LUKA DALAM BAHAGIA

LUKA DALAM BAHAGIA
Pasangan Untuk Anjas


__ADS_3

Sementara itu Anjas terus memikirkan tentang Bella. Dalam pikirannya, tidak bisa berhenti untuk tidak memikirkan tentang Bella.


" Ya Tuhan Bella. Kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkan tentang dirimu?, apakah kau sudah menyerah ku dengan jaring cintamu?" Lirih Anjas.


Tok


Tok


Tok


" Anjas, keluar lah. Para sepupu dan keponakan mu sudah datang." Teriak Mama.


" Ah, dasar emak emak menganggu saja." Gumam Anjas.


" Heh bocah tua, aku mendengar nya." Ucap Rini dengan nada tinggi.


" Ya Tuhan. Kenapa telinga emak emak begitu tajam." Lirih Anjas.


" Aku juga mendengar nya. Keluar sekarang atau kau akan menerima akibatnya."


" Iya iya, Anjas datang" Ucap Anjas sambil berjalan dan membukakan pintu.


" Hoam.." Anjas pura-pura menguap seolah-olah dirinya bangun tidur.


" Hiiih..." Rini justru menjewer telinga nya.


" Ah ah ah., Mama sakit."


" Mulai berani mengata-ngatai Mama ya?" Ketus Rini.


" Enggak kok, Anjas tadi bicara sama film. Filmnya menyebalkan." Ucap Anjas.


Sama menyebalkan seperti Mama. Batin Anjas.


" Sudah sudah, ayo sana keluar. Jangan mengurung diri dikamar saja. Seperti remaja yang baru putus cinta saja."


" Nah, Anjas kan memang baru saja putus cinta."


" Hadeh, kamu itu baru saja cerai bukan putus cinta. Sudah ayo." Ketus Rini.


" Eh eh, tunggu dulu dong Anjas mau bersiap-siap panjang mau pakai parfum siapa tahu nanti Anjas ketemu jodoh di acara perayaan natal." Ucap Anjas dengan senyuman manis.


" Hmm, kamu benar karena mama sudah menyiapkan jodoh untukmu." Ucap Rini sambil menjewer pipi Anjas lalu bergegas meninggalkan Anjas.


" Apa?, ha? jodoh? untukku?. Mama pasti bercanda kan?" Teriak Anjas.


Rini hanya melambaikan tangannya tanpa menoleh lagi ke arah Anjas.


Anjas lalu masuk ke dalam kamarnya dan menatap dirinya dalam cermin.


" Hah, jodoh untukku yang benar saja seorang Anjas gitu di carikan jodoh?. Kayak Ya enggaklah aku aja di pasaran." Lirih nya sambil menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya.


" Tapi, benar juga ya. Aku baru saja bercerai itu artinya aku seorang duda sekarang. Duda semakin di belakang. Ah Tuhan, apa raking duda selalu ada di urutan terbawah?"


Dengan langkah gontai Anjas meninggalkan kamarnya menuju ruang tengah di mana pesta perayaan malam natal itu diadakan.


" Anjas.."


" Tante Clara."


Anjas mencium punggung tangan dari adik bungsu dari papanya itu.

__ADS_1


" Jadi duda kok makin cakep aja sih?" Ucap Clara.


" Wih, jelas dong."


" Anjas.." Teriak seorang wanita remaja yang terlihat berjalan menghampiri Anjas.


" Hai Monica, apa kabar, bagaimana study mu di Inggris?" Tanya Anjas setelah mereka ber cipika-cipiki.


" Hmm, baik. Bulan depan aku akan wisuda."


" Oh really?"


" Yes, kau mau datang menghadiri wisudaku?" Tanya Monica.


" Dia tidak akan mau datang." Ucap Rini yang tiba-tiba saja datang dan bergabung bersama dengan Anjas.


" Anjas mau datang kok, kenapa Mama bilang Anjas tidak akan datang?"


" Ya, karena kamu tidak punya pasangan."


" Apa hubungannya datang ke wisuda dengan tidak mempunyai pasangan?" Ketus Anjas.


" Ya ada dong, semua orang yang datang ke acara wisuda membawa pasangan mereka masing-masing." Ucap Tante Clara yang tak lain adalah mama dari Monica.


" Tapi, di Jakarta tidak seperti itu."


" Anjas kamu tuh sekarang tidak lagi tinggal di Jakarta kamu tinggal di Singapura. Dan lagi pula wisuda Monica kan di Inggris. Peraturan di sana pastilah berbeda dengan saat kau menghadiri wisuda di kampus Jakarta kan."


