
Anjas baru saja tiba di bandara, dan menemui orang suruhannya yang membawa tiket serta paspor milik Anjas.
Setelah memastikan bahwa tiket dan paspor benar miliknya, Anjas segera berlari memasuki bandara dan mencari keberadaan Bella.
" Bella.." Panggil Anjas saat dia melihat seseorang mirip Bella.
" Bella, seperti ada yang memanggil mu." Ucap Yuni.
Bella menoleh, disaat bersamaan orang lain lewat didepan Anjas, membuat Anjas tidak dapat terlihat oleh Bella.
" Tidak ada siapapun, mungkin hanya perasaan Mama, atau mungkin ada Bella lain disini. Tidak mungkin kan hanya aku yang memiliki nama Bella."
" Iya, kamu benar juga."
Sedangkan Anjas mengumpat karena orang itu berjalan dan justru berdiri dihadapannya. Membuat Anjas tidak terlihat oleh Bella.
Anjas mulai mencari lagi, namun sayang, dia tidak dapat menemukan Bella.
" Apa Bella sudah masuk ke dalam?" Ucap Anjas saat melihat jadwal keberangkatan dan pemberitahuan bahwa pesawat Jetstar Asia tujuan Indonesia baru saja tiba di Singapura Changi Airport.
Anjas segera melakukan Boarding Pass. Lalu dia kembali mencari Bella. Namun sayangnya Bella sudah masuk ke dalam pesawat.
Lalu Anjas mendengar suara pemberitahuan bahwa penumpang pesawat Jetstar Asia tujuan Indonesia, agar segera memasuki pesawat.
Anjas semakin kalang kabut mencari Bella.
" Ya Tuhan, kenapa aku sangat bodoh. Bukankah aku bisa menelepon Bella." Ucap Anjas, mengambil ponselnya dan segera menekan nomor Bella.
Drrrttt drrrttt drrrttt
Ponsel Bella berdering saat dirinya baru saja meletakan tas di bagasi yang ada di dalam pesawat. Tepatnya di atas kursi duduk.
" Anjas?" Gumam Bella.
" Hallo Anjas?"
" Bella, kamu ada dimana, apa kamu tidak tahu jika aku sedari tadi memanggil-manggil namamu."
" Benarkah?, tapi aku sedang berada di pesawat sekarang. Bukankah kemaren aku sudah mengatakan bahwa hari ini aku akan pergi ke Indonesia untuk mengunjungi nenekku."
" Apa itu benar?"
" Ya, kau bahkan tersenyum dan menyetujui permintaan cuti ku."
Anjas menepuk dahinya, saat dia menyadari hari kemarin dimana saat itu beladina jelas mengatakan jika dia akan mengunjungi rumah neneknya sebelum dia memberikan jawaban atas lamaran Anjas.
" Maaf, aku lupa. Kau naik pesawat Jetstar Asia kan?"
" Iya." Jawab Bella sambil duduk.
" Dan kau duduk di kursi berapa?"
" Memangnya kenapa?" Tanya Bella.
" Sudah katakan saja."
" Airlines-business-class-A350."
Tut.
" Halo, Anjas?" Ucap Bella sambil melihat ponsel nya.
" Dasar Aneh."
" kenapa?" Tanya Yuni.
__ADS_1
" Anjas menelepon, lalu tiba-tiba dia mematikan panggilan nya. Padahal aku baru mau bertanya kenapa dia menelepon ku." Ucap Bella dengan nada kesal
Yuni tersenyum dan memegang tangan Bella.
" Apa kau bahagia dengan Anjas?"
Bella menatap Yuni.
" Maksud Mama, apa kau benar mencintai nya?"
" Aku juga tidak tahu, tapi hati dan pikiran ku tidak pernah lepas dari semua tentang dirinya. Aku juga sedih karena Anjas tidak ikut aku ke Indonesia." Ucap Bella sedih.
" Siapa bilang aku tidak ikut, aku ikut kok." Ucap Anjas yang langsung duduk di kursi VIP yang ada di belakang kursi Bella.
Bella menoleh dan tersenyum. Dia menghampiri Anjas dan memeluknya.
" Anjas, aku senang kau ada disini."
" Dan aku kecewa, kenapa kau tidak mengajak ku?"
" Aku takut jika kau menolak untuk pergi bersama ku."
" Kau belum mencoba sudah menyimpulkan sendiri."
Bella tersenyum, untuk beberapa saat mereka saling menatap.
" Ehem. Udah tatap-tatapan nya. Ntar yang ada kalian pada ciuman lagi. Hargai emak dong yang udah gak ada suami." Ketus Yuni.
Anjas menggaruk-garuk kepalanya. Lalu menyuruh Bella untuk kembali duduk di kursi nya. Karena Bella yang terus saja melihat ke belakang, jadi lah Yuni menyuruh Anjas duduk di kursi nya.
