LUKA DALAM BAHAGIA

LUKA DALAM BAHAGIA
Persiapan pernikahaan


__ADS_3

" Aku tidak bisa terus melakukan kebohongan ini." Ucap selin.


" Kenapa?" Tanya dion yang masih fokus mencium dan mengelus perut selin.


" Aku kita tega, jika harus menyakiti anjas lebih dalam lagi."


" Tunggu, apa kau bilang? menyakiti anjas?"


Dion bangun dari posisinya dan duduk menatap selin.


" Sejak kapan kau peduli pada perasaan anjas?"


Selin terdiam. Dia juga tidak tau, sejak kapan dia mulai peduli pada perasaan anjas.


" Atau, kau mulai jatuh cinta pada Anjas?" Tanya dion.


Selin terdiam.


" Selin, katakan padaku Apa benar kau mencintai Anjas?"


Selin tetap terdiam.


" Argh..." Dion berteriak. Selin merasa takut.


Lalu dion tersadar jika selin sedang hamil, dia lantas memeluk selin.


" Maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk berteriak kepadamu. Aku hanya takut kehilanganmu."


" Aku juga tidak tahu apa yang aku rasakan pada anjas, aku hanya mulai merasa bersalah karena sudah menyakiti nya terlalu jauh. Kita tidak Hanya menipu Anjas, tapi juga keluargaku dan keluarga Anjas. Bagaimana seandainya mereka tahu kebenarannya."


" Dengar, kebenaran ini tidak akan terbongkar selama kau bersikap biasa saja kepada mereka, terutama pada Anjas. Bersikaplah seolah-olah memang bayi ini adalah bayi kalian."


" Tapi, Bagaimana jika suatu saat kebenaran ini terungkap?"


" Aku yakin, Saat kebenaran ini terungkap, aku sudah memiliki perusahaan yang sama besarnya dengan Anjas. Jadi aku yakin keluargamu akan bisa menerima aku."


" Bagaimana dengan anjas?,mungkinkah dia bisa menerimamu sebagai anak dari bayi yang ku kandung?"


" Tidak, jelas tidak. Aku tau konsekuensi dari hubungan kita, salah satu dari kita bertiga pasti ada yang terluka, entah itu kau aku atau Anjas. Tapi, aku akan pastikan bahwa pihak yang terluka bukan lah dirimu."


" Apa maksud mu?" Tanya selin.


" Jika aku tidak bisa memiliki perusahaan untuk membuktikan diriku pantas bersanding denganmu di mata keluargamu, maka aku akan merelakan mu selamanya bersama anjas. Biarlah rahasia ini tetap tersembunyi, setidaknya dengan begitu aku akan bisa terus melihat dan bersama anakku."


" Dion, kau mengatakan jika anak ini kembar, saat aku melahirkan bagaimana jika anjas tahu bahwa bayinya hanya satu?"


" Tidak perlu khawatir, aku sudah mengaturnya. Kau hanya perlu bersikap biasa."


" Tapi, aku takut."


" Tidak perlu takut. Selama kau bersikap biasa. Maka semuanya akan berjalan dengan baik."


...


Hari ini, ayuna mulai kembali ke toko. Sisil sangat senang, karena akhirnya mereka bisa bersama lagi.


" Ayuna, aku mulai berfikir ingin merekrut karyawan untuk menjaga toko kita."


" Kenapa?"


" Sebentar lagi kau akan menikah. Aku juga akan melahirkan, dan mungkin sementara waktu aku akan fokus merawat anakku."


" hmmm, kau benar."


" Jadi, Apa kau setuju dengan ideku?"


" Tentu saja. Dan pastikan kita merekrut karyawan yang memang benar-benar membutuhkan pekerjaan, dan yang ahli di bidang membuat kue. Jadi kita tidak mengecewakan pelanggan."


" Aku setuju."


" Hai my queen." Sapa bagas.


" Bagas Kenapa kau ada disini?"


" Untuk menjemputmu."


" Kenapa menjemputku?, ini bukan jam makan siang atau jam tutup toko ku?"


" Aku menjemputmu karena aku ingin mengajakmu untuk fitting gaun pengantin."


" Ha?"

__ADS_1


" Aku tidak mengajak ha, aku mengajak ayuna." Ucap bagas.


" Tidak. maksud ku berkata ha, karena aku terkejut."


" Oh, ya sudah kalau begitu, ayo." Ajak bagas.


" Kemana?"


" Honeymoon."


