
" Ayuna, istirahat lah, makanlah sesuatu. Biarkan aku yang menjaga Gibran." Ucap ayuna.
" Aku tidak lapar." Ucap ayuna, yang terus memandangi wajah gibran.
" Ayuna kau harus makan sesuatu, kalau tidak kau juga akan sakit. Siapa nanti yNg akan menjaga Gibran jika kau ikut sakit."
" Ya. Kau benar, aku tidak boleh sakit."
" Makanlah aku sudah membelikan makanan untuk kita."
Dengan langkah gontai ayuna berjalan menuju meja, Bagas mengikutinya dari belakang.
" Makanlah.."
Ayuna terdiam, dengan ragu-ragu dia mulai membuka nasi yang ada di depannya dan mulai memakannya sampai habis.
Beberapa saat setelah ayuna dan bagas selesai makan.
" Mami..."
Ayuna dan bagas menoleh ke asal suara.
" Gibran.." Pekik ayuna.
" Mami...."
Ayuna segera berlari menuju Gibran,
" Hei, sayang. Kau baik baik saja?"
" Mami..." Panggil gibran lagi.
" Ya sayang, gibran butuh sesuatu?"
Gibran menggeleng.
" Apa rasa sakit gibran sudah hilang."
Gibran belum menjawab, hidung gibran kembali mengeluarkan darah.
" Bagas.." Ucap ayuna panik.
Bagas segera menekan tombol emergency.
" Mami, gibran kenapa?"
" Gibran tidak apa apa sayang."
" Tapi Kenapa hidung Gibran terus saja mengeluarkan darah mami?"
Ayuna menangis, namun dia tidak menunjukkannya pada Gibran.
" Tidak apa apa, bentar lagi dokter akan datang dan memeriksa Gibran."
Tak beberapa lama kemudian, seorang dokter dan perawat datang dan langsung memeriksa Gibran.
" Saya sarankan agar gibran segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui lebih pasti apa yang terjadi pada nya."
Ayuna menatap gibran sebentar, lalu mengalihkan pandangan kepada Bagas. Bagas menganggukan kepala.
" Baiklah dokter." Ucap ayuna.
Setelah mendapat persetujuan dari ayuna dokter segera melakukan pemeriksaan kepada gibran dengan mengambil sampel darah.
Bagas menghampiri ayuna, dan memeluk bahunya.
" Gibran akan baik baik saja."
__ADS_1
...
Sementara itu, Anjas mulai kesal karena saat dia mendatangi sekolah, Gibran tidak ada. Saat Anjas mendatangi toko Ayuna , toko itu ternyata sedang tutup untuk beberapa hari ke depan. Bahkan Anjas juga mendatangi rumah kontrakan ayuna. Tapi, rumah itu tampak kosong.
" Kemana kau membawa gibran pergi ayuna?" Gumam anjas.
Drttt drrrrtt drrrttt
Ponsel Anjas berdering, panggilan dari selin.
" Ada apa?" Ketus Anjas.
" Kau ada di mana?.kau harus ikut aku memeriksakan diri ku.."
" Kau pergi saja sendiri aku ada urusan."
" Tidak kau harus ikut kagak jika aku positif hamil kok akan percaya bahwa anak ini adalah milikmu. Dan kau harus menepati ucapanmu. Dan memenuhi janji mu."
Dengan terpaksa Anjas menuruti permintaan selin. Dia menutup telpon dan langsung masuk kedalam mobilnya untuk pulang.
Sesampainya di rumah, selin sudah menunggu Anjas didepan gerbang rumah nya.
Begitu mobil Anjas berhenti, selin tersenyum dan langsung masuk ke dalam.
" Ayo kita langsung berangkat." Ucap selin.
Anjas menatap selin, dengan tatapan kesal.
" Jangan menatapku seperti itu. Ingat, jika aku terbukti hamil, kau harus merubah sikapmu itu kau harus baik padaku karena aku telah memberi keluarga mu keturunan."
" Jangan sombong dulu belum tentu kalau hamil. Lagipula Kita kan hanya berhubungan satu kali, tidak mungkin itu bisa membuatmu langsung hamil."
" Kita lihat saja nanti, setelah kita menemui dokter."
Anjas melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
( Kau tenang saja aku sudah mengatur semuanya, salah seorang dokter kandungan sudah mau bekerja sama dengan kita.) Pesan dari dion
( kau memang selalu bisa diandalkan). Balas selin.
