LUKA DALAM BAHAGIA

LUKA DALAM BAHAGIA
Menginap part 1


__ADS_3

Seperti yang sudah dikatakan sisil sebelumnya, bawa sisila yang akan menjemput ayuna serta gibran.


Tok


Tok


Tok


" Gibran Sayang yuhu.. Tante mu yang cantik ini sudah datang." teriak Sisil.


Ceklek...


" Halo tante." Sapa gibran.


" Hai sayang, kau merindukan tante?"


Sisil langsung memeluk Gibran.


" Di mana mami?" Tanya Sisil.


" Sepertinya mami masih di dalam kamarnya." Ucap gibran.


" Baiklah, Gibran Tunggu lah di sini tante akan melihat, apakah mami sudah siap atau belum?"


" Siap tante."


Sisil lalu berjalan menuju kamar ayuna,


Tok


Tok


Tok


" Ayuna, ini aku sisil?"


" ya sil aku sudah ganti baju masuklah." Teriak ayuna dari dalam.


Ceklek..


Sisil langsung membuka pintu dan masuk ke dalam.


" hei apa yang terjadi.?" Tanya Sisil. Saat melihat mata ayuna merah.


" Duduklah akan aku ceritakan nanti, setelah aku selesai berganti pakaian."


" Akan berapa lama Andi keluar kota?" tanya Ayuna.


" entah mungkin tiga atau empat hari."


" Kenapa kau tidak ikut?"


" Andi takut terjadi sesuatu pada anak kami."


" oh dia so sweet sekali.."


Ayuna tersenyum, Sisil justru cemberut.


" Kenapa mukamu jadi ditekuk ke begitu ibu hamil yang cantik.." Goda ayuna.

__ADS_1


" aku sebel sih sebenarnya. Aku tuh pengen ikut pengen selalu ada di dekat andi terus. tapi Andi malah nggak mau kalau aku selalu ikut kemanapun dia akan pergi, aneh kan."


" Tidak aneh wajar saja toh. ini adalah anak kalian selama beberapa tahun penantian bukan, jelas saja Andi Tidak mau kau ikut kemanapun dia pergi dia takut terjadi apa-apa pada calon bayi kalian."


" Seperti itukah?"


" Ya seperti itu."


" Hmmm, tapi aku tidak bisa jauh dari Andi."


" Ish kau ini, Andi kan hanya pergi selama tiga hari, lagi pulang kan ada aku dan Gibran yang akan menemanimu."


" Iyaa kau bener, jadi katakan dalam rangka apa kau akan menginap ke rumahku??"


" sebenarnya...."


Belum selesai ayuna mengatakan alasannya kenapa ia ingin menginap di rumah Sisil, Gibran masuk ke dalam kamar..


" Tante Sisil dan mami, Kenapa lama sekali sih?, sebenernya kita jadi nggak mau ke rumah tante Sisil??" ucap Gibran dengan wajah cemberut.


" Jadi dong sayang ini mami juga udah selesai kok. " Ucap ayuna, sambil il meletakkan koper di lantai dan siap membawanya pergi.


" yuk berangkat ucap ayunan lagi."


" katanya tadi mau cerita." Ucap Sisil.


" Sttt, nanti saja di rumahmu ada Gibran." Bisik ayuna.


" Hmm, baiklah."


Setelah memastikan bahwa tidak ada lagi listrik yang menyala di dalam rumahnya, ayuna mulai memasukkan barang bawaan mereka yang tidak banyak dalam mobil Sisil.


Lalu ayuna mulai mengunci pintu rumah dan pintu gerbang. setelah itu Sisil mulai melajukan mobilnya dan langsung pulang ke rumah Sisil.


" langsung pulang saja aku sedang tidak mood untuk membeli apapun atau singgah di manapun." Ucap ayuna.


" Baiklah, sepertinya hatimu sedang benar-benar kacau."


" Bukan kacau lagi tapi serasa hatiku ini ini terpecah belah. aku sendiri tidak tahu Apa yang dirasakan hatiku."


" Ceritanya sepertinya sangat menarik. kita harus segera sampai di rumah kalau begitu."


Setelah mengatakan itu, hasil melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi namun tetap hati-hati.


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di rumah megah milik Sisil.


" hore kita sampai tante bolehkah aku langsung bermain."ucap Gibran dengan penuh semangat.


