
Mereka akhirnya memutuskan untuk mengunjungi taman Jardin du Luxembourg.
Kebun yang memiliki 106 patung-patung yang tersebar di seluruh Taman, monumental Medici air mancur, Orangerie dan Pavillon Davioud.
Sedangkan mesya dan kembar, memilih jalan jalan ke salah satu mall terbesar yang ada di Paris.
" Papi, Jardin du Luxembourg itu apa?"
" Jardin du Luxembourg adalah taman yang indah dan terbagi menjadi kebun Perancis dan Taman Inggris. Antara keduanya terletak hutan geometris dan kolam besar. Gibran pasti akan senang."
" Wow, itu artinya kita bisa mengunjungi Inggris hanya dengan menyebrang kolam besar ?" Tanya ayuna.
" Haha, ya tidak semudah itu juga."
" Lalu, ada apa saja papi?" Tanya gibran, yang mulai tertarik dengan penjelasan bagas tentang taman Jardin du Luxembourg atau yang biasa dikenal sebagai Taman Luxembourg di Paris Perancis.
" Disana ada.., ah, gibran bisa melihat nya sendiri nanti, jika kita sudah tiba di sana." Ucap bagas.
" Tidak mau. Gibran ingin tau gambarannya seperti apa taman yang akan kita datangi." Ucap gibran penuh semangat.
" Baiklah. Disana terdapat tempat pemeliharaan lebah, jadi gibran bisa belajar tentang cara memelihara lebah."
" Waw, gibran mau digigit lebah, mana tau gibran jadi manusia lebah " Celoteh gibran.
" Pfff, haha. Mana ada manusia lebah sayang. Yang ada kau akan bengkak jika disengat lebah." Timpal ayuna.
" Hehe, ya kali aja bisa sepupuan sama Spiderman." Ucap gibran.
" Ada ada saja, kamu ini." Ucap ayuna.
" Hehe, lalu ada apa lagi papi?"
" Disana juga ada rumah kaca dengan koleksi bunga anggrek dan taman mawar." Kata bagas lagi.
" Kalau itu kesukaan mami."
" Oh, jadi mami suka bunga?, mami tidak suka papi?" Ucap Bagas cemberut.
" Dih, kok gitu mukanya?"
" Ya habis mami lebih suka bunga daripada Papi."
" Haha, ya kan beda bunga itu kan tanaman."
" Kalau papi?"
" Papi ya papi, gak bisa disamakan dengan tanaman dong."
Bagas cemberut, karena dia tidak mendapatkan jawaban yang pas.
" Hehe, papi kalau gitu muka nya kayak monyet." Oceh gibran.
" Haha., uh uh uh. Monyet sayang."
Ayuna mencubit kedua pipi bagas.
Gibran melihat kearah jalanan yang ramai. Lalu, matanya menangkap sesuatu yang menarik.
" Itu apa papi?"
" Disneyland Paris." Jawap bagas.
" Gibran mau kesana, boleh?"
" Katanya tadi ke taman jardin du Luxembourg."
Gibran terlihat berpikir, dia bingung. Kedua tempat itu sangat menarik untuk dikunjungi.
" Ya sudah kita ke Disneyland Paris saja, bagaimana?" Tawar ayuna.
" Tapi, gibran juga ingin melihat peternakan lebah. Mana tau gibran bisa menjadi bee man." Ucap gibran, dengan gaya khas seorang superhero.
" Kau ini, ada ada saja boy, hal itu hanya ada dalam film. Jadi ayo tentukan pilihan." Ucap Bagas.
Gibran berpikir keras, lalu...
" Disneyland Paris. Gibran ingin bertemu para Autobots." Teriak gibran dengan semangat.
__ADS_1
" Tadi Spiderman dan Bee man. sekarang transformers. Setelah sampai sana jadi Ironman." Ucap ayuna.
" Stt, biar dia berkreasi dengan imajinasi nya, yang penting Spiderman tidak sampai jadi Cinderella." Bisik bagas.
" Pfff, Cinderella. Nanti susah mencari sepatu kaca dong."
" Kita ke Disneyland Paris." Ucap Bagas pada supir.
" Siap, tuan."
Drrttt drrrtt drrrttt
Ponsel bagas, panggilan dari mesya.
" Trio wekwek memanggil." Ucap bagas sambil memperhatikan ponselnya pada ayuna.
" Angkat dong."
Saat bagas akan menggeser tombol hijau,
" Aku saja, aku saja." Ucap gibran.
