
" Hai boy.." Sapa anjas.
" Hai ayah ayah ke mana saja?" Tanya gibran.
" Maaf ya Sayang ayah sedang ada urusan jadi ayah baru bisa datang kemari hari ini."
Anjas tidak mengatakan kepada Gibran bahwa minggu-minggu sebelumnya Anjas pulang ke negaranya. Tentu saja untuk menemui Celine dan juga mamanya. Bagaimana pun juga selin kini telah mengandung anak Anjas, jadi Anjas mencoba membuka hati untuk Celine Dan menepati janji yang pernah diucapkan.
Selin tidak untuk bertemu dengan Gibran, dengan satu syarat Gibran benar-benar mau mencintai nya.
" Hai boy siapa ini apa dia teman barumu?" Tanya anjas yang penasaran dengan anak laki-laki yang duduk di sebelah Gibran.
" Ya dia adalah teman baru gibran mulai saat ini. Nama nya Bayu."
Anjas kemudian menyapa Bayu.
" Hai bayu, Apa kau juga dirawat di sini?" Tanya anjas.
" Ya ayah, bahkan Bayu ada disini sebelum Gibran datang. Dan kamar Bayu ternyata tidak jauh dari kamar Gibran."
" Benarkah?"
" Ya ayah. bahkan mungkin kamar kami hanya berjarak beberapa kamar."
" Bukankah itu berita yang bagus. Jadi kalian bisa mengunjungi satu sama lain." Ucap Anjas.
" Ayahku benar. Bayu, maukah kau mengunjungiku? aku akan mengunjungimu lain hari. Atau kita akan bertemu lagi di taman ini."
" Hmmm, baiklah."
" Bayu .."
Seorang wanita yang mungkin seumuran dengan ayuna, datang menghampiri bayu. mungkin itu adalah ibu Bayu.
" Ternyata kau ada disini. Mama sudah mencarimu kemana-mana, Ayo sekarang kita kembali kau sudah terlalu lama ada di luar." Ucap wanita tadi.
" Sebentar ma, apa kan berpamitan pada teman baruku." Ucap bayu.
" Oh ya kamu memiliki teman baru. Siapa dia?, kau tidak ingin mengenalkannya pada mama?"
" Gibran kenalkan ini adalah mamaku. Dan Mama kenalkan ini Gibran teman baruku."
Wanita itu tersenyum dan menyapa Gibran.
" Hai.."
" Halo juga tante.." Sapa gibran.
" Gibran Aku harus pergi sekarang." Ucap bayu.
" Ya apakah kita akan bertemu lagi?"
Bayu menatap mamanya, seperti meminta izin apakah boleh bayu bertemu lagi dengan Gibran.
Mama Bayu tersenyum dan berkata,
" Tentu saja Gibran boleh bertemu dan bermain dengan Bayu. Tapi untuk saat ini bayi harus kembali dan beristirahat." Ucap wanita itu dengan lembut.
__ADS_1
" Mama, apa Mama tahu jika kamar ku dan Gibran saling berdekatan?"
" Oh benarkah?"
" Ya, kamar kita mungkin berjarak 2 atau 3 kamar. Jadi, apakah boleh suatu hari nanti aku mengunjungi Gibran dan Gibran mengunjungiku di kamar?"
" Tentu saja boleh sayang, asal kau berjanji tidak akan berjalan cepat atau berlari."
" Ya ma, Bayu berjanji."
" Anak pintar. Sekarang, Ayo ucapkan salam perpisahan kepada teman barumu ini."
" Bye Gibran semoga kita akan bertemu lagi." Ucap bayu.
" Bye bayu."
Wanita itu lalu menuntun Bayu dengan hati-hati untuk duduk di kursi roda, lalu membawanya pergi. Tak lupa wanita itu juga tersenyum kearah Gibran dan Anjas.
Setelah kepergian Bayu..
" Ayah aku merasa pusing.."
Brak.!!!
Setelah gibran mengatakan itu dirinya langsung pingsan, Untung saja reflek anjas sangat bagus, jadi dia segera menangkap tubuh gibran.
" Gibran...!!!"
Teriak Bagas dan ayuna bersama, mereka langsung berlari menghampiri Gibran dan Anjas.
" Aku tidak tahu, semuanya baik-baik saja. Setelah kepergian Bayu Gibran mengatakan jika dirinya pusing, dan setelah itu dia tiba-tiba pingsan." Ucap Anjas.
" Sebaiknya Ayo kita segera membawanya masuk agar dokter memeriksanya." Ucap bagas.
" Ya kau benar."