Hingga saat mereka sudah tiba di rumah sakit, rumah sakit yang sama di mana Gibran sedang dirawat. Selin, segera menggandeng tangan Anjas dan masuk ke dalam rumah sakit.
Anjas merasa risih dan mencoba melepaskannya, namun Celine justru semakin erat menggenggam tangan Anjas.
" Sudah begini saja agar orang tahu bahwa kau adalah suamiku bukan sopir ya mengantarkanku. ingatkan untuk menjaga sikap padaku mulai sekarang." Ucap selin setengah berbisik.
Dengan terpaksa anjas menuruti keinginan selin. Dan dia menuju ruang dokter kandungan.
Sementara itu, Gibran di bawa oleh beberapa perawat menuju ruang khusus untuk melakukan ct scan.
" Gibran.." Lirih Anjas, saat dirinya tidak sengaja melihat Gibran dibawa oleh beberapa perawat.
Kenapa gibran?, ada apa dengan Gibran? Kenapa dia ada di sini? dan kenapa perawat membawanya? ke mana perawat itu akan membawa Gibran?. Aku harus segera mencari tahu. batin anjas.
" Celine aku habis ke toilet sebentar.,x Ucap anjas bohong, dia harus mencari alasan agar bisa lepas sementara dan Celine agar dia bisa mencari tahu apa yang terjadi pada Gibran.
" Tidak! Aku tahu kau tidak akan kembali, jadi aku tidak akan melepaskanmu sebelum kita selesai melakukan pemeriksaan kehamilan." Ketus selin.
" Tidak!, aku berjanji hanya sebentar dan aku akan segera kembali padamu."
" Kau bisa pergi ke toilet yang ada di ruangan dokter nanti. Aku yakin di dalam ruangan itu pastilah ada toilet."
Selin status menarik tangan Anjas, hingga Anjas kehilangan Gibran.
Lalu sampailah mereka di ruangan dokter kandungan.
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
Selin mengetuk pintu.
" Silakan masuk." Suara dari dalam.
Selin dan anjas masuk kedalam.
" Ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter itu kepada Celine dan Anjas.
" Membuat temu janji dengan dokter Mita untuk melakukan tes kehamilan." Ucap selin.
" Dengan nyonya Selin?" Tanya dokter itu.
" Ya, itu saya."
" Baik. Saya akan langsung memeriksa ibu. Apa itu sudah pernah menggunakan tespek sebelumnya?"
" Belum." Ucap selin bohong.
" Baik, apa ibu ingin melakukan tespek terlebih dahulu? atau langsung melakukan usg untuk melihat apakah ada kantung rahim atau tidak."
" Saya ingin melakukan USG agar saya dan suami juga tahu apakah saya benar hamil atau tidak." Tegas Celine.
" Mari bu ikut saya dalam sumber baring di sini."
Dokter itu menunjuk sebuah kasur yang ada di dekat meja, tempat dimana dirinya dan Celine sedang duduk.
Celine dibantu dokter itu langsung tidur di atas kasur, dokter membuka sedikit baju Celine dan mulai mengoleskan gel pada perutnya..
Dilayar terlihat jelas gambar janin yang sedang tumbuh, Jika saja dokter itu tidak bekerjasama dengan dion sebelumnya. Dokter itu pasti mengatakan jika usia kandungan Celine sudah memasuki bulan keempat.
" Selamat ya pak istri anda hamil, usia kandungan 1 bulan."
" Tapi bagaimana bisa?, aku dan dia baru sekali berhubungan tidak mungkin dia langsung hamil, atau jangan-jangan dokter salah." Ucap anjas.
" Tidak pak. Ini sudah benar, usia kehamilan dihitung sejak hari pertama haid terakhir atau yang biasa kita sebut HPHT. Jadi menurut hpht ibu Celine, usia kandungannya sudah 1 bulan. dan bisa jadi saat kalian melakukan hubungan suami istri ibu Celine sedang berada di puncak masa subur. itulah sebabnya walau hanya sekali Gol, akan langsung tembus."
Anjas terdiam, dia mempercayai kata-kata dokter. Dia dia berpikir tidak mungkin seorang dokter berbohong.
Selin tersenyum penuh kemenangan.
" Aku sudah terbukti hamil jadi kau harus merubah sikapmu padaku." Ucap selin.
Anjas tersenyum tipis kearah Celine.
Apa yang harus aku lakukan. Celine benar-benar hamil anakku, tapi aku masih menginginkan ayuna. Apa yang harus aku lakukan?. Batin anjas.
...----------------...
...----------------...
......................
......................
...Jangan lupa...
...like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
__ADS_1