
" Bagas, aku akan kembali ke Indonesia malam nanti malam."
" Baiklah, kau sudah terlalu lama berada disini. Kau juga harus memperhatikan istri mu."
" Ya kau benar. Sangking perhatian nya aku kepada istri ku, aku sudah menyiapkan surat cerai untuk nya."
Bagas menatap anjas.
" Kau bercanda."
" Tidak, aku serius. Aku sudah punya banyak bukti terkait perselingkuhan mereka. Dan aku curiga bahwa anak dalam kandungan selin adalah darah daging dion."
" Kau yakin?"
" Ya, aku bahkan sudah pernah bertanya pada dokter obgyn di rumah sakit ini. Dan kau tau, dokter itu mengatakan hal yang sama dengan apa yang ada dalam pikiran ku, bahwa kemungkinan besar dokter obgyn yang memeriksa selin sudah terikat kerja sama untuk membohongi ku."
" Kau sudah lama mengetahui tentang mereka?"
" Ya."
" Lalu, kenapa kau membiarkan mereka sekian lama?"
" Karena aku sengaja melakukan nya, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada bayi yang ada di dalam kandungan selin. Bagaimana pun juga, bayi itu tidak bersalah."
" Ya kau benar. Aku tidak menyangka, ada sisi malaikat dalam jiwa devil mu." Kekeh bagas.
" Ck, kau pikir aku akan sejahat Fir'aun??"
" Haha, mybe."
" Aku akan keluar sebentar mencari makanan, kau mau aku belikan sesuatu?"
" Tentu."
" Baiklah."
Sepeninggalan anjas, bagas mendekati Ayuna, memegang tangan nya, dan mencium nya.
" Ergh..."
" Sayang..." Panggil bagas saat melihat mata ayuna mulai terbuka.
" Bagas, kau sudah datang?"
" Ya, aku sudah datang sekitar 2 jam yang lalu."
" Hmm, apa aku tertidur?" Tanya ayuna yang berusaha untuk bangkit.
" Pelan pelan."
Bagas membantu Ayuna untuk bangun. Setelah memastikan ayuna nyaman dengan posisi nya, Bagas segera mengambil air yang ada di sebelahnya.
" Ini minum lah dulu.,"
Bagas memberikan gelas yang berisi air kepada ayuna, ayuna menerima nya dan meminum nya.
" Apa kau sudah merasa lebih baik?" Tanya Bagas
" Ya. Apa yang terjadi padaku?"
" Kau tadi pingsan."
" Apa?" Ayuna mencoba mengingat ingat kembali apa yang terjadi.
__ADS_1
" Ah iya, mungkin karena aku makan sedikit, jadi aku tidak punya tenaga."
" Tidak, kau pingsan bukan karena kau makan sedikit. Tapi karena...."
Bagas menggantung perkataannya.
" Karena apa?" Tanya ayuna.
" Karena kau hamil."
Bagas lalu menyerahkan foto hasil usg yang memperlihatkan benih bakal janin.
Ayuna mengambil dan memperlihatkan dengan seksama. Senyum terlihat menghiasi wajah ayuna, namun tiba-tiba senyum itu hilang. Ayuna memandang ke arah gibran yang masih tertidur pulas.
Bagas bangkit, dan memeluk ayuna, bagas tau apa yang ayuna rasakan.
" Hiks hiks hiks, apa sebenarnya rencana Tuhan untuk ku Bagas, kenapa dia selalu mencampur luka ke dalam sebuah kebahagiaan. Hari ini, Tuha memberikan kebahagiaan di dalam luka."
" Sttt, Jangan mengeluh lagi, ingat kita harus kuat demi kesembuhan gibran."
Ayuna menyeka airmata nya, lalu menghampiri dan memeluk gibran.
" Gibran harus kuat sayang, gibran harus sembuh. Sebentar lagi gibran punya adik yang harus gibran jaga." Bisik ayuna sambil terus meneteskan air mata.
Ya Tuhan, kenapa kau selalu memberikan luka dalam kebahagiaan istri dan anak ku. Tidak cukupkah selama ini dirinya sudah menderita?. Batin bagas.
Malam hari nya, setelah berpamitan kepada gibran, ayuna dan bagas. Anjas segera terbang kembali ke Indonesia.
Dia sengaja tidak memberi tahu selin dan mama nya. Karena mungkin inilah saat yang tepat untuk menangkap basah mereka.
Setelah pesawat mendarat, anjas segera menuju mobil yang sudah stand by menunggu kedatangan nya.
