
Bagas segera berjalan menuju ruangan Gibran, Dia sangat bersemangat ingin memberitahu berita menggembirakan ini pada ayuna dan juga Gibran.
Ceklek..
" Halo, kesayangan Papi."
" Bagas, kenapa kau sangat lama?. Dan apa kata dokter?"
Bagas memegang pipi ayuna, lalu mencium keningnya.
Cup
" Kita akan pergi mengunjungi nenek Gibran."
" Apa? kau serius?"
" Ya, dokter akan datang dan memeriksa kondisi Gibran. Jika, Gibran benar-benar fit. Maka, kita bisa membawa Gibran pulang hari ini."
" Ya tuhan, ini adalah berita yang sangat menggembirakan. Dan bagaimana hasil lab Gibran?."
" Emm, itu.. Dokter bilang akan melakukan tes ulang dalam 2 pekan. Jadi kita punya waktu dua pekan untuk bersenang-senang." Ucap Bagas.
" Kau yakin, Gibran akan baik-baik saja? sementara kita belum tahu hasil lab dari Gibran."
" Ah sayang, sudahlah. Sekarang kita harus memenuhi janjimu pada Gibran dulu, yaitu mengunjungi nenek sinta."
" Ya kau benar."
Tak lama kemudian, dokter dan beberapa perawat pun datang untuk memeriksa kondisi Gibran.
Setelah dokter menyatakan kondisi fisik Gibran dalam keadaan baik. Bagas segera menyuruh ayuna untuk berkemas, Karena bagas akan mengajak Gibran dan ayuna mengunjungi kampung halaman tempat tinggal ayuna dulu, hari itu juga.
" Bagas, Kenapa harus terburu-buru. Apa kita tidak pulang lebih dulu?"
" Semakin cepat semakin baik bukan?" Ucap Bagas.
" Tapi.."
" Sayang tidak apa apa. jadi kita bisa sekalian honeymoon kedua di sana." Goda bagas. Ayuna tersipu.
Bagas harus bisa meyakinkan ayuna, agar ayuna tidak lagi memikirkan soal hasil tes lab Gibran.
Dua pekan waktu yang diberikan oleh dokter, dan dalam waktu 2 pekan itu, bagas sudah harus bisa memberitahu ayuna tentang kondisi gibran yang sebenarnya.
Setelah Bagas mengatur jadwal keberangkatan mereka. Bagas mengajak ayuna dan gibran untuk pulang kerumah. Agar ayuna bisa berpamitan kepada mama dan papa.
Drrttt drrrtt drrrttt
Ponsel Bagas berdering, panggilan dari Anjas.
Bagas sedikit menjauh dari ayuna yang sedang berbicara dengan mama dan papa.
" Ya anjas."
" Bagas kau di mana?, Aku ada di rumah sakit dan saat aku masuk ke dalam ruangan kalian tidak ada. Aku tanya pada perawat katanya kau sudah membawa Gibran dan ayuna keluar rumah sakit hari ini. Apa kau berencana membawa Gibran ke Singapura hari ini?"
" Ah tidak, aku dan ayuna akan ke Surabaya mengunjungi seseorang yang dulu dekat dengan ayuna."
" Bu Sinta?"
" Kau tau,?"
" Ya, dulu aku mendatangi Bu Sinta untuk mencari tahu informasi tentang ayuna. Dari situlah aku tau bahwa Gibran adalah putra aku."
" Jadi seperti itu?"
" Ya, dan Apa kau sudah memberitahu ayuna?"
__ADS_1
" Belum. Dokter memberi waktu Gibran selama dua pekan, dan setelah dua pekan Gibran harus segera dibawa ke Singapura untuk berkonsultasi."
" Baiklah, kabari aku jika kau sudah siap membawa Gibran ke Singapura."
" Tentu, ohya Bagaimana dengan masalahmu?"
" Ya, aku akan mencari cara untuk membongkar kedok mereka."
" Good luck."
" Thanks."
Tut
Panggilan berakhir, bagas memilih masuk dan bergabung bersama yang lain, agar ayuna tidak curiga.
Atas permintaan ayuna, akhirnya mereka berangkat menuju Surabaya di keesokan paginya.
" Mami, aku sudah tidak sabar ingin bertemu nenek."
" Iya sayang."
Setelah menempuh perjalanan udara selama setengah jam, dan jalur darat hampir 4jam. Akhirnya mereka tiba di kediaman bu Sinta.
Bu sinta terkejut sekaligus senang, ayuna datang berkunjung.
" Kamu ini sudah melupakan ibu ya, nikah tidak bilang bilang." Omel bu sinta.
