LUKA DALAM BAHAGIA

LUKA DALAM BAHAGIA
Me time berdua


__ADS_3

" Gibran Sayang ayo kita pulang." Ajak ayuna pada gibran.


" Ya mami."


Gibran menoleh sebentar ke arah ayuna, lalu kembali menatap Bayu.


" Bayu Aku harus pergi sekarang." Ucap gibran.


" Ya. Semoga kita akan bertemu lagi."


Gibran dan Bayu saling berpelukan sebelum akhirnya jibran menghampiri ayuna.


" Sudah selesai?" Tanya ayuna, dan gibran mengangguk.


" kalau begitu ayo kita pulang papi dan ayah sudah menunggu."


" Baiklah."


Dengan langkah gontai Gibran mengikuti ayuna, sekali Gibran menoleh kearah Bayu dan melambaikan tangannya. Bayu tersenyum dan membalas lambaian tangan gibran.


Saat mereka dalam perjalanan kembali ke ruangan Gibran, Anjas datang dan langsung menggendong Gibran.


" Hai boy, bersiap untuk pulang?" Tanya anjas.


" Ya."


" Kau mau pergi ke villa ayah dulu sebelum pulang?."


Gibran menatap ayuna, ayuna tersenyum dan mengangguk.


" Gibran mau."


" Bagus, ayah akan mengajak gibran jalan jalan keliling kota ini."


" Hore, ayo ayah kita pergi sekarang dibilang sudah tidak sabar ingin keluar dan jalan-jalan." Ucap gibran dengan penuh semangat.


" Ayuna, aku akan pergi dulu bersama Gibran. Kalian pergilah berdua, kita bertemu di villa aku nanti." Ucap anjas.


" Baiklah." Ucap ayuna.


" Bye mami..."


" Bye sayang."


Gibran melambaikan tangan ke arah ayuna. Ayuna melakukan hal yang sama.


Setelah menatap kepergian Gibran, ayeuna memilih masuk kembali ke ruangan gibran untuk melihat Bagas.


" Ayuna, kemana gibran?" Tanya Bagas saat melihat ayuna masuk ke dalam sendirian.


" Gibran sudah lebih dulu keluar bersama Anjas. Anjas mengajak Gibran untuk pergi berkeliling negara ini."


" Oh, lalu kita?"


" Terserah kau mau jalan-jalan juga atau langsung ke villa Anjas untuk menunggu kepulangan mereka."


" Ya sudah kalau begitu kita ke villa Anjas dulu meletakkan semua barang ini lalu kita jalan-jalan berdua, bagaimana?"


" Emmm..."


Ayuna tampak berpikir.


" Ayolah bukankah sebelumnya kita tidak pernah kencan berdua?, sepertinya Anjas memang merencanakan ini dia membawa Gibran jalan-jalan sendirian agar kita dapat ber kencan berdua."


" Seperti itukah?"


" Ya, mungkin ini adalah bentuk apresiasinya terhadap ku, karena aku lebih baik daripada dirinya. dan yang lebih pantas mendampingimu." Ucap bagas bangga.


" Hmmm, dia mulai lagi" Ucap ayuna, lalu ayuna segera meninggalkan Bagas yang mengoceh sendiri.


" Bla bla bla bla bla bla, kau paham kan ayuna." Ucap Bagas yang memang mengoceh dengan membelakangi ayuna.


" Ayuna, kau mendengar ku,?" Ucapnya lagi.


Merasa tidak ada jawaban, Bagas lalu berbalik badan dan melihat ayuna sudah tidak ada di sana.


" Sial. Jadi dari tadi, aku bicara sendiri."

__ADS_1


Bagas lalu membawa barang-barang, dan segera keluar dari rumah sakit, dan menyusul ayuna yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil.


Setelah memasukkan barang bawaan ke dalam bagasi mobil. Bagas lalu duduk di kursi mengemudi dengan wajah cemberut.


" Uh tutu tutu..., apa bayi besar ini marah?" Goda ayuna.


Bagas Hanya melihat sekilas kearah ayuna, lalu fokus lagi menyalahkan mesin mobil.


Brummm...


Mesin mobil sudah hidup, dan siap untuk berangkat. Tiba tiba...


Cup


Ayuna mencium pipi Bagas, dan berbisik..


" Kau adalah pemenang dalam hatiku, kau adalah pangeran hatiku. Dan selamanya kau lah yang terbaik yang pernah mencintai ku dan Gibran."


Blush....


Wajah langsung memerah setelah mendengar perkataan dari ayuna.


Bagas menatap ayuna,


" Jadi jangan pernah lagi membandingkan dirimu dengan orang lain, Karena bagiku tidak ada orang yang lebih baik selain dirimu."


Ayuna mengelus lembut pipi Bagas. Bagas tersenyum.


" Ayo sekarang kita berkencan." Ucap bagas yang langsung melajukan kendaraannya menuju villa milik Anjas.


