LUKA DALAM BAHAGIA

LUKA DALAM BAHAGIA
Wanita istimewa


__ADS_3

Setelah memantapkan hati, Tara segera berpamitan kepada orang tuanya untuk mengajukan surat pengunduran diri karena dia akan berhenti menjadi model dan fokus mengurus perusahaan.


" Hati hati, dan lekaslah kembali begitu kau selesai." Ucap sang Mama.


" Tentu."


Tara segera melajukan kendaraannya menuju lokasi tempat dimana akan diadakan sesi foto. Lalu di tengah perjalanan Tara mulai teringat kejadian yang menimpa dirinya. Tara segera menepikan kendaraannya.


" Tidak, seharusnya aku tidak datang kesini lagi. Bisa saja ini hanyalah jebakan yang di buat Doni untukku." Ucap Tara.


Lalu Tara mencari cara bagaimana berkas pengunduran dirinya dan juga uang ganti rugi bisa sampai di tangan Doni tanpa harus Tara sendiri yang menyerahkannya.


" Tidak, aku jika tidak bisa menyuruh seseorang yang menyerahkannya. Bagaimana jika seseorang itu ternyata mengambil uang dan kepentingan pribadi. Ya Tuhan, sepertinya memang aku sendiri yang harus menyerahkan." Ucap Tara.


Drttt drrrttt drrrttt


" Ya Kak Yudi?"


" Kau ada dimana kenapa kau tidak ada di rumah?, Aku baru saja akan mengajakmu untuk jalan-jalan agar kita lebih tenang dalam berbicara."


" Emm ya, Aku sedang dalam perjalanan menuju studio foto."


" Apa?"


" Tidak, aku ke sana bukan untuk melakukan sesi foto. Tapi aku ke sana untuk menyerahkan surat pengunduran diriku dan juga sejumlah uang ganti rugi karena aku keluar sebelum kontrak berakhir."


" Apa kau sendiri?"


" Ya."


" Bagaimana kalau aku akan mengantarmu?"


" Tidak perlu, lagi pula aku kenal baik dengan bos dari tempat aku bekerja. Dan aku hanya akan menyerahkan surat pengunduran diriku lalu segera pulang. Tidak akan lama, karena aku tidak melakukan kesalahan apapun."


" Tapi.."


" Kak Yudi aku bisa mengatasi ini. Dan setelah ini berakhir aku akan mengatakan sesuatu yang mungkin bisa merubah pikiranmu untuk melanjutkan perjodohan kita." Ucap Tara.


Tara sudah bertekad akan menceritakan kejadian yang terjadi sebenarnya kemarin malam kepada Yudi. Bagaimana pun juga Yudi adalah calon suami Tara dan harus mengetahui kebenarannya.


" Baiklah. Segera hubungi aku jika kau butuh bantuan." Ucap Yudi


" Tentu."


" Ohya Tara, bisakah aku meminta nomor plat mobil mu?"


" kenapa?"


" Tidak apa apa, hanya berjaga-jaga saja. Jadi aku bisa menemukan mu jika kau butuh bantuan."


" Baiklah, aku akan mengirimkannya melalui pesan."


" Aku tunggu."


" Iya."


Setelah mengirimkan nomor plat mobil kepada Yudi, Tara segera mematikan telepon dan meletakkan kembali ponselnya. Tara terlihat menghela nafas panjang sebelum akhirnya dia melakukan kendaraannya menuju studio foto.


Sesampainya disana, seperti biasa Tara selalu disambut ramah oleh para kru.


" Tara, tumben sekali kamu terlambat biasanya kamu selalu datang lebih awal bahkan sebelum bos datang?"

__ADS_1


" Doni ada disini?, ah maksudku pak Doni ada di sini?"


" Ya. Dia bilang ini adalah seseorang yang akan dia kirim bersamaan dengan berkas pengajuan sebagai modal internasional. Jadi dia sendiri yang akan memantau sesi pemotretan hari ini."


" Hmm, aku permisi sebentar karena aku harus menemui pak Doni sebelum melakukan sesi foto."


" Oke, aku rasa pak Doni juga sedang menunggumu karena dia sudah berulang kali bertanya apakah kau sudah datang atau tidak."


" Begitu kah?"


" Ehem.."


" Kalau begitu sepertinya harus segera bertemu dengan pak Doni."


Tara lalu berlalu dan segera berjalan menuju ruangan Doni.


Tok


Tok


Tok


Ceklek.


" Pak Doni." Ucap Tara sesopan mungkin.


" Tara masuklah Aku sudah lama menunggu makan apakah begitu terlambat?"


" Ya, tadi aku memilih jalur yang salah dan terjebak macet itulah kenapa aku terlambat datang." Ucap Tara yang kemudian duduk di kursi yang berhadapan dengan Doni.


Srett...


" Apa ini?"


" Surat pengunduran diriku dan juga semua gaji yang sudah aku terima."


" Kau tidak berniat keluar dari dunia permodelan ini kan, kau tahu berapa biaya yang harus kau ganti karena kau keluar sebelum kontrak berakhir." Ucap Doni.


" Aku tahu, di amplop itu uang tunai senilai 1 miliar. Dan juga buku tabungan serta kartu dan juga pin-nya berada di dalam sama. Jumlah uang


yang ada di dalamnya sesuai dengan denda yang harus aku bayar kan.,"


Doni segera membuka berkas surat pengajuan dan juga menghitung uang serta mengecek jumlah uang yang ada di tabungan yang dimaksud oleh Tara.


