
Pagi hari, masih di rumah sakit Medical Center.
" Sayang..."
Bagas membangunkan ayuna yang tidur sambil memegang tangan gibran dengan lembut.
" Ergh..."
Ayuna membuka mata nya, mata ayuna terasa bengkak karena terlalu banyak menangis.
" Pergilah mandi, lalu kita sarapan. Aku sudah membeli makanan untuk kita makan. Biar aku yang menjaga gibran."
Ayuna mengangguk, dia lalu berjalan menuju kamar mandi yang ada di ruangan itu.
Beberapa saat kemudian..
" Bagas, apa hasil lab Gibran sudah keluar?" tanya ayuna
" Belum, sepertinya hasilnya akan keluar siang nanti."
Ayuna hanya menganggukkan kepala tanda mengerti,
" Ergh, mami.." panggil gibran namun dengan mata tertutup.
" Sepertinya Gibran mengigau." Ucap Bagas.
Ayuna lalu mendekati Gibran, disentuhnya wajah Gibran dengan hati-hati.
" Sayang, kau sudah bangun?"
Perlahan Gibran membuka matanya.
" Mami?"
" Sayang, Apa kau baik-baik saja? kau merasa sakit?, atau kau membutuhkan sesuatu. Ini minumlah dulu air ini agar kau merasa lebih segar."
Bagas membantu membangunkan gibran, sehingga Gibran dapat meminum air dalam gelas yang diberikan ayuna.
Setelah Gibran selesai minum ayuna meletakkan kembali gelasnya ke atas meja.
" Gibran mau makan,?" tanya ayuna
Gibran menggeleng.
" Gibran belum lapar mami. Gibran ingin jalan jalan di luar, apa boleh?"
Ayuna menatap Bagas.
" Ya sudah ayo, papi akan menemani gibran untuk jalan-jalan. disini untuk sarapan."
" Baiklah." Ucap ayuna.
Ayuna lalu berdiri dan mengambil sebuah kursi roda, Bagas mengangkat Gibran dan mendudukkannya di atas kursi roda.
" Makanlah makanan nya sebelum dingin, aku akan mengajak gibran jalan-jalan."
Ayuna hanya mengangguk dan tersenyum. setelah Gibran dan Bagas keluar dari dalam ruangan, ayuna mendekati meja dan mulai membuka makanan yang dibeli Bagas.
" Roti isi?, roti ini memang sudah dingin. Dasar bagas, selalu saja ada saja alasan agar aku bisa cepat makan." Lirih ayuna tersenyum sambil memakan roti isi.
Tok
Tok
Tok
Ceklek.
" Sisil..." Ucap ayuna.
" Hay ay, maaf ya aku baru bisa datang hari ini. Karena kemarin aku merasa sangat lelah jadi aku memutuskan untuk istirahat."
" Tidak apa apa. Kau juga tidak harus ke sini."
__ADS_1
" Ah, aku juga ingin melihat keadaan Gibran, oh ya di mana Gibran?" Tanya sisil.
" Iya di mana Gibran, aku juga tidak melihat Bagas." Timpal andi
" Gibran ingin jalan-jalan, jadi Bagas membawanya berkeliling. Mungkin Bagas membawanya ke taman rumah sakit."
" Emmm."
Sisil dan Andi kemudian duduk.
" Makanlah, Bagas membeli makanan yang terlalu banyak." Tawar ayuna.
" Kau mau?" Tanya sisil pada andi.
" Tidak Aku sudah kenyang, kau saja ya makan."
" Baiklah." Ucap sisil, yang kemudian mengambil 1 roti isi dan mulai memakannya.
" Ohya ayuna, Bagas bilang Gibran melakukan serangkaian pemeriksaan lab dan rontgen. Apa hasilnya?" Tanya andi.
" Aku tidak tahu, dokter ataupun perawat belum mengatakan apapun pada kami. Bagas bilang mungkin hasilnya akan keluar siang nanti."
" Apa anjas tau?" Tanya Sisil.
" Ya, kemarin dia ada di rumah sakit ini untuk memeriksakan kehamilan istri nya, lalu tidak sengaja melihat ku. Dia dan selin mendatangi ku, hingga Akhirnya anjas tau bahwa gibran sakit dan kemungkinan penyakit yang dulu di derita gibran kembali lagi."
" Semoga hasil lab rontgen Gibran baik-baik saja." Ucap sisil.
" Ya aku harap juga begitu."
....
Sementara itu, Anjas yang terbangun lebih dulu dari selin. Langsung bergegas menuju kamar mandi.
Dia sudah bertekad akan mencari tahu kebenarannya.
