LUKA DALAM BAHAGIA

LUKA DALAM BAHAGIA
Khawatir


__ADS_3

Mereka akhirnya memutuskan untuk mengunjungi taman Jardin du Luxembourg.


Kebun yang memiliki 106 patung-patung yang tersebar di seluruh Taman, monumental Medici air mancur, Orangerie dan Pavillon Davioud.


Sedangkan mesya dan kembar, memilih jalan jalan ke salah satu mall terbesar yang ada di Paris.


" Papi, Jardin du Luxembourg itu apa?"


" Jardin du Luxembourg adalah taman yang indah dan terbagi menjadi kebun Perancis dan Taman Inggris. Antara keduanya terletak hutan geometris dan kolam besar. Gibran pasti akan senang."


" Wow, itu artinya kita bisa mengunjungi Inggris hanya dengan menyebrang kolam besar ?" Tanya ayuna.


" Haha, ya tidak semudah itu juga."


" Lalu, ada apa saja papi?" Tanya gibran, yang mulai tertarik dengan penjelasan bagas tentang taman Jardin du Luxembourg atau yang biasa dikenal sebagai Taman Luxembourg di Paris Perancis.


" Disana ada.., ah, gibran bisa melihat nya sendiri nanti, jika kita sudah tiba di sana." Ucap bagas.


" Tidak mau. Gibran ingin tau gambarannya seperti apa taman yang akan kita datangi." Ucap gibran penuh semangat.


" Baiklah. Disana terdapat tempat pemeliharaan lebah, jadi gibran bisa belajar tentang cara memelihara lebah."


" Waw, gibran mau digigit lebah, mana tau gibran jadi manusia lebah " Celoteh gibran.


" Pfff, haha. Mana ada manusia lebah sayang. Yang ada kau akan bengkak jika disengat lebah." Timpal ayuna.


" Hehe, ya kali aja bisa sepupuan sama Spiderman." Ucap gibran.


" Ada ada saja, kamu ini." Ucap ayuna.


" Hehe, lalu ada apa lagi papi?"


" Disana juga ada rumah kaca dengan koleksi bunga anggrek dan taman mawar." Kata bagas lagi.


" Kalau itu kesukaan mami."


" Oh, jadi mami suka bunga?, mami tidak suka papi?" Ucap Bagas cemberut.


" Dih, kok gitu mukanya?"


" Ya habis mami lebih suka bunga daripada Papi."


" Haha, ya kan beda bunga itu kan tanaman."


" Kalau papi?"


" Papi ya papi, gak bisa disamakan dengan tanaman dong."


Bagas cemberut, karena dia tidak mendapatkan jawaban yang pas.


" Hehe, papi kalau gitu muka nya kayak monyet." Oceh gibran.


" Haha., uh uh uh. Monyet sayang."


Ayuna mencubit kedua pipi bagas.


Gibran melihat kearah jalanan yang ramai. Lalu, matanya menangkap sesuatu yang menarik.


" Itu apa papi?"


" Disneyland Paris." Jawap bagas.


" Gibran mau kesana, boleh?"


" Katanya tadi ke taman jardin du Luxembourg."


Gibran terlihat berpikir, dia bingung. Kedua tempat itu sangat menarik untuk dikunjungi.


" Ya sudah kita ke Disneyland Paris saja, bagaimana?" Tawar ayuna.


" Tapi, gibran juga ingin melihat peternakan lebah. Mana tau gibran bisa menjadi bee man." Ucap gibran, dengan gaya khas seorang superhero.


" Kau ini, ada ada saja boy, hal itu hanya ada dalam film. Jadi ayo tentukan pilihan." Ucap Bagas.


Gibran berpikir keras, lalu...


" Disneyland Paris. Gibran ingin bertemu para Autobots." Teriak gibran dengan semangat.

__ADS_1


" Tadi Spiderman dan Bee man. sekarang transformers. Setelah sampai sana jadi Ironman." Ucap ayuna.


" Stt, biar dia berkreasi dengan imajinasi nya, yang penting Spiderman tidak sampai jadi Cinderella." Bisik bagas.


" Pfff, Cinderella. Nanti susah mencari sepatu kaca dong."


" Kita ke Disneyland Paris." Ucap Bagas pada supir.


" Siap, tuan."


Drrttt drrrtt drrrttt


Ponsel bagas, panggilan dari mesya.


" Trio wekwek memanggil." Ucap bagas sambil memperhatikan ponselnya pada ayuna.


" Angkat dong."


Saat bagas akan menggeser tombol hijau,


" Aku saja, aku saja." Ucap gibran.


