bersamaan.
"Sayang, apa yang kau lakukan?"
Dengan cepat Bagas meletakkan nampan itu di atas meja dan mengambil Lia dari gendongan Ayuna.
" Aku hanya akan memindahkan Baraka ke kasur kita jadi aku bisa dengan leluasa bermain dengan mereka, apakah salah?" Ucap Ayuna.
" Tidak. Hanya saja, sekarang kau tidak perlu menghitung mereka berdua secara bersamaan. Aku tidak ingin kau merasa kelelahan dan terjadi sesuatu kepadamu."
" Bagas, kau terlalu berlebihan. Aku baik baik saja."
" Ayuna..."
" Baiklah baik. Aku tidak akan menyentuh mereka secara bersamaan lagi." Ucap Ayuna mengalah. Dia sebenarnya heran dengan sikap over protektif pada selama beberapa hari ini. Ya walaupun Ayuna tahu hal itu untuk kebaikan dirinya dan juga bayi yang sedang dikandung. Tapi terkadang Ayuna merasa bahwa Bagas terlalu berlebihan.
Ayuna menata Bagas yang telaten menyuapi kedua buah hatinya. Ayuna merasa sejak dirinya hamil Bagas seperti mengambil alih pekerjaan Ayuna.
" Bagas, apa kau yang memandikan mereka?" Tanya Ayuna sesaat setelah dia menghabiskan roti isi buatan Bagas.
__ADS_1
" Ya, tadi popok mereka bocor, aku pikir daripada menggantinya sekalian saja aku memandikan mereka."
" Kenapa tidak membangunkan aku?"
" Ah, aku tidak tega membangunkanmu tidur sangat lelap aku tahu semalam si kembar agak rewel. Lagipula jika hanya memandikan aku bisa."
" Aku tahu, tapi setidaknya bangunkan aku, jadi aku bisa membantumu untuk memandikan mereka."
" Sayang sudah aku bilang kan jika hanya memandikan si kembar aku bisa. Yang tidak bisa aku lakukan hanya ketika si kembar ingin minum ASI."
" Baiklah. Sekarang kemari biarkan aku yang menyuapi si kembar."
" Tidak perlu, yang perlu kau lakukan hanyalah mandi dan berdandan. Aku ingin kau terlihat cantik hari ini."
" Hmm, apa selama ini aku tidak terlihat cantik?"
" Cantik. Hanya saja, sedikit emmm ya begitulah. Sejak mengurus si kembar aku melihat dirimu tidak lagi berdandan untukku. Kali terakhir aku melihatmu cantik dengan make up adalah saat kita melakukan waktu berdua."
" Apa kau ingin melakukan waktu berdua lagi?" Bisik Ayuna.
Seketika badan Bagas seperti kesetrum. Dia merasa sesuatu dibawah sana terbangun hanya dengan bisikan Ayuna.
Ayuna tersenyum melihat perubahan dari wajah badan selalu segera berlalu meninggalkan Bagas untuk menuju kamar mandi.
" Papi...papi..." Oceh Lia.
" Aaak ak..." Imbuh Lio
" Ah iya sayang. Maaf ya, gara-gara Mami Papi jadi tidak berkonsentrasi pada kalian. Sekarang ayo kita habiskan sarapan lalu Papi akan mengantar kalian bermain bersama Oma. Karena papi akan berehem ehem.." Kekeh Bagas sambil terus menyuapi kembar.
" Hmm, Tidak ada salahnya jika aku yang memulai lebih dulu. Lagipula ini sudah lebih dari 1 pekan sejak kami menghabiskan waktu berdua. Dan aku juga sedikit heran kenapa dia tidak pernah memintanya sakit aja sedang bersantai di malam hari.." Lirih Ayuna, sebelum akhirnya memutuskan untuk segera mandi dan berdandan untuk Bagas.
Setelah selesai menyuapi Bagas, Ayuna segera memberi mereka ASI.
" Sayang, Kenapa kaubhanya mengenakan handuk kimono?"
" Memangnya kenapa?"
" Ya, tidak apa apa sih. Hanya saja setelah bisikanmu tadi aku jadi sedikit lebih bergairah terutama saat melihatmu hanya mengenakan handuk kimono. Rasanya seperti aku ingin memakanmu saat ini juga."
" Sttt, ada kembar." Ucap Ayuna.
" Hmm, baik lah. Kalau begitu aku akan menidurkan Lia dan memberinya ASI pada botol yang sudah aku hangatkan tadi."
" Terima kasih ya.."
" Apapun untuk mu sayang..."
Lia dan Lio yang sudah menghabiskan makanannya dan meminum ASI, membuat mereka cepat sekali kembali tertidur. Lalu ayunan segera memasang pompa asi elektronik pada kedua sisinya. Dan mulai memarah untuk tetap menjaga stok asinya melimpah.
" Glek.."
__ADS_1
Bagas dua gundukan itu sedang diperah oleh pompa asi elektronik. Ayuna tersenyum melihat tingkah Bagas.
" Sebaiknya aku segera membawa bekas makanan ini ke dapur." Ucap Bagas.
Ayuna tersenyum dan mengangguk. Dan saat Bagas berjalan menuju dapur dia tidak sengaja bertemu dengan sang Mama yang baru saja selesai makan.
" Bagas, di mana Ayuna?. Kenapa dia tidak turun untuk sarapan?. Dan apakah anak anak sudah tidur?."
" Mereka baru saja tidur ma, dan Ayuna sedang memerah ASI."
" Begitu.."
" Iya begitu."
" Lalu, apa kau tidak akan sarapan?"
" Aku akan mengajak Ayuna untuk makan pagi di luar boleh kan mah, Jadi aku minta tolong kepada Mama untuk menjaga si kembar."
" Boleh."
" Yes."
Mama mengerutkan dahinya saat Bagas bersorak gembira.
" Maksud Bagas, yea.. Emm, sebaiknya Bagas kembali ke atas untuk memberitahukan Ayuna."
Mama tersenyum dan menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah laku Bagas.
Ceklek...
Dengan hati-hati Bagas membuka pintu dan melihat Ayuna sudah selesai bersiap, Ayuna terlihat begitu cantik dan mempesona dengan balutan dress berwarna pink. Sangat kontras dengan kulit putih mulus Ayuna.
" Sayang, kau terlihat sangat cantik."
Ayuna tersipu malu mendengar pujian dari Bagas. Bagas mencium leher Ayuna. Ayuna memejamkan mata.
" Apa kau siap untuk waktu berdua kita?" Tanya Bagas.
" Iya.. Tapi sebelum itu aku ingin kita pulang ke rumah karena aku sungguh merindukan rumah kita."
" Tentu saja." Ucap Bagas.
Setelah berpamitan kepada mama dan memastikan bahwa stok ASI dan juga cemilan untuk si kembar cukup. Bagas dan Ayuna segera meluncur ke rumah.
Sepanjang perjalanan, Bagas melihat Ayuna yang begitu mempesona. Jantung nya seakan berdetak kencang, Bagas merasa seperti baru pertama kali memiliki Ayuna. Ada sesuatu yang menggebu-gebu dalam diri Bagas. Hingga, saat mereka baru saja sampai di rumah. Bagas segera menutup pintu mengujinya dan langsung memeluk Ayuna dari belakang.
" Aku mencintaimu sayang. Dan aku menginginkan mu sekarang.." Bisik Bagas.
Ayuna tersenyum. Dan mereka menghabiskan waktu berdua di rumah itu.
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...