" Tuan ingin pulang atau langsung ke hotel kumara?" Tanya asisten anjas dalam hal investigasi dan eksekusi. Tidak ada yang tau jika anjas punya asisten khusus ini, terutama dion. Karena asisten anjas hanya OB jika berada di kantor anjas.
" Dengan sangat menyesal saya mengatakan iya. Mereka sudah check in sekitar setengah jam yang lalu."
" Bagus, mungkin mereka sedang bersatu sekarang." Ucap Anjas.
" Jadi kita kesana?"
" Tentu saja, kau sudah mengatur semuanya kan?"
" Sudah tuan, ahli kunci terbaik, peretas CCTV, dan orang orang yang menyamar sudah berjaga disana. Mereka hanya menunggu perintah dari tuan."
" Bagus, ayo kita buat ini menjadi menarik."
" Baik tuan."
Asisten itu langsung lajukan kendaraannya menuju hotel Kumara.
Sementara itu,
Selin dan dion yang baru saja selesai makan malam dan berjalan jalan disekitar hotel, memilih duduk sebentar, karena kaki selin terasa pegal.
" Kita ke kamar saja, aku akan memijat kakimu disana."
" Tapi aku sudah tidak kuat berjalan lagi."
Dion akhirnya duduk disebelah selin, lalu dia mengangkat kaki selin, dan meletakkannya di atas pahanya, dan mulai memijat kaki selin.
" Hmm, enak."
Dion tersenyum, lalu dia kembali memijati kaki selin yang mulai terlihat bengkak
__ADS_1
" Sayang, aku sudah akan melahirkan, bagaimana nanti jika keluargaku menanyakan mana bayi yang satu lagi?. mereka akan tahu jika bayi ini adalah kembar."
" Kau jangan khawatir, aku sudah menyiapkan skenario yang pas."
" Apa itu?" Tanya selin.
" Sebaiknya kita bicara di dalam apa saja, jika di sini ada mata-mata Anjas."
" Oke."
" Dengar ya, aku bisa saja melahirkan kan dalam waktu dekat, jadi kau harus selalu standby."
" Iya sayang, aku mengerti." Ucap dion yang menuntun selin hingga mereka tiba di kamar.
" Sekarang katakan apa rencana mu?" Tanya selin.
" Opsi pertama, aku akan mengadopsi seorang bayi yang lahir nya sama dengan hari kelahiran bayi mu. Karena kau hamil anak kembar, Jadi kau tidak mungkin bisa melahirkan dengan normal. Dan saat kau akan melakukan operasi sesar, anak yang aku adopsi akan ada disana terlebih dahulu. Jadi tidak akan ada yang tahu jika bayi itu bukan bayimu. Opsi kedua, Jika ternyata aku tidak bisa menemukan bayi yang lahirnya sama dengan hari kelahiran bayimu, maka aku akan memerintahkan dokter untuk mengambil sebuah boneka dan mengatakan jika bayi mu yang satu lagi tidak dapat tertolong."
" Terdengar sadis. Tapi aku akui rencana mu cukup bagus."
" Jadi sekarang ayo kita nikmati malam terakhir kita. Beberapa hari lagi anjas akan pulang, dan kita harus berjaga jarak untuk sementara waktu, agar anjas melupakan tentang kita."
Bersamaan dengan dion yang akan memulai aksinya, anjas yang sudah dilengkapi kamera kecil yang dipasang di dasinya. Langsung berjalan menuju kamar Dion dan Selin.
" Semua aman." Ucap salah seorang anak buah Anjas.
" Bagus."
Anak buah anjas membuka pintu kamar di mana Dion dan selin sudah melakukan penyatuan.
Anjas dapat mendengar dengan jelas ******* demi ******* dari selin dan dion.
Dengan perlahan, anjas masuk dan duduk didekat ranjang dimana kedua manusia itu sedang bersatu.
Lampu kamar yang padam membuat dion dan selin tidak mengetahui jika anjas ada disana.
" Sayang aku ingin sampai." Ucap selin
" Sebentar sayang, kita sampai bersama." Ucap dion.
" Akhirnya...,"
Dion menjatuhkan tubuhnya disamping Selin.
Prok prok prok...
" Sungguh pertunjukan yang sangat indah."
Prok prok prok prok
Anjas bangun dan menghidupkan lampu.
" Anjas..." Mata selin membulat sempurna.
" Anjas, ka...kau disini?" Ucap dion tak kalah gugup.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Jangan marah karena cerita nya gantung, udah gak kuat melek ini 😂. Sambung besok ya..
__ADS_1