" Tara, Kenapa kau melakukan ini?. Bukankah dunia permodelan ini adalah impianmu?, dulu kau bilang sendiri kan jika sangat memungkinkan menjadi model majalah pria dewasa?"


" Itu dulu, tapi sekarang aku akan hapus menjalani kehidupanku. Dan Aku juga ingin membina rumah tangga jadi aku pikir aku akan berhenti menjadi model majalah pria dewasa."


" Ini bukan karena kejadian kemarin kan?" Tanya Doni sambil mengerutkan keningnya.


Tara tersenyum dan menggeleng.


" Baiklah aku rasa urusanku di sini sudah selesai, jadi aku akan pergi sekarang."


Tara beranjak dari tempat duduknya, dan mulai berjalan menuju pintu.


Brak!!


Dengan cepat Doni menutup kembali pintu yang sudah dibuka Tara.


" Tidak semudah itu. Kau sudah membuat ku candu, jadi aku tidak akan dengan mudah melepaskan mu." Ucap Doni.

__ADS_1


Tubuh Tara seketika bergetar hebat. Biasanya dia akan sangat senang jika ada pria yang candu akan dirinya. Tapi kali ini situasi nya berbeda. Seperti nya Tara sudah terjebak dengan serigala lapar.


" Kau adalah wanita istimewa. Dan selama kau harus menjadi wanita istimewa ku." Bisik Doni.


...----------------...


" Sayang, apa kau ingin memeriksakan kehamilan sekarang?" Tanya Bagas sesaat setelah melihat Ayuna selesai memberi ASI kepada kedua bayi kembarnya.


" Tidak, aku belum siap jika dokter mengatakan aku harus berhenti memberikan ASI untuk kedua bayi kembar kita."


" Kita tidak akan tahu sebelum kita berkonsultasi dengan dokter kan."


" Sayang bisakah kau memberi aku waktu, aku hanya belum siap dengan kenyataan yang mungkin akan menyakitkan setelah kita bertemu dengan dokter."


"Hmm, baiklah beritahu aku jika kau sudah siap untuk bertemu dengan dokter. Bagaimana pun juga kita harus segera memeriksakan kehamilanmu ini." Ucap Bagas sambil mengelus lembut perut Ayuna.


" Bagas, aku takut."


" Apa yang membuatmu takut katakan padaku?"


Ayuna berbalik dan menatap ke Bagas.


" Kau tahu kan, aku melahirkan kembar dengan cara operasi sesar. Dan biasanya jarak yang diperbolehkan untuk hamil lagi adalah 2 tahun. Tapi kembar baru berusia 1 tahun dan aku sudah hamil. Bahkan Aku tidak yakin bahwa kehamilan ini baru menginjak usia 1 bulan. Mengingat aku aku yang belum mendapat tamu bulanan setelah kelahiran kembar."


" Ah sayang, kau tidak perlu khawatir. Apa kau ingin kita berkonsultasi dengan dokter spesialis agar kau merasa lega bahwa kehamilanmu tidak akan berdampak apapun terutama pada ASI."


" Aku..."


Ceklek...


" Ya Tuhan, apakah aku tidak salah dengar?. Kak Ayuna hamil?" Ucap Mesya yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar dan mengejutkan Bagas serta Ayuna.


" Astaga Mesya, bisakah kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk ke sini. Untung saja kau tidak membangunkan Lia dan Lio." Hardik Bagas yang menoleh ke arah kedua putra-putrinya yang masih terlelap tidur.


" Ups, maaf. Aku hanya sangat antusias setelah mendengar kali membicarakan soal kehamilan, jadi katakan apakah benar jika kak Ayuna hamil?" Tanya Mesya dengan mata berbinar-binar.


Bagas menatap Ayuna seakan bertanya apakah boleh dia memberitahu Mesya tentang kebenaran bahwa Ayuna hamil. Ayuna tersenyum dan mengangguk.


" Oh my God. Ini adalah berita yang sangat menggembirakan. Semua harus mengetahui nya." Ucap Mesya yang langsung berjalan keluar kamar dan siap berteriak untuk memberitahu seluruh penghuni mansion bahwa mereka akan menambah satu anggota keluarga lagi.


" Mesya..."


Ayuna berusaha mencegah Mesya, tapi Mesya sudah lebih dulu keluar kamar.


Ayuna dan Bagas kemudian mendengar suara Mesya yang berteriak memanggil manggil nama semua orang dan mengatakan jika mereka akan mendapatkan satu anggota keluarga baru.


Bagas hanya tersenyum dan memeluk Ayuna.


" Lihat, sekali lagi. Kau sudah membawa kebahagiaan di keluarga ini. Pertama kau hadir dalam hidup ku, kau memperkenalkan Gibran, dan menjadi keluarga ku lengkap dengan kehadiran seorang cucu yang sudah lama mereka dambakan. Saat Gibran pergi, semua orang termasuk para pelayan sangat sedih. Tapi kesedihan itu kini telah berganti kebahagiaan setelah kau memberikan sepasang anak kembar. Mereka tumbuh begitu mempesona. Dan sekarang kau berikan lagi kebahagiaan yang sama." Bisik Bagas.


" Kau yang memberikan ku kebahagian yang tidak terhingga. Kau selalu bisa membuat ku menjadi wanita istimewa."


" Dan selamanya kau adalah wanita istimewa dalam hidup dan juga hatiku."


Ayuna tersenyum. Mereka pun saling berpelukan dan melakukan kiss.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2