LUKA DALAM BAHAGIA

LUKA DALAM BAHAGIA
Penyesalan


__ADS_3

" Sayang, Apa kau yakin tidak ingin menerima permintaan dari Dion?" Ucap Bella saat membaca pesan yang dikirimkan oleh orang kepercayaan Anjas di Indonesia. Pesan yang berisi tentang Dion yang berulang kali mengajukan permintaan untuk bertemu dengan orang yang telah membantu perusahaannya sehingga dapat kembali berdiri dan berjaya.


" Hmm, entahlah aku hanya merasa masih belum siap untuk ketemu dengan mereka lagi." Ucap Anjas yang saat itu baru saja menemani putri mereka bermain.


" Kenapa?, jika berteman dengan mereka kau kembali mengingat penghianatan yang pernah mereka lakukan?"


Anjas terlihat mengalah nafas kemudian berdiri dan memberikan Putri mereka kepada sang Mama yang yang datang dan mengajak cucunya untuk bermain di luar.


" Entahlah, Aku tidak tahu. Aku akan menyuruh asistenku saja yang mewakili ku."


Bella menghampiri Anjas dan mengusap lembut bahu nya.


" Apapun keputusanmu aku akan mendukungnya."


" Terima kasih, karena kau selalu ada di sampingku mendukung setiap apapun keputusan ku."


" Tentu, bukankah dari awal kita sudah berkomitmen untuk menyelesaikan semua permasalahan kecil ataupun besar secara bersama bukan?"


" Ya kau benar, walau terkadang aku juga merindukan Indonesia. Tapi Aku lebih suka dan menikmati suasana di sini. Aku mulai terbiasa berada disini apalagi aku bisa mengunjungi makam Gibran kapanpun aku menginginkannya."


" Apa Ayuna tidak akan datang ke sini untuk mengunjungi makam kita lagi?. Sebentar lagi kan hari paskah."


" Sepertinya tidak, jika tahun lalu dia tidak dapat hadir karena sedang hamil dan juga mengurus kembar. Tahun ini sepertinya mereka juga tidak akan datang ke sini karena Ayuna sedang hamil."


" Benarkah?, dari mana kau tahu?"


" Tentu saja Bagas, siapa lagi bukankah sekarang aku dan dia adalah sepupu ipar?"


" Haha, istilah Apa itu sepupu ipar memangnya ada ya?" Kekeh Bella.


" Ya ada lah. Aku sungguh bersyukur akhirnya Ayuna menemukan paria seperti Bagas yang mampu membuatnya bahagia dan menutup luka di dalam hati Ayuna. Tidak sepertiku aku yang hanya bisa menanam luka pada hati Ayuna."


" Sttt, Kenapa setiap kali kita membicarakan tentang Ayuna kau selalu merasa bersalah."


" Aku tidak merasa bersalah Aku hanya..."


" Sttt, sudahlah itu sama saja kau masih merasa bersalah terhadap Ayuna. Bisakah sekarang kau mulai melupakan masa lalu karena kita sedang hidup di masa kini bukan di masa lalu."

__ADS_1


" Ya kau benar. Maafkan aku karena ternyata aku masih tidak bisa melepaskan pikiranku dari Ayuna"


" Aku marah bukan karena kamu masih memikirkan Ayuna, aku hanya sedikit kecewa karena ternyata kamu masih terjebak dalam kesalahan masa lalu. Lihatlah sekarang, ada aku dan juga Putri kita. Kau tidak perlu lagi merasa bersalah karena Ayuna sendiri sudah melupakan itu kan?. Jadi kenapa kau tidak mencoba untuk melupakan semuanya."


" Aku melupakannya namun begitu kita membahas tentang dirinya aku jadi teringat akan masa lalu." Ucap Anjas.


Bella bisa mengerti perasaan Anjas. Bagaimana pun Ayuna adalah wanita yang paling dicintai oleh Anjas, Bella juga pernah mendengar cerita tentang Anjas dan juga Ayuna dari ibu mertuanya. Bagaimana Ayuna membawa pengaruh positif kepada Anjas merubah Anjas menjadi pribadi yang lebih lembut kepada keluarga.


" Sudah sekarang cobalah untuk tidak lagi memikirkan hal itu ketika kita berbicara tentang Ayuna. Bagaimana kalau sekarang kita keluar jalan-jalan, sudah lama juga kan kau tidak mengajak kami untuk jalan-jalan?"


