
Sebuah negara di benua Eropa yang sangat terkenal akan keindahan kota nya.
Disana bagas mengajak ayuna serta gibran melihat berbagai tempat wisata yang ada di Paris, Perancis.
" Kita akan kemana papi?" Tanya gibran.
" Kita akan ke, Menara Eiffel atau La Tour Eiffel. menara yang menjadi ikon kota Paris." Ucap bagas
" Apa yang menarik dari menara Eiffel?" Tanya ayuna.
" Kakak ipar benar benar tidak tau?" Tanya nasya.
Ayuna menggeleng dan tersenyum tipis.
"Menara Eiffel, berada di taman Champ de Mars, Paris, Perancis, dan merupakan salah satu landmark paling terkenal di dunia yang menjadi destinasi utama para wisatawan." Terang nasya
" Jika berkunjung ke Menara Eiffel tidak lengkap kalau tidak naik ke atas dan melihat panorama Paris dari sana. Tapi lebih mengesankan lagi jika naik menara Eiffel saat malam hari sambil melihat kerlap-kerlip lampu kota Paris dan menikmati hidangan di restauran Menara Eiffel. Selain itu, kita juga bisa membeli suvenir disana." Imbuh nisya.
" Bicara mu sudah seperti pemandu wisata saja" Ucap mesya.
" Hehe, berarti nisya cocok ya, jadi pemandu wisata."
" Ya cocok." Ucap mesya.
" Lihatlah, kita akan melewati Arc de Triomphe."
" Aris terompet?, apa itu papi?" tanya gibran.
" Pffftt, hahaha. Aduh gibran, kau membuatku tertawa." Ucap mesya.
Gibran hanya benggong.
" Bukan aris terompet sayang, tapi Arc de Triomphe." Ucap bagas.
" Apa itu?"
" Monumen terpopuler di Paris dan merupakan salah satu gapura terbesar dalam sejarah. Gapura yang dibangun ini untuk memperingati kemenangan Napoleon. Lihat lah, itu Arc de Triomphe." Ucap bagas sambil menunjuk ke sisi kanan mobil.
" Wah sangat indah." Ucap gibran.
Tak lama kemudian, mobil terparkir. Dan mereka segera turun untuk berjalan menuju alun-alun kota berbentuk oktagonal, atau yang bisa disebut Place de la Concorde.
Ayuna terpesona dengan fitur dan hiasan seperti obelisk mesir, air mancur, patung, dan tiang-tiang lampu yang artistik yang ada di alun alun tersebut.
" Ayo, biar ku ambil foto kakak, dan kakak ipar." Ucap mesya.
" Aku tidak pandai berpose." Ucap ayuna.
" Sudah ayo."
Bagas menarik tangan ayuna, mereka kemudian melakukan berbagai pose, mulai dari memeluk, hingga mencium.
" Ayo sayang, kemari." Ucap bagas.
Gibran segera berlari, dan mereka berfoto. Sungguh keluarga yang sangat bahagia.
" Papi, gibran merasa lapar."
" Aku juga." Ucap nasya.
" Aku pun." Imbuh nisya.
" His, kau ikut ikutan saja" Omel Mesya pada nisya.
" Ya sudah ayo kita makan siang dulu." Ucap ayuna.
" Ayo."
Mereka lalu kembali, dan segera masuk ke dalam mobil.
"Kita ke Cafe de la Poste." Ucap bagas pada sopir.
" Siap."
Sesampainya di Cafe de la Poste.
" Wah, mami, lihat. Bukankah kafe itu tempat Spiderman beraksi?" Ucap gibran.
" Ohya?, darimana gibran tau?" Tanya ayuna.
" Dari film, hehe. Ohya papi, setelah ini apa boleh gibran mencari laba laba."
__ADS_1
" Untuk apa?" Tanya bagas.
" Gibran ingin digigit laba laba yang ada di Perancis, jadi gibran bisa menjadi seperti Spiderman."
" Pffftt..." Mesya dan kembar menahan tawanya.
Bagas menggaruk-garuk kepalanya, sambil menatap ayuna, ayuna menggeleng.
" Emmm, sepertinya gibran lapar. Ayo sebaiknya kita segera masuk dan memesan makanan. Sebelum gibran menjadi hulk."
" Hahhaa, memang kalau lapar bisa jadi hulk ya?" Ucap mesya
" Dia akan jadi Ironman." Imbuh bagas.
" Sudah sudah ayo cepat. Nanti kalian jadi monster, musuh kegelapan."
" Hiii, takut." Ucap nisya dan nasya.
Setelah mereka selesai makan.
" Papi, gibran ingin bermain."
" Gibran ingin kemana? Jardin d'Acclimatation atau parc adventure land?"
" Tempat apa itu? seperti nya mengerikan. Jangan jangan ada musuk besar Superman." Ucap Gibran.
Bagas menepuk dahinya, lalu dia mengambil ponsel nya, dan memperlihatkan Gibran Jardin d'Acclimatation dan parc adventure land.
" Jardin d'Acclimatation berisi wahana menyenangkan dan yang memicu adrenalin. Sedangkan parc adventure land seperti permainan yang berhubungan dengan alam. Jadi gibran mau kemana?" Tanya bagas.
