LUKA DALAM BAHAGIA

LUKA DALAM BAHAGIA
Apartemen


__ADS_3

Sesampainya di apartemen Bagas, nina dengan penuh percaya diri, memasukan kode untuk bisa membuka pintu kamar Bagas.


Tet


Bunyi bahwa kode yang di masukan salah.


" Lo.."


Nina mencoba memasukkan nya sekali lagi, mungkin tadi dia terburu buru, sehingga salah menginput kode.


Tet


Sekali lagi, bunyi bahwa kode salah.


" Apa apa an ini?" Ketus Nina.


Nina mencoba sekali lagi.


Tet.


" Argh..."


Nina mulai frustasi.


" Ada yang bisa saya bantu, nona?" Tanya pegawai apartemen yang kebetulan lewat di depan pintu kamar Bagas.


" Ah tidak, aku hanya lupa membawa kunci, kunci nya tertinggal di dalam mobil " Ucap Nina bohong, dia tidak ingin pegawai itu curiga kepada nina.


Sepeninggalan pegawai apartemen tadi, nina mencoba memasukkan kembali tanggal lahir nina.


Tet.


" Ini tidak mungkin. Bagas tidak mungkin mengganti password untuk masuk."


Nina mulai berfikir,


" Tanggal lahir bagas, ya. Mungkin password nya adalah tanggal lahir bagas."


Nina memasukan tanggal lahir bagas.


Tet.


Bunyi kode salah.


Nina mencoba mengingat ingat momen apa lagi, yang pantas dikenang.


" Tanggal kepergian ku." Ucap nina, yang mulai memasukkan tanggal dimana dia meninggalkan kota ini


Tet.


" Argh. Ternyata bagas sudah benar benar mengganti password. Aku harus melakukan sesuatu."


Nina segera berjalan menuju meja resepsionis.


" Ada yang bisa saya bantu?" Tanya resepsionis.


" Emm ya. Saya adalah penghuni kamar 4102. Dan saya lupa password dan juga kunci tertinggal di negara xxx. Bisakah saya mendapatkan kunci cadangan dan password."


" Bisakah anda menunjukan kartu identitas bahwa anda benar tinggal di apartemen ini."


Nina mengeluarkan sebuah card yang dulu diberikan bagas, agar nina bisa keluar masuk apartemen tanpa harus melapor pada resepsionis.


" Baik. Sebentar saya periksa terlebih dahulu."


Resepsionis tadi terlihat fokus pada layar komputer.


" Apa anda nona ayuna?" Tanya resepsionis tadi.


"Maaf?"


" Apa anda yang bernama nona ayuna?"


" Bukan, saya nina."


" Kalau begitu, anda tidak diijinkan lagi masuk ke kamar 4012, dan kartu ini akan saya ambil kembali."


" Tunggu tunggu, apa maksud anda?, dulu nya saya tinggal di kamar itu juga. Kenapa sekarang saya tidak di ijinkan masuk."

__ADS_1


" Tuan bagas sudah mengganti password untuk masuk sejak kemarin. Dan dia juga menghapus nama anda sebagai orang yang ikut tinggal di kamar itu."


" Apa?, Ke...kenapa?, saya ini calon istri bagas." Ucap nina.


" Maaf nona, tapi tuan bagas sudah mendaftarkan nama istri dan anak nya, jadi hanya nona ayuna dan putranya yang bisa mendapatkan password dan kunci cadangan jika dalam keadaan mendesak." Terang resepsionis tadi.


" Tapi...."


" Silahkan anda menunggu di ruang tunggu, jika ingin bertemu dengan tuan bagas. Atau anda bisa meninggalkan pesan."


Nina langsung pergi dari meja resepsionis dengan perasaan kesal. Nina tidak terima nama nya di hapus dalam daftar orang yang tinggal di apartemen Bagas.


" Bagas tidak boleh melakukan ini pada ku. Aku wanita cantik dan seksi. Dia tidak boleh menolak ku, bagas harus jadi milikku. Aku, akan menunggu nya kembali ke apartemen ini." ketus nina, lalu dia menuju ruang tunggu yang disediakan untuk mereka yang akan berkunjung, atau menunggu sanak saudara yang tinggal di apartemen itu.


1 jam...


2 jam...


Hingga 5 jam Nina menunggu, namun sosok yang ditunggu-tunggu tidak juga datang.


Hingga saat nina mulai kesal, bagas terlihat barusaja memasuki apartemen. Bagas terlihat menelpon seseorang, sehingga dia tidak melihat kehadiran nina.