"Maafkan ayuna bu, saat itu ayuna tidak mempunyai nomor mas lukman."
" Iya ya, ibu dulu juga lupa tidak memberikan nomor kepadamu. Dan sisil juga hanya memberikan sebuah alamat rumah pada ibu."
" Ya sudah. Ayo istirahat. kalian pasti lelah. Gibran ayo tidur dengan nenek. Nenek sangat merindukan gibran."
" Baik nek."
Setelah menunjukkan kamar istirahat untuk ayuna dan bagas. Bu Sinta segera membawa gibran untuk tidur di kamar yang bisa digunakan oleh gilang.
" Ish, kau mandilah sendiri." Ketus ayuna.
" Ayolah, sudah lama kan kita tidak mandi bersama."
Wajah ayuna memerah. Lalu timbul niat untuk mengoda ayuna.
Bagas melepaskan celana panjang dan kemeja nya dihadapan ayuna.
" Bagas, Kenapa kau melepasnya disini?, bisanya juga di kamar mandi kan?" Tanya Ayuna.
" Huft, aku melepas pakaian ini karena disini terasa panas."
" Masak sih?. Tapi AC nya menyala kok."
" Tidak, udara disini sangat panas. Lihatlah, baju mu sudah sangat basah karena keringat. Kemari, biar ku bantu kau melepas pakaian mu."
Ayuna melihat ke arah pakaiannya.
" Tidak, pakaian ku tidak basah."
" Basah. Kemari biar ku tunjukan padamu."
Bagas lalu membuka satu persatu pakaia, hingga menyisakan pakaian dalam.
" Bagas." Ketus ayuna yang sadar, jika dirinya sedang dikerjai oleh bagas.
Ayuna segera menutup tubuh nya dengan baju yang berserakan.
" Sangat panas lo, kita mandi yuk."
__ADS_1
Ayuna cemberut, lalu bagas segera mengendong nya dan membawa nya ke kamar mandi.
" Bagas, kamu nakal sekali?"
Setelah dua jam berada di dalam kamar mandi, akhirnya mereka sama sama beristirahat. Dan merebahkan diri di atas ranjang.
" Terima kasih sayang." Bisik ayuna.
Niatnya sih berterima kasih dengan berbisik agar terlihat mesra, namun justru bisikan lembut ayuna membuat junior terbangun, dan ingin terbang lagi.
" Ups., maaf." Ucap ayuna saat menyadari ada yang terbangun di bawah sana.
" Kau harus tanggung jawab." Bisik bagas.
" Argh.. Bagas..." Ketus ayuna.
" Zzzzz zzzz zzzz.."
Kedua nya akhirnya tertidur karena sudah terlalu lelah. Hingga suara ketukan membangunkan ayuna.
Ayuna segera memakai kimono nya, san dan membuka pintu.
" Ibu.."
Bu Sinta melihat ayunan masih menggunakan handuk mandi, menjadi tersenyum. Hal itu membuat ayuna menjadi salah tingkah.
" Pantas saja dari tadi tidak keluar." Goda bu sinta.
Wajah ayuna langsung memerah.
" Haha, kamu lucu sekali sih kalau lagi grogi gitu?. Sudah ayo cepat ganti pakaian mu, lalu kita makan malam bersama. Jangan lupa untuk membangunkan suamimu."
" Baiklah, apa? tunggu? makan malam? memangnya ini jam berapa?"
" Jam 7."
" Astaga?. baik bu, kami akan segera datang."
Ayuna mendatangi bagas, berniat membangunkannya, namun saat melihat wajah polos suaminya itu, ayuna seakan ingin mencium nya.
" Kalau aku menciumnya sekarang, yang ada dia akan mulai nakal lagi." Gumam ayuna.
Akhirnya ayuna mengguncang-guncangkan tubuh bagas, hingga bagas terbangun.
" Hai sayang." Sapa bagas, yang langsung memeluk ayuna.
" Bagas ayo bangun. Bu Sinta dan suaminya sudah menunggu kita untuk makan malam."
" Hmm, sudah malam ya. Apa? sudah malam?" Bagas terkejut. Dan langsung bangun dari posisi tidurnya.
" Iya, sudah ayo kita ganti baju."
Tak beberapa lama kemudian, bagas dan ayuna bergabung ke meja makan.
" Masih seger nih pengantin baru." Goda suami bu sinta.
" Seger dong pak, baru metik." Timpal bagas.
Ayuna tersipu. Lalu mencubit pinggang Bagas.
" Argh., jangan nakal ya.." Ucap bagas membuat semua nya tertawa.
Malam itu, mereka makan malam dengan penuh canda tawa, kebahagiaan kecil untuk keluarga kecil ayuna.
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...