" Hei, jangan macam-macam dengan teman ku kau ya." Ketus sisil sambil siap melempar panci.


" Uhh, takut." Ucap Bagas yang langsung menarik tangan ayuna.


" Eh eh eh..."


Akhirnya ayuna hanya bisa pasrah, setelah masuk mobil. Bagas segera melajukan kendaraannya menuju butik.


Sesampainya di butik.


" Hai Bagas." Sapa clara, pemilik butik.


" Hai clara."


Mereka berjabat tangan, lalu Bagas memperkenalkan ayuna.


" Cantik sekali. Punya ilmu apa bagas hingga bisa memikat wanita secantik ini." Ucap clara saat dirinya dan ayuna berjabat tangan.


" Ilmu jaran goyang." Bisik bagas.


Ayuna binggung sekaligus kepo dengan apa yang dibisikkan bagas kepada Clara.


" Haha, memang ada ilmu semacam itu."


" Ada dong. Sudah sana, pakaikan dia gaun terbaik mu." Ucap bagas.


" Siap. Ayo."


" Eh eh, kita mau kemana?" tanya ayuna


" Ke pantai." Jawap Clara.


" Memang nya di butik ada pantai ya?"


" Haha, kau ini terbuat dari apa sih, lucu sekali."


Saat Clara akan mencubit pipi ayuna.


" Hei hei, jauhkan tanganmu dari wajahnya." Teriak bagas.


" Ups, singa nya marah. Haha."


Clara langsung membawa ayuna ke ruang ganti. Dan menyuruh ayuna melepas pakaiannya.


" Pakai ini."


Clara menyerahkan mini dress putih tipis, agar dikenakan ayuna.


Ayuna menerima dan langsung memakai nya, sedang Clara segera mengambil beberapa gaun untuk dicoba ayuna.


Dua jam berada di butik, akhirnya bagas menemukan gaun yang cocok dipakai ayuna.


" Kau sangat cantik." Bisik bagas, yang memeluk ayuna dari belakang.


" Kau terlalu berlebihan. Ini karena keindahan dari gaun ini."


Ayuna memandang diri nya dalam balutan gaun pengantin. Memang sangat cantik.


" Aku tidak sabar, menantikan hari dimana kita akan bener bener menjadi suami istri."


Ayuna tersipu, lalu bagas membalikkan tubuh ayuna, saat hendak mencium nya.


" Ehem...."


Clara datang.


" Ini butik bung, bukan hotel.," Goda Clara.


Wajah ayuna memerah.


" Ck, tak bisakan kau sedikit memberi privasi kepada pelanggan mu."

__ADS_1


" Tidak bisa, karena aku harus membantu tunangan mu membuka gaun. Minggir."


Clara masuk ditengah ayuna dan bagas.


" Ya ampun, mimpi apa aku punya teman seperti mu." Ketu5z bagas


" Sudah sana pergi."


Setelah menemukan gaun yang pas, Bagas mengajak ayuna membeli cincin.


" Bagas Kenapa harus membeli cincin lagi?, bukankah kau sudah memberiku cincin sebelumnya?"


" Itu cincin pertunangan. Kita akan membeli cincin pernikahan."


" Bukankah sama saja?"


" Tidak."


" Sama."


" Tidak, cincin pertunangan hanya kau yang memakai. Cincin pernikahan aku juga akan memakainya."


" Seperti itu?" Ucap ayuna


" Iya seperti itu."


Mobil Bagas berhenti di sebuah toko perhiasan. Setelah menemukan cincin couple yang pas dan bagus, mereka melanjutkan perjalanan menuju gedung. Meninjau persiapan pernikahaan mereka.


" Bagas apa ini tidak terlalu berlebihan?"


" Apa?"


" Gaun, cincin. Dan Sebuah pesta mewah?"


" Tidak. Aku ingin seluruh dunia tau, bahwa ayuna adalah milik bagas."


Ayuna memeluk bagas.


" Kau selalu bisa membuatku tersipu."


Drttt drrtr drrttt..


Ponsel bagas berdering, Bagas melepas pelukannya.


" Hallo?"


"---"


" Iya benar?"


" ----"


" Apa?"


"----"


" Baik. Saya akan segera kesana!"


Tut


Panggilan berakhir.


Wajah bagas berubah panik, membuat ayuna heran.


" Ada apa?" Tanya ayuna.


" Kita harus segera kerumah sakit." Ajak bagas.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa...


...like...


...Komen...

__ADS_1


...vote...


...hadiah...


__ADS_2