" Ergh..." Selin menguap, dan mendapati anjas sudah tidak ada.
" Kemana anjas?, tidak biasanya dia bangun sepagi ini."
" Mama, apa mas Anjas sudah berangkat?" Tanya selin pada Rini.
" Iya, dia bilang ada urusan mendadak. Apa dia tidak memberitahumu?"
" Emm, tidak"
" Ya sudah sebaiknya kau segera makan. Ibu hamil tidak boleh telat makan."
" Hmm baiklah."
Setelah makan, selin kembali ke dalam kamarnya dan mengambil ponsel. Menekan nomor dion dan menelpon nya.
" Hay sweet heart, apa kau merindukan aku?"
" Dion hay, aku ingin tau, apa anjas sudah ada dikantor? atau benar anjas sedang ada urusan mendadak?"
" Memangnya kenapa?"
" Ya, tadi pagi Anjas bangun lebih dulu. Dan dia juga tidak ikut sarapan, saat aku bertanya pada mama, Mama mengatakan Jika anda sudah pergi pagi-pagi karena ada urusan mendadak."
" Tumben sekali kau sampai menelpon ku untuk menanyakan keberadaan anjas?"
Selin menepuk dahinya, Sepertinya dia sudah salah menjawab.
" Bukan begitu hanya saja aku takut dia curiga karena semalam saat kau menelpon Anjas yang memegang ponselku."
" Begitu ya?."
" Ya. Dan aku takut Dia sedang mencari tahu." Ucap selin.
" Kau tidak perlu khawatir, Anjas tidak akan mencari tahu tentang kita."
" Dari mana kau bisa yakin?"
__ADS_1
" Anjas tadi menghubungi ku, dan mengatakan jika dia tidak bisa datang ke kantor, karena dia sedang ke rumah sakit untuk menemui putranya."
Selin tersenyum lega. Setidaknya yang selin dan dion tau anjas sibuk dengan kesehatan putra nya.
Tanpa dion tau, anjas ada di sana dan mendengarkan percakapan dion dan selin.
" Tidak mungkin dion selingkuh dengan istri ku. Dia tidak mungkin melakukan nya." Gumam Anjas.
" Apa kau mau aku jemput?" Ucap dion.
" Hmm, baiklah."
" Kalau begitu bersiap lah, aku akan menjemputmu sekarang."
" Kau yakin anjas tidak tahu?"
" Aku yakin, apa aku harus ke rumah sakit lebih dulu untuk memastikan bahwa Anjas ada di sana?. Percayalah padaku, kau hanya terlalu khawatir."
" Baiklah, aku percaya padamu."
" Bersiaplah Aku akan menjemputmu."
Dion mematikan ponselnya, Anjas segera bersembunyi begitu mengetahui Dion akan keluar dari ruangan.
" Aku harus mengikuti nya agar aku tahu yang sebenarnya." Lirih anjas.
Anjas langsung menstop taxi, dan meminta taksi itu untuk mengikuti mobil Dion. Dan melihat mobil Dion menuju rumah sakit medical Center.
" Ternyata dion ingin memastikan bahwa aku benar-benar dirumah sakit. Untung aku sudah memarkirkan mobilku disana." Ucap Anjas sambil tersenyum tipis.
Lalu Anjas melihat mobil dion meninggalkan rumah sakit.
" Ikuti lagi mobil itu pak." Ucap anjas pada supir taksi.
" Baik."
Hati anjas semakin tidak karuan, saat melihat mobil dion berjalan menuju kawasan rumahnya. Dan berhenti tepat di depan rumahnya.
Anjas mengepalkan tangannya saat melihat selin yang sudah menunggu di luar dan langsung masuk begitu mobil dion sampai di depan rumah nya.
Anjas mengambil ponsel nya dan menghubungi mama nya.
" Ada apa anjas?"
" Ma, dimana Selin?, tadi aku lupa memberitahunya bahwa aku ada urusan mendadak. Aku sudah mencoba menelpon ponselnya tapi kalau misalnya mati."
" Oh, selin saja pergi, dia bilang dia akan pergi mengunjungi orang tuanya."
" Dengan siapa dia pergi?"
" Sepertinya dengan taksi, sebelum pergi Mama melihat selin tengah menelpon. Sebelum akhirnya berpamitan kepada mama."
" Baiklah ma, katakan pada selin, mungkin aku akan pulang terlambat."
" Baiklah."
Tut
Anjas mematikan panggilan nya, anjas terlihat menghela nafas panjang dan memejamkan mata sambil bersandar di kursi mobil.
" Kita akan kemana lagi pak?" Tanya sopir.
" Kita kembali ke rumah sakit."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like...
__ADS_1
...komen...