Bagas lalu memberikan ponsel nya pada gibran.
" Hai, kesayangan tante.." Sapa mesya.
" Hai tante."
" Kalian masih di dalam mobil?, tante pikir kalian sudah sampai di taman."
" Gibran ingin ke Disneyland Paris. Kalian bagaimana? apa sudah sampai d8 mall?." Ucap bagas
" Ya, kami sedang mengantri untuk melihat film di bioskop."
" Baiklah, kalau begitu hati hati, jaga diri baik-baik."
" Siap.." Ucap ke tiga adik Bagas.
" Bawakan gibran popcorn Tante."
Panggilan berakhir, bersamaan dengan tiba nya mereka di Disneyland Paris.
" Waahhh..... Amazing." Ucap gibran.
Mobil segera mencari tempat pemberhentian yang pas, setelah semua keluar, mobil segera pergi meninggalkan area Disneyland Paris.
" Ayo kita kesana papi."
Gibran yang sudah tidak sabar, langsung berlari. Tiba tiba,
Brug !!
Gibran seperti sempoyongan dan terjatuh.
" Gibran..." Teriak ayuna yang langsung mendatangi gibran, dan membantunya untuk berdiri.
" Gibran tidak apa-apa?" Tanya ayuna.
Gibran tersenyum dan mengangguk.
" Jangan lari lari lagi, oke. Kau membuat mami khawatir."
" Maafkan gibran mami, gibran hanya terlalu bersemangat."
" Naiklah, ke pundak papi, papi akan menggendong mu " Ucap Bagas.
" Ye...."
Mereka kemudian banyak menaiki berbagai wahana, mereka juga mengunjungi berbagai display Disney yang ada disana.
" Gibran tidak apa apa?" Tanya ayuna, saat melihat mata gibran terlihat sayu.
" Gibran tidak apa-apa mami."
" Tapi..."
" Sayang, jangan terlalu khawatir, mungkin gibran hanya lapar." Ucap Bagas memotong pembicaraan ayuna.
__ADS_1
Ayuna melihat ke arah jam tangan nya.
" Ah iya, sudah memasuki jam makan siang."
" Papi benar kan, sekarang ayo sebaiknya kita bergegas menuju restoran."
" Ayo...." Ucap gibran penuh semangat.
Mereka kemudian menikmati makan siang di restoran yang ada di Disneyland Paris tersebut.
" Hmm, spaghettinya sangat enak." Ucap gibran.
" Benarkah?"
" Ya, apa papi mau coba?"
" Tidak. Habiskan gibran saja, agar gibran bisa punya tenaga untuk memainkan semua wahana yang ada di sini."
Tak beberapa lama kemudian,
" Huek...huek..."
Gibran ingin memuntahkan yang ada di dalam perutnya.
Ayuna segera mengantar gibran ke toilet. Disana gibran memuntahkan isi perutnya.
Ayuna menjadi semakin khawatir, lalu dia melihat Bagas datang.
" Bagas, gibran..."
Ayuna mengusap bahu ayuna san berkata,
" Sudah, tidak apa apa. Mungkin dia masuk angin. Atau, belum terbiasa dengan cuaca di negara ini."
" Kau yakin, gibran tidak....?"
" Stttt...." Bagas menutup mulut ayuna dengan telunjuk nya.
" Jangan berpikir yang tidak-tidak. Kekhawatiran mu terlalu berlebihan." Imbuh bagas, ayuna menatap gibran yang lemas, karena dia sudah memuntahkan seluruh isi di perutnya.
" Ayo, sebaiknya kita memberi gibran sesuatu yang hangat. Seperti sup atau susu hangat." Ucap bagas.
Ayuna berlutut, agar tubuhnya sejajar dengan gibran.
" Mami, gibran baik baik saja." Ucap gibran, seakan tau pertanyaan apa yang akan di ajukan ayuna.
Ayuna tersenyum dan mengusap lembut pipi gibran.
" Gibran ingin pulang atau..."
" Tidak. Gibran masih ingat bersenang senang disini, boleh kan?"
Gibran menatap ayuna dengan mata memohon. Ayuna tersenyum.
" Baiklah. Tapi berjanjilah pada mami, jika kau merasa lelah atau pusing, segera katakan pada mami "
" Baik, mamiku sayang."
Cup
Gibran mencium pipi ayuna.
" Papi juga mau dong dicium."
Bagas langsung ikut berlutut, dan gibran mencium pipi bagas juga.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa...
...like...
__ADS_1