Setelah meletakkan barang bawaan ke dalam kamar di villa anjas, bagas segera kembali ke dalam mobil dan siap untuk berkencan dengan ayuna.


" Kita mau ke mana Aku belum tahu daerah ini." Ucap ayuna.


" Katakan saja Kau mau ke mana, taman mall atau bioskop."


" Bagaimana kalau kita datangi saja semuanya?" Usul ayuna.


" Boleh."


Tempat pertama yang akan mereka datangi adalah taman. Dan mereka tidak menduga bahwa gibran dan anjas juga ada disana.


" Iya, Kenapa mereka datang ke sini."


" MAMI..." Teriak gibran.


" Boy, jika kau ingin berteriak kau katakan dulu pada ayah. Agar ayah bisa bersiap sedia menutup telinga." Ucap anjas.


" hehehe Maafkan Aku ayah."


Ayuna menoleh ke arah sumber suara.


" Bagas lihat bukankah itu Gibran dengan Anjas."


Ayuna menuju ke arah gibran yang tengah melambaikan tangan ke arahnya.


" Eh iya.., Mereka ternyata ada disini."


Bagas dan ayuna lalu menghampiri mereka.


" Kalian kenapa kesini?" Tanya anjas.


" Ayuna ingin mendatangi semua tempat di negara ini, jadi kami memulai nya dengan datang ke taman ini."


" Oh.." Ucap anjas.


" Kalian akan kemana setelah ini?" Tanya ayuna.


Anjas dan gibran tampak berbisik, lalu mereka bersama sama berkata,


" KEPO, HAHAHA..."


Ayuna dan bagas saling berpandangan, lalu mereka ikut tertawa.


" Jadi begitu, mami tidak boleh tau, apa yang akan anak mami lakukan bersama ayah?"


Anjas membisikan sesuatu, lalu gibran berkata,

__ADS_1


" Kami akan melakukan sesuatu, dan hanya para pria saja yang dapat mengetahui nya."


" Oke, kalau begitu sebaiknya maami dan papi pergi." Ucap ayuna.


"Oke, sampai ketemu di villa, mami, papi."


Ayuna berdiri lalu berjalan meninggalkan anjas dan gibran. Sedangkan bagas mendekati anjas.


" Jaga putra ku dengan baik, pastikan dia tidak lelah dan jangan lupa minum vitamin tepat waktu. Bagaimana pun juga gibran baru saja sembuh." Ucap bagas.


" Kau tenang saja. Aku akan menjaga nya dengan baik. Terima kasih, karena sudah mengijinkan aku untuk membawa gibran jalan jalan berdua."


Bagas menepuk pundak Anjas, lalu kemudian segera menyusul ayuna.


Bagas berjalan mengelilingi taman sambil mengandeng tangan ayuna, setelah puas, mereka memutuskan untuk ke mall.


" Bagaimana kalau kita makan siang di sana saja?" Ucap Bagas saat mereka melihat salah satu restoran cepat saji di dalam mall.


" Boleh."


Setelah mereka masuk ke dalam restoran..


" Kau ingin pesan apa?" Tanya bagas.


" Apa saja, terserah kau saja. Aku tidak terlalu tau makanan ini."


" Hmm, baiklah."


Setelah makan, mereka melajukan jalan jalan mall, sesekali bagas membelikan sesuatu untuk ayuna dan gibran. Lalu mereka mengakhiri kencan itu dengan menonton biskop.


" Kau ingin lihat film apa?" Tanya bagas, saat mereka sudah berada di dalam biskop.


" Apa saja, asal jangan film horor, hehe.."


" ya sudah kita nonton film romantis bagaimana?"


" Terserah."


" Tunggu disini, aku akan membeli tiket dan pop corn."


" Oke."


Saat ayunan sedang menunggu Bagas, dia melihat seorang anak kecil yang merengek-rengek ingin menonton film kartun.


Ayuna tersenyum dan mengingat masa di mana Gibran merengek ingin pergi ke mall.


Hingga panggilan dari Bagas membuyarkan lamunan ayuna.


" Hei, aku memanggilmu dari tadi."


" Maaf, aku melihat anak itu, jadi aku teringat pada Gibran."


Bagas melihat ke arah anak yang dimaksud ayuna.


" Ya sudah ayo sekarang kita masuk filmnya sebentar lagi akan dimulai."


Ayuna mengandeng tangan bagas, sungguh mereka benar benar seperti pasangan yang sedang dimabuk cinta.


" Terima kasih sudah mengajakku jalan-jalan." Ucap ayuna, saat mereka sudah duduk dan sedang menunggu filmnya diputar.


" Apapun untuk mu, wanita tersayang ku."


Bagas mencium punggung tangan ayuna. Ayuna tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahu anjas.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa...


...like...


...komen...

__ADS_1


...vote...


...Hadiah...


__ADS_2