" Ke Jardin d'Acclimatation."
" Oke. Kita berangkat."
Sesampainya disana, gibran langsung mencoba berbagai permainan yang dia sukai.
" Bagas."
" Ya?"
" Terima kasih, Karena sudah mengajak gibran jalan jalan."
" Terimakasih nya nanti saja, diatas ranjang." Bisik bagas.
Wajah ayuna memerah, dia malu jika teringat bagaimana semalam dia dan bagas melewati malam pertama.
" Haha, kau lucu saat muka mu berubah menjadi merah."
Cup
Bagas tak tahan lagi, dia mencium sekilas bibir ayuna.
Hari sudah mulai senja, ayuna mengajak gibran pulang, ditengah perjalanan, ayuna melihat sebuah gereja yang sangat indah.
" Gereja nya sangat indah." Ucap ayuna.
" Itu adalah Notre Dame Cathedral, gereja paling terkenal di Paris. Kau mau kesana?" Tawar Bagas.
" Bolehkah?"
" Tentu."
Mobil segera putar balik dan menuju gereja.
Bagas dan ayuna masuk kedalam gereja, sedangkan mesya, gibran dan kembar memilih menikmati kesejukan sungai Seine, yang letaknya tak jauh dari gereja.
" Sangat indah."
Ayuna mengambil lilin, menyalahkan nya, lalu meletakkan bersama lilin lilin yang menyala lain nya. Dan berdoa.
Bagas yang melihat ayuna berdoa, jadi ikut berdoa.
Tuhan, Terima kasih karena engkau telah mengirimkan seseorang yang menyayangiku dan juga Gibran. Semoga pernikahan kami selalu diselimuti oleh kebahagiaan. Doa ayuna.
Tuhan, semoga aku selalu bisa menyenangkan hati istri dan anakku. Semoga Aku tidak akan pernah menyakiti hati mereka berdua.Semoga pernikahan kami selalu diselimuti oleh kebahagiaan. Doa bagas.
Bagas lalu mengajak ayuna naik ke atas menaranya untuk melihat pemandangan kota Paris dari atas.
" Sangat indah."
" Seindah dirimu dalam hatiku." Ucap bagas.
__ADS_1
Bagas langsung memeluk ayuna, dan mencium bibir ayuna.
Hari itu, mereka mengakhiri sesi jalan jalan. Dan memutuskan untuk makan malam di hotel saja. Gibran yang lelah bermain memilih langsung tidur begitu mereka dalam perjalanan pulang.
Sesampainya di hotel, Bagas langsung menggendong tubuh gibran, dan meletakkannya dengan hati hati diatas kasur.
Ayuna membuka bagas membuka jaket dan sepatu milik gibran.
" Bagas, hidung gibran berdarah." Ucap ayuna, yang melihat ada sedikit darah yang keluar dari hidung gibran.
" Mungkin gibran tidak tahan cuaca dingin di negara ini." Ucap Bagas.
" Benarkah?"
" Benar kakak, nisya selalu mimisan jika berada di negara ini." Ucap nasya.
" Karena itu aku selalu minum coklat panas saat akan tidur." Imbuh nisya.
Mendengar itu, ayuna segera minta dibawakan coklat panas, lalu dia membangunkan gibran dengan hati hati.
" Sayang, apa gibran merasa kan sesuatu?" Tanya bagas.
" Tidak papi, gibran hanya lelah karena bermain."
" Ini minum lah selagi masih hangat."
Ayuna memberikan segelas coklat hangat kepada gibran.
" Tadi itu sangat menyenangkan, terima kasih mami, papi."
"Sama sama sayang. Gibran mau tidur dengan mami dan papi?" Ucap ayuna.
Dalam hati bagas berdoa, agar gibran menolak.
" Gibran akan tidur bersama tante mesya dan tante kembar. karena jika Gibran tidur sekarang dengan mami dan Papi. Maka adik Gibran tidak akan datang datang."
Bagas tersenyum lega.
" siapa yang mengatakan itu sayang?" tanya ayuna.
Gibran menunjuk ke arah twins. Ayuna menoleh, twins tersenyum dan mengangkat dua jari diatas kepala.
" Kau memang adik yang paling the best." Puji Bagas.
" Kalau begitu sekarang gibran tidur. mami dan Papi akan segera membuatkan adik untuk Gibran."
" Yes... Buat yang banyak ya." Celoteh gibran.
" Siap tuan bos." Ucap bagas.
Setelah mencium gibran, bagas serta ayuna kembali ke kamar, dan mereka melakukan produksi adik.
Bagas menanam banyak benih disana.
" Semoga benih nya tumbuh banyak." Ucap Bagas.
" Memangnya aku kebun, yang sekali bercocok tanam bisa tumbuh banyak.?" Ketus ayuna.
" Karena itu, ayo kita ulangi lagi, agar tumbuh banyak." Goda bagas.
" Tidak mau."
" Harus mau."
" Argh.."
Ayuna berteriak karena kaget akan serangan Bagas yang tiba tiba.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa...
...like...
...komen...
...vote...
__ADS_1
...hadiah...