Anjas langsung menggendong Gibran dan membawanya masuk kembali ke rumah sakit, Bagas dan ayuna, mengikuti dari belakang.
Setelah sampai di kamar Gibran, Bagas segera memanggil dokter dan tak lama kemudian dokter datang dan langsung memeriksa Gibran.
" Apa yang terjadi kepada anak saya dok? Kenapa dia bisa pingsan padahal sebelumnya dia baik-baik saja?" Tanya ayuna.
" Ya bahkan sebelumnya dia tersenyum dan tertawa." Imbuh Anjas.
" Ini biasa terjadi pada pasien yang menjalani kemo setelah operasi. jadi saya harap anda dapat menjaga kondisi putra Anda agar tidak terlalu lelah. saat ini kondisi fisiknya memang terlihat sehat, namun imunnya sedang berperang melawan sisa sisa kanker yang mungkin masih ada di tubuhnya."
" Kapan anak saya bisa dinyatakan sembuh dari kanker ini dok?" Tanya ayuna.
" Setelah kita melakukan kan beberapa tes lagi. maka kita bisa memastikan apakah sel kanker itu masih ada atau sudah hilang."
" Butuh berapa lama lagi?" Tanya bagas.
" Tidak tentu, terkadang semua itu tergantung dari respon tubuh menerima obat yang kita berikan untuk mematikan sel-sel kanker itu. Jika respon tubuh Gibran baik, maka dia bisa dinyatakan sehat dalam kurun waktu 2 bulan. Atau bisa kurang dari bulan itu."
" lakukan segala yang bisa dokter lakukan untuk mempercepat proses kesembuhan dari anak saya." Ucap anjas.
" Kami para dokter selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk pasien. Apalagi melihat kegagalanku sebelumnya dalam menangani kasus ayahmu, aku merasa bersalah dan merasa gagal menjadi dokter. Untuk itu aku akan berjuang untuk membantu anak mu dalam melawan kanker yang ganas ini." Ucap sang dokter kepada Anjas.
__ADS_1
" Terima kasih dokter kami percaya anda akan melakukan yang terbaik." Ucap anjas.
" Kalau begitu saya permisi."
Beberapa hari berlalu, bayu sering datang mengunjungi gibran. Terkadang gibran yang mengunjungi bayu. Hal itu tentu saja membuat Gibran merasa senang, dia bahkan secara sukarela dan tidak ada drama saat dokter akan mengambil darahnya untuk diperiksa. Begitu juga sebaliknya, Bayu juga tidak lagi mengeluh Saat dia harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan minum obat.
" Terima kasih karena sudah mengijinkan Bayu untuk menjenguk Gibran." Ucap mama bayu.
" Tidak jujur aku lah yang berterima kasih kepada anda. Karena sejak Gibran bertemu dan berteman dengan Bayu. Gibran jadi lebih bersemangat dan tidak lagi bersedih karena dia merasa bosan ada di sini." Ucap ayuna.
" Sepertinya anak kita memang ditakdirkan untuk bertemu dan menjadi teman." Ucap mama bayu.
" Ya kau benar. Tanpa kita sadari kedua anak saling menguatkan dan saling memberi dukungan satu sama lain." Ucap ayuna.
" Ya kau benar. Mereka kini saling bertukar semangat. Bayu tidak lagi rewel saat akan minum obat, bahkan seringkali Bayu lah yang meminta meminum obat sendiri. Dia berkata jika suatu saat dia sembuh dia akan bermain dan berlari lari bersama Gibran."
" Apa apa penyakit bayu sangat parah?, maksudku apa tidak ada obatnya, mungkin operasi atau semacamnya?" Tanya ayuna dengan hati-hati.
" Menurut dokter jalan satu-satunya adalah mendapatkan transparasi jantung. Jika Bayu tidak mendapatkannya, dokter mengatakan usia Bayu tidak akan mencapai 20 tahun."
Mama bayu mulai menangis, saat dia mengingat apa yang dokter katakan padanya, tentang Bayu. Ayuna merasa iba, dia memeluk mama bayu.
" Bersabarlah. Aku yakin suatu hari nanti, bayu akan mendapatkan donor jantung. Sekarang kita nikmati saja prosesnya, yang penting kita sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk anak kita. Selebihnya kita serahkan kepada Tuhan."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa...
...like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
.. VISUAL LUKA DALAM BAHAGIA...
( Ayuna...)
( Gibran)
(Bayu)
Yang lain di part selanjutnya, oke..
Jangan lupa follow aku ya ☺️☺️☺️💙💙💙🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1