" Hai boy, sebentar lagi papi akan pulang, dan kita akan jalan jalan. Katakan pada mami untuk bersiap, papi akan menjemput kalian dalam 30 menit." Ucap bagas, yang terus saja berjalan melewati Nina.


" Bagas.." panggil nina.


Namun bagas yang fokus pada percakapan nya dengan gibran, tidak mendengar panggilan dari nina.


" Baiklah boy, papi tutup telponnya dulu, oke."


" ----"


" Bye.."


Setelah memasukkan ponsel kedalam saku jas. Bagas segera masuk ke dalam lift. Saat itu nina berlari mengejar bagas. Namun terlambat, pintu lift sudah termasuk tertutup. Tidak ada pilihan lain selain menunggu lift yang satu lagi terbuka.


Bagas berjalan di koridor, menuju kamar nya. Nina yang baru saja tiba di lantai kamar bagas, langsung berlari mengejar bagas.


Nina melihat bagas hendak masuk kedalam kamarnya.


Tong


Tidak pilihan lain, nina akhirnya memencet bel pintu agar bisa bertemu dengan bakas termasuk dalam apartemen.


" Baru juga duduk, sekarang bel pintu berbunyi. Siapa sih datang berkunjung sore hari." Ketus bagas.


Dengan langkah gontai Bagas menuju pintu dan membukanya.



" Nina??"


" Bagas."


Tanpa aba aba, nina langsung mencium bibir bagas. Dan mendorong pintu.


Bagas yang tidak siap, jadi terjatuh karena dorongan dari nina. Mereka jatuh bersama di atas sofa.


Nina langsung duduk diatas bagas.


" Nina, apa yang kau lakukan?" Tanya bagas.


Bukan nya menjawab nina justru kembali menciwm bibir bagas.


Setelah beberapa lama. Nina melepas ciumannya, dan menatap bagas.


" Sudah selesai?" Ucap bagas.


" Bagas, aku mencintaimu. Dan aku tau, kau juga mencintai ku"


" Jangan terlalu yakin."


" Buktinya kau menikmati ciuman kita." Ucap nina yang berdiri dan menghampiri bagas.


" Aku hanya meladenimu. Kalau kau sudah selesai silahkan keluar dari rumah ku."


" Bagas, kau tidak bisa melakukan ini padaku. Aku mencintai mu, dan aku kembali hanya demi dirimu, jadi kau harus menjadi milikku."

__ADS_1


Nina melakukan hal yang mungkin tidak dia duga sebelumnya, Dia melepas seluruh pakaiannya. Dan langsung memeluk bagas.


" Apa yang kau lakukan Nina?"


" Aku melakukan hal yang benar, aku ingin kau menjadi milikku, Bagas."


Nina mulai agresif menyerang Bagas,


" Nina sadar lah."


Nina merobek kemeja bagas. Dan menciwm leher nya.


" Nina Stop."


" NINA...." Teriak bagas.


Nina menghentikan aktivitas nya, dia memandang bagas.


" Hentikan, ini bukanlah dirimu."


" Aku tau, karena itu..."


Nina mengambil tangan bagas dan meletakkannya di dada nya.


Dengan cepat bagas mengambil tangannya, dan berdiri. Menutupi tubuh nina dengan jas nya.


" Kau bukan pelacur, jadi jangan lakukan ini. Dengar, aku memang pernah mencintai mu. Tapi, itu dulu. Sekarang hati ku sudah menjadi milik seseorang, dan aku sangat mencintai seseorang itu. Dan aku akan menikah dengan wanita yang aku cintai."


Nina menatap Bagas.


" Tapi aku mencintaimu, bagas."


" Nina dengar, aku yakin kau akan mendapatkan pria yang tulus mencintaimu. Tapi pria itu bukan diriku. Aku sudah menjadi milik orang lain."


" Bagas, aku mohon."


" Segera pakai baju mu, aku akan mengantar mu pulang." Ucap bagas seraya masuk ke dalam kamar.


Nina menangis, lalu bangkit dan berjalan ke kamar bagas,


Ceklek...


Nina membuka pintu, dan melihat bagas sedang mengganti pakaian nya,


" Bagas.."


Bagas terkejut dan menoleh. Nina masih belum memakai pakaiannya. Dia justru berjalan semakin dekat ke arah bagas.


" Bagas, jika aku tidak bisa memiliki mu, maka aku harus bisa tidur dengan mu. Aku..., aku sangat menginginkan mu bagas."


" Kau sudah gila nina."


" Ya, aku sudah gila karena mu."


Nina semakin mendekati bagas, dan....


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Bersambung ke part berikutnya ...


...jangan lupa...


...like...


...komen...


...vote...


...hadiah...

__ADS_1


__ADS_2