" Tentu saja sayang pergi lah. Bik, antar tuan muda kecil ini ke ruang bermain." ucap Sisil pada seorang pelayan.


" baik nyonya."


Pelayan itu membungkuk lalu segera mengantar Gibran menuju ruang bermain


" izinkan saya untuk membawa barang Anda nyonya." Ucap salah seorang pelayan kepada ayuna yang terlihat mengeluarkan barangnya dari dalam mobil Sisil.


" Tidak, biar saya saja." Ucap ayuna.


" sudah tidak apa-apa, biarkan mereka yang membawa barangmu. sebaiknya kau ikut aku agar kau bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi." Kata Sisil

__ADS_1


" Hmm, baiklah."


Ayuna lalu membiarkan para pelayan itu membawa barang miliknya dan milik Gibran, dan ayuna mulai berjalan mengikuti Sisil.


Ayuna tidak tahu silakan membawanya ke mana dianya terus mengikuti Sisil hingga mereka tiba di sebuah taman belakang rumah Sisil yang sangat indah sangat nyaman, dan sejuk. membuat siapa saja yang berada di sana menjadi lebih tenang lebih nyaman dan lebih rileks.


Sisil lalu mengajak ayunan duduk di salah satu tempat duduk di tengah taman itu.


" Wow Aku tidak menyangka ada taman seindah ini di belakang rumahku. Seperti nya, dulu saat aku pertama kali ke sini taman ini belum ada." Ucap ayuna kagum.


" lihat taman ini baru dibuat setelah anda mengetahui jika aku hamil. jadi dia berpikir membangun taman ini agar kelak aku dan anakku bisa bermain-main di sini. Jika aku merasa bosan."


" Sangat perhatian sekali suamimu itu. Kau sangat beruntung memilikinya."


" iya aku tahu, sekarang katakan padaku Apa yang terjadi padamu.."


Ayuna mulai menceritakan awal mula saat dia dan Gibran berencana untuk memberi kejutan untuk Bagas.


Dan saat dirinya dan Gibran sudah sampai di apartemen Bagas, Ayuna langsung ke dalam karena pintu apartemen tidak dikunci.


" Saat itu aku berpikir mungkin Bagas terlalu lelah karena semalam dia meneleponku, dan memberitahu Jika dia meeting hingga larut malam." Terang ayuna.


" Lalu aku dan Gibran memutuskan untuk masuk saja dan saat aku membuka pintu kamar Bagas kulihat kamarnya sudah kosong. Saat itu, kupikir dia sedang mandi. jadi aku mengajak Gibran untuk menata makanan ini di meja. Lalu bersembunyi agar kami dapat mengejutkan Bagas saat dia selesai mandi nanti."


" Lalu apa yang terjadi?. Bagas tidak senang dengan kedatangan kalian?" tanya sisir yang sudah tidak sabar menunggu kelanjutan dari cerita ayuna.


" Bukan. justru kami yang mendapat kejutan tidak terduga dari Bagas."


" Apa Bagas tahu kalian akan datang sehingga bagas lebih dulu memasak untuk kalian, dan memberi kejutan untukmu, dan gibran?"


" Tidak, bukan seperti itu."


" Lalu seperti apa?"


" Aku melihat bagas tengah bersiap untuk sarapan bersama seorang wanita cantik. Dan wanita itu, memeluk bagas dari belakang. Sontak saja, pemandangan itu, membuat diri ku terkejut. Dan aku tidak sengaja menjatuhkan kotak makan yang kubawa. Hal itu membuat Bagas dan wanita tadi, menoleh ke arahku. secepat kilat aku mengambil kembali kotak makananku dan mengajak Gibran untuk Pergi."


" kau langsung pergi begitu saja tidak mengatakan sesuatu atau Bagas mengatakan sesuatu?"


" Bagas terlihat syok Saat melihatku dan Gibran. aku hanya minta maaf karena ternyata aku masuk kamar yang salah. Setelah mengatakan itu aku langsung pergi."


" Kenapa kok langsung pergi?" Tanya sisil.


" Ya kan aku tidak ingin mengganggu mereka."


" lalu apa yang terjadi?"


...----------------...


...----------------...


...----------------...


bersambung ke part berikutnya ya...


...Jangan lupa...


... like ...


...comment ...

__ADS_1


...vote ...


...dan hadiah...


__ADS_2