" Hmm baiklah ratu ku segera lah bersiap. Aku akan menunggumu di mobil."


Cup


" Aku mencintaimu."


Bella segera berlari menjauh setelah mencium bibir Anjas dan juga berbisik kepada Anjas.


" Hei, aku yang lebih mencintaimu." Teriak Anjas.


Bella hanya tersenyum dan menoleh sekilas kearah Anjas, lalu segera masuk ke dalam kamar untuk bersiap pergi jalan-jalan. Tidak lupa dia juga memberitahu Ibu Anjas agar mereka bisa pergi bersama.


" Baik pak akan segera saya laksanakan perintah bapak."


" Dan ingatlah satu hal Jangan pernah bercerita atau mengatakan apapun tentang diriku dan juga istriku kecuali Dion atau Celine yang bertanya lebih dulu." Ucap Anjas.


" Tentu pak, Anda bisa mempercayakan semua itu kepada saya."


" Bagus, kalau begitu segeralah mengirimkan surat balasan kepada Dion agar dia tidak lagi menerima kamu dengan pesan permintaan bertemu denganku."


" Segera saya lakukan."


Anjas lalu mematikan ponselnya, Anjas melihat jejak panggilan keluar ya kepada Bagas. Dia hendak menekan tombol untuk menghubungi Bagas namun dia urungkan.


" Semoga kau selalu berbahagia bersama dengan Bagas, Ayuna."


Anjas tersenyum dan memasukkan kembali ponselnya lalu berjalan menuruni tangga dan masuk ke dalam mobil untuk menunggu Tara ibu dan juga putrinya datang. Karena hari ini Anjas akan mengajak mereka jalan-jalan jalan seperti yang Anjas janjikan kepada Bella.

__ADS_1


Sementara itu, di apartemen Dion dan Celine.


" Sayang, lihatlah pesan apa yang baru saja aku dapatkan." Ucap Dion.


" Apa?"


" Kita akan segera bertemu dengan orang yang sudah membantu dan membuat perusahaan ku kembali berjaya."


" Benarkah?"


" Ya, asisten yang mengatakan bahwa dia sudah membuat temu janji kita akan bertemu dengannya malam ini pukul 7 di restoran bintang 4."


" Ini adalah berita yang sangat menggembirakan aku akan bersiap-siap." Ucap Selin.


Malam harinya, Dion dan Celine sudah lebih dulu datang restoran ke bintang 4, mereka tidak ingin membuat orang yang sudah berjasa kepada perusahaan Dion menunggu. Mereka sudah sepakat jika mereka lah yang akan mendukung kedatangan dari orang itu.


" Selamat malam pak Dion."


" Pak Akbar, selamat malam silakan duduk pak dan kenapa bapak sendirian di mana orang yang telah berjasa kepada perusahaan saya?. Bukankah malam ini bapak akan mempertemukan saya dengan beliau." Ucap Dion.


" Mohon maaf pak, saya baru saja mendapatkan Mada dari beliau bahwa beliau menyuruh saya untuk mewakili beliau bertemu dengan anda. Karena beliau tidak lagi tinggal di Indonesia, beliau sudah pindah dan menetap di Singapura beberapa tahun yang lalu. Dan beliau tidak bisa lagi kembali ke Indonesia karena pekerjaan disana tidak bisa ditinggalkan."


" Ah sayang sekali. Padahal saya sangat ingin mengucapkan terimakasih langsung kepada beliau."


" Ucapan terima kasih anda sudah kami terima dan beliau juga sudah mengetahuinya."


" Kalau boleh tahu siapa nama dari atasan pak Akbar."


" Atasan saya, pak Anjas."


" Anjas?"


Dion dan Celine saling berpandangan, mereka tidak menduga jika selama ini Anjas lah yang telah membantu perusahaan miliknya. Anjas, Ya, Anjas yang sama yang telah mereka lukai hatinya dengan penghianatan dan juga permainan yang mereka lakukan di belakangnya. Anjas yang merasa dikhianati ternyata tidak menyimpan dendam terbukti dengan dia masih saja mau membantu perusahaan kan yang dulu adalah miliknya.


Sepanjang perjalanan pulang Dion dan Celine terdiam dengan pemikiran masing-masing. Sesekali mereka saling berpandangan, mungkin kini mereka merasakan penyesalan yang teramat dalam. Karena bagaimanapun juga mereka belum pernah meminta maaf kepada anda secara langsung.


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2