" Ya Tuhan, apa serumit itu?. menghadiri wisuda saja harus dengan membawa pasangan. kalau begitu aku membawa Mama saja Mama kan bisa jadi pasanganku."


" Enak aja, ntar Mama dikira doyan sama brownies lagi. Mama kan kece, ogah jalan sama kamu. walau kamu anak mama Tapi kita tuh nggak selevel kalau jalan bareng."


Tuhan, drama apalagi yang dijalankan oleh mamaku. Tidak selevel?. jika memang kami tidak selevel Kenapa kami ditakdirkan untuk menjadi di pasangan ibu dan anak?. Batin Anjas.


" Ya jangan dong, nanti Anjas tidak punya hati dan kalau Anjas tidak punya hati bagaimana Anjas bisa jatuh cinta lagi?" Ucap Anjas


" Kamu udah duda loh memangnya kamu mau jatuh cinta lagi?" Tanya Monica.


" Duda duda gini aku tetap keren kan?" Oceh Anjas.


" Idih kata siapa?" Tanya Monica.


" Kata Mama kamu lah Mama kamu sendiri tadi yang bilang kalau aku jadi Duda malas makin keren."


Monica lalu menatap mamanya.


" Serius?, Mama bilang Anjas menjadi duda dan menjadi semakin keren?."


" Iya."


" Oh my God Mama. Apa mata Mama sudah katarak?"


" Berani kamu mengatakan Mama seperti itu?"


" Ya habisnya Mama sih orang aja semakin jelek kok dibilang makin keren."


" Aduh, bisa diam gak sih kalian kenapa memperdebatkan masalah status duda aku dengan tampang ku?. dengar aku sudah terlahir tampan dan keren dan selamanya juga akan tetap keren. Daripada kalian memperdebatkan masalah status dan ketampananku ini, lebih baik kalian membahas pasangan untuk diriku."


" Pffttt,, hahahah..."


Monica dan sang Mama serta Rini tertawa.

__ADS_1


" Wah wah wah, ternyata sang duda keren sedang mencari pasangan." Ejek Monica.


Anjas membuang muka karena kesal.


" Tenang, bukankah mama sudah bilang kepadamu bahwa Mama akan memperkenalkan mu kepada anak Jeng Yuni."


" Mama, Anjas tidak mau dijodohkan. Mama tahukan bagaimana berakhirnya rumah tangga Anjas, karena sebuah perjodohan?"


" Iya Mama tahu, tapi Kristi anak Jeng Yuni tuh beda."


" Ah Mama...."


Belum selesai Anjas meneruskan perkataannya matanya menangkap sosok wanita mirip Bella.


Bella?, disini?. Di rumahku? Oh Tuhan kau pasti bercanda kan?. jika itu memang bila aku harus menemuinya dan menanyakan secara langsung siapa lelaki yang kulihat bersama nya kemarin di mall. Batin Anjas.


" Eh, Anjas kamu mau ke mana?" Tanya Rini saat melihat Anjas berlari menjauh darinya.


" Anjas mau mencari pasangan Anjas." Teriak Anjas.


Anjas mulai berjalan mencari sosok yang diduganya sebagai Bella itu.


" Anjas."


Anjas terkejut karena seseorang menepuk bahunya, Anjas menoleh dan dia adalah..


" Danu, kamu mengagetkanku saja."


" Kamu lagi apa di sini?, Kenapa wajahmu seakan sedang mencari seseorang?"


" Ya, Aku mencari Bella."


" Bella?"


" A..mmm, maksudku Bella, Bella Veronica." Jawab Anjas sedikit gugup, tidak mungkin dia mengakui kepada Danu bahwa dia menyukai Bella. Gengsi kan.


" Oh, aku pikir kau mencari Bella Kristiani sekretaris mu yang baru."


" Apa sekretaris itu juga ada di dalam pesta ini?" Tanya Anjas penasaran.


" Ya, Aku baru saja bertemu dengannya dan saat ku tanya kenapa dia ada di sini dia bilang jika mamanya diundang oleh Nyonya Rini."


Jadi, Bella adalah anak dari salah satu teman Mama. Aku harus segera menanyakannya kepada Mama. Batin Anjas.


Anjas kemudian langsung pergi tanpa berkata apapun lagi kepada Danu.


" Eh mau kemana?" Tanya Danu, namun anda tetap berjalan dan tidak menghiraukan panggilan dari Danu.


" Hah, nasib bawahan selalu begini deh.." Ucap Danu.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa...


...like...


...komen...

__ADS_1


...vote...


...hadiah ...


__ADS_2