Bagas lalu memberikan ponsel nya pada gibran.


" Hai, kesayangan tante.." Sapa mesya.


" Hai tante."


" Kalian masih di dalam mobil?, tante pikir kalian sudah sampai di taman."


" Gibran ingin ke Disneyland Paris. Kalian bagaimana? apa sudah sampai d8 mall?." Ucap bagas


" Ya, kami sedang mengantri untuk melihat film di bioskop."


" Baiklah, kalau begitu hati hati, jaga diri baik-baik."


" Siap.." Ucap ke tiga adik Bagas.


" Bawakan gibran popcorn Tante."


Panggilan berakhir, bersamaan dengan tiba nya mereka di Disneyland Paris.


" Waahhh..... Amazing." Ucap gibran.


Mobil segera mencari tempat pemberhentian yang pas, setelah semua keluar, mobil segera pergi meninggalkan area Disneyland Paris.


" Ayo kita kesana papi."


Gibran yang sudah tidak sabar, langsung berlari. Tiba tiba,


Brug !!


Gibran seperti sempoyongan dan terjatuh.


" Gibran..." Teriak ayuna yang langsung mendatangi gibran, dan membantunya untuk berdiri.


" Gibran tidak apa-apa?" Tanya ayuna.


Gibran tersenyum dan mengangguk.


" Jangan lari lari lagi, oke. Kau membuat mami khawatir."


" Maafkan gibran mami, gibran hanya terlalu bersemangat."


" Naiklah, ke pundak papi, papi akan menggendong mu " Ucap Bagas.


" Ye...."


Mereka kemudian banyak menaiki berbagai wahana, mereka juga mengunjungi berbagai display Disney yang ada disana.


" Gibran tidak apa apa?" Tanya ayuna, saat melihat mata gibran terlihat sayu.


" Gibran tidak apa-apa mami."


" Tapi..."


" Sayang, jangan terlalu khawatir, mungkin gibran hanya lapar." Ucap Bagas memotong pembicaraan ayuna.

__ADS_1


Ayuna melihat ke arah jam tangan nya.


" Ah iya, sudah memasuki jam makan siang."


" Papi benar kan, sekarang ayo sebaiknya kita bergegas menuju restoran."


" Ayo...." Ucap gibran penuh semangat.


Mereka kemudian menikmati makan siang di restoran yang ada di Disneyland Paris tersebut.


" Hmm, spaghettinya sangat enak." Ucap gibran.


" Benarkah?"


" Ya, apa papi mau coba?"


" Tidak. Habiskan gibran saja, agar gibran bisa punya tenaga untuk memainkan semua wahana yang ada di sini."


Tak beberapa lama kemudian,


" Huek...huek..."


Gibran ingin memuntahkan yang ada di dalam perutnya.


Ayuna segera mengantar gibran ke toilet. Disana gibran memuntahkan isi perutnya.


Ayuna menjadi semakin khawatir, lalu dia melihat Bagas datang.


" Bagas, gibran..."


Ayuna mengusap bahu ayuna san berkata,


" Sudah, tidak apa apa. Mungkin dia masuk angin. Atau, belum terbiasa dengan cuaca di negara ini."


" Kau yakin, gibran tidak....?"


" Stttt...." Bagas menutup mulut ayuna dengan telunjuk nya.


" Jangan berpikir yang tidak-tidak. Kekhawatiran mu terlalu berlebihan." Imbuh bagas, ayuna menatap gibran yang lemas, karena dia sudah memuntahkan seluruh isi di perutnya.


" Ayo, sebaiknya kita memberi gibran sesuatu yang hangat. Seperti sup atau susu hangat." Ucap bagas.


Ayuna berlutut, agar tubuhnya sejajar dengan gibran.


" Mami, gibran baik baik saja." Ucap gibran, seakan tau pertanyaan apa yang akan di ajukan ayuna.


Ayuna tersenyum dan mengusap lembut pipi gibran.


" Gibran ingin pulang atau..."


" Tidak. Gibran masih ingat bersenang senang disini, boleh kan?"


Gibran menatap ayuna dengan mata memohon. Ayuna tersenyum.


" Baiklah. Tapi berjanjilah pada mami, jika kau merasa lelah atau pusing, segera katakan pada mami "


" Baik, mamiku sayang."


Cup


Gibran mencium pipi ayuna.


" Papi juga mau dong dicium."


Bagas langsung ikut berlutut, dan gibran mencium pipi bagas juga.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa...


...like...

__ADS_1


__ADS_2