" Terima kasih Mama mertua, kau baik sekali." Ucap Anjas.
" Aku belum resmi menjadi mertua mu." Ucap Yuni.
" Ya kan, itung-itung latihan. Biar nanti kalau udah resmi jadi fasih."
Anjas terdiam.
" Aku hanya bercanda." Kekeh Yuni.
" Jadi kau akan mengunjungi rumah saudara Mama mu yang bernama Wirabrata, sebelum kalian mengunjungi rumah nenek?"
" Iya, saudara Mama hanyalah Paman Wirabrata. Biasanya kami selalu mengunjungi beliau setiap tahun, tapi kami sudah tidak pulang selama kurang lebih 2 tahun."
" Lalu, jika nenekmu tidak tinggal bersama paman wirabrata lalu nenekmu tinggal bersama siapa?"
" Nenek tinggal dengan anak angkatnya. Mama ataupun Paman Wirabrata sudah mencoba membujuk nenek agar mau tinggal bersama. Tapi nenek selalu menolak dengan alasan nenek tidak suka tinggal di kota."
" Hmm, begitu ya. Aku jadi tidak sabar untuk bertemu dengan anggota keluargamu yang lain."
" Apa kau tidak takut jika ternyata mereka tidak menyukai mu?" Tanya Bella.
" Aku yakin mereka pasti menyukaiku Aku kan keren." Ucap Anjas bangga.
" Sombong."
" Aku tidak sombong, aku hanya berkata fakta. Coba kalau aku tidak keren, apa kamu masih menyukai ku?"
" Anjas dengar, Aku menyukaimu bukan karena kamu kabarin kamu tampan atau kaya. Tapi, aku menyukai mu karena hatiku merasa tenang dan nyaman. Serta aku selalu merasa gelisah saat jauh dari mu."
Bella, perkataanmu sama persis seperti apa yang dulu Ayuna katakan. Aku jadi semakin yakin untuk memilihmu menjadi pendamping hidupku. Semoga kita ditakdirkan untuk bersama. Ayuna, aku berhasil menemukan satu yang mirip seperti mu. Batin Anjas.
" I love you Bella." Lirih Anjas.
" Simpan kata kata itu nanti, setelah semua anggota keluarga aku setuju denganmu. Terutama paman Wirabrata, dia sungguh sangat alot,hehe."
__ADS_1
Glek. Anjas menelan ludah nya.
Tunggu, Wirabrata?, sepertinya aku sangat tidak asing dengan nama itu.
...
Pagi hari di kediaman keluarga Bagas, Ayuna dan Bagas sedang menikmati makan siang di taman.
" Ayuna, nanti siang yang saudara dari papa akan datang."
" Ohya?"
" Ya, aku dengar mereka sudah tiba di Indonesia tadi malam."
" Memangnya mereka bukan dari Indonesia ya?"
" Mereka asli Indonesia, namun karena tante Yuni menikah dengan orang Singapura jadilah mereka menetap di Singapura. Karena sudah terlanjur nyaman tinggal disana walaupun suami tante Yuni sudah meninggal 5 tahun lalu tante Yuni dan anaknya tetap tinggal di sana."
" Hmm, jadi begitu. Jadi mereka akan tinggal di sini?"
" Tidak, mereka hanya berkunjung ke sini. Lalu kita semua akan bersama-sama mengunjungi nenek."
" Oh, kau punya Nenek?"
" Ya."
" Kenapa aku tidak tahu. Dan saat pernikahan aku juga tidak melihat nenek."
" Ya, Karena nenek sangat tidak suka kota, dia juga tidak suka dengan pesta. Dulu Papa dan Mama berencana membawamu ke rumah nenek 1 bulan setelah pernikahan. Namun, karena saat itu Gibran sakit jadilah kami menunda rencana itu."
" Begitu ya.."
Bagas mengangguk.
" Jadi apakah akan ikut bersama kami mengunjungi nenek nanti?"
" Tentu saja aku mau. Ohya Bagas aku ingin bertanya."
" Tanya apa?"
" Hehe, pertanyaannya sedikit lucu sih."
" Katakan saja."
" Kita sudah bersama hampir 1 tahun, tapi sampai saat ini aku belum tahu nama dari mama dan papa mu."
" Hahaha.., kau bercanda ya?"
" Tidak aku serius."
" hahaha, oke. Nama Papa ku Wirabrata. Mama ku Liana. Adik ku Mesya. Dan si kembar Nisya dan Nasya. Dan aku?, aku adalah suami mu. Bagas Sanjaya Wirabrata."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Nah lo, kok nama paman Bella sama papa Bagas bisa sama ya?
Apa jangan-jangan mereka adalah orang yang sama?
Bagaimana jadinya ya, jika ternyata paman Bella adalah Papa Bagas. Pasti seru gak sih? jika mantan rival itu kembali bertemu?
__ADS_1
...Jangan lupa jempolnya ya......